
Benar yang dikatakan oleh Tuan Andika, jika Rara malam ini masih diberikan kebebasan. Dikamar presidential suite memang tidak terjadi pergulatan panas malam ini. Hingga pagi hari Tuan Andika masih betah memeluk Rara yang masih terbungkus oleh selimut.
Rara terbangun lebih dahulu, dia meraih ponsel untuk melihat waktu, ternyata sudah pukul 06:00 masih pagi untuk pasangan yang baru saja menikah. Tetapi mengingat acara Rara yang akan berangkat ke Maldevis pukul 08:00 Rara segera bangkit dari tidur dan mengecek ulang keperluan yang akan dibawa ke Maldevis. Sebelum melakukan aktivitas lainnya RAra memutuskan mandi terlebih dahullu dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih layak agar tidak membangunkan cobra yang masih anteng tidur bersama pemiliknya.
“ Sayang jangan membawa pakaian terlalu banyak, disana telah disiapkan oleh David semuanya. Kamu hanya perlu membawa diri kamu dan keperluan pribadimu saja” Ucap Tuan Andika yang terbangun dan melihat RAra sibuk membereskan koper yang akan dibawa ke Maldevis.
“ Jadi gak perlu membawa pakaian?” Tanya Rara
“ Tidak, karena semua telah disiapkan oleh David disana. Kamu hanya perlu membawa tubuh kamu dan hati kamu kesana” Ucap Tuan Andika
“Eh… tapi kamu juga harus membawa pakaian dinas seperti semalam aku liat banyak dikopermu… bawa yang banyak ya sayang kita akan berlibur seminggu disana” ucapnya dengan senyum menggooda dan alis naik turun
Rara menunduk menahan malu. Walaupun sudah menjadi sepasang suami istri Rara masih sangat malu jika sang suami mulai membahas hal seperti itu. Dan itu semua membuat Tuan Andika gemas.
CUP
“Morning kiss” ucapnya tanpa dosa menyambar bibir ranum Rara sekilas.
“Dek mas mandi dulu ya… kita turunnya bareng pasti kedua ibu suri sudah nunguuin kita dibawah” ucapnya lagi sambil berlalu kekamar mandi.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Tuan Andika dan Rara turun kebawah untuk sarapan bersama keluarga dan beberapa kerabat yang masih tinggal dihotel. Rara dan Tuan Andika mengambil duduk bersebelahan dan dekat dengan sang Mama.
“ Kalian jadi Honeymoon sayang?” Tanya Nyonya Tama yang melihat putranya sudah membawa sebuah koper
“Jadi dong Ma ini nanti kita berangkat, katanya pingin cepet dapet cucu” ucap Tuan Andika tanpa filter.
Semua yang berada dimeja makan ruangan privat itu tertawa mendengar ucapan blak blakan Tuan Andika. Sementara Rara hanya menunduk dan masih heran dengan perubahan sikap suaminya yang kini menjadi super mesum.
“ Ya sudah kamu hati – hati ya jagain Rara. Jangan buat dia menangis” ucap Nyonya Tama kepada putranya.
“Siap komandan!!!” ucap Tuan Andika yang kembali membuat Suasana meja makan riuh
Nyonya Rani sangat bersyukur Rara mendapatkan keluarga yang harmonis dan suami yang sangat menyayanginya.
“Ma kami berangkat dulu ya, jangan lupa jaga kesehatan” ucap Rara pamitan kepada Mamanya
__ADS_1
“Iya sayang… selamat bulan madu have fun ya sayanggg” ucap Nyonya Rani memeluk putrinya
“Dika Mama titip Rara ya… Jika suatu saat kamu telah bosan dengan Rara kamu bisa mulangin Rara kerumah Mama, Tolong jangan menyakitinya” ucap Nyonya Rani sendu.
“ Saya pastikan Rara akan bahagia bersama saya Ma. Dan saya tidak akan pernah bosan dengan Rara… kalaupun pulang kerumah Mama itu hanya untuk berkunjung” ucap Tuan Andika tegas
“ Ya makasih ya Nak” ucap Nyonya Rani memeluk menantunya.
Setelah berpamitan dengan semua keluarga, Rara dan Tuan Andika bergegas ke bandara dengan dijemput oleh sang asisten.
“David aku titip perusahaan sama kamu. Kalau ada kendala coba nanti kamu diskusikan dengan Papa, atau kamu bisa menghubungiku asal tidak mengganggu waktuku dengan Rara kalau tidak mau kamu saya pecat” ucapnya enteng
“Baik Tuan” Sepertinya hanya itu saja jawaban yang aman sekarang. David akan berusaha sebisa mungkin tidak menghubungi Tuannya dan mengganggu acara bulan madu Tuannya.
