
Kelopak mata pucat perlahan mulai terbuka dan memperlihatkan sepasang iris coklat gelap yang sangat pekat seolah bisa menyerap energy setiap orang yang menatapnya.
Untuk sesaat gadis itu terdiam diatas ranjangnya sambil mengingat kembali mimpi aneh yang kembali dia alami.
“ Pasukan mayat ?....”
“ Apalagi ini ?....”, guman Jiang Xia Yan sambil memegangi kepalanya yang kembali terasa sakit.
Kaisar Ru Xie Chang yang berada disampingnya hanya bisa menaikkan satu alisnya mendengar gumanan Jiang Xia Yan yang menurutnya sedikit aneh.
Meski sangat pelan, namun karena indera pendengaran lelaki tersebut sangat tajam diapun bisa mendengar jelas apa yang Jiang Xia Yan ucapkan.
“ Pasukan mayat ?....”, kaisar Ru Xie Chang mengulang ucapan Jiang Xia Yan tadi.
Sontak Jiang Xia Yang membeku sesaat sambil melirik kesamping. Melihat kaisar Ru Xie Chang mentapanya penuh selidik diapun berusaha untuk duduk.
Dengan penuh kelembutan, kaisar Ru Xia Chang membantu Jiang Xia Yan untuk duduk dan menganjal punggungnya dengan bantal agar gadis itu bisa bersandar dengan nyaman.
“ Aku memimpikannya….”
“ Tapi, ini seperti pertanda ?....”, ucap Jiang Xia Yan sambil menaikkan bola matanya keatas, mengingat kembali betapa nyatanya mimpi yang baru saja dia alami.
Kaisar Ru Xie Chang terdiam sesaat, meski belum pernah mengalami tapi dia pernah mendengar dari suku primitif Moblian bahwa pada jaman dahulu ada sekelompok penyihir menggunakan mayat yang dihidupakan kembali untuk berperang.
*“ Aku pernah mendengar mengenaipasukan mayatyang baru saja kamu sebutkan…”
“ Tapi itu terjadi sduah hampir berabad – abad lampau…”
“ Entah itu nyata atau hanya legenda…”
“ Yang jelas aku belum pernah menemui hal seperti itu hingga saat ini….*”, ucap kaisar Ru Xie Chang mengutarakan apa yang diketahuinya kepada Jiang Xia Yan.
“ Apakah mungkin Ming Ming bisa melakukan hal itu ?....”, tanya Jiang Xia Yan curiga.
Melihat jika Ming Ming bisa lolos meski sudah terperangkap dalam jebakannya bahkan lelaki itu juga berhasil kabur setelah titik meridiannya dihancurkan, jelas kekuatan yang dimilikinya sangatlah besar.
“ Bisa jadi….”
“ Setelah titik meridiannya aku hancurkan, kurasa kekuatannya sudah tak sebesar sebelumnya…”
*“ Tapi jika dia bisa mengendalikanpasukan mayat, maka hal ini sangat beresiko karena pasukan tersebut sangat sulit untuk dilumpuhkan…”
__ADS_1
“ Apalagi jika yang dibangkitkan adalah pasukan perang yang telah mati dimedan pertempuran…”
“ Tentunya kekuatan yang mereka miliki sangatlah besar…”
“ Dan itu akan cukup merepotkan kita*….”, kaisar Ru Xie Chang berusaha memberikan gambaran mengenai pemikirannya kepada Jiang Xia Yan.
Tanpa keduanya sadari Jiang Shing dan Jiang Chen telah hendak masuk kedalam kamar Jiang Xia Yan mendengar ucapan keduanya dan ikut menimpali.
“ Aku pernah bertemu dengan suku Moblian waktu berperang diwilayah perbatasan utara…”
“ Menurut mereka hanya api suci yang bisa membunuh dan menghancurkannya…”
“ Mengenai api suci, suku Moblian juga tak bisa menjelaskan secara spesifik karena menurut mereka hanya orang – orang yang terpilih dari langitlah yang bisa mendapatkannya….”, ucap Jiang Shing menjelaskan.
Belum juga mereka terkejut mengenai pasukan mayat sekarang harus mencari api suci yang cara mendapatkannya juga tak bisa diketahui.
“ Aku tak menyangka jika perebutan kekuasaan dalam istana akan berbuntut panjang seperti ini…”
“ Bahkan melibatkan penganut sihir kuno yang selama ini tidak pernah terdengar ada di kekaisaran Ming…”, ucap Jiang Chen dengan raut wajah serius.
Keempat orang yang berada dalam ruangan tersebut hanya terdiam membisu larut dalam pemikiran mereka masing – masing.
