Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 10 Pertengkaran Ronal dan Rara


__ADS_3

Pagi ini adalah hari senin, banyak yang berkata kalau hari senin adalah hari tersibuk. Mungkin bisa jadi seperti itu terlebih untuk perusahaan Awiguna Group yang tidak mengenal hari. Pekerja Outshorsing di perusahaan Awiguna Group walaupun weekend tetap bekerja terutama bagian produksi. Dibagian produksi terbagi menjadi 3 shift jam kerjanya. Shift 1 itu mulai dari pukul 24:00 sampai dengan pukul 08:00 Shift 2 dari pukul 08:00 sampai dengan 16:00 dan shift 3 dari pukul 16:00 sampai dengan 24:00. Dan di setiap shiftnya pun ada managernya sendiri dan kedudukannya dibawah pak Ronal sebagai manager produksi.


Sudah bisa dibayangkan tumpukan laporan yang sudah ada dimeja sang asisten manager produksi. Sebelum laporan itu naik ke manager produksi sudah menjadi tugas Rara untuk mengoreksinya.


Rara sangat focus menyelesaikan dokumen laporan dimejanya dari pencapaian kapasitas, permintaan buyer, Cost produksi,dan masih banyak lagi. Setiap hari senin akan diadakan meeting mingguan yahh semua mencakup dari kapasitas, pemasaran, complain, cost dan man power ( tengaga kerja). Setiap minggu dilakukan monitoring guna secara menyeluruh untuk mencegah hal – hal yan tidak diinginkan terjadi khususnya kasus seperti kemarin yang mengakibatkan Singa Awiguna group murka.


Dering pesawat telephone dimeja Rara memecah kesunyian dari nomor penghubung yang tertera Rara tau managernya yang menelfon dia.Mendesah pelan diapun menangkat telepon tersebut.


“ Ya hallo selamat pagi pak ada yang bisa saya ban….”


“ Ra keruangan saya sekarang” suara bariton Pak Ronal memutus ucapan Rara


“ Ya pak “ jawabnya menutup ganggang telephone dan beregas keruangan atasannya.


Tok.. tok.. tok


“ Permisi pak ini Rara “katanya sopan


“ Masuk” jawab suara dari dalam


“ Duduk Ra” katanya dengan ketus


Ada apa dengan bosnya pikir Rara. Tidak biasanya bosnya ini ketus dengannya. Apakah dia membuat kesalahan lagi pikirnya. Tapi kesalahan apa. Semua pertanyaan itu muncul dikepala Rara namun Rara berusaha tenang.


“Ada apa Bapak memanggil saya?” Tanyanya sopan. Walau dia tau bosnya sedang memandang dalam Rara dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pandangannya seolah ingin menelanjanginya saja. Dan semua itu membuat dia risih.

__ADS_1


“ Maaf pak kalau tidak ada yang ingin Bapak sampaikan saya permisi keluar” Kata Rara berdiri


“ Pak David tadi menghubungi saya” Kata Ronal menghentikan langkah Rara yang hamper sampai di gagang pintu


“ Dia memintamu untuk menjadi sekertarisnya Tuan Andika” dan perkataannya itu sukses membuat mulut Rara menganga karena kaget.


Menjadi sekertaris CEO pikirnya….. mana bisa dari asisten manager langsung menjadi sekertaris CEO. Sekertaris CEO adalah pekerjaan yang sangat bergengsi untuk para wanita selain gajinya yang sangat fantastis menjadi sekertaris CEO juga memungkinkan kita untuk dekat dengan CEO itu sendiri.


Sekarang siapa yang tidak mau dekat dengan Tuan Andika? Jawabannya tidak ada. Karena walaupun Tuan Andika terkenal dingin dan Arogan Namun ketampanan dan kegagahannya seolah menutupi semuanya. Dan jangan lupakan isi kartu debitnya yang tidak ber seri. Namun sepertinya itu tidak berlaku dengan Rara, dia sama sekali tidak tertarik dengan tuan CEO yang digandrungi banyak gadis.


Belum sempat dia menetralkan perasaanya dia sudah dikagetkan dengan keberadaan pak Ronal yang tiba – tiba sudah ada didekatnya.


