
Dimalam hari koridor panjang didalam istana yang terlihat gelap dan tersembunyi, seorang pemuda melangkah dipenuhi cahaya rembulan yang masih manampakkan sinarnya malu – malu dibalik awan gelap yang menutupi sebagian wajahnya.
Saat pemuda itu melangkah dalam bayang - bayang pohon yang bergoyang langsung mengarahkan satu tangannya dan menarik seorang gadis yang berjalan mengendap – endap meninggalkan istana.
Wushhhhh….
Dengan cepat pemuda tersebut membawa tubuh gadis itu melesat keluar istana dan langsung membawanya kedalam kediamanannya.
Dengan ilmu peringan tubuh yang dimilikinya, pemuda itu tampak tak kesulitan terbang dan meloncat di satu banggunan ke banggunan yang lain tanpa terlihat.
Gerakannya yang cepat tak mampu terlihat dengan mata biasa. Jiang Xia Yan yang masih terkejut atas kejadian cepat tersebut hanya mampu menatap sosok tampan yang mengenggam tangannya sangat erat tersebut.
“ Bagaimana bisa dia melihatku ?....”, batin Jiang Xia yan terkejut.
Begitu mendarat dilantai, Feng Mo Tian langsung melepaskan pegangan tangannya dan langsung berjalan masuk kedalam rumahnya.
“ Duduklah….”
“ Apa kamu ingin berdiri terus seperti itu hingga pagi….”, ucap Feng Mo Tian santai.
“ Kau….kau bisa melihatku ?....”, Jiang Xia Yan bertanya dengan kedua mata terbelalak karena terkejut.
“ Tentu saja…”
“ Kamu pikir hantu hingga aku tak bisa melihatmu….”, Feng Mo Tian masih menanggapi ucapan Jiang Xia Yan dengan santai.
“ Bagaimana bisa…”
“ Bukankah aku masih mempergunakan sihir penghilang raga….”, guman Jiang Xia Yan pelan.
Meski suara Jiang Xia Yan sangat pelan, tapi ketajaman indera pendengaran Feng Mo Tian tak bisa dianggap remeh.
Karena dia sama sekali tak bisa membaca pikiran Jiang Xia Yan maka diapun terpaksa menggunakan kemampuan lain miliknya untuk bisa membaca apa yang gadis itu sedang pikirkan.
“ Hilangkan sihirmu dan duduklah….”
“ Aku akan menjelaskannya kepadamu….”, ucap Feng Mo Tian sambil menuangkan teh ke cangkir yang ada dihadapan Jiang Xia Yan.
Karena tak ingin membuang terlalu banyak energy dan dia juga sudah merasa sangat penasaran mengetahui jika Feng Mo Tian bisa melihatnya meski dia sudah menggunakan sihir penghilang raga, Jiang Xia Yan pun melepaskan sihirnya.
__ADS_1
Setelah menyesap teh yang ada dihadapannya, Jiang Xia Yan yang tak ingin membuang waktunya segera berkata tajam kepada Feng Mo Tian, “ Sekarang jelaskan semuanya padaku….”.
“ Selain bertambah galak ternyata sekarang kamu juga semakin tidak sabaran….”, ucap Feng Mo Tian terkekeh.
Jiang Xia Yan yang sedang tak ingin bercanda hanya menatap Feng Mo Tian datar dan diapun segera bangkit dari tempat duduknya.
Feng Mo Tian yang melihat jika gadisnya marah akhirnya menghentikan tawanya dan mulai bersikap serius.
“ Kurasa kamu ingat mengenai barang yang kuambil di kediaman pangeran Ming Qianfan….”, ucapFeng Mo Tian dengan mimik wajah serius.
“ Ternyata buntalan yang kuambil itu mengenai praktek sihir kuno terlarang….”
“ Pada awalnya aku tak bisa mempelajarinya karena tulisan yang ada didalam buku tak bisa ku mengerti hingga pada peperangan kemarin aku bertemu dengan salah satu warga kerajaan Heidar yang mengerti ilmu sihir….”
“ Dari orang itulah aku mempelajari bahasa aneh dan symbol yang ada dalam buku dan tanpa sadar mempraktekkannya….”, ucap Feng Mo Tian menjelaskan.
Jiang Xia Yan menatap Feng Mo Tain dengan intens, berusaha mencari kebohongan dari mata pemuda itu tapi tak bisa dia temukan membuatnya hanya bisa mendesah pasrah.
“ Jadi, kamu tadi menggunaka ilmu penghilang raga sepertiku dan menyelinap kedalam istana ?....”, tanya Jiang Xia Yan penuh kecurigaan.
“ Benar…”
Feng Mo Tian tersenyum bahagia saat dia melihat jika Jiang Xia Yan masih memakai gelang giok pemberiannya sebelum berangkat ke medan pertempuran.
