Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
SETITIK INFORMASI


__ADS_3

Malam ini istana terlihat sangat suram dan sunyi. Semua pelayan terlihat memiliki ekspresi serius bahkan tidak berani bernafas dengan keras.


Sejak selir Hien diasingkan ke istana dingin dan pangeran kedua Ming Shin menjadi buronan suasana dalam istana pun berubah secara drastis.


Ekspresi kaisar Ming Qin setiap hari semakin dingin, hal tersebut tentu saja membuat para menteri dan pejabat seakan kesulitan untuk bernafas setiap penguasa kekaisaran Ming tersebut meminta untuk bertemu.


Di kursi kebesarannya kaisar Ming Qin duduk dengan angkuh sambil memainkan belati kecil yang ada ditangannya dengan tatapan nyalang.


Dihadapannya, terlihat seseorang sedang berlutut dilantai dengan posisi membungkuk tanpa berani mendongak dan hanya memandang kebawah dengan tubuh bergetar.


“ Katakan dengan jelas, siapa tuanmu ?....”, ucap kaisar Ming Qin datar namun penuh dengan aura membunuh didalamnya.


“ Mohon ampun Yang Mulia….”


“ Hamba hanya menuruti perintah pangeran kedua Ming Shin….”, ucap lelaki itu dengan suara bergetar.


Ctakkk….


Kaisar Ming Qin menancapkan belatinya diatas meja hingga tembus kebawah dengan penuh amarah.


Dia merasa tak puas dengan jawaban lelaki tersebut hingga kembali mengulangi pertanyaannya dengan nada tinggi.


“ Siapa tuanmu ?!!!!.....”, teriak kaisar Ming Qin penuh amarah.


Bukannya menjawab, lelaki yang sedari berlutut tersebut tiba – tiba ambruk dengan sudut bibir mengeluarkan darah.


“ Dia sudah meninggal Yang Mulia….”, ucap salah satu pengawal yang mengecek kondisi lelaki tersebut.


“ Sial !!!....”


“ Dia pengawal berani mati rupanya !!!....”, batin kaisar Ming Qin penuh amarah.


Bukan hanya masalah pangeran kedua Ming Shin yang mengkhianatinya tapi lebih ke lelaki selingkuhan selir Hien yang memiliki ilmu sihir hitam yang dikhawatirkannya.


Selama ini yang dia tahu hanya kekaisaran Ru saja yang bisa menggunakan ilmu sihir sehingga negara tersebut menjadi sangat kuat dan tak terkalahkan.


Jika seseorang dari kekaisaran Ru masuk kedalam istananya dan berhubungan dengan selir Hien dan pangeran kedua Ming Shin itu tentunya menjadi ancaman bagi kekuasaannya.


Kaisar Ming Qin yang penasaran mengenai sosok lelaki yang berselingkuh dengan selir Hien, hingga saat ini masih belum mendapatkan informasi apapun.


Bahkan orang – orangnya yang ditugaskan secara langsung untuk menyiksa dan membuat selir Hien pun gagal, wanita tersebut terus saja bungkam meski sudah disiksa secara kejam.

__ADS_1


Satu malam yang tenang menyembunyikan segalanya. Menyembunyikan jebakan dan perhitungan serta bisikan dalam hembusan angin yang bertiup sepoi – sepoi dihalaman yang gersang tersebut.


Istana dingin yang biasanya tenang dan sunyi malam ini terdengar sangat berisik, seolah mengusik ketenangan malam yang ada.


Jeritan kesakitan yang sengaja ditahan terdengar dari dalam ruangan bisa membuat hati setiap orang yang mendengarnya akan bergetar ketakutan dan merasa sedih secara bersamaan.


Selir Hien menggigit kain putih yang ada dimulutnya dengan kuat dengan keringat bercucuran waktu cambuk kulit tersebut kembali melukai punggungnya.


Meski dia disiksa terus menerus, dia juga tak akan mengucapkan sepatah katapun yang bisa membahayakan Ru Tang dan kedua anak kembarnya.


Selir Hien sangat tahu jika kaisar Ming Qin akan segera membunuhnya begitu dia membuka mulut. Jadi dia lebih baik diam jika pada akhirnya tetap akan mati.


Para pengawal yang mencambuk selir Hien segera menghentikan aksinya begitu wanita tersebut sudah tak sadarkan diri dan membiarkannya begitu saja tergeletak diatas jerami dengan darah mengucur diseluruh tubuhnya dengan acuh.


Sementara itu dilain tempat, lebih tepatnya ditempat persembunyian Ru Tang dan Ming Ming serta pangeran kedua Ming Shin terus beruapaya menyusun satu demi satu kepingan petunjuk yang berhasil mereka dapatkan.


