
Tuan Andika masih menggendong Rara sampai didalam kamar, Stamina Tuan Andika sepertinya tidak diragukan lagi, sepanjang menyusuri vila Tuan Andika tidak menurunkan Rara. Bahkan saat hendak membuka pintupun Tuan Andika tetap menggendong Rara.
Setelah sampai didalam kamar Rara direbahkan di tempat tidur king size. Tuan Andika membelai surai hitam dan panjang Rara dengan sayang. Memberikan kecupan lama dikening yang mampu memberikan ketenangan bagi Rara.
“Mas bersih – bersih dulu ya? Mas pakai kamar mandi diluar saja kamu pakai yang disini. Ingat jangan lama – lama nanti mas dobrak pintunya” ucap Tuan Andika keluar kamar membawa handuk menuju kamar mandi yang berada diluar kamar utama vila.
Sedangkan didalam kamar Rara bergegas mengunci pintu kamarnya sebeum dia menuju kamar mandi. Tidak lupa dia membawa pakaian dinas yang diinginan oleh sang suami. Rara mulai membersihkan badannya tanpa terlewati walaupun hanya sejengkal. Setelah selesai dengan ritual berbersih Rara mematut dirinya dimeja rias memberikan polesan sedikit diwajahnya agar terlihat lebih segar. Dan tidak lupa memberikan wewangian di seluruh tubuhnya.
Rara membuka pintu kamarnya karena penasaran kenapa tumben sekali sang suami tidak gedor – gedor pintu. Setelah membuka pintu Rarapun tidak menemukan sang suami dia memutuskan untuk menunggu didalam kamar saja.
Rara duduk dimeja rias menyisir rambut panjang dan hitam miliknya. Dia tersentak kaget saat mendengar suara pintu ditutup, Rara reflek menengok keasal suara ternyata sang suami yang menutup pintu. Rara terbuai dengan penampilan Tuan Andika yang hanya mengenakan celana boxer saja tanpa atasan dan memperlihatkan otot – otot diperut Tuan Andika.
Dua insan saling pandang dan saling mengagumi. Bahkan Tuan Andika tidak berkedip dan mengalihkan pandangannya sejak baru memasuki kamar. Langkah Tuan Andika sangat pelan dan nyaris tidak terdengar ditelinga Rara. Begitu Rara sadar dari lamunan roti sobek di perut sang suami, tiba – tiba saja sang suami suda dihadapannya dan mengelus pipi Rara.
“Cantik” ucap Tuan Andika membuat wajah Rara merona. Entah sudah berapa kali sang suami memujinya cantik tapi tetap saja membuat rona wajahnya memerah.
“ Terima kasih ya sayang sudah mau mencintai dan menerima Mas menjadi suami kamu” Ucap Tuan Andika .
“ I Love you soo much, I love You Forever” ucap Tuan Andika mendaratkn ciuman di puncak kepala Rara bertubi – tubi.
__ADS_1
“I Love You More “ Ucap Rara tersenyum
“Are you ready?’ Tanya Tuan Andika yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Rara
“ Mas, nanti jangan.......” ucapan Rara menguap diudara karena mulutanya telah dibungkam oleh mulut Tuan Andika, ********** dengan lembut dan memberikan sesapan secara bergantian.
“Tolong jangan bahas masa lalu, terlebih aku tidak mempermasalahkannya Rara, aku mencintaimu apa adanya. Aku akan menghapus semua jejak mantanmu dan mulai malam ini jangan pernah teringat tentang mantanmu walaupun itu hanya bayanganya saja” ucap Tuan Andika dan kembali memagut bibir ranum Rara tanpa membiarkan Rara melanjutkan ucapannya.
Rara frustasi karena selalu gagal menyampaikan jika dia masih tersegel. Bahkan kali ini niat Rara yang meminta kepada sang suami untuk pelan – pelan karena bagaimanapun ini adalah yang pertama bagi Rara juga gagal. Dia kini pasrah dengan apa yang akan terjadi satu jam kedepan. Biarlah nanti itu akan menjadi surprise untuk sang suami pikir Rara.
