Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 78 Mansion Pratama


__ADS_3

Hari ini Rara dan suaminya berangkat ke Bandung setelah menginap semalam dirumah kenangan masa kecil hingga dia gadis.


“Ra, baik – baik kamu disana ya? Jaga kesehatanmu dan jangan lupa layani dan patuhi suamimu” ucap sang Mama mengingatkan putrinya


“ Siap Ma… Mama juga selalu jaga kesehatan, Jakarta Bandung tidak jauh Ma Rara akan usahakan sering menjenguk Mama kemari” ucap Rara yang melihat bola mata Nyonya Rani mengembun dia yakin sekali kedip saja airmata itu akan berseluncur ke pipi.


“Kak titip Mama ya, jangan buat Mama setres nanti tensi Mama kambuh lagi” ucap Rara mengingatkan kakaknya


Surya hanya mengangguk menanggapi ucapan adiknya.


“Ma Andika pamit ya” pamit Tuan Andika kepada mertuanya


“ Ya hati – hati Nak, salam buat Mama kamu” ucap Nyonya Rani hangat.


Rara dan Suami ke Bandung mengendarai Mobil mewah yang merupakan hadiah pernikahan dari sang Kakak. Tidak tanggung – tanggung sang Kakak memberikan Rara Lexus LM sebagai hadiah pernikahannya dengan Tuan Andika. Selain mewah, Lexus LM juga memiliki interior yang begitu luas, namun cuma cukup untuk empat orang. Di dalamnya ada kaca yang jadi pembatas untuk ruang kabin dengan pengemudi. Kaca tersebut bisa diatur tingkat kecerahannya sesuai kebutuhan.


Saat kamu butuh privasi, dapat ubah kaca jadi lebih gelap. Bila menginginkan pemandangan ke depan, bisa diganti jadi transparan. Sangat cocok untuk Rara dan Tuan Andika yang notabennya masih penganten baru. Mobil mewah Lexus LM merayap meninggalkan kediaman Wijaya. Perjalanan Rara dan sang suami ditemani dengan lagu – lagu romantis terkini dari audio mark levinson dengan Sembilan belas speaker yang sangat memanjakan telinga.


“ Siapa kira – kira wanita yang diajak tidur sama kak Surya Mas?” Tanya Rara sambil merebahkan kepalanya pada pundak kiri sang suami.


“ Entahlah sayang nanti biar diselidiki oleh anak buah Mas ya” ucap Tuan Andika lembut sambil memberikan kecupan dipuncak kepala istrinya.


“ Siapa nama kekasih Surya?”Tanya Tuan Andika kembali


“ Maksud Mas, kemungkinan Kak Surya memang tidur dengan kekasihnya? “ Tanya Rara meyakinkan pendengarannya.


“Bisa jadi, mengingat cerita Mama yang bilang Surya hanya mengenakan dalaman saja dan tidur seranjang dengan wanita itu” ucap Tuan Andika masih fokur menyetir


“ Tapi setauku Kak Surya tidak memiliki kekasih. Kak Surya belum bisa move on dari kekasihnya dahulu yang merupakan kekasih dan cinta pertamanya” ucap Rara memandang kejalan


“Mungkin saja Surya sudah balikan dengan mantannya itu tanpa sepengetahuanmu” ucap Tuan Andika kembali.

__ADS_1


“ Mana mungkin sayang bisa kembali. Sedangkan kekasihnya itu sudah berada didunia yang berbeda” ucap Rara meyakinkan.


Ucapan Rara membuat Tuan Andika menghentikan kendaraanya mendadak.


“Kenapa berhenti mendadak?” ucap Rara dengan dahi mengernyit.


“ Mas suka kamu manggil mas dengan sebutan sayang. Mulai sekarang panggil dengan sebutan sayang aja ya?” ucap Tuan Andika. Rara memutar bola matanya malas suaminya sepertinya kembali ke mood mesum. Rara pikir suaminya berhenti mendadak karena kaget mendengar jika kekasih kakanya sudah meninggal dunia .


“ Ayo coba panggil sayang lagi” ucap Tuan Andika yang menanti Rara tak kunjung memanggilnya sayang


“ iya Mas Andika sayang” ucap Rara


“ Makasih Adek Rara sayang” ucap Tuan Andika dengan senyum kemenangan


Karena Asyik mengobrol tak terasa mereka sudah sampai di mansion Pratama. Nyonya Tama dan Tuan Tama sangat antusias menyambut menantu dan putranya.


“ Selamat datang di Mansion Pratama Sayang” ucap Nyonya Tama memeluk menantunya. Rara tersenyum lebar mendapatkan perlakuan hangat dari mertuanya


“ Sehat Ma, Mama Rani titip salam buat Mama” Ucap Rara .


