
Angin berhembus pelan namun sangat dingin, bahkan ketika matahari mulai menampakkan wajahnya udara sekitar juga tak segera menghangat bahkan jejak embun pagi masih melekat didedaunan membuat udara terasa segar alami.
Jiang Xia Yan yang semalam tidur sangat lelap pagi ini bangun dengan badan yang sangat segar dan kulit wajah bersinar cerah seperti mentari pagi yang sudah memancarkan sinarnya dengan terang.
Huaaa…..
Jiang Xia Yan merenggangkan kedua tangannya sambil duduk diatas ranjang , berusaha untuk mengumpulkan seluruh nyawanya.
“ Semua sudah berjalan sesuai rencana….”, guman Jiang Xia Yan puas.
Demi mendapatkan kepercayaan dari pangeran kedua Ming Shin, Jiang Xia Yan terus menuntun Han Shan Yang dengan berbagai macam ingatan masa depan dari sang pemiliki tubuh.
Semua usahanya itu ternyata membuahkan hasil yang maksimal, karena setiap prediksi yang diberikan oleh Han Shan Yang menjadi kenyataan sehingga pangeran kedua Ming Shin merasa puas dan menempatkan lelaki itu disisinya.
Tapi, ada sesuatu yang menganjal hati Jiang Xia Yan saat ini yaitu pertempuran yang dilakukan oleh Feng Mo Tian.
Seharusnya, setelah mendapatkan petunjuk darinya lelaki itu bisa menyelesaikan peperangan dalam waktu singkat.
Tapi nyatanya, hampir menginjak dua bulan belum ada kabar apapun mengenai hasil pertempuran yang dilakukan oleh pasukan keluarga Feng.
Sambil menatap gelang giok pemberian Feng Mo Tian, Jiang Xia Yan merasa hatinya sedikit gelisah jika memikirkan hal tersebut.
“ Apakah dia benar – benar mati sesuai takdir yang ada...”
“ Tapi, kenapa kabar kematiannya masih belum terdengar hingga sekarang….”, batin Jiang Xia Yan sedikit gelisah.
Meski dia bisa merubah beberapa hal buruk yang akan terjadi, tapi alur takdir yang ada masih berjalan sesuai dengan rute dan alur yang telah ditetapkan semula.
Jiang Xia Yan tak bisa merubah keseluruhan cerita yang sudah digariskan oleh takdir sesuai kehendak hatinya.
Bukan hanya Jiang Xia Yan saja yang saat ini sedang merasa gelisah, di istana kekaisaran Ru, seorang lelaki tampan dengan jubah keemasannya sedang duduk di kursi kebesarannya sambil mendengarkan laporan dari anak buahnya dengan wajah cemas.
“ Jadi, apa yang kamu temukan ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang dingin.
Kedua lelaki berpakaian hitam tersebut berlutut dengan tubuh bergetar sambil menunduk hormat hingga salah satu dari mereka mulai bersuara.
“ Maaf Yang Mulia….”
“ Kami belum menemukan informasi apapun hingga saat ini….”, ucapnya ketakutan.
“ Bahkan pergerakan mereka semakin lama semakin cepat….”
“ Dan kami juga tak bisa memprediksi seberapa besar kekuatan yang mereka miliki….”, ucap temannya menimpali.
Kaisar Ru Xie Chang terlihat mengurut pelipisnya sambil menghembuskan nafas secara kasar beberapa kali.
__ADS_1
“ Darimana mereka bisa memunculkan kekuatan terlarang itu ?....”
“ Kabut merah itu….”
“ Aku masih bisa mengingatnya dengan sangat jelas….”, ucap kaisar Ru Xie Chang sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
Setelah dirinya melenyapkan paman kekaisarannya beserta para penyihir kegelapan hingga ke akar – akarnya, kaisar Ru Xie Chang sama sekali tak menyangka jika ada kekuatan besar yang jahat akan muncul diwilayah kekuasaannya.
Sebuah sihir kuno terlarang yang sudah punah ratusan tahun yang lalu pada akhirnya muncul kembali di negara kekaisaran Ru.
Dan malam itu, pada saat dirinya sedang mengejar seseorang yang mencurigakan menyelinap masuk kedalam istana bersama anak buahnya.
Ditengah jalan dia mendengar terikan beberapa orang dan setelah didatangi, hampir seluruh warga desa yang tak jauh letaknya dari kekaisaran Ru tewas mengenaskan dengan semua lubang anggota tubuh mengeluarkan darah segar.
Kabut merah yang tersisa membuat kaisar Ru Xie Chang dan anak buahnya sedikit kesusahan untuk bernafas dan tulang – tulangnya terasa melunak hingga tak mampu menopang tubuhnya.
Untungnya dengan sigap dia beserta anak buahnya segera berteleportasi kembali kedalam istana sebelum nyawa mereka semua melayang.
Namun, keesokan harinya begitu dia kembali ke desa tersebut bersama anak buahnya untuk menyelidiki apa yang terjadi semalam.
Semua tubuh penduduk desa sudah lenyap tak berbekas dan hanya menyisakan darah kering yang masih tersisa diatas tanah.
Bau anyir juga melekat kuat disana, tapi sayangnya tak ada satupun mayat penduduk yang bisa kaisar Ru Xie Chang dapatkan.
