
Pagi ini salju di ibukota telah turun dengan sangat derasnya. Bukan hanya menutup jalan tapi salju juga membekukan atap - atap rumah warga sehingga gumpalan es pun terlihat semakin banyak menjadikan pemukiman seperti kota mati.
Jiak para orang tua lebih memilih berada didalam rumah dan menghangatkan badan, lain halnya dnegan anak - anak.
Diluar, anak – anak kecil terlihat bahagia mendapati jalanan tertutup salju sambil membungkuk mereka mengambil segenggam salju dan menggulungnya menjadi bola – bola salju.
Bola – bola salju yang telah mereka kumpulkan digunakan untuk menyerang teman – temannya.
Perang bola salju pun mulai terjadi, anak – anak terlihat bermain dengan riang gembira.
Seoalah mereka sama sekali tak terganggu dengan derasnya hujan salju yang membekukan tubuh mereka yang terbungkus jubah tebal dan syal.
Di tempat pangeran kedua Ming Shin, diruang terdalam terlihat sudah banyak orang berkumpul untuk membahas semua permasalahan yang terjadi didalam istana secara rahasia.
Seorang lelaki muda tampan terlihat duduk dikursi tertinggi, mengenakan jubah mewah berwarna hijau lumut dengan beberapa aksen jahitan emas disepanjang sisinya yang menampilkan keagungannya.
Ekspresinya terlihat sangat dingin tapi ketika berbicara dengan orang – orang yang berada dibawahnya nada suaranya terdengar sangat ramah.
Lelaki itu adalah pangeran kedua Ming Shin yang saat ini sedang melakukan pertemuan rahasia bersama para pendukungnya
Dan ditengah – tengah aula tampak beberapa orang asing yang nantinya akan menjadi pengawal pribadi milik pangeran kedua Ming Shin.
Pengeran kedua Ming Shin tahu bagaimana cara mendapatkan orang yang berguna dan juga menghormati serta menghargai orang yang memiliki bakat.
Meski sekaramg statusnya hanya sebagai pangeran kedua, tapi dia tak segan – segan untuk memberikan uang dan tanah kepada para bawahannya sehingga tidak ada seorang pun anak buahnya yang tidak menghormatinya.
Bukan hanya duduk bersama didalam pijakan yang sama, bahkan tutur kata halus dan sikapnya yang bijaksana inilah yang membuat banyak orang berbakat berada disisinya sehingga skema besar yang telah dirancangnya dapat tersembunyi dari mata dunia, termasuk kaisar Ming Qin.
Diantara semua orang yang duduk diaula, ada sebuah wajah baru yang tidak terlalu mencolok jika dibandingkan dengan para pejabat dan orang – orang berbakat yang hadir.
Dia adalah Jiang Yong yang sudah beberapa tahun ini menjadi pengikut setia pangeran kedua Ming Shin.
Bahkan untuk bisa dekat dengan putra kedua kaisar Ming Qin ini dia rela menjual keluarganya demi bisa memanjat naik keatas dengan mudah.
“ Jiang Yong….”
“ Ungkapkan pikiranmu….”, ucap pangeran kedua Ming Shin datar.
Jiang Yong yang dipanggil segera berdiri sambil menangkupkan kedua tangannya memberi hormat sebelum dia mulai berbicara.
“ Saat ini semua orang diam – diam membangun kekuatan dan siapapun yang memiliki pasukan pasti akan mendapatkan keuntungan….”
“ Meski keluarga Jiang masihlah yang terunggul dalam bidang militer…”
“ Tapi, diam – diam keluarga Gyo juga memiliki pasukan militer rahasia bersama keluarga Feng….”
“ Untuk keluarga Gyo dan Feng kita tidak bisa menyentuhnya karena kekuatan militer mereka dibalik punggung kaisar…. ”
__ADS_1
“ Tapi untuk militer keluarga Jiang berbeda….”
“ Karena kekuatan militer keluarga Jiaang sangatlah besar….”
“ Maka, jika tidak bisa mendapatkannya akan lebih baik untuk menghancurkannya….”, ucap Jiang Yong berapi – api.
Jiang Yong adalah anggota keluarga Jiang, tapi setelah semua orang mendengar perkataannya dapat disimpulkan bahwa pemuda tersebut tidak menempatkan dirinya dipihak Jiang Shing.
Pangeran kedua Ming Shin tersenyum lebar setelah mendengarkan pemikiran Jiang Yong dan dia pun mencoba kembali mengujinya.
“ Apa yang kamu katakan tidak salah…”
“ Mengingat Jiang Shing sangat ketat….”