Setelah puas bermain – main dengan bibir ranum sang istri, bibir tebal itu kini menyusuri leher jenjang sang istri dan meninggalkan banyak bintang disana. Walaupun ini adalah yang pertama bagi Tuan Andika, nyatanya Tuan Andika mampu melakukannya walau hanya mngikuti nalurinya sebagai lelaki.
Bibir tebal itu semakin kebawah hingga tulang selangka sang istri dan kembali meniggalkan jejak bintang. Rara melipat bibirnya kedalam agar tidak mengeluarkan suara aneh.
Penelusuran Tuan Andikapun semakin mendalam, kini bibir tebal itu telah sampai pada benda favoritnya. Lama Tuan Andika bermain di tempat favoritnya yang akan menjadi sumber kehidupan bagi anak anaknya kelak. Entah sudah berapa bintang yang diukir oleh Tuan Andika disana.
Sedangkan Rara nafasnya semakin memburu dia merasakan sesuatu yang aneh pada inti tubuhnya. Terlebih kini bibir sang suami sudah sampai keperutnya dan memberikan kecupan basah disana, setelah sang suami dengan gerakan cepat melepas simpul tali seperti spagety dipundak Rara dan meloloskan pakaian dinas sang istri .
Samar – samar Rara mendengar gumaman sang suami yang mengatakan ‘segeralah tumbuh kesayangan Mama dan Papa’. Membuat perut Rara seperti dihinggapi ribuan kupu – kupu. Rara tersentak ketika wajah Tuan Andika kembali berada di sumber kehidupan anak anaknya tetapi tagan sang suami sudah berada pada inti yang memperoleh perawatan braziliant waxing kemarin sebelum acara pernikahannya digelar.
__ADS_1
Rara hampir menjerit saat jemarinya diambil oleh sang suami dan diarahkan pada inti sang suami. Walau ini pertama kali Rara menyentuh benda keramat begitu, tetapi Rara sangat tau jika sang suami sudah berada diujung gelombang asmaranya.
Dengan kemampuan yang dimilikinya Rara memberanikan diri untuk memberikan pijatan dan membuat wajah sang suami semakin memerah. Pergulatan keduanya semakin memanas karena kini keduanya sama – sama bagaikan bayi baru lahir yang tidak memiliki penutup apapun.
Setelah lama bermain – main kini Tuan Andika mulai memasuki babak finalnya. Dengan keyakinan penuh dia mengarahkan intiya pada inti sang istri .
“Mas pelan – pelan” ucap Rara dengan wajah khawatir.
Tuan Andika heran kenapa sang istri sepertinya ketakuan, seperti seseorang yang baru pertama kali melakukan. Tak mau larut dalam pikiranya Tuan Andika pun melanjutkan aktifitasnya kembali. Tuan Andika heran kenapa susah sekali untuk mencetak gol, padahal dari film yang ditontonnya sangat mudah untuk mencetak gol bila sudah tak bersegel, terlebih mereka sama - sama telah siap.
Ya menjelang pernikahan Tuan Andika sering mempelajari tentang suami istri. Karena pengalamannya yang masih awam tentang wanita. Dan Tuan Andika juga banyak mencari referensi tentang malam pertama. Setau Tuan Andika harusnya tidak sesulit itu terkecuali istrinya masih tersegel.
Tapi bukankah Rara dulu pernah bilang jika dia sudah pernah melakukanya dengan sang mantan. Tuan Andika mengenyahkan pikiran yang takutnya akan memicu pertengkaran dengan sang istri nantinya. Dengan mengumpulkan sisa tenaga dan keyakinan Tuan Andika kembali mencoba menerobos pertahanan sang istri.
Dan ternyata Tuan Andika berhasil walau baru separuhnya. Kembali Tuan Andika mencoobanya kali ini dengan tenaga dan dorongan lebih kuat dan berhasil semuanya masuk dengan sempurna.
“Akh.....” jerit Rara kesakitan dengan setitik air bening diujung matanya yang dapat terlihat oleh Tuan Andika. Dan semua itu membuat Tuan Andika kebingungan.
“Rara apakah??” Tuan Andika tidak melanjutkan ucapannya karena langsung mendapat anggukan kepala dari Rara
__ADS_1
“HAH!!!” ucapnya kaget
Bersambung