Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bba 32 Yuda Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

Pagi ini Rara berangkat bekerja lebih awal dari biasanya. Hari ini adalah hari pertama Tuan Andika ke Perusahaan setelah pulang dari Singapura untuk meninjau cabang yang disana. Setelah menyiapkan semua keperluan Tuan Andika untuk pagi ini, Rarapun keluar dari ruangan sang CEO. Saat hendak menarik hendel pintu ternyata dari luar ada yang medorong. Pintu terbuka dua pasang mata hazel itupun saling bersirobok. Rara segera memalingkan wajah untuk memutus kontak mata dengan Tuan Andika.


“Selamat pagi Tuan, selamat datang kembali di Perusahaan” ucap Rara memberi hormat


“ Iya” ucap Tuan Andika berlalu


Tuan Andika tersenyum simpul melihat kemeja kerjanya sudah tersedia secangkir kopi dan semangkuk Bubur ayam. Sudah lama Tuan Andika merindukan kopi dan sarapan buatan Rara.


“ Rara” Panggil Tuan Andika


Rara yang baru saja keluar dari ruangan CEOpun membalikan badannya kembali karena bosnya memanggil.


“ Iya Tuan” Ucap Rara


“ Ini ada oleh – oleh buat kamu” uap Tuan Andika menyerahkan paper bag kepada Rara


“Terima kasih Tuan” jawab Rara


“ Hm… nanti malam bisakah kamu menemani saya makan malam bersama Mama saya Ra? Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba – tiba Tuan Andika mengajak Rara makan malam bersam keluarga Tuan Andika.


“Eh….” Rara reflek mengangkat wajahnya yang sedari adi menunduk.


Tuan Andika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Perkara mengajak wanita yang disukai untuk makan malam saja dia salah sampai membawa Mamanya. Tuan Andika memang tidak memiliki pengalaman dibidang ini. Bahkan baru Rara wanita yang pernah menemaninya makan siang dikantor.


“Maaf Tuan seperti saya tidak bisa. Ini rencannya saya nanti siang akan ijin pulang awal karena ada urusan keluarga kemungkinan sampai malam. Jadi sekali lagi maaf say tidak bisa menemani Tuan makan malam” ucap Rara tak enak hati


“ Ra.. boleh kita bicara sebentar” Ucap Tuan Andika dengan nada rendahh yang membuat jantung Rara tak karuan kembali.


“ Duduk disini Ra” kembali Tuan Andika memberi intruksi kepada Rara.


Rara dan Tuan Andika duduk berseberangan, entah apa yang akan dibicarakan oleh Tuan Andika karena sedari mereka berdua duduk sampai sekarang waktu sudah berjalan 10 menit tetapi Tuan Andika belum juga memulai pembicaraanya.


“Umurmu berapa tahun Ra?” Tanya Tuan Andika memulai komunikasi


“ 23 mau 24 Tuan” jawab Rara

__ADS_1


“ Kamu tidak ingin menikah Ra” kembali Tuan Andika memberikan pertanyaan yang membuat Rara kaget hingga mendelik.


Tuan Andika bangun dari sofa berjalan perlahan menuju jendela. Sorot mata Tuan Andika memandang hamparan awan puti dan cerahnya langit pagi ini.


“Apa kamu tidak lelah Ra memiliki kekasih segitu banyaknya. Belum lagi pagi sampai sore kamu bekerja. Kenapa tidak kamu fokuskan kepada satu kekasih saja Ra?” Ucap Tuan Andika.


Rara kaget mendengar ucapan Tuan Andika, kenapa bosnya belakangan ini selalu ikut campur masalah pribadinya pikir Rara.


“ Maaf Tuan itu masalah pribadi saya biarkan saya yang menyelesaikannya sendiri, apa ada lagi yang Tuan butuhkan?” Tanya Rara.


Tuan Andika tersenyum kecut mendapati reaksi dari sekertarisnya. Sepertinya Tuan Andika harus privat dahulu tentang bagaimana cara mendekati wanita, dan bagaimana membuat wanita tersebut nyaman berbicara dengannya. Tuan Andika menghela nafasnya menyadari Rara sudah tidak nyaman berada diruangannya.


“ Maaf Rara kalau saya terkesan ikut campur. Satu hal yang harus kamu tau Ra lelaki juga memiliki hati yang dalus dan lemut yang mudah sakit. Saya tau kamu seperti itu karena kamu kecewa dengan mantan tunangan kamu. Tetapi kamu melampiaskan dengan lelaki lain juga tidak benar Ra. Maaf” Ucap Tuan Andika.


“ Maaf Tuan, saya harus melanjutkan pekerjaan saya. Saya permisi” Rara buru – buru keluar dari ruangan CEO. Entah kenapa perkataan Tuan Andika memberikan tamparan keras bagi seorang Rara. Dari mana Tuan Andika tau masalah pribadinya pikir Rara. Hati Rara merasa tersentil akan ucapan Tuan Andika.


