Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 80 Hamil


__ADS_3

Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, tidak terasa pernikahan Rara dan Tuan Andika sudah satu bulan. Kemesraan selalu menghiasi hari pasangan halal itu. Tak jarang Tuan Andika mengajak Rara untuk menemaninya bekerja di kantor. Gelar CEO dingin dan arogan masih melekat pada Tuan Andika. Karena Tuan Andika hanya hangat dan ramah kepada istri dan keluarganya saja.


Hari masih gelap tetapi Tuan Andika meraba ranjang sebelahnya tidak mendapati sang istri disana. Seketika Tuan Andika membuka matanya dan melihat jam dindidng menunjukan pukul 05:15. Kemana istrinya masih subuh begini pikirnya.


Perlahan Tuan Andika merubah posisinya menjadi duduk dan bersandar pada dasrbord dipan. Samar – samar dia mendengar suara gemericik air didalam kamar mandi. Tuan Andika bernafas lega ternyata istrinya dikamar mandi, mungkin istrinya sedang buang air kecil pikirnya. Tuan Andika kembali merebahkan badannya saat hendak memejamkan mata dia dikagetkan dengan suara muntahan dari dalam kamar mandi.Tuan Andika segera berlari menghampiri istrinya dikamar mandi.


“ Sayang kamu kenapa?” Tanyanya panik saat melihat sang istri terduduk dilantai kamar mandi dengan wajah pucat pasi setelah muntah berkali kali tetapi hanya cairan kuning saja yang keluar.


“Oh astaga kamu pucat sekali” ucapnya panik dan menggendong tubuh sang istri membawanya ke tempat tidur


“Bik.... bibik” panggil Tuan Andika kepada ART nya


“ Ya Tuan” jawab Bik Marni tergopoh – gopoh


“Tolong buatkan teh hangat untuk Rara, tadi dia muntah – muntah dan pucat sekali” Ucapnya tanpa melihat ARTnya karena fokusnya hanya pada ponselnya yang sedang menghubugi dokter pribadi keluarganya.


“Baik Tuan” Ucap Bik Marni


Tak berselang lama Bik Marnipun membawa nampan yang berisi satu gelas teh manis hangat.


“ Ini Tuan tehnya” ucap Bik Marni sambil meletakan nampan diatas nakas


“ Iya Bik terimakasih” ucap Tuan Andika


“ Maaf Tuan sejak kapan Nyonya muntah – muntah lagi?” Tanya Bik Narsih memberanikan diri karena melihat kepanikan diwajah Tuannya


“ Lagi?” Tanyanya bingung


“Sayang apa sebelumnya kamu sudah pernah mual?” Tanyanya pada sang istri yang dijawab anggukan kepala oleh istrinya


“Ya Tuhan kenapa tidak cerita sayang” ucapnya frustasi


“ Aku pikir cuman masuk angin karena siangnya udah baikan, cuman pagi ini lebih parah dari pada kemarin – kemarin” ucapnya lemah

__ADS_1


“Kemarin – kemarin? Berarti kamu sudah berhari – hari mual begini?Kenapa tidak memberi tahuku? Dan bibik tau Rara beberapa hari ini mual – mual?” Tanyanya menghadap kepada Artnya dengan tatatpan tajam yang dijawab oleh anggukan kepala dari ARTnya sambil menunduk takut Tuannya akan marah besar.


Wajah Tuan Andika merah padam. Ternyata sudah berhari – hari istrinya begini dan Artnya mengetahui jika istrinya seperti itu tetapi tidak memberi taunya. Tuan Andika hendak marah tetapi tangannya dielus oleh sang istri dan mengisyaratkan untuk tidak memarahi Bik Maarni. Tuan Andika meraup wajahnya menggunakan jemarinya sebagai pelampaiasan kemarahanny. Kenapa Bik Marni sangat ceroboh pikirnya. Suasana tegang dikamar itu terhenti karena terdengar ketukan pintu dari luar.


“ Tuan, dokter Ridwan sudah datang” ucap Art lainnya yang mengantarkan dokter itu menuju kamar Nyonyanya.


“ Ya masuk” ucapnya


Masuklah dokter laki – laki paruh baya yang diperkirakan umurnya sudah mencapai 50 tahun. Bibikpun pamit undur diri setelah mendapat perintah dari Tuannya.


“Om tolong periksa istriku, dia sudah beberapa hari ini muntah – muntah” ucapnya khawatir


Wajah Tuan Andika tampak serius memperhatikan dokter Ridwan memeriksa keadaan istrinya. Dia berharap tidak terjadi sesuatu hal yang buruk terhadap istrinya.


“Sudah berapa lama muntah – muntahnya?” tanya Dokter Ridwan kepada Rara


“ Kalau muntahnya baru hari ini itupun yang keluar hanya cairan kuning Dok, kalau dari lima hari kemarin hanya mual – mual saja” ucap Rara tenang tetapi tidak dengan suaminya yang melotot tidak percaya dengan pernyataan sang istri yang ternyata sudah lima hari istrinya mual – mual.


