
Luka tetapi tidak berdarah, mungkin itu yang dirasakan Rara. Siapa yang menyangka niatnya memberikan kejutan kepada Tuan Andika justru dia yang mendapatkan kejutan dari tamu Tuan Andika yang tidak lain tidak bukan merupakan calon istri dari Tuan Andika. Rara sedikit mencuri dengar apa yang dibicarakan oleh Sherin, ternyata Tuan Andika menyukai Shern sejak kecil dan Tuan Andika menerima dijodohkan dengan Sherin. Selebihnya Rara sudah tidak mau mendengarkan lagi karena akan menambah sesak didadanya.
Rara meletakkan surat pengunduran dirinya yang dari dahulu memang sudah dia siapkan saat dia tidak siap dengan segala peraturan Tuan Andika. Akhirnya surat pengunduran diri itu sampai juga ketangan Tuan Andika padahal Rara berniat menyobeknya beberapa hari yang lalu.
Rara menaiki taxi online menuju Resto. Rara tidak menangis meraung ataupun terisak pandangannya hanya kosong dan dingin sejak keluar dari AW Group. Sampai di Resto Rara menemui sahabatnya Ratih. Ya dia harus menemui Ratih, karena Rara yakin Tuan Andika pasti akan mencarinya lewat Ratih. Dia sudah memutuskan tidak akan berhubungan kembali dengan Tuan Andika dalam bentuk hal apapun itu, meskipun keputusan itu berat untuk dilaluinya
Ratih heran melihat Rara yang datang dengan pandangan kosong dan aura dingin. Bukankah seharusnya siang ini dia dan Tuan Andika merayakan hari jadi mereka berdua? Lalu kenapa Rara kemari? Trus kenapa sahabatnya itu sama sekali tidak ada senyum, berbeda dengan Rara tadi pagi saat menyiapkan bekal makan siang bersama dengan Tuan Andika kekasih hatinya. Seseorang yang mampu menaklukan Rara yang Playgirl pikir Ratih.
“ Hai Tih masih sibuk? Bisa kita bicara sebentar?” Ucap Rara
“Oke ayok keruanganku” ajak Ratih yang mengerti Rara tidak dalam keadaan baik – baik saja. Rara dan Ratih berjalan menuju ruangan Ratih agar mereka bisa leluasa berbicara.
“ Kamu kenapa Ra? Kok sudah pulang? O iya bagaimana aca….” Ucapan Ratih terhenti karena Rara meletakan telapak tangannya didepan wajah Ratih pertanda tidak boleh meneruskan ucapannya.
“ Aku sudah mengundurkan diri, Aku sudah menghubungi Kania dan Om Rafael jika aku berniat menjual kembali Resto ini agar kamu fokus mengelola kafe saja. Om Rafael akan mencoba menghubungi rekan – rekannya sesama pengusaha kuliner siapa tau ada yang berminat” ucap Rara dengan wajah datar
“ Tapi kena….” Kembali ucapan Ratih dipotong oleh Rara
“Aku akan kembali ke Jakarta aku akan membantu Kak Surya memajukan usaha Almarhum Papa. Kamu tolong disini kelola dulu kafe aku dan Resto sampai terjual” ucapnya kembali datar
“Tapi jangan kamu beritahu Kak Surya ataupun Mama kalau aku akan pulang. Aku ingin memberikan kejutan untuk Mama. Karena Mama pasti senang mengetahui aku pulang” ucapnya berusaha tersenyum
Ratih mengetahui dan sangat mengetahui senyum itu adalah senyum palsu. Ratih sudah lama bersama dengan sahabatnya. Jadi dia paham mana senyum palsu mana senyum kebahagiaan Rara
__ADS_1
“Oke, boleh aku bicara?” Tanya Ratih
“Kenapa kamu mengundurkan diri?” Tanya Ratih
“Aku udah jelasin Tih, aku ingin membantu Kakaku” Ucap Rara
“Lalu bagaimana dengan Tuan Andika? Bukankah kamu hari ini merayakan hari jadi kalian? “Ucap Ratih mengintrogasi.
“Antara aku dan Tuan Andika hanya mantan atasan dan sekertaris tidak akan pernah ada hubungan lain selain itu. Karena Tuan Andika sudah memiliki calon istri. Dia dijodohkan oleh orang tuanya” ucap Rara menahan sesak didada.
Kembali Ratih kaget hingga mulutnya terbuka menganga. Tidak menyangka akan begini jadinya hubungan Rara. Ratih pikir Tuan Andika adalah pasangan yang pas untuk Rara. Siapa yang tau hubungan Rara akan gagal lagi disaat Rara baru mau memulai.
