Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
CEMBURU


__ADS_3

Hati seseorang tak dapat diukur hanya dengan tindakan dan perhatian. Sesuatu yang belum sepenuhnya selesai pasti akan terus menghantui meski kehidupan telah berlalu.


Feng Mo Tian bangun pagi dengan sedikit linglung. Bagaimana tidak, setelah melakukan pembicaraan dengan Jiang Xia Yan, pemuda itu terus mengalami mimpi seolah nyata.


“ Apakah dikehidupan terdahulu semuanya belum tuntas….”, batin Feng Mo Tian resah.


Jika sebelumnya mimpi yang ada sedikit kabur, tapi kali ini semuanya terlihat jelas. Seolah – olah apa yang ada dalam mimpi pernah dia lalui sendiri.


Bahkan rasa sakit yang ditinggalkan begitu membekas di hati seakan meninggalkan luka yang begitu dalam kepadanya.


Luka yang telah kering tersebut perlahan membuka dan semakin lebar, membuat dada Feng Mo Tian terasa sesak sekarang.


Sambil memejamkan kedua matanya dan bersandar di ujung ranjang, Feng Mo Tian perlahan mulai berusaha menstabilkan pernafasannya menggunakan tenaga dalam miliknya.


Perlahan rasa hangat mulai menyelimuti dadanya dan nafasnya pun mulai teratur kembali seiring dengan kekuatan yang mulai tersalurkan didalam tubuhnya.


Setelah nafasnya mulai stabil dan rasa sakit perlahan menghilang, pelan – pelan Feng Mo Tian mulai bangkit dari atas ranjang menuju rak buku yang ada dihadapannya.


Buku bersampul kuning tersebut perlahan mulai dia buka dan dia cermati. Dibagian sepertiga halaman dapat dia lihat ada sebagian buku yang telah robek sehingga dia tak bisa membaca keseluruhan isi dan penjelasan yang ada disana.


“ Pelepasan jiwa dan penyatuan roh….”, Feng Mo Tian membaca judul dibagian atas buku yang telah robek tersebut dengan rasa penasaran yang tinggi.


Feng Mo Tian merasa jika halaman yang robek tersebut merupakan bagian yang penting dalam buku dan sengaja dihilangkan agar seseorang yang mendapatkan buku tersebut tak bisa memahaminya.


“ Apa mungkin ada bagian bab lain yang robek seperti ini ?…” , batin Feng Mo Tian penuh tanda tanya.


Diapun segera membalikkan halaman buku dengan cepat dan seperti dugaannya, ada beberapa bagian buku yang penting telah robek.


Bahkan ada beberapa halaman yang tampaknya telah dirobek dengan kasar sehingga orang tak akan bisa mempelajari isi keseluruhan buku.


“ Apa aku coba bawa buku ini ke Jiang Xia Yan….”


“ Siapa tahu dia bisa mengerti mengenai bagian halaman yang telah robek ini….”, guman Feng Mo Tian pelan.


Setelah membuat keputusan, diapun segera melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bergegas menuju rumah produksi dimana biasanya Jiang Xia Yan berada.


Ditempat lain, Ru Qian terlihat beberapa kali menghembuskan nafas secara kasar melihat tingkah pola anaknya yang tak biasa itu.

__ADS_1


“ Jika kamu memang segelisah itu….”


“ Segera susul gadismu dikekaisaran Ming daripada kamu disini membuat kepalaku semakin pusing…. ”, ucap Ru Qian sedikit kesal.


Kaisar Ru Xie Chang langsung menghentikan langkahnya begitu mendengarkan ucapan yang dilontarkan ayahnya kepadanya.


“ Tapi ayah…”


“ Aku belum bisa meninggalkan istana dalam kondisi seperti ini….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan kedua alis menukik tajam kebawah.


Mendengar jawaban putranya, Ru Qian kembali menghembuskan nafas secara kasar sambil berkata “ Daripada kamu mondar – mandir kaya setrikaan, lebih baik segera pergi kekaisaran Ming dan tenangkan hatimu….”.


Melihat nada suara ayahnya sudah mulai meninggi, kaisar Ru Xie Chang pun tak ada alasan lagi untuk membantah dan segera pamit undur diri.


Setelah  kabar yang dikirim oleh Yuyun tadi malam membuat hati kaisar Ru Xie Chang tak bisa tenang.


Bahkan semalaman dia tak bisa memejamkan mata dan ingin segera pergi kekaisaran Ming untuk bertemu dengan Jiang Xia Yan.


