Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
TERUNGKAP


__ADS_3

Pagi hari yang ceria dengan mekarnya berbagai macam bunga aneka warna dihalaman depan paviliun Mawar membuat permaisuri Lihua merasa jika musim semi kali ini adalah musim semi terbaik dalam hidupnya.


Sambil menyesap teh hangat ditangannya dan menikmati kudapan yang dibuat oleh koki istana, wanita nomor satu dikekaisaran Ming ini tak henti – hentinya untuk tersenyum lebar.


“ Aku sudah tak sabar menunggu malam hari untuk segera menjalankan rencanaku….”, batin permaisuri Lihua bersemangat.


Melihat junjungan mereka dalam suasana hati yang baik, semua pelayan merasa jika permaisuri Lihua sangat bahagia karena nanti malam akan menghabiskan malam panjang dengan Yang Mulia Kaisar.


Sudah cukup lama kaisar Ming Qin tidak berkunjung ke paviliun mawar akibat banyaknya tugas kenegaraan yang diembannya sehingga membuatnya harus sering pergi keluar kota untuk menangani masalah yang terjadi secara langsung.


Seandainya kembali ke istana, kaisar Ming Qin biasanya akan langsung perhi ke paviliun anggrek untuk menemui selir Hien yang selama ini dianggap netral dan tak terlalu mencampuri urusan yang ada dalam istana sehingga kaisar merasa nyaman berada didekatnya.


Sementara itu dikekaisaran Ru terlihat Jiang Xia Yan sedang mendiskusikan banyak hal bersama kaisar Ru Xie Chang dan Yeying.


Setelah mempelajari dan mengamati pergerakan para penganut sihir kuno terlarang mereka bisa menyakini jika kekuatan tersebut bisa dilemahkan dengan serangan di pusat meridian.


Dengan menghancurkan pusat meridian dan membakar tubuh asli mereka tak akan bisa untuk berpindah jiwa seperti apa yang terjadi pada Ru Tang.


Namun untuk mengantisipasi kecelakaan yang ada maka dalam penyerangan harus ada dua sisi. Yang pertama adalah penyerang yang melumpuhkan meridian dan yang kedua adalah pembakar jasad.


Entah itu jasad yang disiapkan sebagai inang baru mereka dan juga tubuh asli mereka. Semua harus dibakar dalam waktu bersamaan.


Dari hasil penyelidikan beberapa waktu terakhir dapat kaisar Ru Xie Chang temukan jika dalam setiap kamp. musuh selalu ada tiga hingga lima jasad yang diawetkan untuk menjadi inang mereka seandainya ada yang membunuh mereka.


“ Baik….”


“ Kita bergerak sesuai dengan rencana….”


“ Pastikan tidak ada kesalahan….”, ucap kaisar Ru Xie Chang tegas.


Semuanya segera bubar setelah rapat selesai, begitu juga dengan Jiang Xia Yan yang langsung berteleportasi menuju kekaisaran Ming.


Hari ini banyak yang harus dia rencanakan seiring memuluskan rencana permaisuri Lihua dalam memasang perangkap di paviliun anggrek.


Pangeran kedua Ming Shin dan selir Hien beraktivitas seperti biasa seolah tak menyadari jika ada predator yang siap memangsa mereka nanti malam.

__ADS_1


Malam semakin larut, suara binatang malam yang keluar untuk mencari makan dan jangkrik mulai menggema diluar ruangan.


Perlahan lelaki paruh baya berparas tampan dengan jubah naga berwarna kuning memasuki paviliun mawar.


Sudah lama dia tak memasuki kediaman permaisurinya tersebut karena disibukkan oleh tugas dan selir Hien hingga melupakan istri resminya.


“ Aku senang Yang Mulia bisa menyempatkan waktu untuk mengunjungiku malam ini…..”, ucap permaisuri Lihua lembut.


Diapun segera membantu suaminya melepaskan seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalam yang tipis sebelum keduanya pada akhirnya melakukan penyatuan, melepaskan kerinduan yang telah terpendam cukup lama.


Setelah melakukan kewajibannya, permaisuri Lihua pun mulai melancarkan aksinya. Dia berkata dengan lembut dan provokatif memancing rasa curiga dalam benak kaisar.


“ Aku tahu Yang Mulia mungkin ragu akan ucapanku….”


“ Tapi kita bisa membuktikannya malam ini…”, ucap permaisuri Lihua merasa tak enak hati.


