Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 53 Melamar


__ADS_3

Setelah puas seharian bermain pasir putih dan snorkeling di Taman Nemo Rara dan Tuan Andika memutuskan untuk menginap disalah satu resort di Pulau tersebut. Sesuai rencana besok pagi Tuan Andika akan mengantarkan Rara pulang ke Jakarta. Setelah membersihkan badan dari keringat dan air laut Tuan Andika menghampiri Rara kekamarnya.


Rencananya Tuan ANdika kan mengajak Rara makan malam romantis malam ini. Bahkan Tuan ANdika sudah meminta kepada pihak pengelola dari kemarin agar mengosongkan Resort. Ya setelah Tuan Andika menemukan Rara dia memang sudah merencanakan liburan ini dan Tuan Andika meminta kepada Jack agar mengurus tempanya menginap di resort yang diincarnya di pulau pahawang. Walau banyak menguras tabungannya namun sepertinya tidak akan terasa oleh Tuan Andika yang pemilik Debit Card tak berseri. Yang terpenting bagi Tuan Andika adalah memberikan kenangan indah kepada pemilik hatinya.


Secara tampilan, Resort yang disewa oleh Tuan Andika mengusung desain bangunan yang unik, yang mungkin mengingatkan kita akan villa-villa di Lombok. Aroma tradisional sangat kentara di penginapan ini, dengan ornamen kayu mendominasi sebagian besar bangunan. Yang unik, tempat bermalam ini menawarkan sensasi menginap yang seru karena memang berdiri tepat di tengah laut, yang dihubungkan dengan sebuah jembatan kayu.


Pintu kamar Rara terbuka menyembulkan sosok wanita Anggun menggunakan gaun malam berwarna biru tua senada dengan pakaian Tuan Andika. Dengan riasan wajal yang sederhana dan rambut dibiarkan tergerai, penampilan Rara membuat Tuan ANdika tak berkedip memandangnya.


“ Mas kita mau kemana? Kenapa kamu menyuruhku memakai pakain ini? Apakah akan ada pesta disini?” Tanya Rara bertubi – tubi.


“ Ya kita akan berpesta berdua sayang” ucapnya menyerahkan lengannya yang sudah ditekuk agar digandeng oleh Rara.


Dengan menunduk malu Rara mengamit lengan Tuan Andika. Mereka berjalan melewati semacam jembatan yang sudah dihiass secantik mungkin. Entah kapan menghiasnya seingat Rara saat dia masuk kedalam villa jembatan itu masih biasa saja belum ada hiasan dan karpet merah yang dipijaknya sekarang ini. Rara dituntun terus berjalan oleh Tuan Andika hingga sampai diujung jembatan yang tersedia dua kursi dan meja dengan lilin sebagai penambah roamntisnya malam ini.


Rara terharu dengan kejutan yang diberikan oleh Tuan Andika. Suasana makan malam dengan pemandangan lautan yang begitu tenang dan berwarna kebiruan. Wanita mana yang tidak meleleh jika diperlakukan begitu romantis oleh Tuan Andika. Gelar CEO dingin benar – benar sudah lebur dari Tuan Andika.


“Mas ini semua kamu yang menyiapkan?” Tanya Rara mengerjapkan matanya, mengaumi keindahan alam.


“Bukan Mas Ra, Mas hanya memerintah, para pelayan yang melakukannya” ucap Tuan Andika menatap lekat wajah Rara


“Kamu menyukainya?” Tanya Tuan Andika yang dijawab anggukan kepala oleh Rara


“Oke sekarang kita makan dulu kamu pasti lapar khan setelah seharian snorkeling dan bermain pasir” Ucap Tuan Andika menarik kursi untuk Rara duduk.


“Silahkan duduk Tuan Putri” Ucapnya menggoda Rara


“Terima kasih” ucap Rara nyengir dengan menampilkan deretan giginya.


Tak berselang lama beberapa pelayan membawakan makanan olahan seafood, sesuai dengan obyek wisata pulau Pahaang yang kaya akan hasil baharinya. Tidak lupa minuman favorit Rara jus sirsak, sepertinya Tuan Andika paham betul apa yang disukai dan tidak disukai oleh kekasihnya itu.


Setelah selesai menyantap makanan berat meja dibersihkan oleh para pelayan dan tidak berselang lama beberapa pelayan mebawa menu penutup/desert berupa pudding, tetapi bentuknya sangat lucu menurut Rara. Berbentuk hati dan ada tulisan didalamnya Rara sampai memicingkan matanya agar bisa jelas membaca tulisan tersebut, Rara menutup mulutnya yang terbuka lebar karena kaget.

__ADS_1


Belum sempat Rara menyanyakan maksud dari tulisan tersebut sebuah indtrumen music dimainkan dan alunan lagu Akad milik Payung Teduh mulai terdengar.


“Bila nanti saatnya tlah tiba, kuingin kau menjadi istriku, berjalan bersamamu dalam terik dan hujan, berlarian kesana kemari dan tertawa” Tuan Andika mengulang lirik lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Resto tadi sambil berjongkok didepan Rara tidak ketinggalan kotak beludru maroon yang dulu pernah tertunda diberikan kepada Rara.


“Will You Marry Me ?” Ucap Tuan Andika


“Yes I do” ucapnya


Rara meneteskan air mata bahagia dan menyerahkan jemarinya kepada Tuan Andika. Mungkin memang dia harus pacaran singkat dengan Tuan Andika toh dia sudah merasa nyaman. Rarapun sudah tidak mau terpisah lagi entah itu nanti ada orang ketiga atau karena kesalah pahaman kembali.


