Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 72 Memiliki Seutuhnya


__ADS_3

Setelah mengetahui jika sang istri masih tersegel Tuan Andika lemas dan ambruk diatas tubuh istrinya. Dia menyesali kebodohannya kenapa tidak paham dan tidak peka jika belakangan ini Rara selalu mencoba memberitahu. Seandainya dia tahu, jika ini yang pertama untuk Rara mungkin dia tidak akan sekasar ini menorobos pertahanan Rara.


“Sayang maafin Mas ya? Sakit banget ya?” ucapnya merasa bersalah sambil ingin melepaskan penyatuannya.


“Enggak papa Mas, mau kemana?” ucapnya menahan tubuh sang suami


“Kita sudahi saja Mas gak tega kamu pasti kesakitan” ucapnya merasa bersalah


“Tidak!!! Wania memang diberikan takdir itu Mas nanti lama – lama tidak akan sakit, lakukan saja tapi pelan – pelan” ucap Rara


“ Kalu sekarang gagal, besok – besok juga akan sakit lagi. Jadi tuntaskan sekarang tapi pelan – pelan ya?” ucap Rara kembali yang melihat sang suami tetap diam


Mendapat pencerahan dari sang istri membuat Tuan Andika melanjutkan kembali aktifitasnya. Awalnya Tuan Andika berniat menghentikan aktifitasnya saat melihat istrinya kesakitan, walaupun cobra miliknya masih siaga. Pergumulan itupun berlangsung sangat lama awalnya Rara yang merasa kesakitan tapi kini sudah bisa menikmatinya bahkan mengimbangi gerakan Tuan Andika membuat semangat Tuan Andika semakin berkobar.


Tuan Andika merasakan jika istrinya sebentar lagi akan mencapai puncaknya. Tuan Andikapun mempercepat ritmenya hingga dia juga merasakan sesuatu akan meledak dari intinya. Hingga beberapa saat kemudian Tubuh keduanya sama – sama mengejan dan bergetar hebat dengan peluh membanjiri tubuh mereka.


“Terima kasih sayang” ucap Tuan Andika mengecup kening sang istri dengan haru


“Sama – sama sayang” ucap Rara memebelai rahang tegas sang suami.


“kita bersih – bersih dulu ya... terlebih kamu harus berendam air hangat agar besok tidak terlalu ngilu ataupun sakit” ucapnya langsung menggendong Rara ala bridal style.


Tuan Andika mendudukan Rara dipinggiran bathub, sambil menyiapkan air hangat untuk berendam sang istri dan tidak lupa membubuhkan aroma terapi. Setelah dirasa cukup Tuan Andika kembali mengangkat tubuh sang istri dan memasukan delam bathub untuk berendam agar lebih rileks.

__ADS_1


“Mas bersih bersih dulu, adek disini saja dulu berendam ya...” ucapnya lembut


Setelah selesai mebersihkan diri Tuan Andika bergegas keluar dari kamar mandi dan membereskan kekacauan ditempat tidur akibat pertempuran mereka berdua. Bibirnya tertarik membentuk senyuman saat matanya melihat noda merah di sprey. Tuan Andika bergegas mengganti dengan yang baru dan menyimpan sprey yang lama untuk kenang – kenangan bahwa dia adalah lelaki pertama dan dapat dipastikan hanya dia satu – satunya pria yang menyentuh Rara sampai bagian yang terdalam.


Tak dapat dipungkiri Tuan Andika jelas merasa bangga karena dia merupakan yang pertama untuk sang istri. Mengingat kehidupan Rara yang sering bergonta ganti kekasih tetapi masih bisa menjaga kesuciannya. Hal itu Jelas menjadi kebanggan tersendiri terlebih saingannya dalam meraih cinta Rara tidaklah sedikit. Dari sekian puluh pria yang selalu menanti Rara teryata dia kini telah memiliki Rara seutuhnya.


Setelah selesai merapikan kekacauan dikamar Tuan Andika menyusul sang istri. Tuan Andika kembali menggendong Rara dan meletakannya dibawah shower untuk membersihkan sisa sisa sabun di tubuh Rara. Sekuat tenaga Tuan Andika menahan keinginannya yang tiba – tiba muncul kembali saat melihat tubuh indah sang istri. Tua Andika sadar betul ini adalah yang pertama untuk Rara belum lagi dia tadi melakukannya sedikit kasar pasti sang istri masih merasakan sakit dan ngilu.


