
Byurrr…..
“ Hey….”
“ Cepat bangun dan segera layani pelanggan !!!....”, teriak seorang wanita sambil menendang tubuh Song Noywen dengan kasar.
Song Noywen yang tersadar dan hendak marah namun tangannya langsung ditarik paksa oleh seorang wanita gemuk yang langsung menyeretnya menuju kamar mandi.
“ Apa yang kamu lakukan ?!!!....”
“ Berani sekali kamu menyentuhku !!!....”
“ Apa kamu tak tahu siapa aku ?!!!....”, teriak Song Noywen penuh amarah.
Plakkkk….
Plakkkk….
Plakkkk….
Wanita gemuk tersebut terus menampar wajah Song Noywen hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
“ Diam kamu !!!....”
“ Kamu telah dijual kerumah bunga dan seterusnya kamu akan berada disini melayani para tamu….”
“ Diamlah dengan patuh jika tidak ingin aku pukul lagi !!!....”, teriak wanita gemuk tersebut penuh amarah.
Song Noywen yang masih merasakan panas di kedua pipinya pada akhirnya hanya bisa diam dengan pasrah waktu wanita gemuk itu menelanjanginya.
Didalam kamar mandi wanita gemuk itu memandikannya dengan kasar dan langsung mendandaninya dan memakaikan pakaian tipis yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya.
Song Noywen masih berpikir bagaimana bisa dirinya yang semalam tertidur akibat kelelahan setelah pindah rumah , pagi ini berada di rumah bunga.
Yang dia ingat jika semalam dirinya tertidur karena kelelahan setelah pindah kerumah yang lebih kecil akibat kediamanannya disita oleh negara.
Belum juga Song Noywen berhasil mengambil benang merah atas musibah yang dialaminya, tiba – tiba ada dua lelaki bertubuh gempal masuk kedalam kamarnya.
“ Cantik juga perawan ini….”
“ Aku akan memberikannya kepadamu dulu sebagai rasa hormat sebagai senior….”, ucap lelaki bergigi tongos kepada rekannya.
Song Noywen yang melihat kedua lelaki berwajah jelek dan bau tersebut mendekat berusaha untuk melarikan diri namun gagal.
__ADS_1
Plakkk…
“ Mau kemana kamu j****g !!!....”, tampar lelaki bergigi tongos tersebut hingga membuat Song Noywen tersungkur keatas ranjang yang keras.
“ Kami sudah membayar mahal untuk keperawanan kamu…”
“ Jadi, layani kami dengan baik….”, ucap salah satu lelaki berwajah jelek dan berbadan bau tersebut.
Song Noywen hanya bisa menjerit ketakutan waktu kedua lelaki itu menyerangnya dengan ganas tanpa bisa melarikan diri.
Kriekkkk….
Kriekkk….
Kriekkk….
Baju yang dipakai Song Noywen sudah hancur tak berbentuk dan langsung dibuang begitu saja kesembarang arah.
Beberapa kali Song Noywen ditampar waktu mencoba melawan hingga pada akhirnya dia hanya bisa menangis pasrah tubuhnya dinikmati oleh dua bajingan yang memperlakukannya dengan kasar tersebut.
Entah sudah berapa lama tubuh Song Noywen dibolak – balik sambil d******i dengan kasar\, hingga tubuhnya terkulai lemas.
Tok tok tok….
“ Hey…”
“ Waktumu sudah habis….”, teriak seorang wanita dari luar.
Setelah memakai pakaiannya kedua lelaki yang menikmati keperawanan Song Noywen tersenyum puas dan berjalan keluar dengan sangat bahagia.
Song Noywen hanya menatap nanar tubuhnya yang terbujur kaku tanpa sehelai kainpun ditubuhnya.
Belum juga dia beranjak dari atas ranjang untuk membersihkan diri sudah ada lelaki hidung belang lain yang masuk kedalam kamar dan langsung m***********a.
Keadaan tersebut terus berlanjut hingga tengah malam karena banyaknya orang yang ingin mencicipi tubuh Song Noywen setelah mendengar nada kepuasan dari para lelaki yang sudah menjamahnya.
Pagi harinya, Song Noywen dengan tubuh tertatih memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya yang penuh dengan memar dan tanda kepemilikan dengan jijik.
Dia sama sekali tak menyangka setelah jatuhnya keluarga besarnya akan terperangkap ditempat hina seperti ini.