Untuk kenyamanan sang istri, Tuan Andika menggunakan jet pribadinya untuk perjalanan kali ini. Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam 30 menit Tuan Andika dan Rara mendarat di Bandar Udara Internasional Velana juga terkenal dengan Bandar Udara Male. Sedangkan dari Bandar udara sepasang suami istri tersebut menempuh perjalanan sekitar 40 menit dengan menggunakan kapal pesiar yang merupakan fasilitas jemputan dari pulau yang telah disewa oleh Tuan Andika.
Begitu sampai di pulau Rara disuguhkan dengan pemandangan hijau dan hamparan pantai sepanjang mata memandang.
“Kenapa sepi sekali Mas?” Tanya Rara dengan dahi berkerut
“Maksudku, kemana pengunjung vila yang lainnya kenapa kososng dan sepi?” Tanya Rara kembali
“Sayang pulau ini sudah aku sewa selama tujuh hari kedepan” ucap Tuan Andika tanpa tende aleng aleng
“HAH!!!” ucap Rara kaget dengan mulut menganga terbuka lebar. Untukapa suaminya menyewa pulau seluas ini pikirnya.
“Mas ingin privasi sayang…. Dan Mas gak mau tubuh seksi istri Mas dipandang oleh orang lain, Ini adalah vila utamanya. Pelayan hanya akan keari jika kita yang menghubungi mereka, dan mereka akan kemari dan memenuhi semua yang kita butuhkan” ucap Tuan Andika
“Kita istirahat sebentar masih ada waktu satu jam untuk melihat sunset, pakainnya nanti saja dibereskan” ucap Tuan Andika. Inilah yang diperkirakan oleh Tuan Andika jika berangkat pagi mereka akan sampai di pulau Maldevis sore jadi bisa melihat indahnya sunset dihamaparan birunya air laut, salah satu panorama alam yang sangat disukai oleh Rara.
Rara bangun karena merasa ada yang mengusik tidur nyenyaknya. Benar saja suaminya sudah merusuh dengan menciumi semua wajahnya.
“Is… Mas geli…” ucapnya karena Tuan Andika tidak menghentikan ciumannya
“Makanya bangunnn cepetan mandi kita akan kesuatu tempat” ucapan Tuan Andika, dan ini mampu membangunkan Rara. Rara memicingkan matanya melihat sang suami yang sudah bersiap dengan setelah resmi.
__ADS_1
“Mau kemana?” Tanya Rara
“Ikut aja sama Mas, Kamu mandi dulu truss pakai pakaian yang ada dipapaerbag itu” ucapnya menunjuk paper bag diatas meja rias Rara.
Rarapun mandi dan bersiap, Rara menggunakan Slip dresss berwarna beige, gaun tanpa lengan yang memiliki potongan tali tipis atau spaghetti strap, sehingga membuat Rara terlihat feminim dan menawan.
Sedangkan Tuan Andika menggunakan setelah jas dan tuxedo berwarna biru tua dengan dalaman kemeja putih. Tidak lupa dasi kupu – kupu bertengger dilehernya. Tuan Andika menuju tempat yang telah disulap oleh pelayan menjadi tempat makan romantis dengan pemandangan sunset dan birunya air laut.
“Terima kasih sayang” ucap Rara yang mendapat kejutan bertubi tubi dari suaminya
“Kamu suka?” Tanya Tuan Andika yang dijawab anggukan kepala oleh Rara
Merekapun makan dengan suasana yang sangat romantis, setelah menghabiskan makanannya alunan music romantic terdengar mendayu ditelinga Rara.
“Mari kita berdansa” ajak Tuan Andika mengulurkan tangannya.
Dayung bersambut, Rara menerima uluran tangan sang suami dan merekapun berdansa mengikuti alunan music. Tak ada jarak diantara mereka berdua, Tuan ANdika menempelkan keningnya pada kening Rara.
“I love You So Much Rara istriku” ucap Tuan Andika lirih
“I Love you more suamiku” ucap Rara tak kalah manis
Mereka saling tatap dalam hingga tiba – tiba indra perasa mereka sudah saling ******* dengan lembut, saling sesap dan saling membelit.
“Kita lanjut dikamar ya?” ucap Tuan Andika terengah ketika ciuman itu terlepas, kembali Rara hanya mengangguk memberikan jawaban.
“Mas boleh minta kamu memakai pakain dinas kamu yang warna peach” ucap Tuan Andika dan langsung dan menggendong Rara ala Bridal Style membawa Rara kekamarnya.
Rara mengalungkan tangannya dileher sang suami dan menyembunyikan wajahnya yang merona mendengar permintaan sang suami, yang meminta dia menggunakan pakaian dinas berwarna peach.
Bersambung
Jangan lupa tinggalkan jejak....
Teeima kasih..
__ADS_1