Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 54 Berita Mengejutkan


__ADS_3

Di ruang keluarga mansion Wijaya masih bersitegang. Rara tidak menyangka jika Mamanya tidak merestui hubungannya dengan Tuan Andika. Dahulu Nyonya Rani tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa putra dan putrinya menjalin kasih. Asal keduanya bahagia Nyonya Rani tidak akan pernah melarang, lalu kenapa sekarang Mama bersikeras tidak menyetujui hubungannya dengan Tuan Andika pikirnya. Entah sudah berapa kali Tuan Andika meyakinkan Mama dari kekasihnya jika dia tidak akan pernah meninggalkan ataupun menyakiti Rara, tetapi Nyonya Rani tak bergeming dan masih kukuh dengan pendiriannya.


“Begini Nak Andika, Kamu tau bukan bagaimana keluarga kami menjadi gunjingan.Terlebih kamu juga sempat dijodohkan oleh orang tuamu. Tante hanya tidak mau Rara tidak diterima dengan tangan terbuka oleh kedua orang tuamu” Ucap Nyonya Rani.


“Carilah gadis dari keluarga yang tidak pernah memiliki masalah seperti keluarga kami terlebih Rara penah gagal bertunangan, Tante tidak mau nanti Rara kembali dipermalukan, karena orang tua nak Andika yang malu memiliki calon menantu seperti Rara” Ucapnya sendu .


Rara dan Surya memandang Mamanya prihatin, sepertinya sang Mama memiliki trauma atas kejadian yang menimpa keluarga mereka. Bahkan Tuan Andika bingung harus berkata apalagi untuk meyakinkan calon mertuanya. Tuan Andika menghela nafasnya berat mencoba menenangkan pikirannya dan menenangkan hatinya.


“Maaf Tante tapi saya hanya mencintai Rara, saya tidak bisa membuka hati saya selain kepada Rara. Saya mohon agar tante bisa merestui kami saya tidak akan pernah meniggalkan Rara tante” ucap Tuan Andika sebelum akhirnya dia pamit dari mansion Wijaya karena Nyonya Rani masih tak bergeming


Setelah kepergian Tuan Andika tiga anggota keluarga tersebut masih berkumpul di ruang keluarga dan terlibat pembicaraan serius.


“Ra, maafkan Mama bukan maksud Mama menolak Nak Andika, tetapi Mama terlalu takut kamu kembali kecewa jika kedua orang tua Nak Andika tidak menginginkanmu. Terlebih Mama pernah mendengar dia sempat mau dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Mama tidak mau kamu terluka untuk yang kesekian kalinya Ra, maafin Mama yang masih meragukan Nak Andika. Mama gak mau kehilangan lagi Ra, setelah Kakakmu Bella dan Papamu, Mama tidak mau kehilangan salah satu dari kalian lagi. Tolong ngertiin Mama kali ini saja” ucapnya terisak


Rara mendekat dan memeluk Mamanya agar tenang. Bisa saja Rara marah terhadap Mamanya karena meragukan Tuan Andika, tetapi Rara sadar jika yang dilakukan Mamanya adalah kebaikan untuknya juga.


“ Iya Ma Rara ngerti, Mama tidak akan kehilangan aku ataupun Kak surya lagi. Kalau memang aku dan Mas Andika berjodoh maka apapun itu pasti ada jalan untuk kami bersatu” ucapnya sendu.


“ Rara kekamar dulu ya Ma” ucap Rara kembali


Nyonya Rani menatap sendu pada putrinya. Dia tau persis jika putrinya kecewa atas keputusan yang diambilnya. Nyonya Rani tau bagaimana cerianya dua insan yang sedang dimabuk asmara tersebut, tetapi Nyonya Rani juga tidak ingin putrinya gagal kembali. Nyonya Rani juga ingin melihat seberapa serius Tuan Andika memperjuangkan putrinya nanti dihadapan orang tuanya.


Beberapa jam setelah Tuan Andika menempuh perjalanan dari Jakarta ke Bandung dia langsung menuju perusahaanya. Tuan Andika ingin memastikan keadaan perusahaannya setelah bebebrapa hari ditinggal. Pukul 14:00 Tuan Andika sampai diperusahaanya, beberapa karyawan yang berada di Loby menunduk dan memberi salam hormat kepada pemilik Perusahaan tersebut. Kedatangan Tuan Andika disambut dengan senyum sumringah oleh asistennya, rasanya beban dipundaknya terasa lebih ringan. Yang lebih menyenangkan David tidak perlu lembur menyelesaikan pekerjaan dan itu berarti dia bisa kencan dengan kekasihnya.


“Selamat Siang Tuan” Ucap David memasuki ruangan Tuan Andika tanpa mengetuk terlebih dahulu

__ADS_1


“Hm bagaimana kabar Perusahaan David?” Tanya Tuan Andika datar


David mengernyit mendengar intonasi berbicara Tuan Andika yang dingin kembali, kenapa berbeda sekali dengan di telfon beberapa hari yang lalu pikirnya. Bahkan beberapa pengawal juga yang ditanya tentang kondisi Tuan Andika menjelaskan jika Tuannya sedang baik – baik saja dan sedang berlibur dengan mbak Rara, lalu kenapa sekarang wajahnya kusut begini pikirnya.


