Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
MENCOBA TENANG


__ADS_3

Brakkkk….


Pintu ruang kerja Jiang Xia Yan dibuka dengan kasar oleh kaisar Ru Xie Chang yang masuk dengan wajah gelap.


Membuat Jiang Xia Yan yang sedang fokus dengan sketsa baju yang baru saja dibuatnya mendongak sambil mengkerutkan kening cukup dalam.


“ Ada apa lagi dengannya ?....”


“ Kenapa wajahnya suram seperti itu ?....”, batin Jiang Xia Yan penuh tanda tanya.


Saat ini Jiang Xia Yan masih tak menyadari jika suasana hati kaisar Ru Xie Chang menjadi buruk karena dirinya.


Dengan tatapan tajam yang menghunus, kaisar Ru Xie Chang berjalan mendekati meja kerja Jiang Xia Yan dengan cepat.


“ Kenapa kamu biarkan kucing liar itu masuk dan menyentuhmu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang mengertakkan giginya dengan geram.


Jiang Xia Yan yang memang tak begitu mengerti apa yang membuat kaisar Ru Xie Chang marah kepadanya hanya bisa mengedipkan mata beberapa kali dengan wajah innocent.


Tentu saja tindakan Jiang Xia Yan tersebut membuat kaisar Ru Xie Chang menjadi sangat gemas dan berkata dalam hati “ Apa dia benar – benar tak menyadari kesalahannya, kenapa dia memasang wajah yang sangat mengemaskan seperti itu….”


Jiang Xia Yan yang sudah mulai mengerti setelah mendengar ucapan kaisar Ru Xie Chang pada akhirnya menyadari jika lelaki yang ada dihadapannya ini sekarang sedang cemburu.


Mengingat terakhir kali kaisar Ru Xie Chang cemburu hampir saja membuatnya hilang kepolosannya membuat Jiang Xia Yan bergidik ngeri.


Diapun segera bangkit dari tempat duduknya dan mulai merubah ekspresinya menjadi tenang agar amarah lelaki tersebut bisa sedikit reda.


“ Apakah para pejabat dipengadilan hari ini membuatmu kelelahan…”


“ Mari duduk dan ceritakan padaku….”, ucap Jiang Xia Yan lembut.


Jiang Xia Yan segera mengandeng tangan kaisar Ru Xie Chang dan menuntunnya untuk duduk diatas sofa yang ada dalam ruang kerjanya.


Selanjutnya, dia juga menuang teh kedalam cangkir dan menghidangkan kudapan yang semula ada diatas meja kerjanya dan duduk disamping kaisar Ru Xie Chang sambil menatap lelaki tersebut dengan hangat.


“ Minumlah agar perasaanmu sedikit tenang….”, ucap Jiang Xia Yan penuh perhatian.


Kaisar Ru Xie Chang yang sedari tadi dipenuhi amarah merasa jika tenggorokannya terasa kering sehingga diapun langsung menghabiskan teh dalam cangkir hanya dengan sekali teguk.


Dengan lembut dan penuh perhatian Jiang Xia Yan mengusap punggung tangan kaisar Ru Xi Chang untuk menenangkannya.


Mendapat perhatian tersebut, perlahan – lahan amarah yang tadinya membara dalam hati kaisar Ru Xie Chang muali padam.

__ADS_1


Tapi karena egonya terlalu tinggi maka diapun tak mau mengakui jika hatinya telah luluh atas kelembutan dan perhatian yang ditunjukkan oleh Jiang Xia Yan kepadanya.


Melihat jika kaisar Ru Xie Chang tampaknya masih merajuk, Jiang Xia Yan pun mulai bangkit dari tempat duduknya dan berjalan memutar.


Dengan lembut dia memijat pundak kaisar Ru Xie Chang sambil berkata “ Ada baiknya kerajaan Ruxie tidak kamu urus dan tangani sendiri mengingat kekaisaran Ru masih membutuhkanmu….”


“ Di istana sudah ada ayah…”


“ Tapi jika kamu bersedia, aku bisa memberikan posisi itu kepadamu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang lembut.


“ Tidak….”


“ Itu merepotkan…”


“ Aku masih ingin bebas melakukan apapun yang aku inginkan….”, Jiang Xia Yan menolak secara halus.


“ Apakah ini juga alasanmu menolak lamaranku ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang to the point.


“ Mungkin iya….”


“ Mungkin juga tidak….”, ucap Jiang Xia Yan sarkas.


“ Apa itu juga ada kaitannya dengan kucing liar itu?....”, ucap kaisar Ru Xie Chang tak senang.


