
Setelah 10 menit lamanya Yuda pingsan akhirnya dia sadar. Yuda mengedarkan pandangannya kesekeliling dia merasa familiar dengan tempat itu, kenapa dia berada di ruang istirahat petugas cleaning service pikirnya. Yuda teringat tadi dia berbicara dengan Om Rafael dan Rara dan… tiba – tiba Yuda menepuk jidatnya dengan mata mendelik dia teringat tadi dia melihat Kania.
“ Yuda, kamu sudah sadar? “ Tanya OB tersebut
Yuda mendelik tak percaya kenapa OBnya yang dia tau namanya Budi berani sekali memanggil dia dengan nama saja. Kurang ajar harus diberi pelajaran mungkin si Budi pikir Yuda.
“ Heh Bud, kenapa kamu lancang sekali. Panggil yang benar, kamu mau aku pecat hah!!” Yuda marah kepada Budi tatapannya nyalang.
“Ya lagian kita sama – sama OB aku harus panggil kamu apa? Yuda OB?” Budi ketawa sambil geleng geleng kepala melihat tingkah mantan managernya yang baru saja turun jabatan.
“ O… iya aku kesini hanya menyampaikan pesan dari Buk Rara dan Buk Ratih kalau kamu sudah sadar, kamu disuruh mengahadap beliau” Budi kembali berbicara.
Yuda meremas rambutnya frustasi. Apa sebenarnya yang terjadi pikirnya. Siapa lagi Buk Ratih itu, kenapa dia harus mengahadap Buk Ratih pikir Yuda. Tak mau menerka – nerka apa yang terjadi Yudapun keluar dari ruangan OB menuju ruang utama Resto, karena dia tidak tau harus kemana. Disepanjang jalan semua mata memandang Yuda ada yang merasa iba dan ada pula yang mencibir, sungguh Yuda bingung dengan semuanya. Yuda melihat Rara sedang duduk disalah satu sofa tempat pengunjung VIP. Kemana Kania pikir Yuda dengan siapa lagi Rara duduk pikirnya.
“Ra..” ucap Yuda
Dua orang wanita menoleh berbarengan. Yuda dapat melihat Rara memandanganya dengan pandangan sulit diartikan. Yuda bingung kenapa Rara begitu memandangnya, tatapannya dingin dan tajam sepanjang mengenal Rara yuda belum pernah melihat tatapan Rara yang sekarang. Berulang kali dia menelan salivanya karena gugup.
“ Kau sudah sadar” ucap Rara datar
“Kau tadi hanya pingsan Yud, bukan kepentok tembok yang membuat mu lupa ingatan” sarkas Rara
“ Mulai sekarang panggil aku Ibuk Rara dan ini temanku Ratih, panggil dia Ibuk Ratih dia adalah manager di Resto ini” ucap Rara
Yuda melongo mendengar perkataan Rara kenapa temannya itu menjabat sebagai manager, lalu bagaimana dengan dia pikirnya.
“Dia sebagai manager lalu aku dan kenapa semua kamu yang ngatur Ra?” Ucap Yuda bingung
Plak!!
__ADS_1
Rara melempar map coklat tepat mengenai wajah Yuda .Yuda gelagapan menerima serangan dadakan dari Rara sampai map tersebut jatuh kelantai. Map coklat tersebut berisi tentang pengalihan kepemilikan Resto. Disana jelas dituliskan jika Rara adalah pemiliknya bahkan sudah disahkan oleh notaris.
“Baca!!!” Perintah Rara
Meski bingung Yuda mengambil map coklat yang ada dilantai dan membacanya. Bola mata Yuda membola tidak percaya dan dia baru teringat jika tadi ada Om Rafael yang mengatakan jika Om Rafael sudah menjual Restonya kepada Rara. Ya Yuda baru mengingatnya dia meremas rambutnya frustasi bagaiman dia sekarang menghadapi Rara.
“ Ra..” ucap Yuda bersimpuh dikaki Rara. Rara yang kaget reflek mundur beberapa langkah
“ Ra maafkan aku, aku tau aku salah aku minta maaf, memang bukan aku pemilik Resto ini. Tetapi dulu aku memang memiliki saham di Resto ini sebanyak 25% Ra. Maaf jika aku berbohong Ra, aku tidak punya pilihan Ra, aku ingin kamu mau menerima aku sebagai kekasihmu lagi karena aku masih sangat mencintai kamu Ra” ucap Yuda masih bersimpuh. Rara hanya berdecih mendengar ucapan Yuda
“Bahkan aku rela meninggalkan orang tuaku dan semua kemewahan demi bisa bersama de….”
“CUKUP!!!”Bentak Rara
“ Aku jijik mendengar setiap kata yang keluar dari mulutmu Bastard” sarkas Rara.
“ Kamu meminta kembali denganku karena perusahaan keluargamu bangkrut Yuda. Bukan karena kamu mencintaiku. Bahkan kamu dan orang tuamu bekerja sama” ucap Rara tersenyum sinis.
