Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
FAKTA MENCENGANGKAN


__ADS_3

Malam semakin larut, angin yang berhembus terasa sangat dingin hingga membuat para penjaga gerbang beberapa kali terlihat merapatkan pakaian yang mereka kenakan sambil menggosok – nggosokkan kedua telapak tangan mereka agar hangat.


Tapi hawa dingin yang menyerang malam ini sama sekali tak memiliki pengaruh apapun pada salah satu kamar yang ada dipaviliun anggrek.


Tubuh keduanya yang polos tanpa sehelai kainpun terlihat bercucuran keringat karena panasnya adegan yang mereka lakukan demi memuaskan nafsu yang ada.


Sambil terenggah – enggah, selir Hien menyudahi permainan panasnya bersama Ru Tang yang kini telah memasuki tubuh seorang prajurit yang telah mati dalam medan pertempuran.


Untung saja wajah dan tubuhnya masih cukup bagus serta cocok dengan jiwa Ru Tang sehingga lelaki itu bisa menggunakannya sebagai cangkang barunya.


Dan pastinya, tubuh barunya itu adalah pemuda yang masih gagah sehingga bisa memuaskan wanita yang sangat dicintainya diatas ranjang.


“ Aku senang kamu memilih tubuh ini…”


“ Aku benar – benar merasa puas dengan permainanmu….”, ungkap selir Hien bahagia.


Ru Tang terlihat sangat bahagia bisa melihat wanita yang dicintainya ada dalam dekapannya dan dalam hati dia berjanji tidak akan pernah lagi meninggalkan wanita itu apapun yang terjadi.


Sementara itu, Jiang Xia Yan yang malam ini kembali menggunakan sihir penghilang raga akhirnya berjalan memasuki paviliun anggrek tempat dimana selir Hien dan pangeran kedua Ming Shin tinggal.


Tujuannya tak lain adalah untuk mencari keberadaan batu permata hitam yang bisa digunakan untuk menyempurnakan peta miliknya sehingga dia bisa mengetahui pasti lokasi para penganut sihir kuno terlarang dan memusnahkannya.


Beberapa tempat telah dia geledah, terutama ruang pribadi pangeran kedua Ming Shin, tapi barang yang sedang dicarinya tidak juga ketemu.


Hingga akhirnya kakinya melangkah kedalam kamar selir Hien dan melihat pemandangan yang menjijikkan tersebut.


Ru Tang sedikit mengernyitkan keningnya dan mencoba menajamkan indera penciumannya waktu Jiang Xia Yan menyelinap masuk kedalam ruangan.


“ Sial !!!....”


“ Apa dia benar – benar bisa menyadari keberadaanku ?.....”, batin Jiang Xia Yan kesal.


Tak ingin bertindak ceroboh, Jiang Xia Yan pun segera pergi meninggalkan kamar selir Hien dan bersembunyi dibalik pintu.


“ Ada apa ?....”, tanya selir Hien curiga.


“ Entahlah…”


“ Aku seperti mencium aroma keberadaan seseorang yang asing disini….”, ucap Ru Tang sambil mengedarkan pandangannya menyapu seluruh ruangan.


Selir Hien pun melakukan hal yang sama, namun keduanya tak mendapati apapun selain udara kosong yang ada.

__ADS_1


“ Apakah hal ini sering terjadi ?....”, tanya selir Hien dengan tatapan menyelidik.


“ Baru dua kali….”


“ Dan keduanya sangat samar….”, guman Ru Tang masih dengan tatapan awas kesegala sisi ruangan.


Entah kenapa Ru Tang memiliki firasat buruk sejak pesta perjamuan yang diadakan untuk menyambut kemenangan Feng Mo Tian beberapa waktu yang lalu.


Seaakan – akan ada seseorang yang sedang mentargetkannya saat ini. Tapi mengingat lagi jika dikekaisaran Ming tidak ada seorang pun yang bsia menggunakan ilmu sihir perlaha Ru Tang mulai menghilangkan kecurigaannya.


Tapi ini sudah dua kali dia bisa merasakan hawa asing ini setelah ritual yang dia dan para pengikutnya lakukan beberapa hari yang lalu.


Tak ingin Ru Tang semakin curiga Jiang Xia Yan pun segera melesat pergi. Ditengah perjalanan dia melihat pangeran kedua Ming Shin memasuki sebuah ruangan yang terlihat seperti gudang dari luar.


Meski tak terlihat, namun Jiang Xia Yan juga tak ingin berbuat ceroboh. Dia berjalan mengendap – endap mengikuti langkah kaki pangeran kedua Ming Shin.


“ Apa ini ?....”, batin Jiang Xia Yan tercenggang.


Didalam ruangan yang semula dia anggap gudang, Jiang Xia Yan dapat melihat jika ruangan tersebut adalah sebuah kamar yang sangat mewah.