“ Dari rumor yang aku dengar diistana, tampaknya pangeran pertama Ming Zhetinglah yang akan menduduki posisi sebagai putra mahkota dan kaisar akan mengumumkan hal tersebut setelah pesta bunga berlangsung….”, ucap Jiang Shing memberi informasi yang sempat dia dengar sekilas dari kasim yang berada disisi kaisar Ming Qin.
“ Dan waktunya hanya tinggal tiga minggu lagi….”, ucap Jiang Xia Yan menimpali.
“ Benar…”
“ Bahkan aku sempat mendengar kemarin jika diam – diam jenderal Lee mulai mengumpulkan pasukan…”
“ Ku rasa ini semua dia lakukan untuk pengeran kedua Ming Shin….”, Jiang Chen mulai menceritakan berita apa saja yang dia dengar kemarin waktu melihat latihan pasukan didalam istana.
“ Jenderal Lee ?...”
“ Bagaimana mungkin ?....”, Jiang Shing cukup terkejut mendengar ucapan sang putra
“ Mungkin ayah terkejut dan tak percaya….”
“ Karena memang hanya segelintir orang saja yang mengetahui permasalahan ini…”
“ Aku sendiri saja mengetahui rumor ini juga setelah berada di ibukota baru – baru ini…”
__ADS_1
“ Bagaimanapun juga keluarga jenderal Lee sempat memiliki utang budi pada pangeran kedua Ming Shin setelah putra bungsunya terjerat kasus pelecehan beberapa tahun yang lalu…. ”, ucap Jiang Chen menjelaskan.
Meski terkejut namun untuk menghadapi jenderal Lee dan pasukannya, Jiang Shing tak gentar karena pasukan milik keluarga Jiang lebih unggul segalanya.
Hanya jika mereka menggunakan pasukan mayat, ini lah yang menjadi ganjalannya saat ini.
Bagaimanapun pasukan mayat tersebut tak bisa dibunuh dan ditumbangkan dengan mudah, apalagi jika jumlahnya banyak tentunya akan sangat mengkhawatirkan.
“ Yan’er….”
“ Mengenai pasukan mayat….”
“ Apakah itu pasti ?....”, tanya Jiang Shing sedikit cemas.
Jiang Xia Yan terlihat mengangkat kedua bahunya sambil berkata “ entahlah ayah, itu hanya mimpiku saja….”.
“ Tapi kita juga akan tetap mempersiapkannya….”
“ Karena aku takutnya, selain tahta pangeran kedua Ming Shin dan Ming Ming berniat menghancurkan pasukan keluarga Jiang dalam serangan tersebut agar tak menganggu rencananya…”, ucap kaisar Ru Xie Chang tajam.
Meski sudah memprediksi jika hal itu akan terjadi mengingat jika putrinya terlibat dalam permasalahan ini, tapi Jiang Shing masih belum bisa menutupi keterkejutannya.
Selain pangeran kedua Ming Shin, kaisar Ming Qin juga tampaknya berharap jika kekuatan militer keluarga Jiang akan musnah sehingga Jiang Shing hanya bisa memimpin pasukan militer milik kekaisaran Ming.
Dan jika hal tersebut terjadi maka kaisar Ming Qin bisa mengendalikan Jiang Shin beserta istri dan anaknya dengan mudah dibalik telapak tangannya.
Melihat kegelisahan Jiang Shing, kaisar Ru Xie Chang pun mulai masuk untuk memantapkan dirinya sebagai menantu jenderal besar tersebut.
“ Ayah mertua tak perlu khawatir…”
“ Sebagai menantu yang baik, saya akan mengerahkan pasukan kekaisaran Ru untuk membantu dan tak akan membiarkan pasukan militer milik keluarga Jiang musnah begitu saja….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan senyum lebar dibibirnya.
Jiang Xia Yan dan Jiang Chen hampir saja menjatuhkan rahangnya mendengar nada penuh percaya diri kaisar Ru Xie Chan.
“ Ayah mertua ?....”
“ Menantu ?….”, batin Jiang Xia Yan dan Jiang Chen tak percaya bagaimana bisa ada orang tak tahu malu seperti itu, padahal kaisar Ru Xie Chang sangat tahu jika lamarannya sudah ditolak oleh Jiang Xia Yan.
Hahahaaaaa…..
Tiba – tiba saja Jiang Shing tertawa terbahak – bahak sambil menepuk bahu kaisar Ru Xie Chang beberapa kali.
__ADS_1
“ Aku senang dengan pemuda penuh percaya diri seperti ini….”, ucap Jiang Shing puas.