
Di Kediaman Keluarga Pratama, Nyonya Tama dan Tuan Andika sedang berselisih paham. Sejak mengetahui jika Sherin tadi siang diusir oleh putranya Nyonya Tama sudah sangat marah.
“Kamu tau Andika, tidak seharusnya kamu mengusir Sherin, Mau ditaruh dimana muka Mama Dika? ” ucap Nyonya Tama
“ Kenapa Mama menyalahkan Dika Ma?” Ucap Tuan Andika sudah malas berdebat
“Karena kamu memang salah, dulu kamu setuju Mama kenalkan dengan Sherin lalu sekarang orangnya datang kenapa kamu usir?” Ucap Nyonya Tama kembali
“ Aku tidak akan mengusir Sherin kalau dia tidak berulah Ma, Lagian Dika sudah memiliki kekasih Ma, dan gara – gara Sherin mengaku sebagai calon istri Dika, kekasih Dika pergi ninggalin Dika Ma” ucap Tuan Andika kesal
Sepulang dari Resto Tuan Andika kembali ke Perusahaan dia mengecek CCTV di ruang kerja Rara yang langsung terhubung ke laptop Tuan Andika. CCTV ini dipasang tanpa sepengetahuan siapapun termasuk sang asisten. CCTV yang dipasang di ruang kerja Sekertarisnya adalah CCTV yang bukan hanya merekam gambar tetapi juga merekam suara jadi, Tuan Andika bisa mengetahui apa saja yang diucapkan oleh Sherin kepada Rara.
“Kamu sudah memiliki kekasih? Lalu bagaimana dengan Sherin?” Tanya NYonya Tama
“ Ya bagaimana apanya?” Tanya Tuan Andika
“ Bukannya kamu menyukai Sherin Nak?” Tanya Nyonya Tama lagi
“Tidak Ma, gimana ceritanya suka, ketemu saja Dika baru tadi siang mulai sekarang Dika gak mau ya Ma Sherin datang kembali kekantor atau ada Sherin Sherin yang lainya” ucap Tuan Andika tegas berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
Sepeninggal Tuan Andika tinggalah Nyonya Tama dan Tuan Tama yang saling pandang mencerna ucapan putranya.
“Pa, Papa denger tidak tadi Andika bilang dia sudah memiliki kekasih?”Tanya Nyonya Tama kepada suaminya.
“ Ya Papa dengar, sebaiknya biarin aja Ma jangan menjodohkan Andika lagi” ucap Tuan Tama
“ Lalu bagaimana menjelaskan kepada keluarga Pak Brata Pa? Seandainya dari dulu Dika cerita Mama juga tidak mungkin menjodhkan Andika Pa?” Ucap Nyonya Tama Sendu.
Sungguh Nyonya Tama sebenarnya tidak ingin terlalu ikut campur urusan pasangan hidup anaknya. Beliau melakukan itu karena putranya yang tak kunjung menikah bahkan dekat dengan lawan jenis padahal usianya sudah mau 30 tahun.
“ Nanti biar Papa coba berbicara dengan Pak Brata, toh mereka juga belum pernah bertemu dengan Andika” ucap Tuan Tama menenangkan istrinya
Setelah sampai di perusahaanya Tuan Andika segera memanggil asistennya. Rencana awal Tuan Andika mau menyusul Rara pagi ini tertunda karena ada clien yang harus ditemuinya tanpa perwakilan. Jadi mau tidak mau Tuan Andika harus menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu baru menyusul Rara di Jakarta.
__ADS_1
“Ini Tuan alamat Tuan Surya di Jakarta” ucap David memberikan alamat Rara yang di Jakarta
“ Bagus, aku titip perusahaan selama aku pergi David” ucap Tuan Andika
“ Apa kamu yakin Rara ke Jakarta David? Kenapa aku tidak yakin” ucap Tuan Andika.
“ Berdasarkan laporan beberapa orang kita yang berada di Jakarta, mereka belum melihat keberadaan Mba Rara di Jakarta Tuan” ucap David.
“ Sedangkan saya mencoba mengecek dari maskapai penerbangan tidak ada data penumpang yang bernama Citra Maharani, sedangkan lewat daratpun sudah dicoba di cek tetapi hasilnya juga NIHIL “ ucap David dengan nada tidak enak hati
“Seharusnya aku tidak memberhentikan beberapa orang kita untuk selalu mengikuti Rara” desahnya frustasi.
Ya tepat saat dia mengakui jika selama ini anak buahnya selalu menguntit Rara untuk mengetahui semua tentang Rara dan memastikan Rara selalu aman , Rara meminta agar Tuan Andika menghentikan anak buahnya yang selalu mengikutinya dengan alasan Rara sudah memiliki pengawal bayangan yang disewa oleh kakaknya Surya. Akhirnya dengan terpaksa Tuan Andika memberi intruksi kepada anak buahnya agar berhenti mengawasi Rara.
