
Dalam kesuyian malam, hanya hembusan angin yang terdengar dari balik jendela tanpa adanya suara binatang malam membuat banyak orang larut kedalam alam mimpi, tapi tidak dengan Jiang Xia Yan.
Gadis itu masih duduk dengan posisi lotus berusaha menggali ingatan terdalam akan kenangan yang ada dalanm diri Wuxia.
Meski sedikit sulit, tapi Jiang Xia Yan bertekad untuk menemukan petunjuk mengenai sihir kuno terlarang yang sangat gadis itu yakini ada dalam ingatan Wuzia.
Cukup sulit untuk bisa menembus ingatan Wuxia karena berada diposisi paling dalam dan tersembunyi di ruang ingatan.
“ Kurasa dibalik pintu itu semua petunjuk bisa aku dapatkan….”, ucap Jiang Xia Yan bersemangat.
Diapun segera membuka pintu ingatan yang tertutup rapat tersebut dengan susah payah karena tampaknya sudah tak pernah dibuka sangat lama karena bagian gagang pingtunya terlihat sduah berkarat.
“ Ceklekkk…..akhirnya….”, ucap Jiang Xia Yan lega.
Jiang Xia Yan segera memasuki ruang ingatan Wuxia dengan penuh semangat begitu pintu berkarat tersebut terbuka lebar.
Ternyata ingatan Wuxia cukup menarik dibandingkan ingatan sang pemilik tubuh asli yang dipenuhi kebodohan dan kenaifan seorang gadis.
Wuxia ternyata gadis yang sangat optimis, ceria dan lebih mengutamakan logika dibandingkan dengan perasaan hingga dia terjebak dengan yang namanya cinta.
“ Ini….”, guman Jiang Xia Yan tercenggang.
Dia melihat dua orang laki – laki tampan yang wajahnya mirip dengan Feng Mo Tian dan pangeran kedua Ming Shin.
“ Ohhh…jadi cinta segitiga….”, guman Jiang Xia Yan tak percaya.
Dipun kembali membuka slide demi slide untuk mendapatkan petunjuk yang ada sambil beberapakali berdecak sebal waktu melihat bagaimana Wuxia mengejar – ngejar lelaki yang wajahnya sangat mirip dengan pangeran kedua Ming Shin.
“ Cinta memang bisa membuat orang menjadi bodoh….”, guman Jiang Xia Yan kesal.
Jiang Xia Yan terus mengamati dengan seksama setiap tayangan yang muncul dalam slide sambil mengingat beberapa tempat dan hal penting disana.
Setelah mendapatkan semua informasi yang diinginkannya, Jiang Xia Yan pun mulai kembali kedalam alam sadarnya dengan keringat membasahi tubuhnya karena menggunakan kekuatan besar untuk bisa menerobos masuk kedalam ingatan Wuxia.
sesudah berganti pakaian dan membasuh tubuhnya yang lengket dengan iar hangat, Jiang Xia Yan pun segera mengambil gulungan kertas dalam brangkas pribadinya.
Dia membuka gulungan kertas tersebut dan membentangkannya diatas meja. Rencananya Jiang Xia Yan akan membuat salinan peta tersebut dengan ilmu sihir dan menyimpan yang aslinya karena benda itu sangat berharga.
Setelah selesai, dia kembali menyimpan gulungan kertas tersebut kedalam brangkas dan memasukkan salinannya kedalam kantong yang akan dia bawa ke kaisaran Ru esok hari.
__ADS_1
“ Aku harus beristirahat sekarang karena esok hari akan lebih sibuk….”, guman Jiang Xia Yan langsung merebahkan dirinya diatas ranjangnya.
Keesokan harinya, waktu sarapan pagi Jiang Xia Yan meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk pergi kekaisaran Ru karena ada hal yang sangat mendesak untuk dilakukan tanpa menyebutkan apa itu.
Melihat jika ada perwakilan dari kekiasaran Ru yang menjemput Jiang Xia Yan, kedua orang tuanya pun tak bisa untuk melarang dan berharap putrinya akan segera memberikan kabar begitu sampai disana.
Yuyun memberikan sebuah batu sihir (jika dijaman modern seperti hp yang bisa berkirim chat untuk bertukar kabar ) kepada Jiang Shing agar mereka bisa berkirim pesan dengan Jiang Xia Yan selama gadis itu berada dikekaisaran Ru.
Sebelum berangkat, Jiang Xia Yan juga berpesan kepada keempat pelayan pribadinya untuk mengelola kediaman dan bisnis butiknya.
“ Chyou, benda yang kuberikan padamu dulu masih ada kan ?....”, tanya Jiang Xia Yan tajam.
“ Masih nona….”, ucap Chyou dengan sikap hormat.
“ Gunakan jika keadaan mendesak….”, perintah Jiang Xia Yan tegas.
