Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 82 The Last Momen


__ADS_3

Setelah momen maaf memaafkan selesai Rara dan Tuan Andika berniat untuk pulang ke rumah. Tuan Andika yang over protektif tidak akan membiarkan Rara kelelahan walau hanya mengontrol Resto. Semua urusan Resto kembali diserahkan kepada Ratih ditambah dengan orang kepercayaan yang ditugaskan oleh Tuan Andika.


“Tih kami pulang dulu ya?” Pamit Rara kepada sahabatnya


“iya hati – hati ya Ra, jaga kesehatan dan jangan setres, ingat kamu sedang hamil” nasehat Ratih sambil memeluk sahabatnya


“Kamu juga jangan terlalu lelah, ingat satu bulan lagi acara pernikahanmu dengan Arta, aku gak mau disalahin oleh Arta jika terjadi sesuatu denganmu” ucap Rara


“Untuk Resto kamu serahin ke pak Damian saja” ucap Rara kembali sambil meninggalkan Resto. Pak Damian adalah salah satu orang kepercayaan Tuan Andika yang ditugaskan membantu mengelola Resto Rara oleh Tuan Andika


Berita kehamilan Rara sudah tersebar ke kediaman Pratama. Bahkan Nyonya Tama langsung menuju Rumah baru Rara dan Tuan Andika saat mendengar jika sang memantu sedang mengandung.


“ Sayang…. Darimana saja Mama menunggu kamu disini, kata dokter Lili kalian sudah keluar dari Rumah sakit sekitar dua jam yang lalu kenapa baru sampai rumah, jangan turuti Andika jika dia meminta ditemani kekantor. Mama tidak mau kamu kelelahan terlebih kamu kini tengah hamil muda” ucap Nyonya Tama panjang lebar tanpa memberikan kesempatan kepada anak dan menantunya menjelaskan.


“ Kamu mau makan apa sayang? Biar mama yang buatkan” ucapnya kembali


“Mulai besok kamu tinggal dirumah Mama saja …..”


“Tidak boleh!!” Ucap Tuan Andika memotong pembicaraan Mamanya


“Mama ngapain kesini?lebih baik Mama pulang Dika sama Rara mau istirahat” ucap Tuan Andika yang mendapat cubitan diperut serta tatapan tajam dari Rara.


“Dasar anak kurang ajar orang tua kesini bukannya disambut mala diusir” sembur Nyonya Tama ikut memberikan jeweran pada telinga putranya.


Rara tersenyum simpul melihat suami dan Mama mertuanya setiap bertemu selalu seperti anjing dan kucing. Padahal keduanya saling menyayangi satu sama lain. Hanya cara mereka menunjukan kasih sayangnya saja dengan cara yang berbeda dari orang pada umumnya.


Keluarga yang sedang diliputi kebahagiaan itu sedang duduk bersama diruang keluarga. Nyonya Tama mulai memonopoli Rara, sedikitpun tak mau berjauhan dengan menantunya. Tuan Andika mendengus sebal melihat sifat posesif Mamanya kepada istrinya. Alamat waktu bermesraanya dengan Rara akan berkurang mulai hari ini jika sang Mama terus memonopoli istrinya batinnya.


“ Kamu kenapa Dika?” Tanya Mamanya karena melihat Tuan Andika banyak merenung sejak tadi


“ Gak papa Ma hanya kepikiran dari mana Mama tau kalau Rara hamil” ucap Tuan Andika berkilah

__ADS_1


“Dari siapa lagi kalau bukan dari Om Ridwanmu. Dan dari dia juga Mama tau kalau kalian pergi ke rumah sakit menemui dokter Lili. Makanya Mama tadi menghubungi dokter Lili dan menanyakan kebenarannya. Kalian ini harusnya kalau ada berita bahagia begini langsung beritau Mama. Mama Rani sudah tau sayang?”Tanyanya kembali kepada menantunya.


“ Belum Ma karena Rara dan Mas Dika juga baru tau tadi kalau Rara hamil. Makanya tadi langsung periksa ke dokter kandungan untuk memastikannya jadi belum sempat memberi kabar sama Mama Rani” ucap Rara menjelaskan


“Oke biar Mama saja yang memberi tahu Mamamu, kamu disini sebenatar ya” ucapnya sambil mengambil tas dan menegluarkan ponselnya. Ternyata Nyonya Tama menghubungi besannya dengaan panggilan videoa.


“Halo besan” ucap Nyonya Tama ketika panggilan telah terhubung


“ Halo juga jeng, bagaimana kabarmu?” Tanya Nyonya Rani


“ Aku baik. Ada berita bagus jeng, sebentar lagi kita akan memiliki cucu, mantuku yang cantik ini sedang hamil” ucapnya antusias


“ Apa? Rara ha.. hamil?” Tanyanya kaget


“ Ya besan dan menantumu yang kurang ajar itu memang keterlaluan tidak mengabarkan berita bahagia ini kepada kita. Kamu tau? Bahkan aku taunya dari dokter pribadi kami yang kebetulan masih kerabat jauh tidak sengaja lewat depan rumah dan mengobrol dengan Mas Tama dan bilang kalau baru saja selesai memeriksa Rara yang muntah muntah dan prediksinya hamil” ucapnya menggebu menyudutkan putranya


Tuan Andika melongo memandang Mamanya yang sejak tadi terus menyalahkannya. Bahkan dihadapan Mama mertuanya sekalipun Tuan Andika masih disalahkan oleh Mamanya. Rara meremas jemari suaminya memberikan isyarat agar bersabar.