“Walaikum salam” ucap Nyonya Tama sambil berjalan menuntun menantunya masuk Ke Mansion Pratama.


Pelayan berjejer di halaman menyambut Nyonya baru di Mansion itu. Ada sekitar 10 Wanita paruhbaya yang mengenakan seragam ART, 3 laki – laki berseragam Security dan 2 laki laki seperinya tukang kebun. Semua pelayan menunduk memberikan salam ketika Nyonya Tama memperkenalkan menantunya.


“ Apa sudah ada tanda – tanda sayang?” Tanya Nyonya Tama mengelus perut rata menantunya


“ Oh My Gos Ma… baru juga 9 hari Dika nikah sama Rara udah nanyain udah jadi apa belum. Emangnya bikin anak kayak bikin kue di oven 20 menit udah jadi” bukan Rara yang menjawab tetapi Tuan Andika yang menjawab karena terlalu jengah dengan Mamanya yang selalu membicarakan cucu.


“ Doakan saja Ma Rara juga ingin segera hamil” ucap Rara menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona.


“ Sayang kalau mau jadi harus sering - sering bikin, gimana kalau kita langsung kekamar saja ngadon anak” ucap Tuan Andika tanpa Filter.

__ADS_1


Rara hanya melotot kearah suaminya yang tidak tau tempat berbicara mesum. Bahkan wajah Rara kini merah seperti kepiting rebus. Sedangkan Nyonya Tama dan Tuan Tama geleng – geleng kepala melihat tingkah putranya yang berubah mesum.


Tidak hanya itu bahkan para pelayan sejak tadi hanya bengong melihat perubahan Tuan mudanya yang kini menjadi sosok yang hangat. Para pelayan bersyukur akan perubahan Tuan mudanya yang biasanya dingin kini menjadi hangat dan tidak pelit dengan senyum tentunya.


“ Kamu pasti lelah sayang, kamu istirahat dulu dikamar nanti jam makan siang mama panggil sayang” ucap Nyonya Tama perhatian


“ Ma , Pa ini oleh – oleh buat Mama sama Papa” ucapnya menyerahkan sebuah koper.


“Dan ini untuk ART, security sama Tukang kebun kita ya Ma. Mama saja yang ngasih Dika mau nemenin Rara istirahat dikamar” ucapnya kepada sang Mama dan kembali menyerahkan sebuah koper sambil menaik turunkan alisnya dengan senyum menyeringai.


“Yuk sayang kita istirahat” ucap Tuan Andika merangkul istrinya.


“Ma kami naik ketas dulu ya Ma” pamit Rara kepada mertuanya


“ YA sayang, kalau Dika minta jatah lagi jangan dikasih dulu kasian kamu pasti masih lelah. Biarkan saja dia bermain solo” ucap Nyonya Tama blak - blakan.


Rara kaget dengan ucapan mertuanya, Wajahnya kembali merona mendengar ucapan sang mertua. Ternyata sifat mesum suaminya merupakan turunan dari Mama mertua pikirnya.


Tuan Andika menuntun istrinya masuk kekamar masa bujang dahulu sebelum dia mengenal cinta. Kamar dengan cat dominan hitam melambangkan misteri, kekuatan dan kejantanan yang kuat. Bahkan aroma kamar itupun masih beraromakan parfum yang biasa dikenakan oleh Tuan Andika.


“ Sayang jangan dipindahkan lagi pakaian yang dikoper, besok kita sudah pindahan kerumah kita. Aku ingin melihatmu memakai beberapa baju yang aku beli di Maldevis besok dirumah kita yang baru” ucap sang suami saat melihat pergerakan istrinya yang hendak membuka koper.


“ Aku mau mandi dan ganti baju Mas gerah dan lengket” ucap Rara


“ aku sudah menyiapkan pakain lengkap untukmu di lemari kita. Kamu pilih saja. Jangan membuka koper kita yang dari Maldevis” cegah Tuan ANdika


Rara hanya geleng kepala dengan keanehan sang suami tetapi tetap menurutinya. Sedangkan Tuan Andika tersenyum menyeringai melihat Rraa menuju walk in closet untuk mengambil pakaian ganti. Setelah mengambil pakain ganti Rara bergegas menuju kamar mandi dan tidak lupa mengunci pintunya agar suaminya yang mesum tidak bisa menyusulnya kekamar mandi. Rara bersorak dan bersenandung ria karena berhasil menghindari acara mandi bareng suami mesumnya itu.


“Aaaaaaa!!!” jerit Rara histeris saat membalikan badannya menemukan sang suami yang berada didepannya tanpa busana apapun.


Bersambung

__ADS_1


Maaf para readers beberapa hari Author tidak Update karena sedang di rawat beberapa hari dan kini tinggal masa pemulihan saja. Terima kasih karena masih setia membaca karya author.


__ADS_2