Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
ASA YANG ADA


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu dan banyak kejadian tak terduga berjalan dengan cepat. Setelah berhasil menakhlukkan kekaisaran Ming, kaisar Ru Xie Chang terus saja menganggu Jiang Xia Yan tanpa henti.


Tapi ini sudah hampir tiga hari lelaki tampan tersebut tak lagi menunjukkan batang hidungnya. Meski Jiang Xia Yan merasa sangat senang tapi entah kenapa dibagian sudut hatinya merasa sangat gelisah.


Seharian ini dia terus menatap kearah luar jendela, berharap ada sosok yang tak asing masuk melalui celah tersebut.


“ Apa yang aku tunggu…”


“ Sadarlah….”


“ Cinta hanya akan membuatmu lemah dan sakit….”,  alarm bawah sadar Jiang Xia Yan memberi peringatan nyata pada gadis itu.


Perlahan memori ingatan dalam kehidupan sebelumnya kembali terbuka dimana dia lihat banyak orang yang sangat dia sayangi, entah itu sahabat atau keluarganya yang menjadi bodoh, lemah dan tersakiti karena cinta.


Bahkan Wuxia dan pemilik tubuh asli juga terbunuh akibat kebodohannya karena terlalu mencintai seseorang yang tak layak.


Dan sekarang, dirinya tampak mulai terbelenggu dengan hal tersebut. Meski berusaha untuk disangkal tapi perasaan itu perlahan mulai tumbuh tanpa dia sadari.


Sambil menghela nafas panjang dengan pikiran rumit, Jiang Xia Yan pun mulai menatap langit yang bertaburan bintang secara perlahan.


Belum juga jendela kamar tertutup sepenuhnya, satu bayangan hitam melesat masuk kedalam kamarnya dan mengunci tubuh munggil Jiang Xia Yan dalam pelukannya.


“ Apa kamu merindukanku, Yan’er ?.....”, bisik kaisar Ru Xie Chang dengan suara serak dan berat.


Gigitan – gigitan kecil yang diberikan kaisar Ru Xie Chang didaun telingga Jiang Xia Yan mampu membuat tubuh gadis itu menjadi panas dingin tak karuan.


Belum juga dia berhasil menenangkan kegelisahan hatinya, perasaannya kembali diporak – porandakan oleh kehadiran sosok yang beberapa hari ini tanpa sadar sangat dia rindukan.


Gigitan kecil di leher kaisar Ru Xie Chang pada akhirnya berhasil menghentikan tindakan nakal lelaki tersebut sehingga mata keduanya pun bertemu dan saling mengunci dalam diam.


“ Aku tak tahu jika Yan’er ternyata suka bermain kasar….”, ucap kaisar Ru Xie Chang dengan senyum menggoda.


Meski tak mengeluarkan darah, tapi bekas gigitan Jiang Xia Yan menimbulkan rasa perih yang menandakan jika gadis itu menggigitnya dengan sekuat tenaga.


Melihat jika bekas gigitannya memiliki bekas yang akan sulit hilang dengan posisi yang cukup terlihat membuat hati Jiang Xia Yan merasa tak nyaman.


Jiang Xia Yan merasa seperti orang yang mesum sekarang dengan berani menggigit dan meninggalkan bekas dileher kaisar Ru Xie Chang.

__ADS_1


Jika ada orang lain yang tahu akan hal ini, mungkin dia akan kehilangan muka. Membayangkan saja sudah membuat Jiang Xia Yan merasa sangat malu.


Melihat semburat merah diwajah Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang pun terlihat bahagia dan berniat untuk menggodanya.


“ Kurasa bekas ini tak akan mudah hilang….”


“ Jadi, Yan’er harus bertanggung jawab akan hal ini…”, ucap kaisar Ru Xie Chang terlihat sedih dan tertekan.


Sekarang wajah kaisar Ru Xie Chang sudah seperti seseorang yang baru saja dilecehkan. Dan hal ini tentu saja membuat Jiang Xia Yan merasa sangat kesal.


“ Kenapa aku harus bertanggung jawab kepadamu….”


“ Kamu saja sudah memberiku banyak tanda aku masih diam saja…”


“ Jadi, jangan buat alasan konyol itu untuk menindasku….”, ucap Jiang Xia Yan mulai tersulut emosi.


“ Mana bekas yang aku tinggalkan di tubuhmu….”, ucap kaisar Ru Xie Chang penasaran.


