Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 75 Hadiah dari Rara 2


__ADS_3

Tuan Andika berjalan menuju meja makan dengan tatapan tak lepas dari istrinya. Deru nafasnya mulai berat melihat penampilan Rara malam ini. Tetapi seolah tidak terjadi apa – apa Rara tetap cuek dengan pura pura sibuk menyiapkan perlengkapan makan untuk sang suami dan menutupi kegugupannya.


“Ra?” Ucapnya memanggil sang istri dengan sangat lembut


Rara mendongakan wajahnya agar bisa melihat wajah sang suami dan memberikan senyum termanisnya.


“Kita makan dulu ya Mas?” Ucap Rara dan mulai menyantap masakannya setelah melayani sang suami mengambil makanan.


Sepanjang acara makan malam Tuan Andika tidak melepaskan tatapannya dari Rara istrinya. Bahkan makanan Rara sudah hampir habis tetapi makanan milik Tuan Andika masih utuh. Mungkin hanya berkurang dua sendok. Sadar ditatap oleh sang suami Rarapun menghentikan acara makanya dan meletakan peralatan makan diatas meja makan.


“Mas kenapa tidak makan? Apa masakanku tidak enak?” Tanya Rara


Belum sempat Tuan Andika menjawab tiba – tiba saja Rara sudah duduk dipangkuan Tuan Andika. Dengan entengnya mengambil piring makanan Tuan ANdika dan menyuapi sang suami. Terus digoda oleh sang istri Tuan Andikapun dengan gerak cepat ******* bibir sang istri sebelum Rara menyuapinya.


Rara berpakaian lengkap saja selalu berhasil menggoda Tuan Andika apalagi kini hanya mengenakan pakaian seperti saringan tahu. Tidak mungkin dia akan melepaskan mangsanya begitu saja.


“Mas belum makan, aku suapi dulu ya?” ucap Rara dengan nafas terengah setelah pagutannya terlepas.


“Mas hanya ingin makan kamu” ucap Tuan Andika lalu menggendong Rara seperti koala menuju kamarnya.


“Kamu harus diberi pelajaran karena sudah berani menggoda Mas” ucapnya dengan tatapan menyeringai kearah Rara.


Dengan lembut Tuan Andika meletakan tubuh sang istri diperaduan mereka. Tuan Andika sangat senang melihat penampilan Rara malam ini. Sejengkalpun Tuan Andika tidak melewatkan bagian tubuh Rara. Entah sudah berapa kali Rara mengeluarkan suara indahnya. Tuan Andika terperangah ketika tiba – tiba Rara berjongkok dihadapannya dengan wajah Rara berada tepat diinti tubuhnya. Dia tidak menyangka jika sang istri akan melakukan tindakan itu. Tindakan yang membuat pertahanan Tuan Andika luluh lantah.


“Oh. My God sayang…..” erangnya dengan darah yang sudah naik ke ubun – ubun dan siap akan meledak karena tongkat saktinya terus saja dipijat oleh bibir ranum Rara. Dengan gerak cepat Tuan Andika kembali merebahkan tubuh Rara dan melakukan penyatuan. Tak berselang lama erangan panjangpun keluar dari keduanya.


Nafas Tuan Andika masih terengah saat memandangi punggung sang istri disebelahnya. Sedangkan Rara masih memunggungi sang suami untuk menembunyikan wajahnya yang merona karena malu dengan tindakannya tadi. Dia malu jika mengingat tingkahnya tadi layaknya wanita penggoda.


“Hei coba sini liat Mas” ucap Tuan Andika setelah berhasil membalikan tubuh Rara, tetapi Rara masih enggan menatap sang suami.

__ADS_1


“Malu ih…” ucap Rara saat wajahnya ditangkup dengan kedua tangan sang suami


“Kenapa malu? Mas malah seneng dengan hadiah kamu tadi. Dan ingin mengulang kembali” ucapnya tanpa filter.


“Mas….” Rengek Rara manja


Dan benar saja, Rara hanya diberikan jeda istirahat lima belas menit dan setelahnya kembali Tuan Andika menggempur Rara yang menjadi candu bagi Tuan Andika.


Jika di Maldevis sepasang suami istri sedang bahagia berbeda dengan keadaannnya di Jakarta. Di kediaman Wijaya seorang anak terlihat sedang berdebat dengan ibunya.