Belum juga keterkejutannya hilang, dia kembali dibuat terbelalak oleh siapa yang pangeran kedua Ming Shin temui tengah malam seperti ini dengan mengendap – endap.


Saat ini dihadapannya ada dua sosok pangeran kedua Ming Shin dengan wujud dan rupa yang sama persis hanya satu yang membedakan yaitu kalung permata hitam yang salah satu lelaki itu kenakan dilehernya.


“ Untuk sementara aman meski ayahanda menaruh rasa curiga terhadapku tapi aku bisa mengalihkan perhatiannya….”, ucap sosok pangeran kedua Ming Shin yang lain dengan wajah tegang.


“ Kamu terlalu gegabah….”


“ Kurasa ada yang memberi tuan muda Feng peringatan sebelum dia pergi….”, ucap pangeran kedua Ming Shin yang menggunakan kalung menganalisis.


“ Siapa dia ?....”


“Bagaimana dia bisa mengetahui rencana kita ?.... ”, ucap kembaran pangeran kedua Ming Shin dengan tatapan penasaran.


Untuk sejenak, keduanya terlihat terdiam sesaat, mereka sepertinya sedang berpikir siapa kira – kira yang bisa membaca pergerakan yang mereka lakukan.


“ Kapan kamu akan bertemu dengan nona muda ketiga Jiang ?....”


“ Gadis itu tidaklah sederhana….”


“ Aku bisa menggantikanmu untuk menuntaskan kecurigaanku terhadapnya….”, ucap pangeran kedua Ming Shin yang memakai kalung dengan nada datar dan tajam.

__ADS_1


“ Jadi kamu mencurigai gadis itu ?.....”, tanya kembaran pangeran kedua Ming Shin dengan tatapan penuh selidik.


“ Seperti yang kubilang….”


“ Gadis itu tidak sesederhana kelihatannya….”, pangeran kedua Ming Shin yang memakai kalung terlihat menatap kembarannya sedikit mencemoh.


Dia sama sekali tak menyangka bagaimana bisa kembarannya itu tak menyadari perubahan drastis sikap Jiang Xia Yan terhadapnya.


Ditambah lagi, kediaman keluarga pertama Jiang yang baru dilapisi oleh pelindung sihir yang sangat kuat sehingga tak ada siapapun yang mampu menerobos  masuk kedalam.


Jiang Shing dan istrinya tak memiliki kemampuan sihir seperti itu. Bahkan Jiang Chen juga tak mungkin bisa melakukannya.


Hanya Jiang Xia Yan lah yang sangat mungkin untuk melakukannya. Maka dari itu, dirinya ingin bertemu langsung dengan nona muda ketiga Jiang untuk membuktikan kecurigaanya tersebut.


“ Baiklah….”


“ Jika Han Shan Yang sudah memastikan waktunya aku akan memberitahumu….”, ucapnya datar.


Kemudian pangeran kedua Ming Shin pun segera keluar dari dalam ruangan dan bergegas kembali kedalam kamarnya agar tak ada yang mencurigainya.


Jiang Xia Yan yang ikut keluar bersama pangeran kedua Ming Shin masih melonggo tak percaya atas semua hal yang baru saja dia saksikkan.


Dapat dipastikan bahwa lelaki dengan wajah yang sama dengan pangeran kedua Ming Shin adalah benar – benar manusia, bukan hantu atau boneka sihir karena dia bisa merasakan detak jantung dan kekuatan sihir didalam aura tubuhnya.


“ Jadi pangeran kedua Ming Shin memiliki kembaran….”


“ Ini jelas diluar ekspetasiku selama ini….”, batin Jiang Xia Yan tak percaya.


Semua orang pasti tak mengetahui rahasia besar ini karena sepertinya ruangan tersebut telah diberi mantra sihir sehingga tidak ada yang menyadari keberadaannya.


Bahkan setelah Jiang Xia Yan keluar, ruangan tersebut seolah - olah lenyap tak berbekas dan hanya meninggalkan tembok kosong disana.


" Tak salah lagi...."


" Ini termasuk sihir tingkat tinggi..."


" Jika aku tak menyelinap masuk malam ini mungkin selamanya aku tak akan mengetahui rahasia besar ini....", batin Jiang Xia Yan bahagia.


Selain menemukan keberadaan batu permata hitam, malam ini Jiang Xia yan juga menemukan fakta jika pangeran kedua Ming Shin memiliki saudara kembar identik yang bisa menggunakan ilmu sihir.


" Kurasa, kembaran pangeran kedua Ming Shin inilah yang berupakan otak dibalik semua pergerakan yang selama ini terjadi didalam istana....", batin Jiang Xia Yan berspekulasi.

__ADS_1


 Setelah mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya, Jiang Xia Yan pun mulai berjalan menyusuri lorong untuk memetakan kondisi sekitar sambil berjalan keluar istana.


__ADS_2