Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang

Pembalasan Dendam Putri Jenderal Perang
MENGUMPULKAN KEKUATAN


__ADS_3

Di sebuah lapangan tertutup di kekaisaran Ru, tampak ratusan pasukan sedang melatih kemampuan sihir mereka dengan baik.


Setelah berdiskusi dengan Jiang Xia Yan, kaisar Ru Xie Chang segera mengumpulkan pasukan militernya yang memiliki kemampuan menggunakan ilmu sihir.


Karena hanya ada sekitar dua ratusan orang yang memiliki ilmu sihir setara dengan para penganut sihir kuno terlarang, maka kaisar Ru Xie Chang melakukan pelatihan khusus terhadap tiga ratus pasukannya yang masih memiliki kemampuan sihir dibawah sihir kuno terlarang.


“ Bagaimana peningkatannya ?…”, tanya kaisar Ru Xie Chang tajam.


“ Para prajurit sudah mengalami peningkatan yang pesat Yang Mulia….”, ucap Yiyeng dengan sikap hormat.


“ Bagus….”


“ Pastikan dalam minggu kemampuan mereka semuanya sudah bisa menandingi sihir kuno terlarang….”, ucap kaisar Ru Xie Chang tegas.


“ Siap laksanakan !!!....”, ucap Yiyeng patuh.


Diapun kembali kedalam lapangan untuk berlatih bersama pasukannya untuk mengejar waktu yang tinggal tersisa beberapa hari lagi.


Peningkatan kekuatan pasukan kekaisaran Ru sedikit banyak juga hasil dari ramuan sihir yang dibuat oleh Jiang Xia Yan untuk mereka sehingga bisa menyerap ilmu sihir dan mengaplikasikannya lima kali lebih cepat daripada jika belajar secara normal seperti biasa.


Kaisar Ru Xie Chang merasa sedikit tenang waktu mengetahui dari mata – mata yang ditempatkan dibeberapa tempat sepanjang aliran sungai jika para penganut sihir kuno terlarang sampai dengan saat ini masih belum melakukan pergerakan yang berarti.


“ Baguslah….”


“ Dengan mereka diam maka aku masih memiliki waktu untuk melatih pasukanku lebih lama….”, batin kaisar Rui Xie Chang sedikit lega.


Diruang kerjanya, kaisar Ru Xie Chang berkali – kali melihat batu ajaib yang dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Yuyun.


Sejak Yuyun melaporkan jika ada aura cukup kuat berada didalam kamar nona mudanya namun setiap dia berusaha untuk mengecek kondisi yang ada, aura tersebut langsung menghilang tanpa bekas.


Meski kaisar Ru Xie Chang merasa was- was tapi melihat jika Jiang Xia Yan masih tetap aman, hal tersebut menandakan jika gadis itu mengenal baik siapa yang mendatanginya.


“ Kurasa hanya ada dua orang yang bisa masuk, kucing liar itu dan kembaran pangeran Ming Shin….”, guman kaisar Ru Xie Chang tak senang.


Untuk saat ini dia berusaha mempercayai apapun keputusan dan rencana yang dibuat oleh Jiang Xia Yan dan akan berusaha untuk mendukungnya secara penuh meski hal itu menyakiti hatinya.


Dilain tempat, Jiang Xia Yan terus memutar otaknya untuk menyingkirkan pangeran kedua Ming Shin dari perebutan kursi putra mahkota.

__ADS_1


“ Dia sangat licik dan juga memiliki kembaran yang sangat kuat….”


“ Aku tak bisa menyerangnya secara langsung….”, batin Jiang Xia Yan resah.


Dia terlihat berjalan mondar – mandir sambil bersendekap dan meracau tak jelas membuat Lin dan Jinying yang berada disebelahnya mulai sedikit pusing melihat nona mudanya terus mondar – mandir kaya setrikaan, tapi mereka juga tak berani untuk menegur.


“Aha…..”, teriak Jiang Xia Yan dengan kedua mata berbinar waktu dia mendapatkan ide bagus.


“ Kenapa aku tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya….”, guman Jiang Xia Yan antusias.


Jiang Xia Yan pun segera menginstruksikan kepada Jinying untuk memanggil Yuyun karena hanya gadis inilah yang bisa melakukan tugas tersebut dengan baik dan benar.


Yuyun hanya menganggukkan kepalanya mendengar instruksi yang diberikan oleh Jiang Xia Yan kepadanya sebagai tanda mengerti.


“ Baik, saya tak akan pernah mengecewakan nona….”, ucap Yuyun patuh.


Tak lama kemudian diapun segera melesat pergi untuk menyusup kedalam istana dan tujuannya kali ini adalah pavilun mawar dimana permaisuri Yihua tinggal.


Permaisuri Yihua yang mendapatkan informasi tersebut tak langsung percaya,tapi dia cukup penasaran akan informasi tersebut sehingga lamgsung mengutus pasukan bayangan miliknya untuk menyelidiki informasi yang didapatkannya itu.


