Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 51 Rencana Liburan


__ADS_3

Rara masih saja mendiamkan Tuan Andika karena sudah mengerjainya perihal Kania yang ternyata sudah ke Bandung dijemput oleh Om Rafael. Sampai di hotel Rara masih mendiamkan Tuan Andika bahkan saat sampai di kamar hotel Rara berniat menutup pintu membiarkan Tuan Andika diluar kamarnya. Untung saja gerakan Tuan Andika lebih cepat, saat Rara hendak menutup pintu terhalang dengan kaki Tuan Andika yang telah menahan pintu terlebih dahulu.


Setelah melewati perdebatan yang sangat panjang akhirnya Tuan Andika dibiarkan masuk oleh Rara namun masih belum ada obrolan dari keduanya. Lebih tepatnya bibir Rara yang tetap bungkam walau dari tadi Tuan Andika mengajaknya berbicara.Tuan Andika menghela nafasnya kasar ternyata susah juga kalau Rara sudah ngambek pikir Tuan Andika.


Hingga Tuan Andika mendapatkan sebuah ide menunggu Rara tepat didepan pintu kamar mandi. Ia berniat akan mengagetkan Rara saat baru keluar dari kamar mandi. Suara gemericik air dikamar mandi terhenti pertanda penghuninya telah selesai melaksanakan ritualnya. Tuan Andika sudah bersiap akan menjalankan aksinya sesuai rencana yang ada dipikirannya.


“Ba!!”ucapnya langsung memeluk erat Rara yang sedang kaget dengan kelakuan aneh Tuan Andika.


Setelah beberapa detik Rara sadar dengan kelakuan kekasihnya yang semakin mengendus – ngendus diceruk lehernya. Rara melepaskan dekapan Tuan Andika dengan mengeluarkan tenaga ekstra dan berhasil terlepas.


“Kok udah pakai baju?” Ucap Tuan Andika keceplosan dan berhasil membuat Rara melotot kaget.


“Maksud aku kenapa langsung pakai baju dikamar mandi? Kenapa tidak memakai pakaian disini saja” ucapnya menggoda dengan menaik tururnkan alisnya.


Rara semakin melotot mendengar ucapan kekasihnya yang memintanya menggunakan pakain dikamar. Apa kekasihnya ini sudah tidak waras pikirnya, mana mungkin dia menggunakan pakaian didepan orang lain.


“ Apa kamu sudah gila” ucap Rara menatap Tuan Andika sinis


Susah payah Tuan Andika menelan salivanya mendapat tatapan sinis dari kekasihnya yang baru saja bisa dia peluk dan cium. Tuan Andika tidak mau mebuat Rara marah lagi sungguh dia tidak mau.


“ Em… em bu..bubukan gitu mak..”


“Kenapa jadi gagap gitu? Kamu pikir aku wanita apa hah!!Dasar mesum!” sarkas Rara


“ Maaf dek…. Tadi mas hanya bercanda serius damai ya??” ucapnya lagi dengan wajah memelas

__ADS_1


“Saya tau masa lalu saya memang kelam sampai saya kehilangan harta yang sangat berharga, Yang mana harusnya saya serahkan kepada suami saya kelak. Walaupun begitu Anda tidak bisa berlaku seperti itu kepada saya Tuan Andika yang terhormat” Ucapnya dengan tatapan nyalang


Tuan ANdika merosot kelantai mendengar ucapan Rara. Sungguh dia tidak bermaksud begitu dia hanya ingin mencairkan suasana saja karena sejak pulang dari wisata air terjun Rara mendiamkannya dan menganggapnya tidak ada.


“Dek mas minta maaf. Mas tadi bercanda beneran, mas gak ada niatan mau merendahkanmu begitu Dek sungguh” ucapnya dengan mata yang sudah berkabut.


Tuan Andika benar – benar merasa bersalah tadi mengucapkan kalimat tersebut. Sungguh tidak ada niatan Tuan Andika ingin merendahkan Rara. Tetapi Rara kini salah paham,Tuan Andika mulai ketakutan Rara akan meninggalkannya kembali, terlebih kalau Rara sampai mengadu kepada kakaknya Surya. Dapat dipastikan Tuan Andika tidak akan bisa menemukan Rara walupun dia menghabiskan seluruh kekayaanya untuk mencari Rara. Tuan Andika melotot dengan mulut menganga melihat Rara mengambil koper dan membukanya mulai memasukan pakainya kedalam koper.


“Dek mas mohon jangan tinggalin mas lagi. Mas bisa mati kalau kamu tinggalin lagi dek” ucapnya memegang pundak Rara dan mulai terisak.


