
Suasana semakin tegang, Rara yang sudah dibawa keruang istirahat Yuda dan Ratih juga dibawa ke sebuah ruangan oleh dua oraang anak buah Yuda. Ratih terus merutuki diri sendiri yang tidak becus menjaga sahabat sekaligus putri dari majikannya. Rasa menyesal memenuhi dada Ratih, seandainya dia tetap mengabari majikannya di Jakarta tentang kondisi terkini Rara, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Ratih tersentak dari lamunannya ketika ada tangan kasar membelai pipinya. Ratih mencoba menghindar tetapi percuma karena kaki dan tangannya sudah diikat.
“Barang bagus ini bro” kata preman yang berambut pirang memandang Ratih dari ujung kaki sampai ujung Rambut.
“ Yoi kayaknya masih ori mana bagus gini” lanjut preman yang menggunakan tindik di hidung menatap Ratih dengan tatapan liar.
Ratih menatap nyalang dua preman yang terang terangan menatapnya lapar. Otak cerdasnya terus diajak bekerja keras memikirkan jalan keluar agar dia bisa menyelamatkan Rara dan dirinya sendiri. Bagaimanapun juga majikannya sudah memasrahkan tanggung jawab keslamatan Rara kepada dirinya.
“Jangan galak – galak nona manis, takutnyaa abang hilaf” ucap preman bertindik
“ Hai manis kau tak ingin bersenang – senang dengan kami seperti temanmu itu yang sedang bersenang – senang dengan bos kami” Preman pirang menimpali.
“ Mana bisa aku bersenang – senang dengan kalian, bahkan menatap wajah kalian saja aku sudah mual” ucap Rara berakting muntah.
Ternyata penolakan Ratih membuat murka kedua preman tersebut. Kedua preman menatap Ratih dengan tatapan tajam.
“ Jo lo minta obat perangsang yang bos berikan ke cewek tadi. Kalok udah dikasih obat perangsang mana bisa dia nolak yang ada dia bakalan minta atau justru dia yang nyerang kita Jojo” perintah preman rambut pirang memanggil temannya Jojo preman yang bertindik.
“Yoi kayaknya bagusan kita kasih obat perangsang aja ini cewek Jak. Bentar biar gue samper bos minta obat tadi biar cewek ini liar” ucap Jojo dengan senyum menyeringai.
Ratih mendelik tak percaya kalau Yuda setega itu kepada Rara sampai memberikan obat perangsang kepada Rara. Ratih mengira Yuda hanya memberikan obat tidur kepada Rara, tetapi ternyata Rara diberikan obat perangsang. Tangan Ratih terkepal erat, emosinya sepertinya memuncak, kebenciannya kepada Yuda semakin mendarah daging.
Ratih sangat prihatin terhadap Rara, dulu saat ditinggalkan oleh Yuda di hari pertunanganya saja membuat Rara membenci laki – laki dan menjadikan Rara petualang cinta atau lebih tepatnya playgirl. Apalagi kalau sampai Yuda memperkosa Rara, tidak – tidak Ratih tidak mau itu terjadi. Ratih tidak mau Rara kembali ke kubangan lumpur yang menjijikan yang baru saja ditinggalkan oleh Rara. Kalau boleh memilih biarlah Ratih saja yang menggantikan posisi Rara asalkan Rara dilepaskan Ratih ikhlas pikir Ratih.
Ratih berpikir keras bagaimana caranya agar dia bisa menyelamatkan Rara. Karena dia memang harus bisa menyelamatkan putri majikannya itu. Tiba – tiba saja kepala Ratih dipenuhi lampu pijar dia tersenyum sinis kearah preman rambut pirang yang berdiri dipintu menunggu temannya mengambil obat sialan yang akan diberikan kepada dirinya. Slow Ratih kamu harus bermain cantik monolog Rara dalam hati.
__ADS_1
“Bos kayaknya lagi asyik ma tu cewek Jak. Lagi pula mana denger bos kalau kita manggil dia yang lagi enak enak” dengus Jojo.
“ Ya udah kita sikat aja gak usah pakek obat itu, mana bisa dia melawan kita berdua ini” ucap Jaka jumawa.
Ratih memulai actingnya mulai dari membasahi bibirnya. Dia harus bisa menggoda kedua preman itu agar mau melepaskan ikatannya.
“ Kalian jadi mengajaku bersenang – senang?”Tanya Ratih dengan suara menggoda
“Aku akan dengan senang hati membuat kalian berdua terbang kelangit nirwana, tetapi bagaimana aku membuat kalian terbang dengan tangan dan kakiku yang terikat?” Ucap Ratih dengan suara sensualnya.
Kedua preman saling pandang ajakan yang menggiurkan memang , tetapi kedua preman itu juga takut kalau Ratih melarikan diri atau melakukan perlawanan. Melihat keraguan diwajah kedua preman Ratih kembali bersuara.