“ Siap nona….”, ucap Chyou patuh.
Jiang Xia Yan pun berjalan kearah Yinhang dan menyerahkan keamanan keluarga dan seluruh orang yang ada dalam kediaman kepadanya.
Selanjutnya, Jiang Xia Yan pun segera mengajak Yuyun untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum pergi kekaisaran Ru.
“ Pantas saja Yang Mulia begitu menghargai nona….”
Setelah menemani Jiang Xia Yan seharian menemui beberapa orang sebelum dia meninggalkan kekaisaran Ming, keduanya menyempatkan untuk makan sebelum berangkat ke kaisaran Ru.
“ Apa kamu capek ?....”
“ Kita bisa beristirahat sebentar sebelum berangkat….”, ucap Jiang Xia Yan lembut.
“ Saya baik – baik saja nona….”
“ Karena kondisi mendesak, kita perlu berada di kekaisaran Ru secepatnya….”, ucap Yuyun sopan.
Begitu makanan telah sampai, keduanya segera menghabiskan hidangan yang ada dengan cepat agar bisa segera pergi kekaisaran Ru.
Tanpa keduanya sadari ada sepasanga telingga yang mendengar obrolan kecil mereka sambil mengkerutkan kening cukup dalam.
“ Kekaisaran Ru….”
__ADS_1
“ Kenapa nona muda ketiga Jiang ingin kesana ?....”, batinnya penasaran.
Setelah kedua gadis tersebut pergi, seseorang yang tadi mencuri dengar pembicaraan keduanya juga segera melesat pergi untuk melaporkan semuanya kepada majikannya.
Begitu tiba dihutan, keduanya segera berteleportasi kedalam istana kekaisaran Ru. Sebelum menemui kaisar Ru Xie Chang, Jiang Xia Yan lebih dulu akan menemui kedua orang tua kaisar untuk melihat kondisi mereka.
“ Saya akan menjemput nona begitu kaisar telah tiba diistana….”, ucap Yuyun sambil membungkuk hormat.
Yuyun segera pergi dan meninggalkan Jiang Xia Yan didepan lorong yang akan membawa gadis itu masuk kedalam ruang rahasia dimana dia dulu mengobati kaisar Ru Xie Chan.
Hanya dengan satu gerakan, pintu ruang rahasia terbuka dan Jiang Xia Yan langsung masuk menghampiri kedua pasangan suami istri yang tergolek lemas diatas giok salju.
“ Ini ?....”, batin Jiang Xia Yan tercengang.
Untuk memastikan semuanya, Jiang Xia Yan pun mulai melakukan sederetan tes untuk menguji kevalidan prediksinya.
“ Apakah ini efek dari sihir kuno terlarang ?….”
“ Tapi, bagaimana bisa masuk kedalam istana ?….”, batin Jiang Xia Yan binggung.
Pasalnya, selama dia berjalan tadi Jiang Xia Yan sama sekali tak bisa mendeteksi jika ada sihir kuat disalam istana.
Jiang Xia Yan pun mengeluarkan sebuah buku kecil berisi catatan petunjuk mengenai sihir kuno terlarang yang berhasil dia dapatkan dari ingatan Wuzia.
“ Apakah sihir kuno ini tak bisa terdeksi ?....”, guman Jiang Xia Yan sedikit binggung.
Begitu dia melihat lagi catatannya, kedua matanya segera terkunci kepada beberapa gambar yang berhasil dibuatnya.
“ Apa aku harus mencari tanaman – tanaman ini dan mengujinya ?....”
“ Kurasa aku bisa mendapatkan petunjuk dari sini…”, guman Jiang Xia yan sambil mengetuk – ngetukkan telunjuknya didagunya.
Karena terlalu fokus dengan catatan yang ada ditangannya, Jiang Xia Yan tak menyadari jika ada seorang lelaki tampan berjalan cepat kearahnya.
“ Sayang….”
“ Aku benar – benar merindukanmu….”, ucap kaisar Ru Xia Chang sambil mendekap tubuh Jiang Xia Yan dari belakang dengan erat.
Karena tak bisa lagi mendeksi dan melihat segala macam aktivitas Jiang Xia Yan melalui sihir yang ditanamkan didalam tubuh gadis itu, kaisar Ru Xie Chang hanya bisa menunggu untuk bertemu langsung dengan gadisnya itu seperti saat ini.
__ADS_1
Tubuh Jiang Xia Yan sedikit bergetar waktu lelaki itu mengecupi tekuk lehernya dengan lembut sambil sesekali menghisapnya dengan kuat.
“ Aku benar – benar merindukanmu….”, ucap kaisar Ru Xia Chang dengan suara berat dan serak membuat tubuh Jiang Xia Yan berdesir seketika.