“Mas tadi hanya bercanda karena kamu diemin mas terus dari tadi. Mas janji gak akan mas ngulangin lagi, tapi jangan tinggalin mas lagi dek mas mohon” ucapnya memohon


Rara tersenyum simpul melihat Tuan Andika. Sebenarnya Rarapun tidak ada niatan pergi ataupun marah dia hanya ingin mengerjai kekasihnya saja. Rara tau sebenarnya Kania dijemput oleh Om Rafael pasti ada campur tangan Tuan Andika. Tidak mungkin tiba – tiba Om Rafael ke Lampung hanya untuk menjemput Kania terlebih Rara juga mengetahui bagaimana hubungan Tuan Andika kepada Om Rafael. Om Rafael sangat menghormati kekasihnya ini jadi sudah dapat dipastikan kepergian Kania yang tiba – tiba pasti ada campur tangan kekasihnya yang mesum ini pikirnya.


“Katanya sudah maafin mas kenapa bajunya dimasukin koper lagi?” Tanya Tuan Andika khawatir saat melihat Rara kembali mengemasi pakainnya kembali.


“Masa liburanku udah habis Mas. Dan esok juga jatahku chek out dari hotel ini jadi ya aku beres – beres pakaianku” ucap Rara menjelaskan. Tuan Andika kaget mendengar penjelasan Rara samapai matanya mendelik berarti dia salah mengartikan Rara mengemasi pakaiannya. Tuan Andika pikir Rara akan pergi meninggalkanya lagi.


“Ciye…. Yang takut ditinggalin” ucap Rara menggoda


“ Ish seneng bener ya ngerjain Mas” ucap Tuan Andika mendengus kesal


“Ya siapa suruh salah paham. Kenapa gak nanya dulu ngapain aku ngemasin barang – barang aku” ucap Rara


“Ya ampunn dek kenapaa kamu ga kasian sii sama Mas? Berasa mau copot tau gak jantung mas tadi tuh” ucap Tuan Andika mengelitik Rara.

__ADS_1


Rara mencoba menghindar dan berlari tapi nahas dia malah tersandung permandani dan mengakibatkan tubuhnya oleng hingga membuat Rara terjerembab di tempat tidur dan disusul oleh Tuan Andika terjerembab tepat di atas tubuh Rara.


Untuk beberapa detik mereka saling tatap dalam. Rara dapat melihat besarnya cinta Tuan Andika untuknya lewat sorot mata Tuan Andika. Tuan Andika menelan salivanya ketika dia merasakan benda kenyal menempel didadanya dan itu membuat jantungnya semakin berdebar. Untuk mengalihkan pikirannya Tuan Andika mengecup kening Rara lama. Dia takut tidak bisa mengontrol syahwatnya karena bagaimanapun Tuan Andika adalah lelaki normal. Tidak munafik Tuan Andika sebenarnya sangat menginginkannya tetapi Tuan Andika juga menghargai Rara terlebih itu juga tidak dibenarkan oleh norma dan adat istiadat di Negara kita.Tuan Andika bangkin lebih dulu dan mengacak rambut Rara dengan lembut.


“Kita lanjut mengemasi barang – barang kamu, besok kita liburan berdua ya dek?” ucap Tuan Andika berbinar


“ Eh… aku rencananya mau pulang ke Jakarta Mas, kasian Kak Surya pasti bingung mencari aku” ucapnya sendu


“ Kamu tenang saja Mama dan Kakakmu sudah mengetahui kamu bersamaku jadi aman” ucap Tuan Andika yang membuat Rara kaget.


“Bagaimana bisa?” Tanya Rara heran.


“ Ya bisa karena aku pertama kali mencari kamu ke Jakarta” ucap Tuan ANdika mulai menjelaskan saat dia kehilanagn Rara dan mencarinya tiada henti.


“Maaf ya Mas, aku membuatamu susah” ucapnya sendu


“ Tidak apa- apa yang penting mulai sekarang jangan tinggalin mas lagi” ucapnya memeluk Rara dari samping dan memberikan kecupan di pucuk kepala Rara.


Mereka melanjutkan mengemasi barang – barang Rara karena besok pagi dia dan Tuan Andika akan pergi yang entah kemana Rarapun tidak tau kemana Rencana liburan Tuan Andika.


Bersambung


...****************...


Hai readers….Apa kabar kalian? Mudah – mudahan kalian sehat selalu. Jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak ya like, komen , hadiah dan votenya ditnggu terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2