Pukul 13 : 00 Rara sampai di RY Resto, setelah meminta ijin untuk pulang lebih cepat kepada CEOnya Rara langsung menuju RY Resto. Setelah sampai disana Rara langsung masuk kedalam Resto dan kebetulan bertemu dengan Yuda.


“ Hai Ra” sapa Yuda berbinar


“ Iya Yuda aku memang ingin ketemu kamu” Ucap Rara


“ Kamu lihat Ra, Resto ini semua desaign sesuai keinginan kamu. Kita akan hidup bahagia nanti Ra setelah menikah. Tolong percaya padaku” ucap Yuda menggebu


“ Segitu cintanya aku sama kamu Ra. Aku sampai meninggalkan kedua orang tuaku. Dan membangun Resto sesuai keinginan kamu dahulu. Aku minta maaf atas semua kesalahan yang aku perbuat di masa lalu” ucap Yuda kembali merayu.


“ Beneran kamu membanun Resto ini untuk aku Yud?” Tanya Rara


“ Ya benerlah Ra masak aku bohong” ucap Yuda jumawa.


Terlihat Rara sedang mengambil sesuatu didalam tasnya. Kotak yang dibalut kain beludru maroon. Ya itu adalah kotak cincin yang diberikan Yuda beberapa hari yang lalu.


“Kenapa belum dipakai? Tanya Yuda


“Aku ingin kamu yang memakaikan Yud” ucap Rara yang ditanggapi dengan senyum cerah dibibir Yuda.

__ADS_1


“Tapi… sebelum cincin ini melingkar dijari manis aku, aku ingin pemilik RY Resto aku Yud, apa boleh Yuda? Bukankah kamu bilang kamu membangun Resto ini untuk aku?”Ucap Rara tersenyum manis.


GLEK!!!


Yuda menelan salivanya kasar. Bagaiman Yuda akan membalik nama Resto menjadi milik Rara, sedangkan Yuda saja sudah tidak memiliki saham disini. Lama Yuda menacari jawaban yang sekiranya tidak membuat Rara curiga.


“Begini Ra untuk membalik nama khan perlu Pengacara dan Notaris juga. Kebetulan pengacara aku lagi cuti, jadi untuk balik nama kamu yang sabar ya?” ucap Yuda memberikan penjelasan.


Tiba – tiba ada seorang Waiters yang mendekati Yuda dan membisikan sesuatu. Terlihat perubahan dari wajah Yuda yang menjadi tegang.


“ Ra aku kebelakang sebentar yaa? Ada hal penting yang harus aku urus dulu” ucap Yuda yang hanya diberikan anggukan kepala oleh Rara


Sampai di ruang kerjanya ternyata Yuda telah ditunggu oleh Om Rafael. Ada apa Om Rafael kesini, bukankah laporan megenai Resto selalu Yuda kirim pkirnya.


“ Selamat siang Om, tumben ada apa Om?” Karena penasaran Yudapun langsung bertanya.


Merekapun terlibat obrolan serius. Sesuai permintaan Om Rafael Yuda mengumpulkan karyawannya didekat meja kasir. Karena kebetulan Resto sepi sehingga seluruh karyawan bisa berkumpul hari ini. Om Rafaelpun mulai menjelaskan jika Om Rafael bukan lagi pemilik Resto atau lebih tepatnya Resto sudah dijual.


Yuda sangat kaget mendengar yang disampaikan Om Rafael. Bagaimana dengan nasibnya, sedangkan Yuda sudah tanda tangan kontrak kerja selama setahun. Yuda hanya berharap mudah – mudahan Bos barunya lebih enak dari pada Om Rafael. Yuda lebih kaget lagi sampai matanya mendelik tak percaya tiba – tiba Om Rafael memanggil Rara.


“ Om mengenal Rara?” Tanya Yuda gugup


“ Tentu saja kenal Rara ini adalah pemilik Resto ini mulai dari lima hari yang lalu” ucap Om Rafael tenang


“ HAH!!” hanya kata itu yang keluar dari mulut Yuda.


Rara melangkah mendekati Om Rafael untuk mengenalakan diri sebagai pemilik Resto yang baru. Setelah mengenalkan diri Rarapun berkata jika dia akan menggantikan posisi manager di RY Resto. Dan pernyataan Rara kembali membuat Yuda kaget. Sepertinya hari ini Yuda akan mengalami senam jantung.


Tepat setelah Rara menyatakan akan mengganti Manager Resto, saat bersamaan datang dua orang gadis yang satu Yuda tidak mengenalinya, tetapi yang satu lagi jelas Yuda mengenalinya, mereka dulu sangat dekat bahkan mereka dulu berbagi keringat. Jantung Yuda berdegub kencang dadanya semakin sesak seiring langkah Kania yang mendekat.


“ Ka…. Ka… Kaaania..” Ucap Yuda terbata hingga dia ambruk


Bersambung


...****************...

__ADS_1


Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part


__ADS_2