
Pranggg !!!!…..
“ Gadis busuk sialan !!!!.....”
“ Berani sekali dia memeluk pangeran kedua Ming Shin seperti itu !!!....”
“ Dasar tak tahu malu !!!.....”, teriak Jiang Xialun histeris.
Diapun membanting semua barang yang bisa dia gapai dalam kamarnya hingga hancur berantakan untuk melampiaskan kekesalan hatinya.
Bayangan Jiang Xia Yan yang memeluk tubuh pangeran kedua Ming Shin dengan sangat erat di dalam hutan bamboo dekat danau Minguanxi membuat api cemburu dalam tubuh Jiang Xialun berkobar dengan cepat.
Bahkan tatapan hangat yang diberikan oleh pangeran kedua Ming Shin terhadap Jiang Xia Yan membuatnya semakin murka.
Jika tak ingat pangeran kedua Ming Shin tak suka dicampuri urusan pribadinya, mungkin tadi Jiang Xialun sudah datang menghampiri dan menjambak rambut Jiang Xia Yan dan juga menampar wajah mulusnya dengan keras untuk mempermalukannya.
Tapi semua itu dia tahan agar citranya sebagai wanita lembut dan penuh pengertian dihadapan pangeran kedua Ming Shin tetap terjaga.
Keributan yang dibuat oleh Jiang Xialun tentu saja memancing kemarahan Jiang Yu yang baru saja pulang setelah seharian ini menyelesaikan beberapa urusan didalam istana yang tak ada hentinya.
“ Apa yang membuatmu menjadi gila seperti ini ?!!!....”, teriak Jiang Yu penuh amarah waktu melihat kamar Jiang Xialun seperti kapal pecah.
“ A…ayah….”, ucap Jiang Xialun ketakutan.
Tubuh Jiang Xialun langsung merosot kelantai dengan wajah pucat ketakutan jika ayahnya murka terhadap kelakukannya saat ini.
“ Cepat bereskan !!!....”, perintah Jiang Yu dengan nada tinggi.
Dua pelayan pribadi Jiang Xialun segera membereskan kekacauan yang dibuat oleh majikannya itu dengan cepat sebelum Jiang Yu semakin marah.
“ Dan kamu !!!….”
“ Cepatlah tidur dan jangan buat kekacauan lagi !!!….”, hardik Jiang Yu dengan nada tinggi.
Jiang Yu segera mengibaskan kedua lengannya dengan kasar dan melangkah pergi dari kamar Jiang Xialun dengan penuh kemarahan.
“ Kurasa aku benar – benar harus membuatnya menikah secepatnya jika tak ingin dia membuat masalah bagi keluarga Jiang…”, batin Jiang Yu geram.
Ruo Xinxin yang hendak keluar untuk melihat kondisi Jiang Xialun terpaksa menghentikan langkahnya waktu melihat suaminya datang dengan wajah penuh amarah.
__ADS_1
“ Apa kamu sudah memutuskan siapa yang akan menikah dengan Xin’er ?....”, tanya Jiang Yu tajam.
Sejenak Ruo Xinxin menghela nafas panjang. Dia bisa melihat suaminya ini pasti telah mendengar keributan yang dibuat oleh Jiang Xialun hingga kembali mengungkit masalah pernikahan yang sudah berusaha dia redam sebelumnya.
“ Kurasa tuan muda kedua dari biro publik juga tidak buruk….”, ucap Ruo Xinxin mendesah pasrah.
Dia tak bisa kembali mengajukan pangeran kedua Ming Shin jika tak ingin suaminya semakin murka dan bersikap dingin kepadanya.
Apalagi saat ini nyonya besar telah menghadirkan seseorang untuk dimasukkan kedalam keluarga ketiga Jiang yang nantinya akan menjadi selir Jiang Yu.
Jiang Yu yang sibuk dengan berbagai macam urusan didalam pemerintahan selama hampir sebulan ini selalu pulang larut malam sehingga dia tak ada waktu untuk bertemu dengan wanita yang hendak dijadikan selir oleh nyonya besar Jiang untuk anaknya itu.
Tapi, jika Ruo Xinxin tak bisa menenangkan hati Jiang Yu yang lelah dan penuh amarah seperti ini, takutnya suaminya tersebut akan masuk kedalam rencana yang telah disusun oleh nyonya besar Jiang.
Apalagi wanita muda yang coba dimasukkan nyonya besar Jiang ini merupakan putri ke empat dari wakil perdana menteri yang bisa mendukung karir Jiang Yu didalam pemerintahan membuat Ruo Xinxin harus benar – benar bisa menenangkan hati Jiang Yu jika tak ingin tersingkir.
Bukan hanya bisa membantu karir suaminya didalam pemerintahan, nona muda ke empat Shu tersebut jga sangat lembut dan cerdas.
Sebuah karakter yang sesuai dengan minat Jiang Yu dan usianya yang jauh lebih muda tentunya bisa menarik perhatian setiap lelaki yang memandangnya.
“ Baiklah…”
Jiang Yu pun segera beranjak untuk membersihkan diri dan bersiap beristirahat meninggalkan Ruo Xinxin yang terduduk ditepi ranjang dengan wajah penuh kegelisahan.
