Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 36 Salah Paham


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit Tuan Andika langsung disambut oleh perawat dan dokter Farhan, dokter pribadi keluarga Pratama sekaligus pemilik rumah sakit Graha Husada. Tuan Andika ingin Rara mendapatkan pengobatan yang terbaik jadi sepanjang jalan menuju Rumah sakit Tuan Andika menghubungi dokternya agar stanby dirumah sakit.


Rara diletakan di brankar rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan. Sikap Tuan Andika yang sangat perhatian terhadap Rara membuat Dokter Farhan berpikir ‘Siapa sebenarnya gadis yang sedang diperiksanya’. Dari hasil pemeriksaan di UGD terlihat Rara mengalami syok berat dan tekanan darahnya sangat rendah dan nafas terengah, jadi diputuskan untuk melakukan cek laboratorium. Setelah selesai dilakukan pengambilan sampel darah Rara dipindahkan ke ruang perawatan.


“ Bagaimana kondisi Rara Om?” Tanya Tuan Andika kepada dokter Farhan yang biasa dia panggil Om karena masih ada hubngan kekerabatan dari sang Mama.


“ Ya sejauh ini baik” ucap dokter Farhan


“ Baik? Kalau baik kenapa dia pingsan dan tidak sadar – sadar dari tadi Om?” Tanya Tuan Andika gusar


“ Apa dia kekasihmu?” Tanya Dokter Farhan


“ Bukan dia sekertarisku” jawaban Tuan Andika membuang wajah


Jawaban dan tingkah Tuan Andika membuat senyum simpul di bibir dokter paruh baya itu terbit. Seumur – umur dokter Farhan belum pernah melihat Tuan Andika sedekat itu dengan lawan jenis. Rasanya tidak mungkin kalau hanya sekedar sekertaris.


“ Kita tunggu hasil lab saja sebentar lagi juga keluar” ucap dokter Farhan menenangkan.


Tak berselang lama datang seorang perawat membawa amplop putih yang diserahkan kepada dokter Farhan. Dokter farhan kaget hingga kedua bola matanya membola setelah membaca kertas yang terdapat didalam amplop tersebut.Tuan Andikapun penasaran, sebenarnya apa yang terjadi kenapa paman jauhnya itu sepertinya kaget.


“Ada apa Om?” Tanya Tuan Andika


“ Siapa yang memberikannya obat perangsang Dika?” Tanya dokter Farhan


Tuan Andika kaget sampai terbengong, dia tidak menyangka jika Yuda mantan tunangan Rara yang masih sangat dicintainya itu tega memberikan obat perangsang kepada Rara. Lamunan Tuan Andika buyar ketika mendengar ucapan dokter Farhan.


“Apa kamu yang memberikannya? Kamu ingin memperkosanya? Kamu ini, disur…..”


“Bukan!!” jawab Tuan Andika lantang


“ Dia dan beberapa karyawannya disekap oleh mantan tunangannya dan aku menyelamatkannya. Tolong Om buat laporan medis tentang Rara karena ini akan aku pergunakan untuk mengurus kasusnya” Ucap Tuan Andika dengan tangan terkepal.

__ADS_1


Melihat Rara pingsan dan pucat saja sudah membuat Tuan Andika panik apa lagi mengetahui bahwa Rara juga diberikan obat perangsang oleh Yuda. Tangannnya terkepal erat dengan sorot mata tajam dan dingin, sudah bisa dipastikan Yuda tidak akan selamat dari cengkramannya.


Setelah mendapat Surat keterangan medis tentang kodisi Rara dan temannya yang bernama Ratih Tuan Andika bergegas menuju kantor polisi. Dia sudah tidak sabar ingin memberikan pelajaran kembali kepada Yuda.


Kendaraan SUV Hitam milik Tuan Andika sudah terpakrkir di halaman kantor polisi. Tuan Andika bergegas masuk kedalam dengan sorot mata tajam dan tangan terkepal erat. David yang mengetahui kedatangan Tuannya segera mendekati dan berusaha menenangkan karena dilihatnya Tuannya sedang tidak baik – baik saja.


“ Dimana bajingan itu?” Ucapnya penuh emosi dan nafas memburu


“Sudah ditahan didalam Tuan dia dan..” ucapan David melayang diudara karena Tuannya sudah berlalu kedalam menumui polisi yang berjaga dan menyuruhnya untuk memanggil Yuda. Polisi yang mengetahui siapa Tuan Andika pun menurut untuk memanggil Yuda yang baru saja sadarkan diri untuk menemui Tuan Andika.


“ You Bastard, bajingan” seru Tuan Andika lalu kembali memberikan pukulan telak kepada Yuda.


“ Harusnya sejak diresto aku habisi saja kamu bastard!!” umpatnya kembali


Susah payah David dan beberapa polisi penjaga menghalau Tuan Andika agar tidak memukul Yuda membabi buta. Bagaimanapun juga reputasi Tuan Andika disini dipertaruhkan. Belum lagi kondisi Yuda yang masih sangat memprihatinkan karena terus mendapat serangan dari Tuan Andika bisa – bisa Yuda meregang nyawa jika dibiarkan.