“Surya, Mama tidak mau tau kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu lakukan” ucap sang Mama dengan nada tinggi


“Tapi Surya tidak melakukan apapun Ma, semua ini hanya salah paham” ucapnya membela diri


“Tidak melakukan apapun bagaimana? Bisa – bisanya kamu sama dia berada didalam kamar yang sama dan wanita itu mengenakan pakaianmu” ucap sang Mama ketus


“Mama tidak mau tau seminggu lagi kamu menikah dengan wanita itu, kita lakukan ijab qobul saja dahulu resepsi nanti menyusul, Mama tidak mau kecerobohan kamu ini akan mencoreng nama baik keluarga kita” ucap sang Mama tidak mau dibantah


“Ma aku dan wanita itu tidak melakukan apapun dan lagi pula aku tidak mengenalnya bagaimana bisa aku menikah dengannya” ucap sang putra keberatan dengan ucapan sang Mama


“Itu sudah keputusan Mama Surya, dua hari lagi Rara akan pulang dari Maldevis kita akan bicarakan semuanya dengan Rara. Dan kamu jangan terus mencari alasan untuk menghindar dari tanggung jawab” ucap Nyonya Rani dan berlalu dari hadapan sang putra


Surya meremas rambutnya frustasi, dia tidak menyangka niatnya menolong wanita itu justru menjadikan masalah terbesar didalam hidupnya. Saat tidak sengaja dia menolong seorang wanita yang dikejar kawanan preman tengah malam.


Falsh back on


Semalam Surya baru saja pulang dari luar kota untuk meninjau beberapa showroom yang baru saja dia buka. Siapa yang menyangka ditengah perjalananya dia menemukan sorang wanita yang dikejar kawanan preman. Entah apa yang dilakukan oleh wanita itu tengah malam begini sendirian berada di jalanan sepi begini.


Setelah berhasil mengalahkan beberapa preman yang kemungkinan berjumlah enam orang. Surya menghampiri wanita itu tetapi, wanita itu justru berteriak histeris dan memohon agar tidak disentuh.

__ADS_1


“Tolong jangan sentuh saya” racau wanita itu


“Tolong jangan..” racaunya kembali


“ Kalian ambil saja semua yang ada didalam mobil tapi tolong lepaskan saya, jangan sentuh saya” ucapnya kembali


“Tolong lepaskan saya” kembali wanita itu meracau yang diselingi dengan isakan


“ Kamu sudah aman preman itu sudah pergi. Kenapa kamu sendirian tengah malam begi…” ucapan Suya menggantung diudara ketika melihat tubuh wanita itu tiba – tiba luruh kejalan aspal. Mungkin wanita itu kelelahan berlari melepaskan diri dari kawanan preman pikir Surya. Dengan gerakan cepat Surya memasukan wanita itu kedalam mobilnya.


Melihat keadaan wanita itu yang tidak dalam keadaan baik – baik saja dan tidak menemukan identitas atau apapun yang dibawa oleh wanita itu bingung mau membawanya kemana. Jika membawanya kerumah dia takut mjika sang Mama akan salah paham. Akhirnya Surya membawa wanita itu ke Apartemenya yang berada ditengah Kota.


Setelah sampai didalam Apartemen miliknya Suryapun merebahkan wanita yang ternyata masih pingsan itu ditempat tidur miliknya. Tak berselang lama wanita itupun sadar dan terisak walau tak sehisteris saat dijalan tadi.


“Tenanglah kamu sudah aman sekarang. Ini apartemenku kamu malam ini tidur disini kamu pakai saja pakaianku yang ada dilemari karena aku tidak menemukan barang – barangmu tadi”ucapnya lembut dan menyodorkan sekotak makanan yang sudah dipesannya via online kehadapan sang wanita.


“Setelah berbersih makan dan tidurlah. Kamu bisa menginap disini malam ini aku akan tidur disofa luar” ucapnya meninggalkan wanita itu didalam kamarnya menuju sofa yang berada diruang tamu dan merebahkan tubuh lelahnya disana.


Sedangkan di kediaman Wijaya, Nyonya Rani kaget mendapati sang putra tidak ada dirumah pagi ini. Bukankah harusnya Putranya sampai semalam pikirnya. Tidak mau berpikir yang negative Nyonya Rani segera menghubungi asisten putranya dan dari informasi yang didapatkan dari asistennya Nyonya Rani tau jika putranya semalam menginap di Apartement. Setau Nyonya Rani Apartement itu sudah hampir dua bulan tidak ditempati oleh sang putra.


Merasa ada sesuatu yang tidak beres Nyonya Ranipun segera menuju Apartement putranya dan masuk tanpa memencet bel terlebih dahulu karena Nyonya Rani mengetahui sandi Apartement tersebut. Benar saja dia mendapati sang putra bersama seorang wanita dalam keadaan berpelukan diatas ranjang.


Seketika darah Nyonya Rani mendidih sampai keubun – ubun. Apakah seperti ini sekarang kelakuan putranya pikirnya. Setelah diberikan kepercayaan mengelola kekayaan Wijaya Apakah membuat sang putra salah arah. Dengan menahan gejolak didada Nyonya Rani berkata dengan sangat lantang kepada putranya.


“PULANG!!!!”


Flash Back Of


Bersambung

__ADS_1


Maaf kesehatan Author lagi terganggu karena perubahan cuaca membuat Updatenya lambat. Terimakasih karena masih setia membaca cerita Author dan jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih


__ADS_2