Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
MISI


__ADS_3

Hembusan angin musim semi yang segar seolah memberi semangat dan warna baru bagi semua orang untuk beraktivitas.


Setelah pulang dari kekaisaran Ru, Jiang Xia Yan dan Feng Mo Tian mulai menjalankan rencana baru yang telah mereka susun.


“ Apa kamu yakin cara ini akan berhasil ?.....”, tanya Jiang Xia Yan sedikit ragu.


“ Setidaknya kita bisa mencoba dulu….”


“ Jika gagal, maka kita tinggal menjalankan plan B….”, ucap Feng Mo Tian santai.


Sejak yakin jika Ru Tang mengetahui dirinya bisa menggunakan ilmu sihir tentunya paman kaisar Ru Xie Chang itu tak akan melepaskan dirinya dengan mudah.


Meski kejadian didalam istana terungkapnya mengenai perselingkuhan dirinya dengan selir Hien dan penggerbekan di tempat pertemuan pangeran kedua Ming Shin bukan dia dalanganya.


Ru Tang pasti akan tetap mencurigainya dan hal itulah yang dimanfaatkan oleh Feng Mo Tian untuk memaksanya masuk kedalam perangkap yang telah disiapkan.


Keduanya pun segera berpisah menuju kediaman masing – masing untuk mempersiapkan pertempuran kecil nanti malam.


Baru saja Jiang Xia Yan melangkahkan kakinya masuk kedalam kediaman berama Yuyun, sang kakak sudah menghentikan langkahnya dengan wajah cemas.


“ Adik….”


“ Apakah peristiwa didalam istana ada sangkut pautnya denganmu ?....”, tanya Jiang Chen dengan wajah penuh kekhawatiran.


“ Istana ?....”


“ Memang ada masalah apa didalam istana ?....”, ucap Jiang Xia Yan dengan raut wajah binggung.


Meski menaruh rasa curiga terhadap adiknya, tapi setelah melihat jika Jiang Xia Yan tampaknya tak tahu apa – apa mengenai hal tersebut Jiang Chen sedikit mendesah pelan.


“ Masalah selir Hien dan pangeran kedua Ming Shin….”


“ Apakah adik benar – benar tak mengetahuinya ?....”, Jiang Chen masih ingin menguatkan teorinya jika sang adik memang benar - benar tak terlibat dalam masalah tersebut.


“ Memang ada masalah apa dengan mereka?....”

__ADS_1


“ Aku cukup sibuk di ruang produksi sehingga tak mengikuti perkembangan gossip yang ada disekitar….”, ucap Jiang Xia Yan masih dengan wajah kebingungan.


Jiang Chen yang berusaha mencari kebohongan diwajah sang adik pada akhirnya mulai bisa merasa sedikit tenang waktu melihat jika sama sekali tak ada jejak kebohongan diwajah  Jiang Xia Yan.


Sehingga Jiang Chen pun menyimpulkan jika sang adik memang benar – benar tak mengetahui permasalahan tersebut.


“ Ya sudah jika adik tak mengetahuinya…”


“ Sekarang adik istirahat agar tak kembali sakit ….”, ucap Jiang Chen sambil mengusap kepala Jiang Xia Yan dengan senyum lembut.


“ Baiklah….”


“ Kakak juga jangan terlalu banyak pikiran….”, ucap Jiang Xia Yan penuh perhatian.


Bersama dengan Yuyun, Jiang Xia Yan pun melangkah pergi kehalaman kediamanannya dengan senyum tipis dibibirnya.


Untungnya dia pandai berakting dan wajahnya yang lugu serta polos nyatanya mampu menipu banyak orang sehingga mereka mempercayai apa saja yang diucapkannya.


Yuyun tersenyum bangga melihat nona mudanya tetap tenang dalam menghadapi situasi apapun sehingga diapun semakin mengidolakan Jiang Xia Yan dan menempatkannya dihati terdalam.


Sambil menunggu pedang biru miliknya menyerap aura sihir dari permata hitam, Jiang Xia Yan kembali mengingat memori Wuxia dimasa lalu mengenai kisah cinta segitiga yang gadis itu alami.