“ Tenangkan diri anda Tuan, ini kantor polisi” ucap David menenangkan Tuannya


Pernyataan David berhasil menenangkan Tuannya. Meskipun nafasnya masih memburu setidaknya Tuannya sudah sedikit melunak. Kesempatan itu digunakan oleh David member kode kepada polisi penjaga agar membawa Yuda masuk kembali kedalam selnya.


Setelah Tuannya reda, David mengatakan jika dia sudah menghubungi pengacara untuk mengurus kasus Rara. David juga menceritakan jika orang tua Yuda juga ditangkap oleh polisi. Saat misi penyelamatan Rara polisi menemukan rekaman yang membuktikan jika Yuda dan kedua orang tuanya memang berniat buruk terhadap Rara.


Tuan Andika memberikan tanggung jawab kepada David dan pengacaranya untuk menyelesaikan kasus Rara. Yuda harus mendapat hukuman yang setimpal agar Rara mendapatkan keadilan. David sempat kaget saat membaca rekaman medis Rara,wajar saja jika Tuan Andika marah pikirnya. Setelah semua urusan dikantor polisi selesai Tuan Andika kembali menuju Rumah Sakit.


Ditengah perjalanan Tuan Andika berhenti ditoko bunga. Dia teringat jika Rara sangat menyukai bunga Lily putih. Satu buket bunga lily putih sudah digenggam oleh Tuan Andika sambil bersiul dan bersenandung Tuan Andika melajukan kembali kendaraanya menuju Rumah Sakit.


Di Rumah Sakit Surya syok melihat kondisi Rara dan Ratih. Pertama yang dijenguk oleh Surya adalah Ratih karena Rara belum sadarkan diri setelah diberikan suntikan penawar obat perangsang. Di ruang perwatan Ratih, Ratih menangis karena gagal melindungi anak majikannya.


“Maafkan saya Kak Surya, seandainya saya memberitahu Kakak apa yang direncanakan Rara mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini” ucap Ratih terisak, yang entah sudah keberapa kali diucapkannya.


“Hei Tih sudah jangan menyalahkan dirimu terus aku bosan mendengarnya sejak tadi, yang terpenting kamu dan Rara selamat” ucap Surya menenangkan sahabat adiknya sekaligus anak dari asistennya.

__ADS_1


“Bagaimana kondisi Rara kak?”tanyanya kembali


“Belum sadar mungkin sebenatr lagi” Ucapnya berusaha tersenyum


“Apakah Rara di.. di “ Ratih tidak sanggup melanjutkan ucapannya dan langsung dijawab oleh Surya


“Tidak, Rara baik – baik saja, dia diselamatkan oleh bosnya” ucapnya menenangkan Ratih


“Aku akan melihat Rara dulu kamu istirahat dulu biar cepat pulih” ucap Surya meninggalkan ruang perawatan Ratih.


Surya menuju Ruang perawatan Rara, dibukanya pintu ruangan terlihat Rara mengerjapkan matanya mungkin Rara sadar karena suara pintu dibuka pikir Surya. Dia mengampiri adik kesayangannya dan memeluknya erat. Didalam dekapan Surya, Rara menangis sesenggukan berharap kejadian tadi siang hanyalah sebuah mimpi.


“ Maafkan kakakmu yang tidak berguna ini ya?”Ucapnya menangis menangkup wajah adik kesayangannya.


“ Mungkin papa akan bangkit dari kubur dan murka kepada kakak karena kakak tidak becus menjagamu” ucapnya lagi


“Tidak kak.. aku yang salah, aku yang keras kepala maafkan aku” ucapnya kembali memeluk erat sang kakak


“ Maafin Rara Kak. Maaf seandainya Rara menurut sama Kaka mungkin tidak begini jadinya” ucapnya masih menangis


“Sudah jangan menangis yang terpenting Yuda tidak berhasil menyentuhmu” ucapnya menenangkan dan memberikan kecupan dipucuk kepala Rara berulangkali.


Surya bersyukur setidaknya adiknya bisa selamat dari Yuda. Sekilas memandang Rara dan Surya seperti sepasang kekasih. Surya tak henti hentinya menenangkan Rara, memeluknya, menghapus air mata Rara yang tak henti – hentinya meluncur di pipi mulus Rara. Dan entah sudah berapa kali Surya memberikan ciuman dipuncak kepala Rara, sesuatu yang sering dia lakukan kepada sang adik untuk menyalurkan rasa sayang kepada adiknya.


Dari kejauhan Tuan Andika melihat Rara terisak dipelukan seorang pria. Seyum dibibir Tuan Andika tiba – tiba surut melihat betapa dekatnya Rara dengan pria tersebut. Bahkan sang pria mencium puncak kepala Rara. Bukannya masuk dan mencari tau siapa pria tersebut Tuan Andika mundur dan pergi meninggalkan Rumah Sakit dengan kesalah pahamannya.


Bersambung


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang selalu setia dengan cerita author Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen,vote dan hadiah…. Terima kasih para Raeders.

__ADS_1


__ADS_2