Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 13 Naik Jabatan


__ADS_3

Pagi menjelang, Rara sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Pagi ini dia terlihat lebih fresh menggunakan Celan Scuba hitam dipadukan dengan Luxee Blazer Denim tidak ketinggalan Highheel merek Christian louboutin kesayanganya menyempurnakan penampilan Rara hari ini. Rara mengayunkan langkahnya dengan anggun menuju ruangannya . Tetapi dia merasa ada yang aneh dengan ruangannya sekarang, padahal hanya ditinggal cuti tujuh hari kenapa perubahannya drastis begini pikirnya. Semua yang dimeja ini dia yakin 100% bukan barang dia. Kemana perginya barang – barangnya pikirnya.


Ditengah rasa kebingungannya ternyata Pak Ronal baru sampai dia menatap Rara sendu, ada gurat penyesalan disana. Seharusnya dia kemaren lebih bisa menjaga sikap kepada Rara. Sepertinya Ronal memang salah paham, kalau memang Rara yang menginginkan jabatan tersebut harusnya pagi ini Rara langsung ke lantai 10 lebih tepatnya dimana Ruangan CEO itu berada. Bibir Rara terbuka mau menanyakan dimana barang – barangnya tetapi teriakan Sinta dan Dewi mengagetkannya.


“ Bu Rara!!!” koor Sinta dan Dewi bersamaan


Rara menoleh keasal suara dan tersenyum sedangkan Ronal masuk keruangannya. Rara, Sinta dan Dewi berpelukam melepas rindu setelah tujuh hari tidak bertemu.


“Duh,,, kangen ama kalian” kata Rara melepaskan pelukannya dari rekan kerjanya


“ He’eh mba kangen bangaet lagian lama amat sii cutinya” kata Dewi


“Hus mba… mbaa. Sekarang panggil Mba Rara itu Buk Rara” Ujar Sinta menggoda


“Bak Buk kapan aku kawin ma bapakmu Sin?” Tanya Rara bercanda


Sinta kaget dan mendelik gimana ceritanya Rara sekarang bisa bercanda begitu. Kalaupun Rara kawin ama Bapaknya mau dibawa kemana ibuknya pikirnya lagi.


“Mba Rara makin cantik ya sekarang, kelihatan fresh gitu habis cuti” ujar Dewi


“ O.. Iya lupa ini oleh oleh buat kalian” Ujarnya menyerahkan paper bag kepada Sinta dan Dewi


Sinta dan Dewi menerima paper bag yang diberikan oleh Rara penuh binar. Setelah membukanya kedua rekan kerja Rara berteriak girang. Siapa yang tidak girang jika mendapatkan oleh – oleh berupa kain tenun Gringsing. Kain Gringsing proses pembuatanya memakan waktu hingga 2-5 tahun setiap kainnya. Tak heran jika kain ini punya harga yang sangat tinggi di pasaran. Selain itu Kain Gringsing juga merupakan satu-satunya kain tenun tradisional yang menggunakan teknik ikat ganda.


“ Mba Rara serius ini buat kita?” Tanya Sinta dan Dewi berbarengan


“Lah kalok bukan buat kalian mana mungkin aku kasih kekalian khan? Mau gak? Lok gak mau aku kasih yang lain aja” Kata Rara

__ADS_1


“Mau!!” koornya berbarengan


“Is… kompak banget siii kalian” Rara geleng – geleng kepala melihat tingkah rekan kerjanya


Hanya orang bodoh yang menolak diberikan kain gringsing. Walaupun itu hanya selendang kecil sudah bisa dipastikan hargya kisaran puluhan juta. Karena tenun kain gringsing memang barang antic dan unik.


“ Aku mau nanya ini barang barangku pada kemana ya? Kok semua gak ada disini?” Tanya Rara penasaran.