Rara masih emosi ditambah Yuda yang terus menyangkal kebenaran yang dipaparkan oleh Rara membuatnya semakin murka.
“Budi!!!” panggilnya pada Ob senior
“Ya buk” Budi datang dengan membawa proyektor .
Sebelumnya Rara sudah berbicara kepada Budi jika Yuda terus menyangkal maka dengan terpaksa rekaman video Yuda dan orang tuanya akan dipertontonkan..
Yuda melongo melihat beberapa kepingan video tentang bangkrutnya perusahaan keluarganya dan rekaman dimana dia dan ibunya sedang menyusun strategi meluluhkan Rara, dan mengambil alih semua kekayaan yang dimiliki Rara.
“Dan tadi kau bilang sangat mencintaiku? Kalau kamu memang mencintaiku kamu tidak akan mengkhianatiku Yuda, apa kamu lupa dulu kamu sempat menghamili Kania mantan sekertarismu dulu?”Ucap Rara masih dengan tatapan nyalang.
__ADS_1
“ Dan dengan tidak berperasaannya kamu menyuruh Kania menggugurkan kandungannya. Dasar pengecut!!! Apa yang bisa aku dapatkan dengan menerimamu kembali Yuda? Gak bisa jawab kan?Karena memang gak ada yang akan aku dapatkan Yuda” Ucap sarkas Rara.
“ Mulai besok kamu menjadi OB disini, manager Resto sekarang adalah Ratih. Kalau kamu tidak terima kamu bisa mengundurkan diri. Tetapi, kamu harus bayar penalty sebesar Rp 500.000.000,- karena amu tidak menyelesaikan masa kontrak kerja“ Ucap Rara kembali.
Suasana Resto sangat sunyi karena pintu Resto dikunci dari dalam dan diberikan tanda jika Resto tutup. Semua karyawan menyaksikan penurunan jabatan Yuda serta kejahatan yang telah dilakukan oleh Yuda. Yuda duduk termenung tidak ada lagi yang dapat dia banggakan, tidak ada lagi yang akan dia kejar. Bahkan sekarang dia hanya menjadi OB dengan pendidikan Magister. Apakah Yuda masih sanggup bertemu dengan Rara dan keluarganya. Atau bahkan karyawan di Resto, mampukah dia akan menghadapi hujatan karyawan Resto. Jika di mengundurkan diripun dia tidak akan mampu membayar denda penalty.
“ Kamu tau Ra kenapa aku sampai menghamili sekertarisku, kamu tau jawabannya Ra. Aku pria dewasa Ra aku memiliki kebutuhan yang tidak bisa aku tunda. Sedangkan kamu sebagai kekasih aku, kamu tidak bisa memberikannya kepadaku Ra” Ucap Yuda sendu.
“Terserah kamu mau berkata apa Yuda, aku sudah tidak perduli jauh sebelum kita bertemu kembali aku berharap kita tidak akan bertemu. Tetapi takdir mempertemukan kita disini dengan keadaan yang tidak mungkin kembali seperti dulu” ucap Rara.
Tiba – tiba terdengar suara gaduh dari arah dapur Resto, semua mata tertuju kesana termasuk Rara dan Ratih betapa kagetnya mereka semua. Kenapa ada pasukan semacam perampok masuk kedalam Resto. Masuk dari mana perampok – perampok ini pikir Rara dan mereka berjumlah sekita 10 orang dengan membawa senjata pistol dan pisau.
Semua karyawan menjerit histeris ketika digiring dan di ikat menjadi satu. Karyawan Resto yang mayoritas perempuan pasti kalah jika melawan laki – laki kekar bersenjata seperti itu. Rara dan Ratih saling pandang raut ketakutan jelas terlihat diwajah gadis itu. Terlebih saat dua orang laki- laki kekar tersebut mendekat kearahnya dan mengikat tangan Rara dan Ratih terpisah.
“Ha… Ha…Ha..” Tawa Yuda menggelegar membuat merinding yang mendengar.
“Apa kamu takut sayang?” Ucap Yuda sambil mencekram dagu Rara
“Apa yang akan kamu lakukakan Yuda? Lepas!!!” Ucap Rara membrontak
“ Maaf Ra aku harus menggunakan rencana terahirku” ucap Yuda masih membelai pipi Rara.
Terlihat Yuda sedang membuat minuman dan menuangkan sesuatu kedalam minuman tersebut.Yuda berjalan kearah Rara dan memaksa Rara untk meminumnya. Kembali lagi Rara kalah tenaga melawan dua laki – laki yang menahannya agar Yuda gampang memberikan minuman itu kepada Rara.
“ Bawa dia kekamarku” tunjuknya pada Rara
Rara mendelik tak percaya dengan kelakuan Yuda. Apa yang akan dilakukan Yuda dengan membawa Rara kekamarnya. Oh My God help me please… monolog Rara yang digiring kekamar Yuda yang terletak disebelah ruang kerjanya.
Bersambung
__ADS_1
Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part