Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 25 Di Jenguk Bos


__ADS_3

Setelah kepergian Tuan Andika tinggalah Rara dan Ratih dikamar VVIP tempat dimana Rara dirawat. Ratih benar – benar menepati semua janjinya kepada Surya untuk selalu mejaga Rara adiknya.


“ Siapa yang tadi disini Ra? Tanya Ratih


“ Itu CEO yang sering aku ceritain Tih” Ucap Rara


“ Itu bos kamu Ra?” Tanya Ratih memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh Rara.


“ Ciye…. Yang dijengukin sama bosnya” goda Ratih kembali.


Rara hanya memutar bola matanya.mendengar Ratih terus menggodanya. Rara yakin kalau Ratih yang mengatakan kepada Surya jika Yuda kembali menemuinya. Tetapi Rara tidak marah karena apapun itu Rara yakin pasti kakanya yang menekan Ratih agar mau mengatakan apa saja yang dilakukan dan dialami Rara selama jauh dari kakaknya itu.


“Ra… sorry masalah buket bunga itu seriusan aku gak tau kalau kak Surya dan tante Rani bakalan kesini kemaren” Sesal Ratih


“ Gak Papa Tih… aku juga gak tau kalau kakaku dan mama bakalan kesini” Ucap Rara menenangkan


“ O.. iya mending kamu sekarang telfon kakak kamu atau mama kamu, mereka pasti sudah tau dari mang” Ucap Ratih mmengingatkan


Rara menepuk jidatnya dia lupa jika sekarang sudah ada mata – mata sekaligus sopir yang 24 jam menjaga Rara dan pasti melaporkannya kepada kakaknya. Dengan berat hati dia mengambil ponselnya dan menghubungi kakaknya, mengatakan kalau dia baik – baik saja agar kakak dan mamanya tidak khawatir.


Pagi ini Rara sudah boleh pulang dari rumah sakit setelah satu hari satu malam dirawat. Selama Rara dirawat mantan – mantan kekasih Rara juga menjenguknya kesana dan kesempatan itu digunakan oleh Rara meminta maaf dan menyampaikan keputusannya bahwa dia benar – benar untuk sementara tidak mau menjalin asmara dengan siapapun. Meskipun berjalan dengan alot namun akhirnya mencapai keputusan final sesuai harapannya.Tak terkecuali Arta dan Yudapun menjenguk Rara.


Arta pagi ini bersikeras akan mengantar Rara pulang, pagi sekali dia sudah sampai di Rumah Sakit.Arta berharap meski hubungannya dengan Rara kandas setidaknya dia masih bisa berteman. Dan niat baik Artapun diterima oleh Rara. Ratih sudah membereskan semua pakain Rara selama dirawat dirumah sakit. Setelah semua beres Ratih ke bagian kasir melakukan pembayaran, Dan ternyata telah dilunasi oleh Tuan Andika.


Sedangkan dikamar perawatan Rara hanya berdua dengan Arta mereka sedang asyik mengobrol hingga tak sadar kalau ada yang masuk keruang perawatan tersebut dan memperhatikan mereka berdua. Ruang perawatan yang tak tertutup membuat Tuan Andika masuk tanpa menimbulkan suara. Tuan Andika memperhatikan lelaki yang diajak berbicara dengan Rara ternyata bukan Yuda siapa lagi lelaki ini pikir Tuan Andika. Pandangan Tuan ANdika menyapu ruangan Rara tak sengaja matanya melihat ada tumpukan buket bunga kalau diperkirakan mungkin ada sekitar 15 buket bunga mawar. Buket bunga lagi pikir Tuan Andika menghela nafas dan memijit pelipisnya.


Baru saja Tuan Andika melangkah 2 langkah Ratih datang dari arah berlawanan. Ratih kaget kenapa bosnya Rara ada disini tetapi Rara masih mengobrol dengan Arta.


“ EH… ada Tuan Andika, silahkan duduk Tuan” Ucap Ratih sengaja berbicara agak keras agar terdengar oleh Arta dan Rara.

__ADS_1


Rara kaget dan salah tingkah mengetahui ada CEOnya diruangannya dan dia tidak tau sejak kapan CEOnya itu ada diruanganya.


“ O.. iya Tuan untuk biaya perwatan Rara terimakasih Tuan sudah melunasinya” Ucap Ratih kembali dan melirik kearah Rara memberik kode bahwa biaya perawatannya sudah dibayarkan oleh Bosnya.


“Hah” Hanya itu yang keluar dari mulut Rara. Rara bingung harus berkata apa mau menolak sudah dibayar mau mengembalikan jelas ditolak.


“ Bukan Saya yang membayar tetapi Perusahaan, kebetulan kartu asuransi kesehatan Rara masih saya yang pegang karena baru kemaren tercetak” Ucap Tuan Andika tenang


“Terima kasih Tuan” Ucap Rara menampilkan senyumnya.


