Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 67 Perkenalan Versi Halal


__ADS_3

Waktu terus berlalu, kediaman Wijaya sudah mulai sepi. Mulai pukul 13:00 para kerabat dan tetangga sudah meninggalkan kediaman Wijaya setelah jamuan makan siang. Kini tinggalah kedua keluarga yang berkumpul diruang keluarga.


“Ra… ajak nak Andika istirahat nanti pukul 15:00 kita langsung berangkat ke Grand Hotel tempat resepsi pernikahan kalian diadakan” ucap Nyonya Rani kepada putrinya


“Ingat Dika istirahat!! Kamu jangan aneh aneh karena nanti kalian akan mengadakan resepsi sampai tengah malam, Mama enggak mau menantu Mama kecapean” ucap Nyonya Tama menimpali


“ Ya Ma” ucap Tuan Andika sambil berlalu bersama Rara untuk beristiraat


Rara mengajak suaminya beristirahat dikamar Rara yang terletak dilantai dua. Sedari tadi wajahnya merona seperti kepiting rebus. Bahkan semenjak diruang keluarga tadi wajah Rara selalau menunduk dan gerogi sampai dikamarpun Rara masih menunduk. Tuan Andika gemas melihat tingkah istrinya yang malu malu.


“ Emmm Mas mau mandi atau gimana?” Tanya Rara


“ Kita mandi bareng aja dek biar cepat, nanti kita bisa cepat istirahat” goda Tuan Andika


“HAH!! Eng… enggak Mas, Mas saja yang duluan”ucap Rara terbata


Tuan ANdika tertawa dalam hati melihat istrinya yang salah tingkah, dengan pura – pura sibuk melepas mahkota pengantin Sunda yang masih bertengger dikepalanya.


“Sini mas bantu ngelepasin, Kamu pasti kesusahan melepasnya sendiri” ucapnya menarik badan Rara dan membantu melepaskan mahkota pengantin yang masih melekat dikepala Rara


“Makasih Mas” ucap Rara setelah semua pernak pernik dikepalanya berhasil dilepas oleh Tuan Andika


“Hmm pakainnya apa perlu Mas bantu lepasin?”Godanya kembali

__ADS_1


“Eh…. Gak usah aku bisa ngelepas sendiri, kalau gitu aku duluan deh kekamar mandi” ucapnya sambil berlari kekamar mandi mengindari suaminya yang sekarang menjadi super mesum.


Tuan Andika tertawa terbahak melihat kelakuan istrinya. Entah kenapa Tuan Andika senang sekali menggoda istrinya. Melihat kepanikan dan wajah merona istrinya memberikan mood boster untuk Tuan Andika.


Sementara itu dikamar mandi Rara menenangkan dirinya. Dia bersanadar dibalik pintu kamar mandi dang menekan dadanya, Rara sangat deg degan sekarang berada didekat suaminya. Dia segera melepas pakaiannya dan melaksanakan ritual mandi untuk menghilangkan rasa lengket dibadan. Setelah selesai mandi Rara menyambar handuk dan dia baru teringat jika dia lupa membawa pakaian ganti.


Rara merutuki kebodohannya, dia tidak mungkin keluar dengan menggunakan handuk kimono yang pendek ini. Walaupun menutupi semua tubuhnya tetapi ukuran yang pendek meperlihatkan kaki jenjang Rara. Dia membuka pintu kamar mandi dan melongokan kepalanya keluar mencari sosok suaminya dan berarap jika Tuan Andika telah tertidur. Rara mengedarkan pandangan keseluruh penjuru kamar tetapi tidak menemukan suaminya. Mungkinkah suaminya itu keluar pikirnya secepat kilat dia keluar dari kamar mandi dan mengunci pintu kamarnya.


Rara bernafas lega setelah mengunci pintu kamarnya, dia berpikir bisa leluasa berganti pakaian tanpa ada rasa was – was jika tiba – tiba suaminya masuk kekamarnya kembali. Tetapi Rara lupa mengecek balkon kamarnya. Dengan santainya Rara melepas haduk kimono yang membuat Rara tampil seperti bayi baru lahir. Rara bergerak cepat menggunakan pakaiannya tanapa tengok kanan dan kiri, tanpa sadar jika ada sosok yang baru masuk dari balkon memperhatikan dia sejak dia keluar dari kamar mandi. Langkahnya semakin mendekat kearah Rara. Darahnya berdeseir menyaksikan pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya, entah sudah berapa kali Tuan Andika menelan ludahnya melihat betapa indanya ciptaan Tuhan.