“Terima kasih sudah menerima mas sayang” ucapnya mengecup kening Rara setelah menyematkan cincin emas yang bertahtakan berlian


“Terimkasih juga atas cinta yang begitu besar telah mas berikan kepadaku” ucap Rara menatap dalam Tuan Andika lalu mengecup bibir Tuan Andika sekilas. Tuan Andika melambaikan tangannya tanda menyuruh para pelayan agar bubar agar tdak mengganggu acaranya dengan Rara.


Saat wajah Rara hendak menjauh tengkuknya ditahan oleh Tuan Andika. Hingga terjadilah pagutan bibir yang begitu menggelora membangkitkan hasrat dalam jiwa keduanya. Ciuman itu terlepas saat keduanya hampir kehabisan nafas. Tuan Andika tersenyum manis dan mengelap sisa saliva di bibir Rara menggunakan jemarinya.


“I love you so much Citra Maharani WIjaya, don’t leave me please” ucapnya mengecup sekilas bibir Rara kembali


Keduanya saling mengungkapkan perasaan dan saling tatap dalam wajah keduanya semakin mendekat dan Rara sudah memejamkan matanya bersiap menerima curahan rasa cinta dari Tuan Andika. Kedua benda kenyal itupun kembali saling pagut dan saling sesap. Lidah keduanya saling membelit menandakan betapa panasnya ciuman keduanya kali ini. Suasana dingin di villa tengah laut malam ini menambah keromantisan keduanya. Hingga keduanya melenguh saat ciuman itu terlepas, senyum dari keduanya merekah.


“ Kamu kedinginan Ra” Ucap Tuan Andika melepas jasnya dan dipasangkan pada tubuh ramping Rara yang hanya menggunkan gaun malam.


“Terima kasih Mas” ucapnya sambil tersenyum manis


“Lagian siapa yang ngasih aku baju tanpa lengan untuk dinner di tengah laut begini” ucanya mencebikan bibirnya


“Ya sudah sekarang istirahat dulu ya besok pagi pukul 09:00 kita berangkat ke Jakarta” ucapnya sambil mengantar Rara ke kamarnya.


Sesuai dengan rencananya pagi ini Tuan Andika dan Rara berangkat ke Bandar Udara Raden Inten tepat pukul 09:00 pesawat sudah lepas landas menuju Bandar Udara Internasioanal Soekarno Hatta. Setelah sampai di Jakarta Tuan Andika dan Rara sudah dijemput oleh Mang Jaja sopir Rara dulu yang diperintahkan oleh Tuan Surya. Sepanjang perjalanan keduanya bersenda gurau Mang Jaja ikut bahagia melihat Nonanya bisa segembira itu.


Setelah sampai di Mansion Wijaya Rara sudah disambut oleh Mamanya, sedangkan sang kakak masih berada di Showroom pusat karena masih ada meeting. Nyonya Rani memeluk erat Rara diciumnya wajah Rara keseluruhan. Dan pemandangan itu tidak luput dari pandangan Tuan Andika.

__ADS_1


“ Eh Tuan ANdka silahkan duduk, terima kasih sudah menantar Rara pulang dengan selamat” Ucapnya ramah.


“Iya tante sama – sama, boleh tidak jangan memanggil Dika dengan sebutan Tuan?Panggil saja Dika atau Andika tante” ucap Tuan Adika memohon.


“O.. iya Dikaa, tante panggil Dika saja ya?” tanyanya lagi yang dijawab anggukan oleh Tuan ANdika


Tak berselang lama datang wanita paruh baya memebawa minuman dan camilan.


“Diminum dan dimanak Dika” Ucap Nyonya Rani mempersilahkan Tuan Andika untuk minum dan makan camilan


“ Iya Tante terima kasih” ucapnya meminum minuman yang disajikan oleh ART.


Rara ingin tertawa memeprhatikan wajah Tuan Andika yang tegang. Padahal biasanya Tuan Andika yang ditakuti oleh orang lain. Tetapi hari ini sepertinya ada yang ditakuti Tuan Andika yaitu Mamanya Rara. Entah sudah keberapa kali Tuan Andika berdehem untuk menghilangkan kegugupannya.


“Tante niat saya kesini selain mengantarkan Rara pulang, saya juga berniat melamar putri Tante mungkin beberapa hari lagi kedua orang tua saya akan datang kemari untuk melamar Rara menjadi istri saya Tante. Jujur tante saya sangat mencintai dan menyayangi putri tante dan kami saling mencintai. Sudilah kiranya Tante memberikan restu tante kepada kami” ucap Tuan Andika dengan tenang


“ Apa ini tidak terlalu cepat Dika” Tanya Nyonya Rani dan berhasil membua Rara maupun Tuan ANdika menunduk.


“Iya tante, tetapi kami memang sudah tidak mau sampai terpisahkan lagi. Bukankah niat baik itu harus disegerakan?” Tanya Tuan Andika


“Tapi maaf Dika tante tidak bisa meres….


“ Ma!!” Ucap Rara dan Surya bersamaan yang ternyata sudah pulang dari tadi


Bersambung


Hai Readers selamat pagi, jangan lupa tinggalkan jejak


Like, komen. Hadiah da votenysa ditunggu yan readers…


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2