“ Sama – sama Ra… O iya pulangnya biar saya yang antar ada hal masalah perusahaan yang harus saya bicarakan kepadamu” Ucap Tuan Andika mencoba beralasan


“O… iya tidak apa apa, Arta kamu nanti sama Ratih ya” Ucapnya kepada Arta


“ Oke… ayok… udah semua kan.. ayok Tih” Ucapnya kepada RAtih sambil membantu Ratih membawakan barang – barang Rara.


“ Ra… siapa laki – laki itu” Tanya Tuan Andika menyelidiki


“O… iyu Arta sahabat aku dan Ratih” jawab Rara


“ O… lalu lelaki yang beberapa hari yang lalu dirumahmu kemana?” Tanya Tuan Andika kembali tetapi hanya dijawab Rara dengan mengedikan bahu tanda dia tidak tau


“ Em… buket – buket bunga di Rumah sakit tadi kenapa tidak dibawa pulang em… dari siapa itu buketnya” Tanya Tuan Andika kembali dengan hati - hati


“Untuk apa… biarin aja dirumah sakit buat perawat yang sudah menjaga saya Tuan. Itu buket dari mantan – mantan saya” jawab Rara jujur


Tuan Andika kaet mendengar jawaban Rara Mantan katanya barusa? Kalau tidak salah ada 15 tadi hitungan Tuan Andika berarti 15 orang lagi mantan Rara yang mendekati Rara. Tuan ANdika geleng – geleng dan tersenyum getir medengar ucapan Rara barusan.


“Lagian itu dari mantan dan kami sudah berdamai mantan saya juga sudah terima saya putusin jadi Tuan tenang saja tidak akan ada lai yang mengirimi buket Bunga ke lantai 10 kekantor Bapak” Ucap Rara menjelaskan kembali.

__ADS_1


“ Karena mereka tidak akan lagi mengirim buket bunga, saya minta maaf kalau kmren saya sempat membuat Tuan tidak nyaman” sesalnya kembali


Tuan Andika tidak focus mendengarkan kata – kata Rara yang selanjutnya karena fokusnya hanya kepada katlimat “Dari mantan dan kami sudah berdamai mantan saya juga sudah terima saya putusin jadi Tuan tenang saja tidak akan ada lai yang mengirimi buket Bunga”. Saking bahagianya Tuan Andika merasa di didanya berterbangan bunga – bunga, tanpa disadarinya bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman.


Rara hanya geleng – geleng kepala memperhatikan Tuannya senyum senyum sendiri, Apakah Tuannya ini kesambet pikirnya. Rara jadi teringat bukanah tadi katanya ada masalah perusahaan yang akan dibicarakan oleh Tuan Andika pikirnya


“ Tuan …” Ucap Rara menyadarkan Tuan Andika dari dunianya sendiri


“ Eh… iya ada apa?” tanynya kaget


“ Masalah perusahaan apa, yang ingin Tuan sampaikan kepada saya?” Tanya Rara


“ O… itu hemmm ini saya mau memberikan kamu ini” ucap Tuan Andika menyodorkan kartu ASKES (Asuransi kesehatan)


Rara ragu menerima kartu itu karena menurut Rara yang biasanya memiliki kartu ASKES yang berlogokan PT AW group hanyalah karyawan tetap, sedangkan dia hanyalah karyaan kontrak saja dan bahkan dia baru beberapa hari bekerja di perusahaan tersebut.


“Ambil Ra… itu memang milik kamu, dikartu itu juga tercetak jelas nama kamu “ jelas Tuan Andika kembali.


“ Gak usah merasa tidak enak karena kamu saya dan David memiliki kartu tersebut” Ucapnya menenagkan kembali


Dengan Ragu Rara menerima kartu yang disodorkan oleh Tuan Andika. Tak terasa mobil yang dikendarai oleh Tuan Andika dan Rara sudah masuk kepekarangan rumah Rara. Rara hanya bingung saat Tuan Andika menyuruhnya untuk menunggu dimobil sebentar, kenapa lagi pikirnya. Dan Rara dibuat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Tuan ANdika, ternyata Tuan ANdika membukakan pintu Untuk Rara. Saking malunya Wajah Rara sampai merah merona.Tuan Andika mengantarkan Rara sampai diteras yang sudah ditunggu oleh Ratih dan Arta.


“ Ra… kamu masih saya hitung cuti sampai dua hari lagi.Jadi kamu istirahat saja dirumah, Masalah pekerjaan kamu untuk sementara masih dikerjakan oleh David.”. Ucap Tuan Andika lalu pamit meninggalkan Rumah Rara menuju ke gedung Awiguna Group dengan senyum yang tak surut sepanjang perjalanan.


Bersambung


******************************


Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part

__ADS_1


__ADS_2