Saat ini dirinya merasa tertekan, dilain sisi dia ingin putrinya bisa memanjat naik keatas sehingga bisa mengangkat derajat keluarga dan karir suaminya.
Namun dilain sisi dia juga harus bisa menenangkan hati suaminya yang tak ingin masuk kedalam persaingan perebutan kursi putra mahkota.
Sementara itu dilain tempat, Jiang Xia Yan bersama kaisar Ru Xie Chang segera meletakkan batu permata hitam yang didapatkannya di atas peta asli lokasi penganut sihir kuno terlarang berada ditempat yang sudah disediakan.
Jing Xia Yan terbelalak begitu batu permata hitam diletakkan dan sihir mulai bekerja. Beberapa bagian peta yang semua terlihat kosong mulai terisi sehingga peta tersebut terlihat menunjukkan beberapa wilayah dengan lengkap.
“ Ini….”, guman Jiang Xia Yan terkejut.
Dapat dia lihat dengan jelas didalam peta bahwa markas penyihir kuno terlarang tersebar disekitar kekaisaran Ming dan kekaisaran Ru seperti ada sebuah jalur penghubung.
Wilayah yang dijadikan markas oleh para penyihir kuno terlarang berada disepanjang aliran sungai yang menghubungkan dua kekaisaran dengan hutan rimbun didalamnya.
“ Ternyata mereka sudah berkembang sampai sejauh ini….”, guman kaisar Ru Xie Chang.
__ADS_1
“ Lalu apa rencanamu selanjutnya ?...”,
“ Jika dimusnahkan satu persatu itu akan membuat yang lainnya menjadi siaga dan kemungkinan berpindah tempat sangat tinggi….”
“ Tapi jika langsung bersamaan, kita membutuhkan banyak orang untuk mengeksekusinya….”, ucap Jiang Xia Yan menyampaikan pendapatnya.
Kaisar Ru Xie Chang terlihat berpikir secara mendalam mengenai apa yang Jiang Xia Yan katakan yang menurutnya benar adanya.
Untuk itu dia perlu menyusun strategi yang matang karena tidak mudah melakukan penyerangan dibeberapa tempat sekaligus tanpa menimbulkan kecelakaan.
“ Kira – kira berapa pasukanmu yang bisa menghadapi para pengikut sihir kuno terlarang ?....”, tanya Jiang Xia Yan penuh selidik.
“ Kurasa hanya sekitar seratus orang saja yang memiliki ilmu setingkat dengan sihir kuno terlarang….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil menyipitkan kedua matanya berusaha kembali mengingat lagi apakah jumlah itu masih bisa ditingkatkan.
“ Kalau begitu…”
“ Cari titik kelemahan para penganut sihir terlarang sehingga kita bisa menghancurkannya tanpa mengeluarkan banyak tenaga dan kalau bisa dalam sekali serangan…”
“ Itu akan lebih efektif dan memudahkan pergerakan kita….”
“ Selain itu, pasukan yang sudah berhasil memusnahkan satu area bisa langsung bergabung dengan area yang berada disebelahnya untuk membantu pasukan yang lainnya….”, ucap Jiang Xia Yan menjelaskan rencananya.
Ketika kaisar Ru Xie Chang dan Jiang Xia Yan melakukan diskusi dengan serius, didalam istana kekaisaran Ming tampak terlihat seorang lelaki sedang duduk melamun sambil sesekali tersenyum lebar waktu kembali mengingat kenangan manis yang dulu pernah dilaluinya.
Pertemuannya dengan Jiang Xia Yan yang sangat Ming Ming yakini sebagai reinkarnasi Wuzia membuat rasa cinta yang telah lama terpendam didalam jiwa kembali bergejolak.
Untuk itu dia akan berusaha sekuat tenang untuk bisa membuat gadis itu bersanding dengannya.
Bahkan Ming Ming juga meminta kepada kembarannya untuk mencari cara agar gadis itu bisa kembali luluh dan menetapkan hatinya kepadanya.
Meski pangeran kedua Ming Shin juga sangat menginginkan Jiang Xia Yan menjadi istri sahnya, tapi melihat beberapa usaha pendekatan yang telah dilakukannya gagal sedangkan Jiang Shing juga semakin menaruh kewaspadaan tinggi terhadapnya membuat lelaki itu sedikit menghentikan langkahnya.
“ Kurasa kita tak bisa menunggu waktu lebih lama lagi karena sebentar lagi ayahanda akan segera mengumumkan siapa pangeran yang layak menduduki kursi putri mahkota….”, ucap Ming Ming mengingatkan.
“ Tapi, merebut hati Jiang Shin dan nona muda ketiga Jiang juga tak mudah…”
“ Jika kamu bisa, mungkin aku akan sangat berterimakasih….”, ucap pangeran kedua Ming Shin sambil menghela nafas dalam – dalam.
“ Baiklah, aku akan mencoba mengambil hatinya kembali dengan caraku….”, ucap Ming Ming optimis.
__ADS_1