Dengan tak tahu malu kaisar Ru Xia Chang menarik bagian depan pakaian Jiang Xia Yan sehingga menampilkan bagian atas dada gadis itu yang penuh dengan bercak merah keungguan yang masih belum pudar.


“ Jika seperti itu maka kita berdua harus saling bertanggung jawab….”


“ Baiklah….”


“ Aku akan menikahimu secepatnya….”, ucap kaisar Ru Xie Chang penuh rasa bersalah.


“ Tidak….”


“ Kamu tak perlu bertanggung jawa kepadaku…”


“ Begitu juga denganku, tak perlu bertanggung jawab kepadamu….”, ucap Jiang Xia Yan sambil memalingkan wajahnya dengan kesal.


Melihat bibir Jiang Xia yan yang mengerucut kedepan membuat kaisar Ru Xie Chang menajdi semakin gemas dan kembali menggodanya.


“ Aku akan memberikan kerajaan Ruxie ini kepadamu…”


“ Anggap saja sebagai mahar pernikahan kita….”, ucap kaisar Ru Xie Chang santai.

__ADS_1


“ Apalagi ini !!!...”


“ Dia memberiku sebuah negara dengan wilayah yang sangat luas dan makmur dengan santai seperti memberi seorang anak kecil sebuah permen….”, batin Jiang Xia Yan terkejut.


Tanpa sadar kedua mata Jiang Xia Yan melotot tajam kerarah kaisar Ru Xie Chang melihat kegilaan lelaki tersebut demi mengejar sesuatu yang bernama cinta.


Melihat jika gadisnya sudah mulai emosi, kaisar Ru Xia Chang pun langsung memeluknya dengan erat sambil berbisik lirih “ Aku akan ikuti semua kemauan Yan’er, tapi jangan membuatku menunggu terlalu lama….”.


Setelah mengatakan hal tersebut, kaisar Ru Xie Chang pun langsung menghilang tanpa bekas meninggalkan Jiang Xia Yan yang masih terdiam karena syok.


Jika dalam kehidupannya terdahulu, banyak lelaki yang mengejarnya dan memberikannya apapun tapi menurutnya tak segila apa yang dilakukan oleh kaisar Ru Xie Chang kepadanya.


“ Memberiku mahar sebuah negara….”, guman Jiang Xia Yan sambil tersenyum ngeri.


Kembali mengingat jika dalam kehidupannya terdahulu dia mati ditangan para pengagum fanatiknya maka dalam kehidupan kali ini dia tak ingin mengulang kesalahan yang sama.


Untuk itu dia tak bisa menolak secara kasar keingginan kaisar Ru Xie Chang yang sangat terobsesi menginginkan Jiang Xia Yan menjadi permaisurinya.


“ Aku tak mau mati kedua kalinya dengan masalah dan posisi yang sama….”


“ Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang….”, guman Jiang Xia Yan binggung.


Meski kaisar Ru Xie Chang mengatakan jika dia akan mengikuti keingginan Jiang Xia Yan dan akan memberikannya waktu.


Tapi, itu juga tak akan berlangsung lama karena lelaki itu pasti akan kembali menanyakan kepadanya kesanggupannya untuk menjadi permaisuri kekaisaran Ru.


Disaat seperti ini Jiang Xia Yan merasa jika dirinya lebih baik berada ditengah medan pertempuran untuk membantai musuh – musuhnya daripada menghadapi seseorang yang jatuh cinta kepadanya.


Apalagi orang tersebut bukanlah lelaki biasa karena memiliki kekuatan dan kekuasaan yang besar yang tak tertandingi.


“ Aku pernah sekali menolaknya….”


“ Apakah jika aku kembali menolaknya dia akan bertindak nekat ?....”, Jiang Xia Yan terlihat menggerutu sambil berjalan mondar – mandir didalam kamarnya.


Tampaknya malam ini dia tak akan bisa tidur dengan tenang karena masalah ini. Untuk meredakan kegelisahan hatinya, Jiang Xia Yan pun lamgsung naik keatas ranjang dan duduk dalam posisi lotus.


Berusaha untuk bermeditasi agar hati dan pikirannya yang kacau bisa sedikit tenang. Perlahan Jiang Xia Yan mulai menutup kedua matanya dan berusaha fokus dan membiarkan alam bawah sadarnya memegang kendali.

__ADS_1


__ADS_2