Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 12 penyelidikan Ulang


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketiga masa cuti Rara. Sepertinya dia mulai bosan dirumah tanpa kegiatan. Selama tiga hari ini Rara hanya menghabiskan waktunya dirumah saja menjalankan runtinitas biasa ditambah dengan menonton serial Drakor kesayangannya. Walaupun dia kadang menyempatkan untuk berkunjung kekafe tetapi tetap saja dia merasa jenuh


“Tih… liburan yukk temani aku masih ada waktu 4 hari” ajaknya pada Ratih. Kini mereka sedang berada dikafe milik Rara.


“ Kemana Ra? “ tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop untuk mengecek pemasukan kafe.


“Ke Bali yuk?” ucapnya penuh binar


“ Kamu pingin ketemu bule? Atau pingin menjerat salah satu bule yang ada di Bali” ucapnya menggoda Rara. Dan langsung mendapat timpukan pulpen dari Rara


“Ngawur!!!” Katanya mendelik


“Aku masih suka produk lokal” kelakarnya


“Ya udah besok kita berangkat ke Bali, aku pesan tiket dulu oke yang pagi aja kali ya penerbangannya” ucapnya menatap Rara


“No” Rara mengibaskan tangannya.”Kita berangkat sekarang aku udah pesan tiket aku mau sore ini sampai disana mau liat sunset” ucapnya berbinar


Ratih hanya terbengong melihat tingkah konyol Rara bagaimana bisa mengajak sekarang tetapi berangkat juga sekarang, Itu sama aja menugaskan lebih tepatnya bukan mengajak pikirnya. Namun Ratih juga tidak bisa menolak karena Rara adalah sahabat sekaligus anak majikannya yang dititipkan oleh Ratih. Nyonya Rani sudah mewanti – wanti Ratih agar selalu menjaga Rara.


Tepat pukul 16 :00 Rara dan Ratih sudah sampai di Bandara Ngurai Rai, Bali. Mereka langsung reservasi hotel bintang lima didekat pantai Kuta. Sesuai keinginan tuan putri yang ingin melihat sunset sore ini maka setelah sampai mereka istirahat sebentar dan siap siap pukul 17:00 mereka menuju pantai Kuta.


Siapa tak kenal Pantai Kuta? Bali sebagai “surga terakhir di bumi” takkan lengkap tanpa Pantai Kuta. Bersama Sanur, Kuta adalah salah satu pantai paling ikonik di Bali. Memasuki wilayah pantai, pengunjung akan disambut sebuah gapura megah berbentuk candi bentar. Gapura ini merupakan penanda sisi paling selatan dari kawasan Kuta. Setelahnya, pengunjung akan disuguhi pemandangan pantai yang memanjang sekitar 10 km, pasir putih yang lembut, dan ombak yang ramah untuk berselancar. Kuta sudah menjadi salah satu destinasi wajib wisatawan yang berkunjung ke Bali.


Rara dan Ratih Nampak sangat menikmati berlibur kali ini mereka bermain air pantai. Menyusuri pantai Kuta sambil bercanda gurau. Terlihat sekali Rara tertawa lepas disini memang benar dia butuh refresing.


Ada kursi-kursi malas dan tikar untuk berbaring di hamparan pasir putih. Ombak juga mulai tenang. Di kejauhan, semburat jingga menghiasi ujung langit hingga akhirnya ditelan lautan lepas.

__ADS_1


Pantai dan senja yang merona menjadi suguhan yang sayang dilewatkan. Rara mengambil benda pipih miliknya untuk mangabadikan kenangan dia disini. Entah sudah berapa gambar dan berapa gaya yang diambil olehnya saking antusiansnya dia, hingga dia pun tidak memperhatikan sekeliling. Dari beberapa pengunjung disana ada satu pengunjung yang terus mengikutinya dan mengambil gambarnya.


Tidak terasa hari berganti hari, Tepat hari ini adalah hari kelima penyelidikan yang dilakukan oleh David kepada sang asisten Manager. Senyum merekah menghiasi bibir David menambah kadar ketampanan asisten CEO tersebut. Dia sudah mengumpulkan seluruh informasi mengenai Rara untuk diserahkan kepada atasannya dan David yakin sebentar lagi akan melihat wajah terkejut Tuannya.