Keempat pangeran semuanya terlihat saling menjatuhkan, hanya pangeran kedua Ming Shin saja yang terlihat tenang dan tak melakukan pergerakan apapun seperti pangeran yang lainnya.


Maka dari itu, permaisuri Yihua merasa sedikit aneh waktu mendapatkan kabar tersebut sehingga hanya perlu menyelidikinya secara diam – diam.


Dalam surat rahasia yang diterimanya selain menyebutkan jika pangeran kedua Ming Shin diam – diam mengumpulkan kekuatan dan bergerak dibelakang layar, lelaki tersebut juga memiliki saudara kembar identik yang sengaja disembunyikan.


Dan yang paling membuatnya antusias adalah masalah perselingkuhan antara selir Hien dengan pengawal pribadinya.


Selama ini, meski posisi selir Hien tak terlalu menonjol namun kaisar Ming Qin selalu memberikan perhatian khusus kepada wanita tersebut sehingga membuat permaisuri Yihua merasa tak senang.


Ditambah lagi jika benar pangeran kedua Ming Shin memang berambisi menjadi putra mahkota dan menginginkan kekuasaan kaisar dimasa depan tentu akan mempersulit langkah putranya pangeran Ming Zheting untuk merebut kekuasaan.


“ Kuharap berita ini benar sehingga aku bisa menyingkirkan selir Hien dan anaknya sekaligus dalam sekali pukul….”, batin permaisuri penuh ambisi.


Setelah menunggu hampir seharian pada akhirnya permaisuri Yihua mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.


“ Jadi begitu….”, ucap permaisuri Lihua tersenyum licik.

__ADS_1


Permaisuri Lihua pun segera mengatur siasat agar tindakan tercela selir Hien tersebut bisa diketahui kaisar Ming Qin.


Wanita nomor satu dikekaisaran Ming tersebut sangat tahu jika suaminya penuh kecurigaan terhadap siapapun.


Pada saat dia mengetahui jika selir Hien berselingkuh dengan cinta pertamanya, maka identitas pangeran kedua Ming Shin tentunya akan membuat kaisar Ming Qin menjadi ragu karena selir Hien hamil pada saat kaisar pergi berperang selama dua tahun.


“ Awasi semua pergerakan pangeran kedua Ming Shin dan laporkan semuanya padaku setiap hari….”, perintah permaisuri Lihua tegas.


“ Dimengerti….”, setelah mengatakan hal tersebut, pengawal bayangan itu langsung hilang tanpa bekas meninggalkan permaisuri Lihua yang sedang bahagia karena sudah tak sabar untuk segera menyingkirkan selir Hien dan putra semata wayangnya.


Sementara itu, dikediaman Feng kondisi semakin hari semakin memanas. Kali ini Feng Mo Tian benar – benar tak akan membiarkan ibu tiri dan kedua adik tirinya hidup dengan tenang.


Jika selama ini dia masih bisa mentolerir semua perbuatan mereka, tapi setelah menemukan bukti jika selir Muro Nan telah sengaja membunuh ibu kandungnya, Shien Huan maka Feng Mo Tian pun tak lagi bisa bersikap diam seakan tak terjadi apapun.


“ Apa anda yakin akan melakukan ini tuan muda ?....”, tanya Hongfu, pelayan setia yang mendampingi dan membesarkan Feng Mo Tian sejak bayi.


“ Sudah cukup lama aku diam dan membiarkan mereka menikmati semuanya…”


“ Tapi kali ini aku akan benar – benar akan menghancurkannya….”, ucap Feng Mo Tian dengan pancaran kilat penuh kemaran dari kedua matanya.


“ Baik, jika itu yang tuan muda inginkan….”


“ Pelayan ini akan membantu sekuat tenaga….”, ucap Hongfu dengan sikap hormat.


Feng Mo Tian segera melambaikan satu tangannya untuk menyuruh Hongfu meninggalkannya sendiri karena ada beberapa hal yang perlu dia lakukan.


Setelah Hongfu pergi, ada bayangan hitam melesat masuk dan langsung berlutut satu kaki dengan sikap hormat.


“ Bantu permaisuri Yihua untuk menemukan kembaran pangeran kedua Ming Shin….”, perintah Feng Mo Tian tajam.


“ Laksakan !!!....”, ucapnya patuh.


Feng Mo Tian kembali memainkan cincin giok yang setia berada dijempol tangannya sambil tersenyum puas.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana nasib pangeran kedua Ming Shin jika sampai kaisar mengetahui jika dia sering mengadakan pertemuan tertutup dengan para pejabat diluar istana.


“ Sebentar lagi istana akan mengalami goncangan yang dasyat….”, guman Feng Mo Tian sambil mengeluarkan smirk devilnya.

__ADS_1


__ADS_2