Sinta dan Dewi kompak bengong dan kaget, pikirnya apakah Rara lupa ingatan atau bagaimana atau masih berasa cuti jadi pikiran dan hati belum fokus ketempat kerja


“Kalian kenapa bengong gitu aku tanya?” Tanya Rara tegas


“Bu..bukannya mba Rara pindah kelantai 10 yaaa jadi sekertarisnya Tuan Andika?” Tanya Sinta mencoba menguasai keadaan


“Maksudnya?” Tanyanya bingung hingga alisnya menukik


“ Mba Rara khan naik jabatan udah aktif dari Mba Rara mulai cuti itu Mba sudah naik jabatan jadi sekertarisnya Tuan Andika” Kata Sinta menimpali yang diikuti anggukan kepala oleh Dewi


“Jangan becanda, aku cuma cuti 7 hari kenapa semua berubah gini” protes Rara


“Loh bukannya mba Rara sudah tau?” Tanya Sinta


“Lok aku tau gak mungkin nanya” sarkasnya berlalu keruangan Ronal


Sepertinya hanya Ronal yang tau kenapa bisa jadi begini. Kenapa tiba – tiba dia naik jabatan sedangkan dia tidak tau. Bahkan sebelum ada kenaikan jabatan itu bukankah seharusnya ada uji kelayakan? Ini dia pulang dari cuti langsung dikagetkan dengan suasana ruangannya yang berubah dan apalagi yang katanya dia menjadi sekertaris CEO.


Tok… Tok…. Tok

__ADS_1


“Masuk” Ucap suara baritone dari dalam


“ Duduk Ra ada yang bisa saya bantu” kata Ronal berusaha tenang


“Ada yang mau Bapak jelaskan?” Tanya Rara melemparkan pertanyaan kembali tanpa niatan menjawab petanyaan Ronal.


“ Tentang apa?” Tanya Ronal masihh tenang


Kesabaran Rara habis sepertinya, nafasnya memburu naik turun. Dia merasa terasingkan, merasa seperti orang bodoh. Tidak tau berita terupdate terlebih berita itu tentang dirinya. Dan kenapa atasannya itu tidak konfirmasi kepada dia bersedia atau tidaknya Rara menjadi sekertaris CEO. Atau kalau memang dia tidak berhak menyampaikan ketidak bersediaanya dia untuk menjadi sekertaris CEO minimal seharusnya dia menerima pemberitahuan kalau dia dipindah tugaskan. Bukan seperti ini dia seperti orang bodoh yang tidak tahu apa apa.


“Hem….” Ronal berusaha menormalkan keadaan. Dia tahu sekarang Rara sedang marah kepadanya karena tidak memberikan informasi perihal dia dipindah tugaskan dengan dalih naik jabatan. Dia kira Rara memang menginginkan jabatan tersebut, dan dia kira Rara mengajukan permohonan kepada Tuan Andika. Siapa yang tidak tertarik menjadi sekertaris CEO pikirnya. Selain gajinya yang besar bukankah tidak ada wanita yang bisa menolak pesona Tuan Andika? Namun ternyata perkiraan Ronal salah besar sekarang dia dihadapkan dengan seekor singa yang sedang menunjukan taringnya.


“Maaf..” hanya itu yang disampaikan Ronal dan membuat Rara mendengus


“Adalagi” Tanyanya sarkas


“ Saya kira kamu sudah mengetahui tentang kenaikan jabatan kamu ini, dan Saya kira kamu mengajukan permohonan kenaikan jabatan kepada Tuan Andika. Maka dari itu saya tidak konfirmasi kekamu ataupun memberi informasi kembali”. Ucap Ronal berusaha menjelaskan


Wajah Rara merah padam dengan tangan terkepal erat menunjukan jika dia sedang tidak baik – baik saja.


“ Bukankah sebelum kamu cuti saya sudah sempat menginfokan kalau pak David asisten Tuan Andika menghubungi saya dan meminta kamu untuk menjadi sekertarisnya”. Kata Ronal berusaha mencoba mengingatkan.


“ Dan saya akui saya salah tidak menginformasikan ulang dengan kamu Ra, saya minta maaf karena saya kira kamu sudah mengetahuinya, terlebih saya mengira kamu yang melakukan permohonan kenaikan jabatan”Ujarnya kembali.


Dan itu semua sukses membuat Rara sadar kalau ini bukan murni kesalahan Ronal saja. Seharusnya setelah Ronal dulu menyinggung kalau asisten Tuan Andika menghubungi Ronal dan meminta dia menjadi sekertaris CEO dia mengatakan ketidak bersediaanya. Bukan malah emosi karena Ronal yamg berpikir kalau dia merayu Tuan Andika untuk menjadikannya sekertarisnya. Bukan malah dia melarikan diri dengan mengambil cuti dadakan. Sekarang dia hanya pasrah menjalani kenyataan kalau dia menjadi sekertaris dari CEO yang sangat dingin dan mengatakan dia “KEONG”.


Bersambung

__ADS_1


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Janganlupa tinggalkan jejak like & komen ya…… see you next Part


__ADS_2