
Masih di Coffe Shop, Rara dan Kania mencari cincin yang tadi tidak sengaja terlempar oleh Rara. Kania menemukan cincin tersebut dan memperhatikannya, dia tersenyum getir dan berpikir betapa Mba Rara sangat mencintai Pak Yuda.
“Ini mba cincinnya” ucap Kania meyerakan cincin Rara
Rara menerimanya dan langsung memasukannya kedalam tasnya.
“Apakah Mba Rara masih mencintai Pak Yuda?” Tanya Kania, Rara hanya diam dengan air mata yang masih berdesakan dipipi.
“ Saya bisa menebak cincin itu dari Pak Yuda” ucap Kania tepat sasaran. Dan lagi – lagi tidak mendapat respon dari Rara. Rara masih asyik dengan kesedihannya.
“Saya tau kalau Pak Yuda mengajak Mba Rara untuk kembali, dan menggunakan nama RY resto mungkin untuk mendekati, atau mengatakan jika Pak Yuda lebih memilih Mba Rara ketimbang orangtuanya yang tidak merestui hubungan kalian karena, maaf kakak mba Rara hamil diluar nikah”ucacpnya tak enak hati
Kembali Rara kaget bagaimana mungkin Kania mengetahui semua tentang dia dan tentang keluarga Yuda. Siapa sebearnya Kania pikir Kania.
“Siapa kamu sebenarnya?” Tanya Rara penasaran. Tatapan matanya tajam menghujam Kania.
“Apa maumu?” Tanyanya dingin
“Mba… sesuatu yang benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain. Saya yakin Mba tidak percaya dengan apa yang saya ucapkan” Ucap Kania menjeda ucapannya.
__ADS_1
“Saya berharap Mba Rara kali ini mencoba menggunakan logika Mba Rara, saya sebagai sesama wanita hanya tidak mau Mba Rara kembali tersakiti, kembali kepada orang yang tidak tepat.” Kania kembali menjelaskan.
“ Apa mba Rara tau siapa pemilik RY Resto yang sebenarnya?” Kembali pertanyaan Kania membuat Rara kaget dengan alis mengernyit apa lagi yang hendak dibicarakan oleh Kania.
“ RY Resto adalah Resto milik paman saya yang bernama Rafael Yaman. Karena memiliki banyak hutang untuk pengobatan tante saya, tepat dua bulan yang lalu paman saya menjual sahamnya sebanyak 25%. Setelah saya usut ternyata semua itu adalah rencana Pak Yuda, ternyata Pak Yuda selalu mempengaruhi agar Paman saya menjual sebagian sahamnya” ucapan Kania terjeda karena Rara menyela.
“Kamu jangan sembarangan berbicara Kania, Yuda adalah orang yang sangat mampu kalau hanya mendirikan sebuah Resto” ucap Rara tidak percaya dengan ucapan Kania.
“Oke” ucap Kania tenang
“Boleh saya lanjutkan? Tetapi saya mohon Mba Rara jangan menyela ucapan saya” Kania meminta persetujuan terhadap Rara dan diberikan anggukan oleh Rara.
“Setelah berhasil membeli sebagian saham Resto, Pak Yuda mulai memiliki akses di Resto sebagai pemilik kedua dari Resto tersebut. Mba Rara tadi mengatakan kalau Pak Yuda adalaha orang yang sangat mampu kalau hanya untuk medirikan sebuah Resto. Ya memang Pak Yuda sangat – sangat mampu jika Pak Yuda tidak mengalami kebangkrutan di Paris”. Ucap Kania menekankan kata kebangkrutan.
“ Apa Mba Rara percaya dengan perkataan Pak Yuda memilih meninggalkan kedua orang tuanya demi Mba Rara? Itu adalah hal yang paling mustahil Mba. Terlebih kita tau sendiri jika Pak Yuda sangat menurut terhadap orang tuanya. Dulu waktu kalian akan bertunangan, Pak Yuda menurut dengan Mamanya, saat Mamanya meminta Pak Yuda untuk meninggalkan Mba Rara dan mereka pergi ke Paris.” Kania menjeda ucapannya sebentar untuk menarik nafas
“Pak Yuda masih tinggal serumah dengan kedua orang tuanya mba. Dan mereka sedang merencanakan sesuatu untuk Mba Rara. Mereka menginginkan Mba Rara, untuk dapat menstabilkan keuangan mereka. Bahkan mereka berniat akan mengambil alih harta yang Mba Rara miliki melalui perantara Pak Yuda setelah kalian menikah. Maka dari itu Pak Yuda tak pernah menyerah untuk meyakinkan Mba Rara, dan berharap rencana mereka akan berhasil” Ucap Kania kembali.
