
Sepasang kekasih yang baru saja meresmikan hubungannya sedang dimabuk asmara. Cinta yang sempat terpisah akhirnya bersatu dan mengikrarkan hubungannya. Seolah tak ada puasnya sepasang kekasih baru itu saling memandang memeluk untuk menyalurkan cinta dan kasih sayang keduanya. Setelah ciuman bibir itu terlepas senyum merekah terbit diantara keduanya.
“ Ra, mungkin jika dibandingkan dengan mantan – mantan kamu itu aku adalah pria yang paling kaku dan tidak romantis” ucapnya memandang Rara dalam sambil menautkan juntaian anak rambut kebelakang telinga Rara.
“Trus?” ucap Rara dengan ekspresi menggoda
“Aku akan belajar mengimbangi kamu Ra. Asal jangan pernah tinggalin aku, aku tidak tau akan seperti apa diriku ini tanpamu Ra” ucapnya memandang Rara dalam
“Tenang aja Mas.. nanti masalah itu aku yang akan ngajarin”ucapnya menaik turunkan alisnya
Tuan Andika terlalu senang mendapat panggilan baru, terlebih yang memanggilnya Rara, satu – satunya wanita yang mampu menariknya dari kubangan masa lalu yang membuatnya trauma berkepanjangan.
“Coba kamu ulangi lagi yang barusan kamu bilang?” Ucap Tuan Andika berbinar
“ Gak ada siaran ulang ya” ucapnya sambil berjalan seolah – olah menjauhi Tuan Andika, tetapi langsung dikejar dan ditangkap oleh Tuan Andika.
Tidak mungkin Rara dibiarkan mejauh oleh Tuan Andika walaupun hanya sejengkal. Bertubi – tubi Tuan Andika memberikan ciuman dari pucak kepala rambut kening mata seolah – olah Rara adalah candu baginya. Tanpa memperdulikan sekitar, serasa dunia milik Tuan Andika dan Rara seorang. Untung saja anak buah Tuan Andika bergerak cepat menetralkan area Air Terjun Ciupang.
Setelah Tuan Andika sampai di area Air Terjun, Jack bawahannya segera menghubungi pengelola wisata Air Terjun Ciupang. Jack meminta pengelola segera mengosongkan area wisata tentu saja dengan menggunakan nama Tuan Andika dan merogoh kocek yang tidak sedikit. Dan hasilnya sekarang adalah Tuan Andika dan Rara bisa menikmati dunia mereka berdua di area air terjun. Tanpa memikirkan tatapan ataupun gunjingan dari pengunjung lainnya.
Tuan Andika menggiring Rara untuk kembali ke kolam penampungan air terjun. Mereka berdua disana bermain air dengan senyum tak pernah luntur dari bibir keduanya. Saking bahagianya sepertinya Rara melupakan sesuatu. Melupakan seseorang yang sudah mengajaknya ke Lampung untuk menenangkan diri. Setelah lama bermain air dan tubuh dirasa mulai dingin Rara dan Tuan Andika duduk diatas bebatuan dipinggir area air terjun. Saat melihat sekeliling tiba – tiba Rara ingat sesuatu.
“ Mas kenapa pengunjung disini hanya kita berdua ya?” Tanya Rara yang baru sadar dengan keadaannya sekarang.
__ADS_1
Tuan Andika mengulum senyum mendengar Rara memanggilnya dengan sebutan Mas.
“Kenapa? Hm…” gumam Tuan Andika meraih jemari lentik Rara dan mendekatkan pada bibirnya lalu menciumnya dengan lembut.
“Aneh aja Mas kemana semua orang tadi? Kenapa jadi tinggal kita berdua?” Tanya Rara kembali
“ Mas ingin menikmati waktu berdua denganmu sayang” ucapnya masih membelai pipi Rara membuat wajah Rara merona mendengar panggilan sayang untuknya dari Tuan Andika
“Mas tidak mau ada yang mengganggu” ucapnya kembali memberikan kecupan dikening Rara
Sepertinya Rara tidak perlu mengajarkan ‘ciuman’ dengan Tuan Andika. Baru saja jadian beberapa jam yang lalu entah sudah berapa kali Tuan Andika menciumnya. Entah kemana perginya Tuan Andika yang dingin dan arogan, Sekarang hanya ada Tuan Andika yang mesum pikir Rara geleng – geleng kepala.
“ Hei kenapa geleng – geleng kepala?” Tanya Tuan Andika heran melihat tingkah Rara
“ Tapi mas mesumnya cuma sama kamu dek” ucap Tuan Andika merebahkan kepalanya di paha Rara tanpa perduli wajah Rara yang kembali merona seperti kepiting rebus saat dipanggil dengan sebutan Dek. Entah kenapa semua panggilan yang keluar dari bibir Tuan Andika membuatnya merasa seperti dihinggapi beribu kupu – kupu.