Gelang giok itu sepasang dengan cincin giok yang ada dijempol tangannya. Meski tak mengatakan apapun, Feng Mo Tian bisa merasa jika gadis itu menghargainya.
“ Lalu, apa kamu pernah bermimpi atau merasa hal aneh setelah menemukan buku sihir tersebut ?....”, tanya Jiang Xia Yan penasaran.
Feng Mo Tian terlihat terdiam sejenak dengan tatapan tajam kedepan seperti sedang mengingat sesuatu hal yang sulit untuk diucapkan.
“ Beberapa kali…”
“ Hanya saja, gambaran yang terlihat tak terlalu jelas adanya….”, ucap Feng Mo Tian menerawang jauh kedepan.
Seolah tatapannya kosong sejenak, namun sedetik kemudian tatapannya berubah menjadi tajam kearah Jiang Xia Yan.
“ Apakah kamu juga memimpikan hal yang sama setelah mendapatkan barang itu ?....”, tanya Feng Mo Tian penuh selidik.
Melihat Jiang Xia Yan hanya terdiam, Feng Mo Tian pun kembali bersuara “ Jangan menyangkal, aku melihatmu kembali lagi keruang rahasia pada malam hari setelah bertempur denganku….”.
__ADS_1
Jiang Xia Yan yang tak bisa lagi mengelak pada akhirnya hanya bisa tertawa canggung “ Hanya sekilas, tapi aku juga tak bisa mengingatnya dengan jelas setelah terbangun….”.
“ Apakah kita mungkin memiliki hubungan dengan sihir kuno terlarang ini dalam kehidupan kita dimasa lalu ?....”, tanya Feng Mo Tian sambil menatap tajam Jiang Xia Yan.
“ Kenapa kamu merasa seperti itu ?....”, bukannya menjawab, Jiang Xia Yan malah balik bertanya.
“ Kurasa pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan….”
“ Kita dipertemukan kembali dikehidupan yang sekarang pasti ada maksud dan tujuan….”, Feng Mo Tian terlihat bijaksana.
“ Maksudmu takdir yang mempertemukan kita ?.....”, tanya Jiang Xia Yan memperjelas.
Feng Mo Tian terlihat menganggukan kepalanya menanggapi ucapan Jiang Xia Yan barusan. Dia sama sekali tak percaya jika semua hal yang terjadi dan pertemuan ini hanya faktor kebetulan semata.
Apalagi dapat Feng Mo Tian rasakan jika dia memiliki ikatan batin yang kuat dengan Jiang Xia Yan, seperti ada sesuatu dimasa lalu yang masih belum terselesaikan.
“ Lalu, apakah mengenai pangeran kedua Ming Shin kamu juga mengetahuinya ?....”, ucap Jiang Xia Yan dengan tatapan penuh selidik.
“ Mengenai saudara kembar pangeran kedua Ming Shin….”, ucap Feng Mo Tian tepat sasaran.
Jiang Xia Yan hanya bisa mengangguk tak percaya jika Feng Mo Tain sudah mengetahuinya terlebih dahulu dibandingkan dirinya.
Dalam ingatan sang pemilik tubuh sama sekali tak disebutkan jika pangeran kedua Ming Shin memiliki saudara kembar identik seperti itu.
“ Lalu, apakah yang membunuh sang pemilik tubuh adalah pangeran kedua Ming Shin yang sekarang ataukah kembarannya yang memiliki batu permata hitam ?....”, bati Jiang Xia Yan penuh dengan tanda tanya.
Melihat Jiang Xia Yan terlihat melamun sejenak, Feng Mo Tian pun kembali bersuara “ Aku juga baru mengetahuinya belum lama ini sebelum pergi ke medan pertempuran….”.
“ Menurutmu apakah kaisar Ming Qin mengetahui hal ini ?....”, Jiang Xia Yan terlihat sangat penasaran.
Bagaimanapun ini adalah berita besar yang bisa saja menggagalkan semua rencana yang telah disusunnya dengan sangat rapi.
“ Kurasa tidak….”
“ Jika kaisar mengetahui, beliau pasti akan menaruh kecurigaan besar terhadap pangeran kedua Ming Shin….”
" Dan kaisar tak akan membiarkan pangeran kedua Ming Shin tinggal didalam istana.....", ucap Feng Mo Tian dengan nada datar.
Mendengar ucapan Feng Mo Tian, Jiang Xia Yan mengangguk pelan. Dengan sifat kaisar Ming Qin yang penuh kecurigaan jika beliau mengetahui hal ini maka pangeran kedua Ming Shin tak akan dia biarkan tinggal dan bergerak bebas didalam istana karena mengancam kekuasaaanya.
__ADS_1
Jiang Xia Yan tak menyangka jika semakin dia menggali maka dia akn semakin menemukan banyak hal mengejutkan dalam perjalanan balas dendamnya ini.