“ Bagaimana bisa masuk jika tidak ada celah….”, ucap pangeran kedua Ming Shin sambil tersenyum lebar.
Jiang Yong terlihat sedang mencerna ucapan pangeran kedua Ming Shin dengan cermat sebelum dia menjawab.
Melihat jika pemuda dihadapannya seperti sudah memiliki rencana besar untuknya, pangeran kedua Ming Shin pun berusaha untuk mempertegasnya.
“ Tapi, karena kamu yang berada didalam kediaman keluarga Jiang tentunya kamu sangat tahu hal – hal apa saja yang tidak diketahui oleh orang luar….”
“ Dan jika apa apa yang sudah kamu jalankan benar – benar bisa mengendalikan kekuatan militer keluarga Jiang….”
“ Maka, kamu akan memiliki peran besar dimasa depan….”, ucap pangeran kedua Ming Shin manis.
“ Menjawab Yang Mulia….”
“ Sejak awal pejabat ini telah menempatkan mata – mata dalam pasukan keluarga Jiang…”
“ Dan ketika mereka bertempur melawan pemberontak diwilayah perbatasan timur….”
“ Ada beberapa hal yang dilakukan oleh jenderal besar Jiang Shing yang melenceng dari aturan….”
“ Saat ini barang bukti sedang dikumpulkan….”
“ Begitu bukti terkumpul dnegan lengkap, pejabat ini akan langsung menyerahkan kepada Yang Mulia….”
“ Meskipun hal itu tidak bisa membuat pasukan keluarga Jiang runtuh…”
“ Tapi setidaknya akan memiliki masalah besar dan kekuatannya akan berkurang….”, ucap Jiang Yong penuh percaya diri.
Mendengar ucapan penuh percaya diri dari Jiang Yong, pangeran kedua Ming Shin pun terlihat sangat puas dan diapun menanti pembuktian ucaapan tersebut.
“ Baiklah kalau begitu….”
“ Kurasa aku akan merepotkanmu mulai saat ini….”, ucap pangeran kedua Ming Shin tersenyum puas.
__ADS_1
“ Ini sudah kewajiban pejabat….”, ucap Jiang Yong penuh hormat.
Jika Jiang Yong sedang bersama pangeran kedua Ming Shin maka Jiang Xia Yan pun bergegas menuju Wudoa Jia.
Setalah semalam mendengar informasi jika nyonya besar Jiang merencanakan suatu hal buruk untuk sang kakak maka Jiang Xia Yan pun mulai mempercepat rencananya.
Kali ini dia harsu bisa memenangkan hati Han Wu Ying sehingga dia bisa membuat Han Shan Yang berada disampingnya.
“ Nona….”
“ Apa tidak apa kita pergi ke Wudao Jia siang – siang begini…”
“ Bagaimana nanti jika ada yang meliht nona muda ketiga disini….”
“ Reputasi nona pasti akan kembali hancur….”, ucap Jingying cemas.
“ Apa yang kamu takutkan….”
“ Dengan penampilan seperti ini, tak akan ada orang yang bisa mengenali kita….”, ucap Kiew bangga.
Mereka berenam saat ini pergi ke Wudao Jia menyamar menjadi lelaki dengan harapan mereka bisa leluasa masuk dan tak menimbulkan kecurigaan bagi orang lain.
Wanita gemuk dengan dandanan menor yang merupakan pengelola Wudao Jia sangat senang melihat Yinhang datang bersama teman – temannya.
Diapun segera menghampiri Yinhang dengan senyum lebar menghiasi wajahnya sambil membayangkan berapa banyak pundi – pundi uang yang akan masuk kantongnya siang ini.
“ Tuan Yin…..”
“ Saya sangat senang anda datang bersama kolega anda….”, ucapnya bersemangat.
“ Seperti biasa….”
“ Peraturan lama….”, ucap Yinhang datar.
Mendengar ucapan Yinhang seketika wanita gemuk tersebut terbelalak.
Dia sama sekali tak menyangka jika tuan muda yang ada dihadapannya itu memiliki hobi semacam itu.
“ Jika langsung berenam maka tarifnya akan beda…..”, ucapnya masih dengan ekspresi sedikit ragu
“ Tak masalah….”, ucap Jiang Xia Yan sambil mengeluarkan beberapa kantong tael emas dari sakunya.
Wanita gemuk tersebut langsung tersenyum lebar waktu pundi – pundai uang berada dalam genggamannya.
“ Jika seperti ini, saya akan langsung memanggil Han Wu Ying….”
“ Mohon tunggu ditempat biasa….”, ucapnya ramah.
__ADS_1