Karena posisi desa sangat dekat dengan kekaisaran Ru, bahkan ada beberapa penyusup yang berhasil masuk kedalam istana membuat kaisar Ru Xie Chang pun meningkatkan kewaspadaan.
Sihir kuno terlarang, hanya itu yang bisa disimpulkan saat ini. Mengenai siapa dan berapa banyak orang yang menggunakan sihir tersebut sampai saat ini kaisar Ru Xie Chang masih belum bisa menemukan petunjuk apapun.
“ Yuyun….”
“ Bawa nona muda ketiga Jiang kemari….”, perintah kaisar Ru Xie Chang tegas.
Melihat banyak kejutan yang bisa diberikan oleh Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang sangat yakin jika gadis yang sangat dicintainya itu bisa memberikan petunjuk penting mengenai sihir kuno terlarang.
Kaisar Ru Xie Chang bisa saja menjemput sendiri Jiang Xia Yan, tapi karena dia tak bisa meninggalkan kerajaannya dalam situasi genting seperti ini.
Apalagi kedua orang tuanya tiba – tiba saja terserang penyakit aneh sehingga membuat mereka harus terbaring diatas ranjang.
Meski tak mematikan tapi keduanya tak bisa terkena udara luar dan terpaksa harus melakukan penyembuhan diruang rahasia yang sarat akan energy yin murni untuk menstabilkan kondisi tubuh keduanya.
Yuyun yang sudah tiba dikekaisarn Ming sedikit kesulitan untuk menemukan keberadaan Jiang Xia Yan melalui ilmu sihir yang dimilikinya.
Memang, sejak Jiang Xia Yan berhasil menembus tingkat surgawi level dua kemampuan untuk menyembunyikan dirinya semakin tinggi.
Bahkan energi sihir yang ditanamkan kedalam tubuh Jiang Xia Yan oleh kaisar Ru Xie Chang untuk mengawasi pergerakan gadis itu sudah tak bisa digunakan lagi.
__ADS_1
Agar bisa segera bertemu dengan Jiang Xia Yan, Yuyun terpaksa menggunakan cara manual untuk menemukan gadis itu.
Tapi cara ini juga tak terlalu efektif karena seharian ini Jiang Xia Yan memiliki mobilitas yang sangat tinggi berkaitan dengan bayak hal yang sedang dilakukannya sehingga membuat Yuyun memutuskan untuk menunggu gadis itu didepan kediamanannya.
Cukup lama Yuyun menunggu hingga tak terasa matahari sudah tenggelam dan languit berubah menjadi gelap.
Yuyun merasa lega waktu melihat ada kereta kuda datang mendekat gerbang kediaman dan dengan sigap diapun segera mengahadang kereta kuda yang disinyalir membawa Jiang Xia Yan.
“ Ada apa ?....”, tanya Jiang Xia Yan penasaran waktu tiba – tiba kereta yang dia naiki berhenti sebelum memasuki gerbang kediamanannya.
“ Ada gadis yang menghentikan kereta kuda kita nona….”, ucap Yinhang dari luar kereta.
Merasa jika aura gadis itu tak asing baginya, Jiang Xia Yan pun segera mengangkat tirai dan melihat sosok pelayan kaisar Ru Xie Chang berdiri disana.
“ Suruh dia masuk kedalam….”, perintah Jiang Xia Yan tajam.
Chyou yang mendengar perintah tersebut segera turun dari kereta dan membawa Yuyun masuk kehalaman kediaman nona mudanya.
Melihat wajah serius dan tegang Yuyun, Jiang Xia Yan merasa jika pasti ada hal buruk yang terjadi dikekaisaran Ru, tapi apa itu dia masih belum tahu dengan pasti.
Maka dari itu, Jiang Xia Yan pun bergegas untuk menemui Yuyun agar rasa penasaran yang mulai bercokol dihatinya bisa mereda.
Setelah bertemu, Yuyun pun segera menceritakan semua hal yang terjadi di kekaisaran Ru sesuai dengan instruksi kaisar Ru Xie Chang.
Begitu mendengar semua cerita Yuyun, Jiang Xia Yan sedikit mengkerutkan dahinya berpikir keras karena dia merasa tak asing dengan apa yang diucapkan oleh pelayan kaisar Ru Xie Chang tersebut.
“ Sihir kuno terlarang….”
“ Kabut merah….”, guman Jiang Xia Yan pelan.
Dia berusaha menggali hal tersebut dalam ingatannya, namun sayangnya masih belum membuahkan hasil seperti yang dia inginkan.
Jika tidak salah, ini adalah ingatan Wusia dan untuk menggali ingatan tersebut Jiang Xia Yan harus berkonsentrasi penuh.
“ Beri aku waktu satu hari….”
“ Aku akan menyusul kekaisaran Ru….”, ucap Jiang Xia Yan tajam.
“ Jika begitu, saya akan menunggu nona karena saya tak bisa kembali seorang diri….”, ucap Yuyun dengan sikap hormat.
“ Baiklah….”
“ Lin, bersihkan kamar tamu dan antar Yuyun beristirahat disana….”, perintah Jiang Xia Yan tegas.
Setelah Yuyun pamit undur diri dan pergi bersama Lin, Jiang Xia Yan pun segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat.
__ADS_1
“ Jika kaisar Ru Xie Chang tak bisa mengatasinya, kurasa sihir kuno terlarang ini sanagt berbahaya….”, batin Jiang Xia Yan tajam.