“ Apakah menurutmu nona muda ketiga Jiang terlibat dalam masalah ini ?....”, tanya pangeran kedua Ming Shin dengan tatapan penuh selidik kearah kembarannya.


“ Tidak…”


“ Waktu aku bertemu dengannya, aku sama sekali tak melihat aura sihir didalam tubuhnya…”


“ Bahkan kekuatan kultivasinya juga masih berada ditingkat bumi awal…”, ucap Ming Ming menjelaskan.


Ming Ming sama sekali tak bisa mendeteksi aura sihir didalam tubuh Jiang Xia Yan, bahkan kekuatan tubuhnya cenderung lemah seperti rumor yang beredar sebelumnya jika nona muda ketiga Jiang itu tak memiliki kesehatan yang bagus.


“ Lalu, bagaimana bisa kediaman keluarga pertama Jiang memliliki sihir pelindung yang sangat kuat…”, pangeran kedua Ming Shin berkata dengan penuh kecurigaan.


“ Untuk itu aku masih menyelidikinya….”


“ Kurasa ada seseorang yang menjaga keluarga pertama Jiang ini secara diam – diam…”


“ Tapi aku juga belum bisa menemukan siapa itu….”, ucap Ming Ming sedikit keraguan.


Ru Tang yang sedari tadi mendengarkan percakapan dua saudara kembar tersebut sedikit menaikkan satu alisnya penasaran.


“ Ada pelindung sihir dikediaman keluarga pertama Jiang ?....”, tanya Ru Tang penuh selidik.


“ Seperti yang aku katakan tadi, hanya saja kita tidak tahu siapa yang memasangnya….”, ucap pangeran kedua Ming Shin menjelaskan.


“ Aku akan menyelidikinya….”, ucap Ru Tang bersemangat.

__ADS_1


Diapun segera melesat pergi meninggalkan dua saudara kembar tersebut untuk menyelidiki keluarga pertama Jiang.


Selama perjalanan Ru Tang terus bertanya – tanya apakah Jiang Shing memiliki hubungan dengan seseorang di kekaisaran Ru.


Seingatnya, jenderal besar tersebut sangat setia terhadap kekaisaran Ming jadi tak mungkin baginya untuk berkhianat.


Begitu Ru Tang tiba tak jauh dari kediaman keluarga pertama Jiang, dia mengawasi dari jauh agar tak membuat orang merasa curiga.


“ Pelindung ini….”


“ Hanya Ru Xie Chang yang bisa membuatnya…”


“ Jiang Shing tak mungkin memiliki hubungan ini….”


“ Lalu, siapa ?....”, batin Ru Tang penuh tanda tanya.


Tiba – tiba dia melihat seseorang muncul secara tiba – tiba tak jauh dari kediaman keluarga pertama Jiang hingga membuat Ru Tang membelalakkan kedua matanya karena terkejut.


“ Sihir penghilang raga…”


“ Apakah itu tuan muda pertama Feng…”


“ Feng Mo Tian….”, batin Ru Tang penuh tanda tanya.


Jika tak melihat sendiri secara langsung mungkin dia juga tak akan menyadari jika Feng Mo Tian ternyata memiliki kemampuan menggunakan ilmu sihir.


Ru Tang cukup familier dengan wajah Feng Mo Tian waktu istana mengadakan perjamuan istimewa untuknya diistana karena berhasil memenangkan pertempuran dan juga membuka jalur mati perdagangan diwilayah barat daya.


Melihat jika pemuda tersebut begitu baik menyembunyikan kekuatan kultivasinya dan kemampuan ilmu sihirnya hingga tak bisa terdeteksi, maka dipastikan kekuatannya cukup tinggi.


“ Pantas saja jebakan Ming Shin di medan pertempuran berhasil dipatahkan begitu saja olehnya….”


“ Melihat jika dia masuk kedalam kediaman keluarga pertama Jiang menggunakan sihir penghilang raga, tentunya dia tidak ingin diketahui oleh siapapun….”


“ Tapi, siapa kira – kira yang ditemuinya didalam….”, guman Ru Tang sedikit resah.


Merasa ada yang memperhatikan, Feng Mo Tian melirik sekilas pohon besar yang tumbuh tak jauh dari kediaman keluarga pertama Jiang dengan tatapan tajam.


“ Ikuti dia….”


“ Jangan sampai lolos….”, perintah Feng Mo Tian tegas.

__ADS_1


Meski dia tak yakin, tapi jika melihat uara sihir hitam yang terpancar kuat ditubuhnya Feng Mo Tian bisa menduga jika itu adalah Ru Tang, selingkuhan Selir Hie yang tadi Jiang Xia Yan bicarakan dengannya didalam ruangan tadi.


__ADS_2