“ Tapi, apakah aku bisa menghentikannya meski aku pergi kesana sekarang ?....”, batin kaisar Ru Xie Chang bimbang.


Dilain sisi rasa cemburu yang semakin besar waktu mengetahui jika malam ini Jiang Xia Yan akan bertemu dengan pangeran kedua Ming Shin, kaisar Ru Xie Chang merasakan firasat buruk akan pertemuan itu.


“ Jika benar pangeran kedua Ming Shin memiliki batu permata hitam itu maka dia akan sangat berbahaya…. ”, batin kaisar Ru Xie Chang bermonolog.


Tak ingin membuang waktu lagi, kaisar Ru Xie Chang pun segera berteleportasi kekaisaran Ming beserta pasukan bayangan miliknya.


Karena tak bisa mendeteksi keberadaan Jiang Xia Yan, maka kaisar Ru Xie Chang pun hanya bisa mencari keberadaan Yuyun yang bisa dia deteksi dengan mudah.


Begitu dia menemukan keberadaan Yuyun, lelaki nomor satu dikekaisaran Ru tersebut langsung meluncur ke tempat dimana pelayan pribadi Jiang Xia Yan itu berada.


“ Yang Mulia….”, ucap Yuyun hormat.


Begitu kaisar Ru Xie Chang hendak masuk, Yuyun langsung menahannya sambil menunduk hormat “ Maaf  Yang Mulia, untuk saat ini nona muda tidak bisa diganggu…. ”.


Mendengar ucapan Yuyun, kaisar Ru Xie Chang sedikit mengeram marah. Apalagi didalam ruangan tersebut dia bisa merasakan jika ada pemuda yang sering mendatangi gadisnya berada didalam sana.


Yuyun yang melihat jika kaisar Ru Xie Chang marah dan hendak menerobos masuk pun langsung menunduk hormat dan berusaha untuk memberikan pengertian.

__ADS_1


“ Baiklah aku akan menunggu disini…”


“ Tapi, jika dalam lima menit pemuda itu tak juga keluar maka aku akan langsung menerobos masuk kedalam….”, ucap kaisar Ru Xie Chang langsung mengibaskan kedua lengannya dan berjalan keluar ruangan.


Didalam ruangan, Jiang Xia Yan sedikit mengerutkan keningnya waktu menyadari kedatangan kaisar Ru Xie Chang diluar.


Untung saja lelaki itu tak menerobos masuk kedalam sehingga Jiang Xia Yan pun kembali meneruskan pembicaraannya dengan Feng Mo Tian yang tertunda sejenak.


“ Ada apa ?....”


“ Kenapa kamu sedikit gelisah ?....”, tanya Feng Mo Tian penuh perhatian.


“ Tidak apa – apa….”


“ Sebaiknya kita cepat menyelesaikan pembahasan ini karena aku masih banyak pekerjaan….”, ucap Jiang Xia Yan kembali fokus pada isi halaman buku yang Feng Mo Tian bawa.


Setelah memecahkan beberapa bagian halaman yang hilang, dengan halus Jiang Xia Yan pun mengusir Feng Mo Tian.


Meski Feng Mo Tian masih ingin berlama – lama bersama Jiang Xia Yan, tapi dia juga tak ingin memaksa gadis itu dan membuatnya marah.


“ Baiklah….”


“ Buku ini aku tinggal….”


“ Jika kamu sudah menemukan sesuatu, segera kabari aku….”, ucap Feng Mo Tian sebelum keluar dari dalam ruangan.


Begitu Feng Mo Tian keluar, kaisar Ru Xie Chang pun segera masuk kedalam ruangan dan langsung menutup pintu dengan keras.


“ Aura ini ?....”


“ Apakah itu kaisar Ru Xie Chang ?....”, batin Feng Mo Tian penuh tanda tanya.


Feng Mo Tian yang masih penasaran terpaksa harus meninggalkan ruangan dengan hati kesal karena Yuyun terlihat mendesaknya dan segera membawanya untuk keluar.


Bagaimanapun juga Yuyun tak bisa membiarkan tuan muda pertama Feng tersebut terlalu lama disini karena suasana hati kaisar Ru Xie Chang sedang buruk.


Dia tidak ingin menimbulkan masalah sehingga membuat Jiang Xia Yan merasa tidak senang. Feng Mo Tian yang seakan diusir secara halus dengan berat hati meninggalkan banggunan dua lantai tersebut dengan hati kesal.

__ADS_1


" Jika tidak ingat jika kemampuannya berada diatasku, mungkin aku sudah membuat perhitungan dengannya....", guman Feng Mo Tian kesal.


__ADS_2