“Baik dan lancar Tuan, ini beberapa berkas yang harus anda tanda tangani selama anda tinggal Tuan” ucapnya menyerahkan beberapa bindel kertas yang memang membutuhkan tanda tangannya dan tidak bisa diwakilkan oleh sang asisten.


Tuan Andika menerima dan menanda tangani berkas tersebut. David dapat melihat jika Tuannya tidak dalam keadaan baik – baik saja tetapi juga tidak berani untuk bertanya.


“David sudah kamu transfer kembali uang penalty Rara? Untuk gantinya kamu gunakan Debit card miliku kamu transfer 500 juta keperusahaan sesuai surat kontraknya” ucap Tuan Andika


“Belum Tuan, saya pikir Mba Rara kembali bekerja disini, jadi Tuan bisa menyerahkannya secara langsun kepada Mba Rara?”Jawab David


Tuan Andika tersenyum kecut menanggapi ucapan asistennya. Rencananya memang Tuan Andika berniat mengajak Rara kembali bergabung di perusahaan. Tuan Andika inging setiap waktu bisa bersama dengan pujaan hatinya. Tetapi rencana itu buyar seketika ketika calon mertuanya menolaknya.


“Rara tidak akan kembali David” ucapnya menghela nafas pasrah


“Ya baik, tetapi Mamanya tidak merestui hubungan kami. Alasannya takut kedua orang tuaku tidak menerima Rara dengan tangan terbuka terlepas itu dengan bagaimana masa lalu Rara dahulu dan keluarganya” ucapnya frustasi


“ Itu berarti Nyonya Rani hanya meragukan kedua orang tua Tuan saja bukan meragukan Tuan” ucap David menenangkan Tuannya


“Sekarang tinggal Tuan harus mengajak Nyonya dan Tuan Besar saja untuk melamar Mba Rara untuk Tuan, bukankah Nyonya sangat ingin anda menikah? Pasti Nyonya sangat senang mendengar berita ini” ucapnya kembali


“Begitukah David? Jika aku mengajak kedua orang tuaku apakah Tante Rani mau merestui hubunganku dan Rara?” Tanya Tuan ANdika


“Kalau membaca dari masa lalu Mba Rara yang gagal bertunangan, sepertinya Nyonya Rani hanya takut kejadian itu terulang kembali Tuan” ucapnya kembali

__ADS_1


Bukankah dulu Rara gagal bertunangan dengan Yuda karena orang tua Yuda yang tidak bisa menerima keluarga Wijaya yang saat itu memiliki masalah pelik tentang putrinya yang hamil diluar nikah.


“Tuan mau kemana?” Tanyanya heran melihat Tuan ANdika bergegas ingin meningglakn perusahaan


“Aku akan pulang dan mengajak Mama dan Papa ke Jakarta melamar Rara untuku” ucapnya dengan senyum mengembang.


David hanya geleng – geleng kepala melihat kelakuan atasannya tersebut, dasar bucin pikirnya. Alamat dia lembur kembali karena Tuannya sedang dimabuk asmara. Bagaimana dia bisa kencan dengan kekasihnya jka dia lembur terus begini pikirnya.


Tuan Andika melajukan kendaraannya menuju kediaman kedua orang tuanya. Sepanjang perjalanan dia tersenyum sendiri mebayangkan dirinya akan segera bersatu dengan Rara. Setelah memarkirkan kendaraannya Tuan Andika masuk kedalam mansion dan mendapati Mamanya sedang melihat sebuah kertas dengan dahi mengernyit.


“Mama , Papa!!” ucapnya mencium pipinya


“Tumben kamu pulang cepat dan menemui Mama ada apa Dika?” Tanya Nyonya Tama kepada putranya yang dijawab cengiran oleh Tuan Andika.


“Begini Ma, aku ingin Mama dan Papa melamarkan Rara, kekasih Andika” Ucapnya dengan mengerjapkan matanya berbinar


“Tidak!!! Mama tidak sudi memiliki menantu seperti Rara sekertarismu itu” ucapnya menggema di ruangan.


JEDAR !!!


Tuan Andika kaget dengan reaksi yang didapatkan dari Mamanya yang tidak sesuai dengan bayangannya. Bukankah Mamanya sudah mengetahui jika dia menyukai Rara dan menginginkanya untuk segera menikah lalu kenapa sekarang tiba – tiba mengatakan tidak mau menerima Rara? Benar - benar berita mengejutkan pikir Tuan Andika.


Bersambung


...****************...

__ADS_1


Hai readers.. terimaksih masih setia membaca kaya author jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, hadia dan votenya agar author tambah semangat ngetiknya,


Terima kasih…


__ADS_2