“ Aku dan tuan muda Feng hanya berteman…..”


“ Tidak lebih…..”, ucap Jiang Xia Yan sambil memeluk kaisar Ru Xie Chang dari belakang dengan manja.


“ Hanya teman ?….”


“ Apakah teman boleh sembarangan menciummu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan nada sedikit tinggi membuat tubuh Jiang Xia Yan membeku seketika.


Deg….


“ Kenapa aku jadi seperti gadis yang tertangkap basah selingkuh dibelakang pacarnya….”, batin Jiang Xia Yan gelisah.


Melihat gadisnya terdiam, kaisar Ru Xie Chang pun menarik kedua tangan Jiang Xia Yan yang melingkar dilehernya dari balik sofa hingga pipi keduanya menempel.


“ Itu hanya kecelakaan….”, ucap Jiang Xia Yan mengelak.


Kaisar Ru Xie Chang hanya bisa berdehem pelan menanggapi ucapan Jiang Xia Yan, membuat hati gadis itu semakin gelisah tak karuan.

__ADS_1


Tak ingin lelaki dihadapannya itu marah, Jiang Xia Yan pun melepaskan pelukannya dan berjalan memutar dan langsung duduk dipangkuan kaisar Ru Xie Chang sambil membelai lembut pipi lelaki itu.


“ Apakah Xiexie sedang cemburu ?....”, ucap Jiang Xia Yan dengan nada menggoda.


“ Yan’er sudah mulai nakal ya….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil menyentil hidup Jiang Xia Yan dengan gemas.


Cup….


Jiang Xia Yan mengecup sekilas bibir kaisar Ru Xie Chang agar lelaki tersebut tenang dan  tak marah lagi kepadanya.


Tindakan berani Jiang Xia Yan tentu saja membuat kaisar Ru Xie Chang terkejut, pasalnya dia sama sekali tak menyangka jika gadisnya akan berinisiatif seperti itu.


Tak membuang kesempatan yang ada\, diapun segera menarik tekuk Jiang Xia Yan dan langsung m*****t bibir munggil tersebut dengan ganas.


Beberapa kali berciuman dengan kaisar Ru Xie Chang membuat Jiang Xia Yan mulai terbiasa dan sudah bisa mengimbangi permainan lelaki itu.


Kaisar Ru Xie Chang tersenyum puas dalam hati waktu Jiang Xia Yan mengimbangi permainannnya dan ciuman yang terjadipun semakin lama semakin panas hingga sebuah ketukan menghentikan kegiatan tersebut.


Setelah merapikan bajunya dan bergeser tempat duduk, Jiang Xia Yan pun menyuruh Han Wu Ying untuk masuk.


Han Wu Ying yang melihat jika ada kaisar Ru Xie Chang didalam ruangan langsung menyerahkan beberapa desain baru yang telah dibuatnya dan langsung undur diri dengan alasan para penjahit masih menunggu instruksinya dibawah.


“ Hufttt…..”


“ Hampir saja nyawaku melayang….”, batin Han Wu Ying lega.


Sebagai wanita yang pernah bekerja dirumah bordil Han Wun Ying tentunya sangat tahu apa yang baru saja terjadi diruang kerja Jiang Xia Yan hanya dengan melihat jika bibir nona muda ketiga Jiang itu sedikit bengkak dengan pakaian yang sedikit kusut.


Dan tatapan kaisar Ru Xie Chang yang seolah ingin mencincangnya saat itu juga menjadi pertanda jika dia datang tidak disaat yang tepat.


Kiew dan Lin yang melihat Han Wu Ying turun dari lantai dua dengan wajah panik langsung datang menghampiri.


“ Apa terjadi sesuatu dengan nona muda ?.....”, tanya Lin cemas.


“ Tidak ada….”


“ Tapi sebaiknya, jangan biarkan siapapun naik dan menganggu nona muda karena ada kaisar Ru Xie Chang disana….”, ucap Han Wu Ying memperingatkan.


Meski mereka berdua tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi diruang kerja nona mudanya, tapi mengetahui jika kaisar Ru Xie Chang berada didalam ruangan tentunya mereka tidak bodoh dan menganggu pertemua keduanya.


Apalagi Lin dan Kiew tadi melihat jika kaisar Ru Xie Chang datang dengan wajah gelap menandakan ada hal besar dan serius yang sedang terjadi sehingga mereka pun tak akan memancing kemarahan harimau yang sedang tertidur.

__ADS_1


“ Kuharap nona baik – baik saja….”, ucap Lin sambil memandang ruang kerja Jiang Xia Yan dari bawah dengan wajah cemas.


__ADS_2