Melihat kening kaisar Ming Qin sedikit berkerut, dalam hati permaisuri Lihua merasa puas akan actingnya malam ini yang bisa dengan mudah mempengaruhi suaminya.


Meski tak percaya, namun dia juga tak ingin selir Hien difitnah begitu saja oleh permaisuri Lihua maka dari itu diapun bergegas berpakaian dan keluar menuju paviliun anggrek.


Permaisuri Lihua beserta pelayannya mengikuti langkah kaisar Ming Qin dari belakang sambil tersenyum penuh kemenangan.


Kaisar Ming Qin langsung mengangkat satu tangannya begitu pengawal diluar pavilun anggrek ingin menyampaikan kedatangannya.


Begitu masuk, wajah kaisar Ming Qin langsung berubah merah padam waktu mendengar nyanyian merdu tengah malam.


Bukan hanya kaisar Ming Qin yang terkejut, kasim dan beberapa pelayan yang ada dibelakang kaisar Ming Qin bahkan sampai melotot dengan mulut terbuka lebar karena terkejut.


Brakkkk….


Kaisar Ming Qin menendang pintu kamar selir Hien dengan kasar membuat kedua orang yang sedang bergumul didalam ruangan terbelalak karena tak menyangka kaisar Ming Qin akan memergokinya berselingkuh.


Dengan kasar, kaisar Ming Qin segera menjambak rambut panjang selir Hien dan langsung menampar wajah cantik tersebut beberapa kali hingga bengkak.


Ru Tang yang tak terima wanita yang dicintainya disakiti hendak menyerang, namun ada kekuatan sihir yang cukup besar menghentikannya.

__ADS_1


“ Pegawal !!!....”


“ Tangkap dia !!!....”, teriak kaisar Ming Qin lantang.


Ru Tang yang terpojok karena kekuatan sihir yang menghalangi kekuatannya segera berteleportasi dengan sisa tenaga yang ada.


“ Sial !!!....”


“ Siapa yang menjebakku !!!...”


“ Jika ketemu, aku akan menghancurkannya !!!....”, ucap Ru Tang penuh amarah.


Melihat Ru Tang melarikan diri dengan cara berteleportasi, kaisar Ming Qin semakin geram karena menyadari jika lelaki yang berselingkuh dengan selir Hien bukan berasal dari negara Ming membuat amarahnya semakin memuncak.


Setelah menginstruksikan untuk menggurung selir Hien didalam kediamanannya dan tak membiarkannya keluar, kaisar Ming Qin pun segera menuju lokasi dimana pangeran kedua Ming Qin melakukan pertemuan rahasia dengan para pejabat sesuai informasi yang didapatkannya dari permaisuri LIhua.


“ Sebaiknya persiapkan dirimu untuk menjalani pengasingan diistana dingin besok….”, ucap permaisuri Lihua sinis.


Permaisuri Lihua dan para pelayannya segera meninggalkan paviliun anggrek dengan senyum penuh kemenangan.


“ Achhhh !!!.....”, selir Hien berteriak kencang sambil mengobrak – abrik kamarnya dengan penuh amarah.


Semua hal yang telah dia rencanakan selama puluhan tahun pada akhirnya hancur berantakan. Selir Hien sama sekali tak menyangka jika permaisuri Lihua akan menemukan kelemahannya ini.


Jiang Xia Yan yang sudah berada ditempat pertemuan, segera membuat sihir pelindung agar Ming Ming tak bisa mendeteksi kehadiran kaisar Ming Qin bersama rombongan dan kabur secepatnya karena dia membutuhkan waktu untuk menembus pelindung sihir yang dibuatnya.


Begitu kaisar Ming Qin tiba bersama pasukannya, pangeran kedua Ming Shin beserta para pengikutnya tak bisa lagi melarikan diri.


Dengan penuh amarah, kaisar Ming Qin pun segera menangkap para pejabat yang terlibat dengan pangeran kedua Ming Shin malam ini dan berencana untuk menjatuhkan hukuman kepada mereka keesokan harinya.


Para pejabat yang memiliki ilmu sihir ingin menggunakan kekuatannya segera dilumpuhkan oleh Jiang Xia Yan agar mereka tak bisa lolos.


Kaisar Ming Qin yang melihat pangeran kedua Ming Shin ingin melarikan diri segera mengejarnya hingga dia mendapati sesuatu diluar prediksinya.


“ Kalian !!!....”, teriak kaisar Ming Qin tercenggang waktu dia melihat jika ada dua orang yang sama persis ada dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2