Apalagi pelecehan yang terjadi terus menerus sepanjang hari kemarin membuatnya kehilangan semangat untuk hidup.
Namun begitu Song Noywen ingin mengakhiri hidupnya, wanita gemuk yang kemarin memandikannya datang dan menghentikan aksinya.
__ADS_1
Plakkkk….
Plakkkk….
Wanita gemuk tersebut kembali menampar dan memukul Song Noywen berkali – kali sambil berteriak penuh amarah.
“ Jangan harap kamu bisa mati sebelum mengahsilkan banyak uang disini !!!....”, teriaknya penuh amarah.
Wanita gemuk tersebut segera membersihkan tubuh Song Noywen dan kembali meriasnya serta memakaikan pakaian ketubuh wanita muda itu dan langsung menidurkannya diatas ranjang karena hari ini sudah banyak tamu yang memesannya sejak kemarin.
Rasa sakit diarea inti Song Noywen akibat ulah brutal para pelanggan rumah bunga masih belum sembuh ditambah lagi dengan banyaknya tamu yang hari ini harus dia layani membuatnya beberapa kali pingsan pada saat penyatuan.
Namun sang nyonya pemilik rumah bunga sama sekali tak merasa kasihan, asal pelanggan mau dan mengeluarkan uang banyak dia akan terus memaksa Song Noywen melayani para lelaki hidung belang tersebut tanpa ampun.
Apalagi para lelaki yang datang banyak yang dari mereka yang pernah dihina oleh Song Noywen dimasa lalu sehingga mereka memiliki dendam tersendiri.
Jiang Xia Yan yang mendengar penderitaan Song Noywen tersenyum puas. Perlahan satu persatu orang yang menyakiti sang pemilik tubuh berhasil dia buat menderita.
Bukan hanya Song Noywen yang hidupnya menderita tapi dia juga tak bisa mati karena setiap hendak mengakhiri hidupnya, orang suruhan Jiang Xia Yan selalu menyelamatkannya.
Dia adalah Jiang Xialun, menikah dengan tuan muda kelima Lin membuat hidupnya seperti berada dalam neraka.
Jiang Xialun ingin mati agar terbebas dari penderitaannya, tapi selalu saja gagal. Bahkan pada saat dirinya meminum racun paling mematikan juga nyawanya masih bisa terselamatkan.
Meski tak terlihat sekejam Jiang Xiuying, namun Jiang Xialun lah yang selama ini selalu menghasut pangeran kedua Ming Shin dan Song Noywen hingga menyiksa Jiang Xia Yan dalam kehidupannya terdahulu.
Bahkan gadis bermuka dua itu tak akan segan – segan menyiksa dua anak dan para pelayan milik Jiang Xia Yan jika hatinya sedang kesal.
Dendam seperti itu tentu saja membuat Jiang Xia Yan tak akan membiarkan Jiang Xialun mati dengan mudah.
Dia ingin membiarkan Jiang Xialun dan Song Noywen untuk merasakan hidup bagai dineraka hingga hatinya merasa puas.
“ Sakit yang Jiang Xia Yan dulu terima masih belum sebanding dengan rasa sakit yang kalian rasakan saat ini….”, guman Jiang Xia Yan penuh amarah.
Sementara itu ditempat lain, Ming Ming yang sudah bertemu dengan Ru Tang terlihat mulai menyelidiki dalang dibalik kehancuran hidup dan rencana besar yang mereka susun.
Bahkan keingginan untuk membebaskan selir Hien dari istana dingin juga tak bisa terwujud karena pelindung sihir yang tak bisa mereka tembus dengan mudah menyelimuti tempat tersebut.
Jiang Xia Yan menggabungkan kekuatan sihirnya dengan kaisar Ru Xie Cahng untuk membuat pelindung sihir agar Ru Tang dan Ming Ming tak bisa membawa kabur selir Hien dengan mudah.
Bahkan mereka juga menggunakan pelemah sihir, jadi jika Ming Ming dan Ru Tang berhasil masuk kedalam istana dingin maka kekuatan sihir yang mereka miliki akan langsung melemah.
Dan hal tersebut sudah mereka berdua alami dan hampir saja tertangkap oleh para penjaga jika pangeran kedua Ming Shin tidak tiba dilokasi tepat waktu untuk menyelamatkan keduanya.
__ADS_1
“ Sial !!!....”
“ Siapa sebenarnya mereka hingga bisa mempermainkanku seperti ini !!!....”, guman Ru Tang penuh amarah.