Setelah semua urusan perusahaan selesai Tuan Andika langsung bertolak ke Jakarta. Tujuannya ke Jakarta kali ini adalah dia harus menemui Tuan Surya terlebih dahulu untuk menjelaskan duduk persoalan yang sesungguhnya.
Sesampainya di Jakarta, Tuan Andika menuju hotel yang sudah direservasi oleh asistennya. Setelah beristirahat kurang lebih 60 menit Tuan Andika menuju mansion Tuan Surya. Setelah sampai di gerbang Tuan Andika langsung melapor kepada penjaga gerbang jika beliau adalah teman Tuan Surya di Bandung. Penjagapun menghubungi Tuan Surya untuk konfirmasi dan meminta persetujuan, Ternyata Tuan Sura justru sudah sampai didepan gerbang mansionnya.
“ Kenapa tidak memberitau sebelum kemari khan saya bisa menjemput anda Tuan, bahkan Rarapun tidak memberi tau” ucapnya kembali menyalami Tuan Andika setelah Tuan Andika keluar dari kendaraanya.
Mendengar ucapan Tuan Surya menyebut nama Rara, Tuan Andika berpikir apakah Rara ada didalam pikirnya.
“ Pak Joko tolong masukan mobilnya Tuan Andika ya” ucapnya pada salah satu penjaa gerbangnya.
“Bagaimana kabarnya Tuan Andika? ” Tanya Tuan Surya ramah.
“Saya baik Tuan” ucapnya tersenyum canggung
“ Hm.. Seandainya Anda mengajak Rara, Mama saya pasti sangat senang karena sudah lama Rara tidak pulang kerumah ini” ucap Tuan Surya lagi.
DEG
Kembali Tuan Surya menyebut nama Rara seketika membuat langkah Tuan Andika terhenti.
__ADS_1
“Kedatangan saya kemari mau membicarakan tentang Rara. Bisakah kita berbicara berdua?” Tanya Tuan Andika menghela nafasnya
Tuan Surya mengernyitkan dahinya Apakah ada sesuatu yang terjadi terhadap Rara. Kenapa Tuan Andika terlihat serius dan khawatir pikir Tuan Surya.
“ Baiklah kalau begitu kita duduk ditaman sini saja, Mama saya juga sedang berada diluar sedang arisan bersama teman – temannya” ucap Surya yang melihat keraguan diwajah Tuan Andika
Setelah menyuruh ART membuatkan minuman untuknya dan untuk Tuan Andika mereka menuju Taman yang selalu dirawat oleh Mamanya.
“Ada apa dengan Rara?” Tanya Surya langsung
“Apakah Rara belum menghubungi anda Tuan?” Tanya Tuan Andika yang dijawab gelengan kepala oleh Tuan Surya.
“Rara sudah mengundurkan diri dari perusahaan saya, dan setelah saya mencari kerumah dan restonya kata Ratih Rara sudah berangkat ke Jakarta. Maka dari itu saya kemari meskipun saya ragu karena dari data maskapai penerbangan dan data dari transportasi daratpun tidak ada nama Citra Maharani di data penumpang” ucapnya panjang lebar.
“ Tunggu! Kenapa Rara mengundurkan diri? Apakah ada masalah?” Tanya Tuan Surya memicingkan matanya.
“Maafkan saya Tuan sebelumnya, Saya dan Rara sebenarnya sedang menjalin hubungan” ucapnya hati – hati.
“ Hm sebenarnya ini adalah kesalahpahaman Tuan. Kemarin pagi pada saat saya meeting dengan clien ada seorang wanita bernama Sherin mendatangi kantor saya dan mengaku sebagai calon istri saya kepada Rara” menjeda ucapannya karena mendapat tatapan tajam dari Tuan Surya.
“ Tapi sungguh saya tidak ada hubungan apapun dengan Sherin. Memang Mama saya berniat menjodohkan saya dengan Sherin karena saya belum juga menikah. Tetapi, saya sudah menjelaskan kepada Mama saya jika saya sudah meiliki kekasih. Dan beliaupun sudah membatalkan perjodohan saya dengan Sherin” Ucap Tuan Andika berusaha tenang meskipun sedikit gugup.
“Lalu dimana sekarang Rara?” Tanya Tuan Surya
Tuan Andika menelan salivanya susah. Dia bingung harus menjawab apa terlebih memang dia belum mengetahui pasti, dimana Rara berada. Dia berharap bisa mendapat petunjuk dari pengawal bayangan yang disewa oleh Tuan Surya. Tetapi ternyata Tuan Suryapun sama dengannya sudah menghentikan pengawalan kepada Rara. Mereka berdua kecolongan, sepertinya memang mereka harus mengerahkan semua kemampuannya untuk menemukan Rara kembali.
Bersambung
...****************...
Hallo Readers….
Author mau minta maaf yang sebesar – besarnya karena kemarin+ subuh tidak bisa update. Anak Author dua – duanya dari semalam muntah muntah jadi Author tidak bisa menulis, dan baru bisa menulis malam ini setelah kedua anak sembuh. Terima kasih banayak masih setia membaca cerita Author jangan lupa like dan komennya.
__ADS_1