“ Apa kalian tidak menginginkan pijatan pada jari lentikku ini?”Rara kembali bersuara sensual menghancurkan pertahanan kedua preman.
“Baiklah bagaimana kalau kalian melepas ikatan tanganku saja kakiku tidak apa tetap diikat. Lagian mana bisa aku melawan kalian berdua yang badannya kekar begitu. Aku sangat ingin menyentuh perut kotak kotak kalian” Rara mengedipkan sebelah matanya menggoda kedua preman.
“Kemarilah” panggil Ratih kepada kedua preman tersebut menggunakan telunjuknya dengan sangat sensual.
Kedua premanpun mendekat tanpa curiga sedikitpun. Ratih mendaratkan tangannya di perut kedua preman tersebut dan dengan secepat kilat dia memberikan pukulan telak dibagian inti tubuh preman tersebut.secepat kilat Ratih melepas ikatan dikaki, begitu terlepas Ratih memberikan tendangan pamungkas dari jurus Taebaek pada rahang kedua preman yang membuat keduanya tak sadarkan diri. Ratih adalah pemilik sabuk hitam strip 3 dalam seni bela diri Taekwondo. Dan dia sangat menguasai jurus Taebaek, salah satu jurus pamungkas dalam seni bela diri Taekwondo.
Setelah memastikan kedua preman tersebut aman dan tidak akan sadar dalam jagka waktu yang cukup lama Ratih meninggalkan ruangan tersebut dengan mengendap ngendap. Pandangan matanya awas memandang kekiri dan kekanan. Dia harus mempunya trik karena dia harus melumpuhkan 8 preman yang membawa senjata. Satu persatu preman berhasil dilumpuhkan kini tinggal 5 lagi, dan kelima preman tersebut berada diruangan penyekapan seluruh karyawan Resto.
Untuk menyelamatkan Rara yang disekap diruangan Yuda dia harus melewati tempat penyekapan para karyawan. Sepertinya dia tidak memiliki pilihan, mau tidak mau dia harus melawan kelima preman tersebut. Kelima preman yang menyadari kehadiran Ratihpun menyerang Ratih. Ratih kewalahan melawan mereka bersamaan sedangkan para karyawan juga tidak bisa membantu karena mereka masih terikat semua.
Ratih terus diserang oleh kelima preman tersebut, karena kewalahan pundak Ratihpun terkena sabetan pisau dari salah satu preman. Ratih sudah pasrah ketika dia sudah dikelilingi oleh kelima preman tersebut. Hingga tiba – tiba dari arah pintu Resto berdatangan sejumlah pria yang menembakan senjata api keudara, ada yang berpakain polisi ada yang berpakaian hitam dan ada yang berpakaian formal menggunakan jas dan Ratih sangat mengenali orang tersebut adalah Tuan Andika.
__ADS_1
Ratih Tidak menyangka akhirnya bala bantuan datang dari segala penjuru. Dengan langkah terseok dia mendekati Tuan Andika dan beberapa orang berpakaian hitam yang dia yakini adalah pengawal Rara yang dikirim oleh Kak Surya
“Tolong selamatkan Non Rara” ucapnya dengan sisa tenaga yang dimiliki.
“ Dimana Rara ber..”
“Ratih!!!” Ucap pengawal Rara
Belum selesai Tuan Andika berbicara ternyata Rara sudah tidak sadarkan diri dengan darah yan terus mengalir dari pundaknya.
“David!!”Panggil Tuan Andika kepada asistennya
“ Ya Tuan” David mendekat
“Kau bawa teman Rara kerumah sakit aku akan mencari Rara” Ucapnya langsung pergi mencari keberadaan Rara.
“Biar kami saja Tuan, Ratih adalah orang kami. Kami adalah pengawal keluarga Wijaya yang ditugaskan mengawal Nona Rara” Ucap salah satu pengawal Rara
“Nanti Yang 3 disini membantu mencari nona Rara yang 2 akan membawa Ratih ke rumah sakit” Ucapnya kembali.
“Baiklah bawa dia ke Rumah Sakit Graha Husada” ucap David membiarkan dua pengawalkeluarga Wijaya agar segera membawa Ratih ke Rumah Sakit agar segeramendapat pertolongan.
Bersambung
...****************...
__ADS_1
Terimaksih untuk para readers yang selalu setia dengan cerita author Jangan lupa tinggalkan jejak ya.like komen,vote dan hadiah…. Terima kasih para Raeders.
O,, iya Author mau menginfokan, dulu judul novel ini kan penakluk miss playgirl. Trus Author ganti menjadi Cinta dan Dendam Rara. Tetapi untuk cover judul tidak bisa author ganti. Nah… daripada semua readers bingung antara judul dan cover tidak sama, jadi rencanya Author akan mengembalikan kejudul awal yaitu Penakluk Miss Playgirl. Untuk judul anatara penakluk miss playgirl atau Cinta dan Dendam Rara sebenarnya berubungan dengan isi novel. Bagaimana menurut para readers tolong beri masukan ya??/ terima kasih