“ Ini surat menyurat mengenai RY Resto mba” ucapnya menyerahkan map merah yang bertuliskan RY Resto.
__ADS_1
Rara membukanya dan benar saja isinya membuat Rara tercengang, benar apa yang dikatakan oleh Kania jika pemili RY Resto adalah Rafael Yaman. Belum hilang rasa kaget Rara akan kenyataan yang diterimanya kembali Kania menyerahkan bukti yang tak terbantahkan.
“Ini beberapa bukti jika Pak Yuda tinggal seatap dengan orang tuanya disalah satu perumahan di pinggiran kota” ucapnya menyerahkan map coklat dan diterima dengan tangan gemetar oleh Rara
“ Ini bukti jika lebih dari setahun yang lalu saya memang memiliki hubungan dengan Pak Yuda lengkap dengan keterangan dari Rumah Sakit jika saya memang pernah keguguran sekitar setahun yang lalu” ucap Kania kembali menyodorkan amplop coklat dihadapan Pak Yuda.
Rara membuka semua map yang diberikan oleh Kania dengan tangan gemetar dan tangis pilu. Ternyata apa yang dikatakann oleh Yuda adalah kebohongan, dari tentang orang tua Yuda dan kenyataan ternyata dulu Yuda sudah mengkhianatinya dengan menjalin kasih dengan Kania. Tangis Rara menyayat hati bagi yang mendengarnya. Belum reda dari keterkejutan kenyataan yang harus diterima oleh Rara ponselnya bergetar tanda ada pesan masuk, dan ternyata itu pesan rekaman video dari Kania.
“saya harap Mba Rara kuat agar bisa memutar beberapa rekaman video yang saya kirimkan” ucap Kania kembali.
“ Saya mendapatkan rekaman tersebut dari ART yang berkerja di rumah Pak Yuda. ART itu adalah orang kepercayaan saya, yang saya minta untuk melamar kerja sebagai ART dirumah Pak Yuda. Bagaimanpun saya adalah manusia biasa Mba. Saya sakit hati saat Pak Yuda mencampakan saya setelah dia merenggut kehormatan saya. Bahkan dengan mudahnya dia menyuruh saya untuk menggugurkan kandungan saya yang jelas jelas itu adalah darah dagingnya sendiri. Walau dulu sebenarnya saya sudah ikhlas tetapi, saat tanpa sengaja saya bertemu dengan pak Yuda dan orang tuanya di RY Resto, saya mendengar sebagian pembicaraan mereka tentang niat jahat mereka terhadap Mba Rara. Rasa sakit itu muncul kembali, saya tidak mau apa yang saya alami dialami oleh orang lain, terlebih yang saya tau mba Rara adalah orang baik.” Kania kembali menjelaskan panjang lebar.
Dengan tangan gemetar Rara memencet tombol putar pada layar ponselnya. Kembali Rara menangis sambil menutup mulutnya. Rara tidak percaya ternyata Yuda dan kedua orang tuanya memiliki niat yang buruk terhadap dirinya. Ya rekaman itu adalah rekaman mengenai obrolan Yuda dengan orang tuanya. Dari rekaman itu dijelaskan jika Yuda harus segera menikahi Rara dan mengambil alih seluruh kekayaan Rara dan setelah itu Rara akan diceraikan oleh Yuda.
Rara masih terisak. Larut kedalam kesedihan, betapa dia terlalu memuja lelaki yang bernama Yuda sehingga dia tidak mendengar nasehat dari kakak dan sahabatnya. Rara seolah tuli akan penjelasan sang kakak dan sahabat. Sampai di dipertemukan dengan Kania dan Kania berhasil mengungkap siapa Yuda yang sebenarnya dan membuka luka lama itu kembali.
Kania mengelus punggung Rara untuk menenangkan Rara. Kania tau jika Rara sangat mencintai Yuda. Bahkan Kania tau jika nanti malam Rara ada janji bertemu dengan Yuda. Maka dari itu Kania tidak mau menunda lagi memberi tau kenyataan pahit tentang Yuda yang sebenarnya.
Bersambung
__ADS_1
...****************...
Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part