
Pagi hari berselimut kabut tak menghalangi beberapa orang mengais puing – puing reruntuhan demi mencari buku kuning peninggalan Ru Tang.
Beberapa kali Jiang Xia Yang menyipitkan kedua matanya begitu tumpukan debu beterbangan dihadapannya.
Untung saja dia menggunakan penutup hidung sehingga dia bisa menghindari debu – debu yang terus beterbangan dihadapannya setiap kali dia menyentuh sesuatu masuk kedalam hidungnya yang dapat membuatnya sesak nafas.
“ Apa ini ?.....”, Jiang Xia Yan terlihat mengkerutkan keningnya waktu melihat ada pola aneh dilantai.
Setelah diamati dengan seksama pola tersebut membentuk sebuah rune. Langsung saja Jiang Xia Yan mengarahkan satu telunjuknya dan aliran sihir mulai terasa.
Semua orang langsung berjalan mendekati Jiang Xia Yan waktu melihat lantai perlahan mulai bergeser dan ada tangga menuju kebawah tanah terbuka.
“ Ayo masuk….”, ucap Jiang Xia Yan sambil melangkahkan kakinya untuk turun.
Obor – obor di kanan dan kiri tangga mulai Jiang Xia Yan nyalakan sehingga ruangan yang tadinya gelap berubah menjadi terang.
Dapat semua orang lihat dibawah banggunan tersebut terdapat ruangan yang sangat luas dimana banyak mantra terpasanga di bagian sisi tembok.
Ditengah – tengah ruangan dapat Jiang Xia Yan lihat ada lingkaran cukup besar dengan tulisan berupa mantra yang disinyalir sebagai tempat untuk melakukan ritual.
Tepat ditengah – tengah lingkaran dapat dia lihat mangkuk besi besar dengan darah kering masih tersisa disana.
“ Kurasa, mereka melakukan ritual dengan darah manusia disini….”, ucap Jiang Xia Yan sambil menatap darah yang sudah mengering di dasar mangkuk.
Semua orang segera melepaskan beberapa mantra yang menempel agar bisa mencari buku kuning tersebut dengan leluasa.
Cukup lama semua orang mencari keberadaan buku tersebut namun sama sekali tak membuahkan hasil hingga Jiang Xia Yan melihat sebuah mantra yang terlepas diatas lantai.
Tanpa sadar dia mengucapkan kalimat yang ditulis dalam kertas mantra tersebut dan tak lama kemudian dari balik dinding keluar cahaya yang menyilaukan mata.
Dibalik dinding yang bergeser terlihat ada bungkusan kain berwarna merah sesuai dengan cirri – cirri yang disebutkan oleh Ru Qian.
Begitu tangan kaisar Ru Xie Chang hendak meraih buntalan tersebut, Jiang Xia Yan spontan berteriak keras “ Tunggu !!!!....”.
Mendengar teriakan Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang pun menghentikan pergerakannya dan menarik tangannya.
Sethhhh…..sethhhh…..sethhhh….
Keluar puluhan ular berbisa dari dalam lubang tersebut, seolah ular – ular tersebut melindungi buntalan kain merah tersebut dengan ketat.
__ADS_1
“ Ini bukan ular berbisa biasa….”, ucap Jiang Xia Yan tajam.
Setelah mengamati dengan seksama, kaisar Ru Xie Chang pun segera mengeluarkan sihirnya untuk memusnahkan ular – ular berbisa yang disinyalir telah dimantrai tersebut.
Bukannya mati, ular – ular tersebut semakin bertambah banyak dan langsung menyerang semua orang hingga kewalahan.
Tiba – tiba kepala Jiang Xia Yan berdenyut dengan kencang hingga membuat gadis itu memegangi kepalanya sambil memejamkan kedua matanya waktu ingatan Wuzia tiba – tiba muncul.
Setelah rasa pusing yang melanda kepalanya hilang, Jiang Xia Yan pun segera melangkah kearah dimana mangkuk besi tersebut berada.
Crashhh….
Darah segera langsung keluar begitu lengannya tersayat pisau. Setelah dirasa cukup, Jiang Xia Yan pun segera mengolesi luka sayatan tersebut dengan obat dan membungkusnya dengan kain agar tak terinfeksi.
Sambil memejamkan mata, Jiang Xia Yan mulai merapalkan mantra sesuai dengan apa yang dia lihat dalam slide ingatan Wuzia.