Jika Ming Ming (Bai Sheng ) adalah langit gelap dengan petir yang bergemuruh dimana – mana maka Feng Mo Tian ( Yaouhan ) seperti matahari yang sinar hangatnya mampu membuat tumbuh aneka macam pepohonan yang merupakan sumber energy bagi mahkluk hidup.


Dua kepribadian yang bertolak belakang dan justru karena hal itulah maka Feng Mo Tian yang merupakan reinkarnasi dari Yaouhan bisa menjadi salah satu senjata untuk memusnahkan jiwa Bai Sheng hingga tak bisa lagi mencari inang baru dan berenkarnasi.


Pada saat Ru Tang mengawasi pergerakan Feng Mo Tian, Ming Ming terlihat memasuki hutan dibelakang kediaman Jiang.


Entah kenapa dia merasa ada yang aneh dalam hutan tersebut sehingga perlu menyelidikinya lebih dalam lagi.


Sementara pangeran kedua Ming Shin masih berusaha keras untuk mengambil kembali tentara yang telah dibinanya cukup lama yang sekarang diambil alih oleh ayahanda kaisar.


Ketiganya berusaha keras untuk kembali menancapkan pondasi didalam kekaisaran Ming agar bisa menggulingkan kaisar Ming Qin dan mengantikannya.


Ming Ming yang berada didalam hutan mulai merasa jika batu permata hitam yang dia pakai ada sedikit keanehan.

__ADS_1


“ Kenapa batu ini sama sekali tak beraksi, padahal aku yakin didepan ada sejenis pelindung yang tak kasat mata menghalangi orang untuk bisa masuk kedalamnya….”, Ming Ming mulai menatap liontin kalungnya sambil menautkan kedua alisnya heran.


Tampaknya, Ming Ming masih belum menyadari jika batu permata hitam yang dikenakannya itu palsu setelah yang asli tanpa dia sadari telah diambil oleh Jiang Xia Yan.


Meski palsu, namun Jiang Xia Yan telah memberikan sihir didalam batu hitam tersebut agar memiliki esensi sama dengan yang asli namun tak ada kekuatan didalamnya.


Tak ingin membuang waktu dengan memikirkan liontinnya, Ming Ming pun mulai memejamkan mata sambil merapalkan mantra untuk membuka gerbang inti hutan.


Perlahan pintu tak kasat mata tersebut mulai terbuka. Ming Ming pun langsung melangkahkan kakinya untuk masuk.


“ Energi yin murni…..”, guman Ming Ming sambil memejamkan kedua matanya untuk menyerap energy yin murni yang ada dan mulai membenahi beberapa titik meridiannya yang sempat terluka.


Setelah mengumpulkan banyak energy yin murni dalam tubuhnya, Ming Ming pun mulai berjalan masuk mencari gua berisi batu permata biru yang langkah untuk memperkuat sihir miliknya.


Menggunakan instingnya, Ming Ming terus melangkah maju hingga dia terdiam cukup lama didepan sebuah danau dengan air yang sangat jernih.


“ Jadi disini tempatnya….”, guman Ming Ming dengan kedua mata bersinar terang.


Setelah membalut tubuhnya dengan sihir, Ming Ming pun segera masuk kedalam danau sambil mencari gua yang dia perkirakan berada di samping sisi danau.


“ Itu dia….”, batinnya senang.


Dengan gerakan cepat diapun segera membersihkan gulma yang menutupi mulut gua dan mulai masuk kedalamnya.


Aura permata biru yang cukup kuat sangat terasa, namun setelah mencari kesegala penjuru dia sama sekali tak menemukan barang yang dicarinya.


“ Apa sudah ada yang mendapatkannya….”


“ Siapa yang bisa mengambilnya ?....”


“ Apakah Feng Mo Tian ?....”, batin Ming Ming penasaran.


Saat ini hanya Feng Mo Tian yang dia curigai setelah Ru Tang mengungkapkan jika tuan muda pertama Feng tersebut memiliki ilmu sihir yang cukup kuat.


Tak ingin membuang waktu lagi dan sangat penasaran dengan Feng Mo Tian, maka Ming Ming pun segera keluar dan bergabung bersama dengan Ru Tang yang sedang mengintai tuan muda Feng tersebut.

__ADS_1


“ Jika itu memang dia, maka aku tak akan membiarkannya hidup karena akan mempengaruhi eksistensiku…..”, guman Ming Ming tajam.


__ADS_2