Tuan Andika menikmati wajah kaget Rara dari bawah saat tiba – tiba dia merebahkan kepalanya di paha Rara. Saat dipandang dari bawah wajah Rara terlihat semakin cantik terlebih leher jenjang Rara yang mulus terlihat sangat menggoda. Tuan Andika sampai menelan salivanya berkali – kali saat tatapan matanya mengarah ke bibir dan leher jenjang Rara pikirannya sudah traveling entah sampai kemana. Untuk mengalihkan pikirannya Tuan Andika memejamkan matanya pura – pura tidur.
“Dek… biarin sebentar saja begini ya? Aku nyaman banget gini please “ ucapnya memelas namun mata sudah terejam.
Rara menghela nafasnya kasar membiarkan Tuan Andika menggunakan pahanya sebagai bantal. Mungkin Tuan Andika lelah setelah beberapa hari mencarinya pikir Rara. Jauh di lubuk hatinya Rarapun menyesal kemarin sempat kabur tanpa mau mendengar penjelasan Tuan Andika. Sampai diapun berbohong dengan Ratih dan untung saja masih ada Kania yang selalu menjaganya dan menemaninya liburan di Lampung pikir Rara kembali mengingat bagaiman Rara melarikan diri kemarin.
Eh… Kania kemana ya? Kok tidak ada Rara mulai menyadari sahabatnya menghilang. Tanpa sadar tiba – tiba Rara berdiri yang mengakibatkan Tuan Andika yang berada di pangkuannya jatuh kaget. Untung saja mereka sudah berada di tepi kalau didalam sana mungkin sudah kepentok batu kepala Tuan Andika.
__ADS_1
“ Ya ampun Dek kamu kok kasar gitu si sama mas?” ucap Tuan Andika mengerucutkan bibirnya yang disambuat dengan tawa terbahak dari Rara.
Tuan Andika terhipnotis dengan kecantikan Rara walaupun sempat kaget karena tadi sempat jatuh karena Rara tiba – tiba berdiri. Saat Rara tertawa lepas begini Rara terlihat semakin cantik. Jejeran gigi putih bibir ranum itu seolah – olah melambai memanggil Tuan Andika untuk menyentuhnya.
“ Maaf mas aku enggak sengaja” ucap Rara masih tertawa sampai mengeluarkan air mata dan Tuan Andika masih memandang Rara kagum tak bergeming bahkan Tuan Andika tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Rara.
“ Lagian, aku yakin ini ulah kamu. Kamu bawa kemana temanku Ka….”
Belum selesai Rara berucap bibirnya sudah dibungkam oleh bibir tebal merah muda milik Tuan Andika. Bukan hanya membungkam bahkan Tuan Andika sudah bisa memberikan ******* membuat Rara terbuai akan ciuman Tuan Andika. Tangan Rara melingkah dileher Tuan Andika sedangkan tangan Tuan Andika berada di tengkuk Rara.
Rara membalas ******* Tuan Andika tidak kalah lembut membuat Tuan Andika semakin menggila bahkan lidah Tuan Andika sudah bisa menerobos kedalam rongga mulut Rara. Untuk beberapa detik Rara kaget dengan tidakan Tuan Andika yang terlihat sudah berpengalaman bukankah Rara adalah wanita pertama yang mendapatkan ciumannya. Lalu kenapa sekarang Tuan Andika seperti lelaki sudah berpengalaman pikir Rara.
Karena diperlakukan begitu lembut dan menggoda oleh Tuan Andika, Rarapun terbawa Suasana kembali dan mebalas ciuman Tuan Andika yang semakin panas hingga lidah mereka berdua saling membelit. Ciuman bibir itu terlepas ketika Rara menepuk dada Tuan Andika tanda Rara mulai kehabisan nafasnya.
Senyum dari keduanyapun merekah, mereka saling menempelkan kening dan hidung sambil berucap I love You tanpa suara. Dengan nafas yang masih terengah – engah.
“Mas dimana Kania?” Tanya Rara kembali setelah mulai tenang
“Anak buahku sudah membuangnya ke hutan. Gara – gara dia aku seperti orang gila dan kesusahan mencarimu beberapa hari” ucap Tuan Andika menyeringai melihat Rara kaget dengan mulut menganga.
Bersambung
...****************...
__ADS_1
Haii Readers setiaku maaf banget ya telat upnya . jangan lupa like dan komennya ya…