“ Kapan terakhir datang bulan?” Tanya Dokter Ridwan kembali. Tuan Andika kembali mengernyit mendengar pertanyaan dokernya. Kenapa menanyakan siklus bulanan istrinya pikirnya, tetapi Tuan Andika masih diam menunggu kelanjutan hasil pemeriksaanya.


Jawaban Rara membuat senyum mengembang pada pria paruh baya tersebut.


“Sepertinya Kamu hamil Ra, Coba nanti cek ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan temui Dokter Lili di poli Kandungan” ucapnya tenang


“Ha.. Hamil??” ucapnya kaget


Sementara Tuan Andika hanya bengong termangu ditempat tanpa ada pergerakan, bahkan sampai Dokter Ridwan meninggalkan Rumah mewah pasangan suami istri itu. Dia masih mencoba mencerna ucapan dokter Ridwan yang mengatakan jika istrinya hamil. Sedangkan pernikahannnya saja baru genap sebulan pikirnya. Dan Tuan Andika masih ingat betul jika dialah yang membuka segel milik Rara.


“Mas kenapa?” Suara lembut sang istri menyadarkan Tuan ANdika dari lamunan panjangnya.


“Mas gak seneng aku hamil? Bukannya mas yang dari dulu pingin aku segera hamil?” Tanya Rara kembali


“Eh seneng kok” ucapnya tergagap

__ADS_1


“Kalau senang, kenapa wajah Mas ditekuk begitu?” Tanya Rara kembali memeperhatikan wajah suaminya.


“Mas terlalu senang sayang ternyata doa mas terkabul agar cepat memiliki momongan” ucapnya dengan senyum yang dipaksakan


“Bagaimana kalau kita langsung ke Rumah sakit untuk memastikan?” Ajak Tuan Andika yang ingin memastikan apakah benar Rara hamil atau tidak. Kalau Rara memang hamil dia akan meminta penjelasan tentang anak yang dikandung oleh istrinya.


“ Oke ayukk kebetulan aku juga ingin banyak konsultasi dengan dokter kandungan. Agar kandunganku sehat sampai saatnya melahirkan” Ucap Rara penuh binar


Hanya perlu waktu 20 menit Rara dan Tuan Andika sudah samapi di Rumah sakit Harapan Bunda. Merekapun lngsung daftar ke poli kandungan dan menunggu antrian karena sepertinya sudah ada beberapa pasien disana sebelum mereka sampai.


Setelah menunggu hampir 40 menit kini giliran Nama Rara yang dipanggil. Rarapun memasuki ruangan yang dikuti oleh sang suami disampingnya.


“Selamat pagi Nyonya Tuan? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya dokter muda yang perkiraan umurnya baru 35tahun.


“ Saya sudah telat datang bulan sekitar tiga belas hari dok. Dan sudah lima hari ini saya setiap pagi mual – mual yang lebih parah tadi pagi saya sampai muntah tetapi tidak ada isi, yang keluar hanya cairan kuning” ucap Rar panjang lebar


“ Oke baik buk silahkan berbaring dahulu ya kita akan melaksanakan pemeriksaan USG” ucapnya mempersilahkan Rrara berbaring di brankar Rumash Sakit.


Setelah Rara berbaring Dokter lili memulai mengoleskan gel ke permukaan perut Rara dan memulai dengan alat usg.


“Oke lihat kelayar monitor didepan ya Tuan Nyonya” Ucap Dokter Lili Ramah


“Wah… selamat ya Nyonya ternyata anda hamil. Ini sudah ada kantung janin dan calon janin didalamnya yang masih berupa titik” Ucap dokter Lili senang, sambil menunjuk layar monitor.


“Berapa usia kandungannya Dok” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Tuan Andika.


“Umurnya baru tujuh minggu Tuan,untuk mual dan muntah itu wajar, semua Ibu hamil mengalaminya” ucapnya sambil membantu Rara turun dari brankar Rumah sakit karena dilihatnya suami dari pasiennya hanya bengong saja.


“Kamu kenapa lagi Mas?” Tanya Rara


“Anak siapa yang kamu kandung Ra?” Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Tuan Andika tanpa memikirkan hancurnya perasaan sang istri. Bagaimana bisa suaminya menyangsikan anak yang berada dikandungannya. Jelas – jelas suaminyalah yang mmebuka segelnya saat di Maldevis.


Bersambung

__ADS_1


Hai kesayangan Author mudah – mudahan kalian selalu sehat. Dan mudah – mudahan kalian semua masih setia mendukung Author. Cerita ini sebentar lagi akan tamat ya. Untuk cerita Dewi dan Surya nanti Author buatkan di novel terpisah karena perjalanannya yang sangat panjang. Dan kabar baiknya lagi Author akan segera mempublish cerita baru ya sayang. Jangan lupa klik favorit dan berikan dukungan terus kepada Author.


Terima kasih


__ADS_2