“ Apa yang kamu berikan kepada Tuan Andika Ra?” Pertanyaan Ronal sukses membuat Rara mendelik tidak percaya atasannya bisa berkata seperti itu.


“Saya memang tidak sekaya Tuan Andika, tapi saya bisa memberikan apa yang kamu mau” katanya lagi menusuk hati Rara hingga kerelung jiwanya


“ Kamu tidak perlu bekerja cukup dirumah mengurus saya dan calon anak….”


PLAKK!!!!!


Belum selesai Ronal berbicara sudah mendapatkan tamparan yang sangat keras dari Rara.


“Jaga bicara anda Pak” Rara menunjuk Ronal dengan jari telunjuknya. Wajahnya merah padam tanda dia menahan amarahnya.


“ Saya tidak pernah menjual diri saya terlebih itu kepada Bapak, maaf saya tidak tertarik. Dan untuk Tuan Andika silahkan anda Tanya sendiri kepada beliau kenapa menginginkan saya menjadi sekertarisnya” Katanya lagi masih dengan kemarahan matanya nyalang menatap Ronal.

__ADS_1


“ Tadi Bapak menawarkan apa? Rumah, mobil, vila, apartemen? bapak menyuruh saya memilih? Kalaupun Bapak memberikan semuanya saya tidak sudi. Saya tidak perlu barang – barang tersebut. Karna saya sudah memiliki semuanya bahkan kalau saya mau saya bisa membeli Anda!!” Sarkasnya berlalu meninggalkan ruangan atasannya. Namun belum sampai digagang pintu Rara kembali berkata.


“Mulai besok saya cuti. Saya mengajukan cuti selama tujuh hari saya harap Anda acc cuti saya. Kalau tidak maaf dengan terpaksa saya akan melaporkan Anda kalau Anda melecehkan saya. Dan anda tau apa yang terjadi dengan karir anda? HANCUR !!!“ Peringatnya


“ Saya Citra Maharani Wijaya Putri dari Bapak Wijaya dan Ibu Maharani tidak akan tinggal diam jika ada yang menghina saya” akhirnya keluar juga identitas asli Rara yang selama ini dia sembunyikan.


Pernyataan Rara sungguh membuat Ronal terkejut. Siapa yang tidak mengenal almarhum Pak Wijaya Pemilik puluhan Showroom Mobil yang tersebar di negri ini. Apapun bisa dilakukan oleh konglomerat itu terlebih kepada dia yang hanya karyawan diperusahaan swasta. Kenapa Rara bekerja padahal dia putri dari konglomerat pikirnya. Belum sempat hilang keterkejutan Ronal akan identitas asli Rara kembali Rara menutuk pintu ruangannya sangat keras.


BRAKK!!!


Bukan hanya Pak Ronal yang kaget karyawan yang ada disekitar ruangan itupun kaget saking kerasnya Rara membanting pintu.


“ Kenapa sih Mba Rara?” Kepo Shinta menutupi keterkejutannya


“ Dewi!!!!!” bukannya menjawab pertanyaan Shinta Rara malah memanggil Dewi


“ Siap Mba” susah payah Dewi mengatur napasnya karena Rara memanggilnya sangat kencang


“Mulai besok saya cuti selama tujuh hari sudah ACC Pak Ronal kamu tinggal minta tanda tangan Pak Ronal dan ke HRD. Saya mau hari ini sudah selesai” tegas Rara


“ Ba….Baik Mba” jawabnya Gagap


Rara kembali kemeja kerjanya ingin segera menyelesaikan pekerjaanya agar cutinya tidak terganggu. Kasihan juga Sinta yang menerima delegasi tugas dadakan dari Rara. Semua diam tak ada yang berani berucap termasuk Eko rekan kerjanya. Tidak ada yang tau apa yang terjadi diruangan Pak Ronal. Apa yang menyebabkan kemarahan Rara? Di sesama rekan kerja Rara terkenal sopan ramah dan tak pernah marah – marah apalagi membentak. Mereka semua pun kembali berkerja karen Rara sepertinya berusaha menutupi apa yang terjadi di ruangan itu. Biarlah pertengkaran antara Ronal dan Rara hanya mereka berdua yang tau.


Bersambung

__ADS_1


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Janganlupa tinggalkan jejak like & komen ya…… see you next Part


__ADS_2