
Suasana aula utama istana kekaisaran Ming sangat meriah, berbagai pertunjukkan bakat digelar untuk menghibur semua tamu yang datang.
Seorang laki – laki yang berdiri tak jauh dari selir Hien tampak beberapa kali memejamkan kedua matanya sambil menghirup nafas dalam – dalam.
Dan ketika matanya terbuka dapat Jiang Xia Yan lihat kedua bola mata itu bergerak agresif, seakan mencari sesuatu yang membangkitkan birahinya.
Setelah menemukan buku kuning peninggalan Ru Tang dan membacanya denagn seksama, Jiang Xia Yan dapat mengetahui jika darah ular sihir yang digunakan untuk melindungi buku tersebut ditambah darah perawan akan bisa membangkitkan gairah jiwa penganut ajaran sihir kuno terlarang.
Jiang Xia Yan sengaja menyuruh Yuyun untuk mengolesi darah tersebut di beberapa pakaian penari yang malam ini sedang berlenggak – lenggok di tengah aula memamerkan keahliannya yang mampu membius semua tamu yang hadir.
Karena tak ingin jiwa Ru Tang bergerak sangat agresif, Jiang Xia Yan hanya menyuruh Yuyun untuk memercikkan sedikit saja, hanya untuk memancing tanpa menimbulkan keributan yang besar.
Tanpa sengaja, Jiang Xia Yan melihat kearah wakil perdana menteri dan dia mendapati lelaki itu juga memiliki pupil mata bergerak agresif seolah mencari sumber aroma yang mengganggu indera penciumannya.
“ Ohhh…ini diluar dugaan….”, batin Jiang Xia Yan gembira.
Dia sama sekali tak menyangka jika dia akan menemukan beberapa orang yang ternyata mempelajari dan menggunakan sihir kuno terlarang didalam kekaisaran Ming.
Jiang Xia Yan segera menggunakan telepati agar Yuyun mencari orang – orang yang terlihat terpengaruh dengan darah yang menjadi umpannya dan menandainya.
Diam – diam Jiang Xia Yan melirik kearah pangeran kedua Ming Shin untuk melihat apakah lelaki tersebut juga terpengaruh dengan umpannya.
Tapi sayangnya hal itu tak terwujud, pangeran kedua Ming Shin terlihat normal dan bersikap biasa saja seperti sebelumnya.
Begitu juga dengan selir Hien yang tak menunjukkkan gelagat apapun yang mencurigakan dan malah terlihat asyik bercengkerama dengan selir Zhany yang ada disampingnya.
Merasa ada yang memperhatikannya, pangeran kedua Ming Shin pun segera menoleh. Meski Jiang Xia Yan langsung mengalihkan pandangannya namun pangeran kedua MIng Shin menyadari jika nona muda ketiga Jiang sedang memperhatikannya.
Jiang Xialun terlihat mencengkeram ujung gaunnya dengan erat waktu menyadari jika pangeran kedua Ming Shin beberapa kali terlihat mencuri pandang kearah Jiang Xia Yan.
Bahkan saat kedua mata pangeran kedua Ming Shin bertatapan dengan adik ketiganya dapat Jiang Xialun melihat ada senyuman diwajah lelaki tersebut meski hanya sekilas dan samar.
“ Sial !!!....”
“ Bagaimana mungkin hubungan mereka bisa seakrab itu !!!...."
" Bahkan pangeran kedua Ming Shin tersenyuj kepadanya !!!!.....”, batin Jiang Xialun penuh amarah.
__ADS_1
Tak sengaja ujung sudut mata Jiang Xia Yan melihat kakak keduanya manatapnya dengan tajam dan penuh kebencian, seakan gadis itu hendak mencabik – cabiknya saat ini juga.
Mengetahui fakta tersebut, sudut bibir Jiang Xia Yan sedikit terangkat. Namun sayangnya ekspresi tersebut dilihat oleh pangeran kedua Ming Shin yang merasa jika Jiang Xia Yan memberikan senyuman manis untuknya.
Pangeran kedua Ming Shin pun saat ini merasa seperti diatas angin jika dirinya mampu kembali menakhlukkan hati Jiang Xia Yan.
Jiang Xialun terus menatap Jiang Xia Yan dan hatinya semakin dipenuhi dengan kecemburuan yang tak ada habisnya.
Kecemburuan yang mendera seakan menggererogoti hati Jiang Xialun secara perlahan hingga membuat dadanya terasa sangat sesak sekarang.
Tatapan yang dilayangkan oleh Jiang Xialun setajam pisau yang akan menghunus siapa saja yang ada dihadapannya.
Namun sayangnya hal tersebut diacuhkan begitu saja oleh Jiang Xia Yan yang sekarang fokus terhadap Yuyun yang sedang melakukan telepati dengannya.
“ Aku tak percaya jika pangeran kedua Ming Shin dan selir Hien bersih dari sihir kuno terlarang mengingat para pendukungnya mempraktekkan sihir kuno terlarang….”, batin Jiang Xia Yan penuh kecurigaan.