Dengan telaten Tuan Andika memakaikan pakaian untuk Rara sebelum merebahkan Rara ditempat tidur untuk bristirahat. Tak henti – hentinya Rara mengulas senyum mendapatkan perhatian segitu besar dari sang suami. Rara benar – benar diperlakukan seperti Ratu oleh sang suami. Rara menikmati saja semua perlakuan sang suami karena badaanya memang terasa remuk semua terlebih bagian intinya terasa sangat ngilu dan perih.


Tuan Andikapun ikut merebahkan badannya disebelah Rara dan memeluk Rarra dengan posesif. Dapat dipastikan sebentar lagi sang suami akan terkena Syndrome Bucin akut. Tak berselang lama terdengar nafas teratur dari keduanya pertanda mereka berdua telah terbuai kealam mimpi.


Pagi menyapa, Rara meraba kasur disebelahnya dengan mata masih terpejam tetapi tidak mendapati sang suami. Dia segera membuka mata dan mengedarkan pandangan kepenjuru kamar namun tak kunjung menemukan suaminya. Kemana suaminya pergi pagi – pagi seperti ini pikirya.


Villa ini memiliki tiga bangunan yang dapat menampung tamu. Bangunan pertama yang merupakan villa yang ditempati Rara dan sang suami berupa vila dua kamar tidur di atas pantai dengan pancuran air di dalam dan di luar ruangan, ruang tamu bersama, kolam renang tanpa batas, dan jacuzzi.


Bangunan kedua berupa vila pantai tiga kamar tidur dengan dua kolam renang. Lalu bangunan ketiga berupa vila empat kamar tidur, yang dilengkapi dengan dua kamar tidur king, dua kamar tidur queen, jacuzzi, dan ruang tamu yang besar. Seluruh bangunan memiliki akses langsung ke pantai.


Jka mengetahui sang suami menyewa satu pulau ini mungkin dia akan mengajak seluruh keluarganya dan para sahabatnya untuk bergabung menikmati indahnya panorama Maldevis. Lamunan Rara buyar ketika mendengar pintu dibuka dari luar. Terlihat sang suami datang dengan membawa sebuah nampan yang diatasnya berisi susu coklat hangat dan sepotong sandwich yang jika dilihat dari penampilannya sangat menggugah selera.


“Pagi sayang” ucap sang suami dengan senyum mengembang dan wajah berseri


“Pagi juga sayang” sapa Rara

__ADS_1


“ Ini sarapanmu cepat dihabiskan” ucapnya meletakan nampan diatas nakas dan menuntun Rara untuk duduk diatas ranjang.


“ Mas yang buat?” Tanya Rara penasaran yang dijawab anggukan oleh Tuan Andika


“Makasih ya Mas” Rara tidak menyangka suaminya akan seperhatian dan sesayang ini dengannya? Karena perut yang memang keroncongan Rara dengan cepat menghabiskan sandwichnya dan meneguk susu coklat hangat sampai tandas. Sang suami tersenyum melihat Rara makan seperti orang kelaparan.


“Masih sakit sayang?”Tuan Andika dengan arah mata menunjuk inti tubuh sang istri


Pertanyaan Tuan Andika berhasil membuat wajah Rara kebali merona. Oh... ayolah kenapa sang suami bertanya hal seperti itu. Tidak taukah sang suami jika Rara belum terbiasa dengan semuanya.


“Masih sedikit” ucapnya menunduk


“ Hei kenapa malu? Mas sudah melihat semuanya sayang tanpa ada yang terlewatkan, jadi jangan malu lagi sama Mas” ucap sang suami yang tahu jika istrinya masih malu malu.


“Mau renamg dengan Mas?” Tanya sang suami


Rara langsung mengangguk dengan wajah berbinar mendengar ajakan sang suami. Sejak kemarin sebenarnya Rara sudah sangat ingin berenang dengan pemandangan pantai lepas dan birunya air laut. Tapi Rara bingung dia mau berenang menggunakan pakain apa? Sedangkan dia tidak membawa pakaian berenang dari Jakarta.


“Mas tunggu dibawah ya kamu siap – siap, kamu ambil saja pakain yang dilemari yang kamu sukai. Semua itu milikmu” ucapnya yang megetahui jika sang istri sedang bingung harus menggunakan pakain apa sedangkan dia tidak membawa pakain renang sama sekali.


Tuan Andika meninggalkan Rara dikamar untuk bersiap – siap. Dia bergegas kebawah membawa nampan yang sudah kosong. Namun langkah Tuan Andika terhenti ketika mendengar jeritan Rara dari dalam kamar mereka.


“AAaaaaaa!!! Mas!!!!!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2