Langsung saja semua ular – ular yang tadinya beterbangan menyerang semua orang langsung berkumpul dalam mangkuk besi tersebut, berebut untuk meminum darah yang ada didasar mangkuk.
Setelah semua ular sudah berada dimangkuk besi, Jaing Xia Yan pun langsung membakar semua ular hingga menjadi abu.
Begitu ular – ular tersebut telah musnah, kaisar Ru Xie Chang pun segera mengambil buntalan kain merah tersebut dan membuka isinya.
“ Buku ini yang disebutkan oleh ayahanda kemarin….”, guman kaisar Ru Xie Chang senang.
Setelah mendapatkan apa yang dicarinya, semua orang segera kembali ke istana untuk meneliti buku tersebut dan merencanakan langkah selanjutnya.
Jiang Xia Yan sedikit bergidik ngeri waktu membaca betapa sakitnya proses ritual yang dilakukan agar bisa berpindah jiwa.
Setelah tubuhnya hancur, orang yang pernah melakukan perpindahan jiwa tidak akan langsung mati tapi rohnya akan langsung masuk kedalam tubuh yang telah dia siapkan yang cocok dengannya sebelum tubuh aslinya hancur.
Dan biasanya tubuh yang akan mereka masuki adalah tubuh orang yang telah mati namun raganya masih utuh sehingga bisa dia jadikan cangkang baru untuknya.
Seseorang yang sudah pernah mengalami perpindahan jiwa satu kali, untuk melakukan perpindahan jiwa selanjutnya tidak akan mengalami rasa yang menyakitkan seperti ritual yang mereka jalani diawal.
Mereka hanya perlu menggelar ritual sederhana sambil menyiapkan tubuh baru yang cocok sebagai cangkang mereka selanjutnya karena tubuh mereka yang lama hanya bisa menahan roh mereka maksimal sepuluh tahun.
Jadi setiap sepuluh tahun sekali mereka akan mencari tubuh baru sebagai cangkang mereka yang baru yang bisa menampung jiwa kotor tersebut.
“ Menurutmu, paman kekaisaran akan menempati tubuh seperti apa ?....”, tanya kaisar Ru Xie Chang penasaran.
__ADS_1
“ Entahlah…”
“ Aku juga tak bisa memprediksinya….”
“ Tapi melihat bagaimana dia sangat mencintai Han Shuang yang sekarang berubah identitas menjadi selir Hien, aku rasa dia akan berada disekitar wanita tersebut….”
“ Jika sudah kembali kekaisaran Ming….”
“ Aku akan menyelidikinya dengan jelas masalah ini….”, ucap Jiang Xia Yan tegas.
Jiang Xia Yan terlihat menatap jauh kedepan, mengetahui fakta yang ada membuat Jiang Xia Yan sedikit merubah rencananya.
“ Tampaknya aksi balas dendamku tak akan mudah…”, batin Jiang Xia Yan sambil mendesah pelan.
Kaisar Ru Xie Chang yang melihat perubahan diwajah cantik gadisnya langsung memeluknya dengan erat dari belakang.
“ Tenang saja….”
“ Ada aku….”
“ Seperti yang kukatakan sebelumnya….”
“ Aku akan selalu mendukung langkahmu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang berbisik lembut.
Meski ucapan kaisar Ru Xie Chang membuatnya sedikit tenang, tapi tampaknya Jiang Xia Yan masih harus bertemu dengan Feng Mo Tian terlebih dahulu karena lelaki itu juga terkait dengan adanya sihir kuno terlarang dimasa lalu.
“ Apa kamu berencana untuk pergi kekaisaran Ming bersamaku ?....”, tanya Jiang Xia Yan penasaran.
“ Dalam waktu dekat aku akan menyusulmu kesana….”
“ Aku menunggu kondisi kedua orang tuaku pulih kembali….”, ucap kaisar Ru Xie Chang hangat.
Keduanya pun kemudian terdiam tanpa kata karena sibuk dengan pemikiran mereka masing – masing sambil berpelukan erat.
Sementara itu, dipaviliun Anggrek istana kekaisaran Ming seorang lelaki yang baru saja bercinta dengan wanitanya tersenyum sinis waktu merasakan jika ular – ular yang digunakan untuk melindungi buku pemindah jiwa telah dimusnahkan.
“ Akhirnya mereka mengetahuinya juga….”
“ Aku sungguh tak sabar untuk kembali menghadapi keponakanku secara langsung….”
__ADS_1
“ Itupun jika dia bisa menemukan keberadaanku….”, batinnya menyeringai lebar.