Ya Saat Rara mandi Tuan Andika berniat kebalkon kamar Rara. Sambil menunggu istrinya mandi dia menghubungi David sang asisten yang mengurus akomodasi bulan madunya ke pulau Maldevis. Saat akan kembali kekamar siapa yang mengira dia mendapatkan durian runtuh. Mendapati sang kekasih hati yang seperti bayi. Langkahnya pun mendekat kepada sang istri, bukankah semua yang melakat pada tubuh istrinya halal baginya pikir Tuan Andika


GREPP


Rara membeku mendapatkan pelukan dari suaminya. Dari mana suaminya masuk pikirnya. Matanya terpejam saat sang suami mencium bahunya yang belum tertutup apapun karena Rara belum sempat memakainya.


“ Ma… Ma.Mas bukannya kamu tadi keluar kamar?” Tanyanya terbata


“Aku tadi dibalkon sayang, tidak mungkin mas meninggalkan istri mas yang cantik ini sendirian dikamar” ucapnya sambil menelusuri bahu sang istri menghirup aroma segar dan wangi sabun mandi yang digunakan oleh Rara.


“Kamu seksi sekali sayang” Ucapnya setelah membalikan tubuh Rara.


Kini mereka saling berhadapan Rara menunduk malu tidak berani memandang wajah Tuan Andika. Bahkan tangannya berusaha mengambil handuknya untuk menutupi keseluruhan tubuhnya yang belum menggunakan pakaian luar.

__ADS_1


“ Jangan ditutupi sayang, bukankah ini semua halal bagi Mas?” Ucap sang suami memeang dagu istrinya agar berhenti menunduk.


Kedua pasang mata itu saling bersirobok, Rara dapat melihat kilatan mata Tuan Andika yang berbeda dari biasanya. Apakah ini memang harus terjadi disini pikirnya. Padahal dia sudah menyiapkan segala keperluannya untuk bertempur nanti malam setelah resepsi. Dan semua alat tempurnya telah dia masukan kedalam koper yang sama yang hendak dia bawa ke Pulai Maldevis besok pagi yang jadwal penerbangannya pukul 08:00.


“Ta..Tatapi Mas kita sebentar lagi harus bersiap ke ho…..”


Ucapan Rara tertahan karena sudah dibungkam oleh bibir Tuan Andika, Sang suami memperlakukan sang istri dengan sangat lembut hingga Rarapun menikmati sentuhan dari sang suami. Mata Rara terpejam dengan tangan menggantung dileher Tuan Andika bahkan Rara membalas ******* yang diberikan oleh Tuan Andika yang semakin membuat semangat sang suami berkobar.


Ciuman yang tadinya lembut kini menjadi ciuman yang menuntut bahkan kini lidah keduanya saling membelit satu sama lain tangan sang suamipun sudah tidak hanya berada dipinggang. Nafas keduanya memburu menandakan jika keduanya menginginkan lebih dari sekedar ini. Setelah mengasen seluruh rongga sang istri kini indra pengecap itu menelusuri leher jenjang sang istri dan terus turun hingga sampai pada sumber kehidupan Anak – anak mereka kelak. Lama Tuan Andika menenggelamkan wajahnya disana menghirup aroma yang mengguar ditempat yang akan menjadi tempat favoritnya. Kini Tuan Andika kembali berdiri tegak dan mencium puncak kepala Rara dengan sayang.


“Sepertinya sudah cukup sesi perkenalan versi halalnya” ucapnya memandang Rara lembut. Yang dipandang wajahnya semakin merona.


“Kamu jangan malu lagi dong Dek. Kita sudah halal bahkan untuk melakukan hal yang lebih dari ini. Coba kamu rasakan” ucapnya sambil mengambil tangan Rara dan diarahkan ke bawah pusar tubuhnya. Rara mendelik melihat kemesuman suaminya.


“ Is… mesum” ucap Rara menarik tangannya. Yang disambut dengan tawa terbahak dari Tuan Andika.


“Sebenarnya dia sudah tidak tahan, tetapi demi istri tercinta mas yang paling cantik ini mas akan menahannya” ucap Tuan Andika kembali.


“Segeralah pakai pakaianmu dan beristirahat masih ada waktu 60 menit, Mas enggak mau istri Mas terlihat lelah nanti saat acara resepsi. Mas mandi dulu kamu tidur saja duluan biar nanti segar dan fit” ucapnya lembut.


“I love you my wife” ucapnya kembali mendaratkan ciuman dikening sang istri sebelum pergi kekamar mandi.


“I love you too my husband” ucap Rara tersenyum memandang sang suami kekamar mandi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2