Ratih menghambur memeluk Rara awalnya ditolsk oleh Rara namun Ratih tetap memeluknya semakin erat. Dia sangat tau bagaimana perasaan Rara sekarang.
“Tapi Ra aku yakin Tuan Andika sangat menyayangi kamu Ra, mungkin memang benar Tuan Andika dijodohkan tapi apakah Tuan Andika mau atau tidak khan kita tidak tau, kamu jangan ngambil keputusan disaat emosi begini Ra nanti kamu menyesal” ucap Ratih mencoba menengahi.
“Tapi memang Tuan Andika sudah menerimanya Tih. Mungkin dia mundur karena tidak yakin dengan hubungan kami terlebih keluargaku memiliki aib, yang sampai sekarang masih sering diperbincangkan orang – orang. Tuan Andika pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku Tih” ucapnya kembali kali ini Rara sudah tidak kuat menahan bendungan air mata hyang akhirnya meluncur bebas dipipi mulusnya.
“Udah yaa tolong jangan bahas mengenai Tuan Andika lagi, aku mau siap – siap berangkat Tih” ucapnya kembali datar
“Kamu hari ini juga balik ke Jakarta? Gak besok atau lusa gitu?” Tanya Ratih kembali
“ Enggak Tih. Tolong kamu urus Kafe dan Resto aku ya? Maaf merepotkan mudah – mudahan Restonya cepat terjual jadi kamu bisa fokus sama Kafe aja” ucap Rara yang ditanggapi dengan angguka kepala oleh Ratih. Bibirnya kelu mau mengucapkan sepatah kata.
__ADS_1
Sementara itu di Perusahaan Aw Group Tuan Andika kelimpungan karena mendapati Black Card yang dia berikan kepada Rara sekitar seminggu yang lalau dan Surat pengunduran diri Rara didalam satu amplop. Belum hilang rasa keterkejutannya tiba – tiba David datang dengan wajah tegang.
“Ada apa David?”Tanya Tuan Andika
“Maaf Tuan” ucapnya sambil menyodorkan ponselnya kepada Tuan Andika.
Tuan Andika heran sampai dahinya mengernyit dengan kelakuan asistennya. Kenapa Asistennya menyodorkan ponsel, apa susahmya tinggal jawab saja langsung pikir Tuan Andika. Menghela nafas jengah diterima juga ponsel David dan ternyata ada transaksi ke rekening David. Yang membuat Tuan Andika kaget adalah si pengirim uang tersebut adalah Citra Maharani (Rara). Hampir saja Tuan Andika membanting ponsel David tetapi tiba –tiba ada notivikasi kembali dan lagi – lagi pesan itu dari Rara.
‘David maaf saya merepotkan kamu tolong serahkan uang yang saya kirim kepada pihak perusahaan . Itu sudah sesuai dengan jumlah denda pinalty yang tertera di Surat Kontrak. Maaf kalau selama ini saya merepotkan kamu dan Tuan Andika. Terimakasih untuk semua ilmu yang sudah kamu berikan kepada saya. Salam Rara’.
Tuan Andika mencengkeram erat ponsel David sepertinya emosinya sudah diubun – ubun. Bagaimana bisa Rara sudah membayar denda pinaltynya bahkan jumlah itu tidak sedikit 5M ya Rara sudah mentransfernya sebanyak itu. David kaget ketika tiba – tba ponselnya sudah jatuh tak berbentuk. David memandang nanar pada ponselnya yang baru saja dia beli. Terlebih itu merupakan ponsel Smartphone apel yang digigit keluaran terbaru.
Tuan Andika melangkah dengan terburu- buru. Dia tidak mau terlambat sampai di rumah Rara. Tuan Andika harus menjelaskan jika Sherin bukan siapa – siapa bagi Tuan Andika. Dia meremas rambutnya frustasi seharusnya memang dia tadi tidak mengajak Sherin masuk keruangannya. Tuan ANdika benar – benar tidak tau jika didalam Rara sudah menyiapkan kejutan untuknya. Setelah sampai dirumah Rara dia langsung menemui Mang Jaja sopir Rara yang berjaga diteras
“ Mang tolong panggilkan Rara” ucap Tuan Andika
“Lho neng Rarra belum pulanga atu Den” ucap Mang Jaja heran
Mendengar jawaban Mang Jaja Tuan Andika lalu kembali kemobilnya dengan langkah cepat.Tanpa mendengar teriakan dari Mang Jaja. Dia meyakini jika Rara sekarang berada di Resto.Tuan Andika mengendarai kendaraannya dengan sangat cepat.
Bersambung
...****************...
__ADS_1
Dear Readers maaf subuh ini satu bab dulu yaaa nanti sore author Up satu bab lagi.Terimakasih jangan lupa like dan komen. By