Tok…Tok…Tok


“Masuk” seruan dari dalam.


David pun langsung membuka handel pintu dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang berkas tentang Rara sang Asisten Manager.


“Selamat pagi Tuan” ucapnya memberi salam sambil membungkukan badannya


“Ada apa David? “ Tanyanya bingung kenapa asistennya pagi – pagi sudah masuk keruangannya pikirnya


“Ini Tuan berkas tentang Nona Rara ini sudah lengkap semua Tuan dari keluarga, kampus sampai dia bekerja disini” Ucapnya


“Iya Tuan Nona Rara adalah Putri dari Almarhum Tuan Wijaya salah satu konglomerat di Jakarta” Ucap David tenang


“Bagaimana bisa? Kau bercanda David?”Ucapnya menatap tajam pada sang asisten


“Tidak Tuan saya tidak bercanda semua berkas tentang nona Rara ada disini Tuan” ucapnya sambil menyerahkan berkas didalam amplop coklat besar kepada Tuan Andika


Andika menerimanya dan lansung membukanya karena sangat penasaran dengan kenyataan yang baru saja didengarnya. Kalau memang Rara putri seorang konglomerat kenapa dia harus bekerja di Perusahaan orang lain. Terlebih Pak Wijaya memiliki beberapa Showroom mobil di Jakarta dan dikota lainnya.


Andika mulai membaca berkas tentang Rara berkas pertama yang dibaca menunjukan keterkejutan Andika sampai matanya mendelik dan mulut menganga saking kagetnya. Untuk berkas selanjutnya kadang ekspresinya seperti berpikir keras sampai dahinya berkerut. Atau kadang tangannya mengepal sebagai tanda marah. Dan semua perubahan sikap Tuan Andika tidak lepas dari pandangan David.


Andika meletakan berkas tentang Rara sambil menghela nafasnya. Arah pandangnya mengarah pada jendela diruanganya memandang pemandangan diluar dengan pandangan nanar.

__ADS_1


“Menurutmu apakah Rara menjadi playgirl karena dia dikhianati okeh kekasih dan calon tunanganya David ?” Tanyanya datar


“ Mungkin bisa jadi karena itu Tuan melihat dari beberapa puluh mantan Nona Rara juga rata – rata seorang casanova terkecuali Arta Tuan”. Ucapnya membanggakan Arta yang membuat bosnya memanyunkan bibirnya.


“Kapan Rara mulai masuk kerja?” Tanynya


“Dua hari lagi Tuan”. Jawab David dengan kebingungan kenapa perihal kapan Nona Rara masuk kerja saja dia tanyakan.


“Bagus nanti kamu hubungi pihak produksi bahwa dua hari lagi Rara langsung bekerja diruangan kita dia menjadi sekertarisku” jawabnya antusias.


“ Tetap bagaimana kalau dia menolak dan berniat resign?” ucapnya pelan namun masih bisa didengar oleh David.


“Tenang Tuan saya ada ide masa kontrak nona Rara masih 6 bulan jadi dia tidak bisa mengundurkan diri, Jika nona Rara ingin mengundurkan diri kita ancam menggunakan surat kontrak tersebut saja Tuan” Ucapnya tenang


“Kalau Rara mengganti dengan uang pinalty bagaimana? uang dia khan banyak David “Tanyanya bingung


David hanya tersenyum melihat tingkah aneh Tuannya, kenapa hari ini terlihat sangat bodoh pikirnya. Apakah Karena Nona Rara pikirnya. Segitu besarkah pengaruhnya untuk Tuan Andika pikirnya lagi


“Ya tinggal kita bilang saja kita tidak menerima penalty, dan dengan kesalahan tim produksi kemaren menguatkan nona Rara untuk tidak bisa resign tanpa anda tangan tuan” ucapnya menerangkan dengan sabar


“Wah… pinterjuga kamu David … Ya ya… aku serahkan padamu saja David masalah pemindahan Rara “ Ucapnya senang hingga tanpa sadar Tuan andika tersenyum


David yang memperhatikan Tuannya hanya terbengong heran akan perubahan sikap Tuannya. Apakah Kesambet atau…. Atau jatuh cinta pikirnya.


Bersambung


...****************...

__ADS_1


Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Janganlupa tinggalkan jejak like & komen ya…… see you next Part


__ADS_2