Mendapatkan fakta tersebut tampaknya malam ini Jiang Xia Yan harus mencoba mendekati pangeran kedua Ming Shin tanpa disadari oleh orang lain.
Melihat jika adik ketiganya tampaknya tak terpengaruh dengan peringatan yang diberikan olehnya, Jiang Xialun terlihat memutar otaknya untuk bisa mencelakai adik ketiganya itu agar pangeran kedua Ming Shin kembali jijik dan membencinya.
Tapi seberapapun keras Jiang Xialun coba untuk berpikir, otak kecilnya tak menemukan cara apapun untuk bisa mencelakai adik ketiganya saat ini.
Membuat hati Jiang Xialun semakin panas oleh kobaran api kecemburuan yang tiada habisnya.
Feng Mo Tian yang duduk bersama keluarganya terlihat beberapa kali melirik kearah Jiang Xia Yan dengan penuh makna.
Selain merindukan gadis itu, dia juga ingin mengucapkan teriamakasih karena berkat bantuan Jiang Xia Yan dirinya bisa lepas dari maut dan mencapai keberhasilan seperti sekarang.
Pangeran kedua Ming Shin beberapa kali memergoki Feng Mo Tian menatap kearah Jiang Xia Yan penuh damba.
“ Satu rencanaku gagal….”
“ Aku tak akan membiarkan tuan muda Feng dekat dengan nona muda ketiga Jiang jika tak ingin semua rencanaku semakin berantakan….”, batin pangeran kedua Ming Shin waspada.
Melihat jika tatapan Jiang Xia Yan tak setajam biasanya, keingginan pangeran kedua Ming Shin untuk mendekati putri bungsu Jiang Shing tersebut semakin besar.
Jiang Chen yang melihat pangeran kedua Ming Shin beberapa kali mencuri pandang terhadap adiknya merasa tak senang.
__ADS_1
“ Dik….”
“ Pangeran kedua Ming Shin sedari tadi terlihat mencuri pandang terhadapmu…”
“ Apa kamu ingin berbicara dengannya ?....”, tanya Jiang Chen penasaran.
Jiang Chen terlihat menatap Jiang Xia Yan dengan tatapan penuh selidik, ingin mengetahui respon yang diberikan adiknya terhadap ucapannya.
“ Biarkan saja….”
“ Aku tak bisa melarang orang lain untuk menatapku…. ”, ucap Jiang Xia Yan acuh.
Jawaban yang diberikan oleh Jiang Xia Yan tentu saja membuat hati Jiang Chen sangat lega. Xiao Mei yang tak sengaja mendengar percakapan keduanya hanya bisa tersenyum bahagia.
Xiao Mei sama sekali tak menyangka jika putrinya sudah bisa sedewasa ini dalam bersikap dan tampak tenang dalam menghadapi masalah.
Tentunya Xiao Mei cukup senang Jiang Xia Yan sudah bisa move on dari pangeran kedua Ming Shin yang bagi wanita itu cukuplah berbahaya apalagi menyadari persaingan panas didalam istana membuat wanita itu tak ingin putrinya ikut terlibat didalamnya.
Jiang Xia Yan tak menyangka jika kakaknya akan sepeka itu terhadapnya membuat dirinya terpaksa harus memutar otak untuk bisa lepas dari pengawasan Jiang Chen sebentar saja.
“ Aku tak mungkin mendekati Han Shan Yang saat ini karena tak ingin membahayakannya…”
“ Apa aku harus melibatkan Feng Mo Tian dalam hal ini ?....”, batin Jiang Xia Yan sedikit ragu.
Mengingat kembali ingatan Wuzia dalam memorinya, Jiang Xia Yan tampaknya juga harus menyelidiki Feng Mo Tian karena dia sangat yakin jika pemuda itu juga berkaitan dengan sihir kuno terlarang, meski mungkin tak mempraktekkannya secara langsung.
Setelah mengantongi beberapa nama yang disinyalir mempraktekkan sihir kuno terlarang, Jiang Xia Yan pun mulai menjalankan rencananya.
Dengan satu lirikan mata, Feng Mo Tian langsung mendekatinya begitu kaisar Ming Qin mempersilahkan para tamu untuk bersenang – senang dalam pesta malam ini.
“ Ada apa mencariku ?...”
“ Apa kamu merindukanku ?....”, tanya Feng Mo Tian penuh percaya diri.
Jiang Xia Yan hanya berdecih lirih atas kepercayaan diri yang snagat tinggi dari Feng Mo Tian. Jika tak ingat akan rencananya mungkin dirinya enggan untuk kembali berhubungan dengan pemuda yang ada dihadapannya itu.
" Aku hanya ingin memastikan saja jika yang berdiri dihadapanku ini adalah benar tuan muda Feng karena kupikir aku akan mendengar kabar kematianmu....", ucap Jiang Xia Yan tajam.
__ADS_1
" Lama tak bertemu ternyata ucapanmu semakin tajam saja..."
" Tapi, aku semakin menyukaimu....", ucap Feng Mo Tian dengan senyum menggoda.