“Ma” ucap Rara saat ponsel Mama mertuanya sudah dia pegang


“ Selamat ya Nak, dijaga kehamilannya jangan kelelahan dan jangan setres mudah –mudahan lancar sampai persalinan tiba. Mungkin lusa Mama menjenguk kamu kesana soalnya besok Mama masih ada janji temu dengan pelanggan Mama” ucapnya teduh


“ Ya Ma terima kasih. Mama jangan lupa jaga kesehatan Mama ya” ucap Rara


“ Iya sayang. Mama sudahi dulu ya salam buat suami kamu” ucap Nyonya Rani kembali sebelum menutup sambungan teleponnya.


Hari – hari dijalani Rara dengan penuh kasih sayang dan perhatian dari orang –orang terdekatnya. Terlebih sang suami yang selalu siaga disaat dibutuhkan oleh Rara. Morning Sikcnespun tidak terlalu berat menurut Rara karena selalu mendapat perhatian dari suami dan mertua. Hampir setiap pagi Nyonya Tama mengunjunginya untuk memastikan menantunya baik – baik saja.


Tidak terasa kehamilan Rara sudah memasuki minggu ke 12. Tonjolan kecil diperutnya mulai kelihatan jika Rara sedang tidak mengenakan apapun. Mual muntahpun mulai berkurang digantikan dengan nafsu makan yang mulai melonjak.


Hari ini adalah hari bahagia untuk Ratih dan Arta. Resepsi pernikahan Ratih dan Arta digelar sederhana di Jakarta tepatnya dirumah Ratih setelah selasai pengucapan ijab qobul. Sesuai dengan keinginan Ratih yang menginginkan pernikahan sederhana yang penting hangat dengan berkumpulnya seluruh keluarga dan para sahabat.

__ADS_1


Rara dan Tuan Andika menghadiri acara pernikahan Ratih dari ijab qobul hingga resepsi, Ibu hamil itu masih anteng menikmati kundapan yang tersaji disana sedangkan Tuan Andika selalu setia menemani sang istri dan merangkul posesif istrinya.


Sebagai hadiah pernikahan untuk sahabatnya Rara memberikan kafe yang selama ini dikelola oleh Ratih kepada sahabatnya. Tidak hanya itu Rara juga memberikan rumah minimalis yang di tinggali mereka selama di Bandung dulu sebelum menikah dengan sang suami. Rara berpikir Ratih berhak mendapatkannya karena Ratih banyak berjasa dalam perjalanan hidupnya. Walaupun Ratih sebenarnya tidak menginginkan itu tetapi Rara tetap memberikannya kepada Ratih bahkan surat – suratnyapun sudah pindah nama atas nama Ratih.


Sambil menikmati desert Rara duduk dimeja pojok ditemani oleh sang suami Rara memperhatikan pelaminan. Dari sana dia dapat melihat jika kedua mempelai sedang berbahagia malam ini. Dia bersyukur lelaki sebaik Arta bersanding dengan sahabatnya yang baik hati seperti Ratih. Setidaknya semua rasa bersalahnya kepada Arta karena telah menyakitinya dulu sedikit terobati saat melihatnya berbahagai dengan sahabatnya.


“ Mas” ucapnya memanggil suaminya


“Apa sayang mau tambah lagi pudding mangganya?” Tanya sang suami perhatian


“Tidak mas, sudah kenyang” ucapnya


“ Mas terima kasih karena sudah mencintaiku” ucapnya yang tiba – tiba saja mellow sambil menggenggam jemari suami


“ Ya sama – sama sayang” ucap Tuan Andika mengelus punggung tangan Rara.


“ Padahal aku adalah wanita playgirl, wanita yang banyak menyakiti hati pria tetapi kamu masih mau memperjuangkan aku” ucapnya kembali


“ Karena kamu layak mendapatkan itu sayang, sudah jangan bahas masa lalau lagi mulai sekarang kita tatap masa depan kita. Ingat sebentar lagi kita akan menjadi orang tua untuk anak – naak kita” ucapnya merangkul pundak sang istri


“Anak – anak?” Tanya Rara dengan dahi mengernyit


“Ya aku ingin memiliki banyak anak denganmu sayang. Setelah ini lahir kita akan segera membuatkannya adik" ucapnya mengelus perut Ratih yang belum terlihat buncit


“Mas” rengek Rara manja


Tuan ANdika tertwa terbahak melihat istrinya merengek manja. Dirangkulnya pundak sang istri dan memberikan kecupan bertubi tubi dipuncak kepalanya. Menyalurkan sayang yang semakin hari bukan semakin surut tetapi semakin tumbuh subur dihati keduanya.


TAMAT


Hai sayang sayangnya author. Novel ini Author anggap tamat ya nanti akan ada extra partnya mohon jangan di unfavorite. Sekarang ini Author sedang mempersiapkan novel baru yang rencananya akan author publish di aplikasi ini juga. Kapan novel barunya akan di publish akan author umumkan disini juga jadi jangan pernah tinggalkan “Penakluk Miss Playgirl” ya kesayangan author. Semoga para readers sealaliu dalam keadaan sehat selalu.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2