
Jika di Bandung disibukan dengan pencarian Rara yang sampai dua hari ini belum membuahkan hasil, berbeda dengan di Lampung. Seorang gadis terlihat tengah menikmati indahnya pantai di kota Lampung.
“ Ra… makan yuk laper nih” ajak temannya yang dari tadi melihat Rara sangat asyik bermain dengan pasir dan mandi air pantai. Seolah – olah dia baru saja mendapatkan kebebasannya. Ya Rara memutuskan saat itu untuk pergi ke Lampung untuk berlibur. Hari ini Rara memilih Pulau Pahawang sebagai destinasi pertamanya, putihnya hamparan pasir dan jernihnya air pantai membuat Rara betah berlama – lama bermain pasir layaknya anak kecil yang sedang membuat istana pasir.
“ Ya kania ayuk, aku juga lapar” ucapnya menghampiri sahabatnya.
“ Besok kita jadi ketempat saudaramu yang berada didesa Kania?” Tanya Rara
“ Jadi malah nanti malam sepupuku sudah menjemput kita” ucap Kania
“Seriously” ucap Rara girang
“ Yes Rara asal kamu bahagia” ucap Kania
Rara benar – benar menikmati liburannya di Lampung. Bahkan Rara terlihat sangat ceria terlebih saat diajak ke Desa saudara dari Kania. Kebetetulan di Desa tersebut terdapat wisata Padang Savana dimana lokasi berbatasan dengan Hutan Way kambas. Dan di tempat itu ada semacam penangkaran Gajah, salah satu keinginan Rara dari dulu adalah ingin menaiki gajah tetapi tidak mau yang di taman wisata. Rara ingin menunggangi gajah di alam terbuka seolah dia sedang menggembala. Dan akhirnya keinginannya itu telah terpenuhi.
Selama dua hari ini Tuan Andika sudah menelusuri seluruh Kota Bandung namun tak menemukan sosok wanita yang telah bertahta dihatinya. Bahkan kendaraan yang dinaiki oleh Rara dan Kania saat hari pertama Rara pergipun masih di Kota Bandung. Hal itu yang membuat semua orang berpikir jika Rara masih berada disekitaran Bandung.
Dikafe Tulip milik Rara Tuan Adika dan Tuan Surya sedang berbicang. Tuan Surya juga heran dengan adiknya yang susah sekali ditemukan. Tuan Surya terus memikirkan dimana kira – kira Rara berada dia takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Dimulai dari tempat – tempat yang sering Rara kunjungi, tempat favorit dan bahkan satu kota Bandung telah ditelusuri oleh anak buahnya Tuan Andika tetapi belum juga menemukan Rara. Hingga dering ponsel mengalihkan pandangannya.
Drt..Drt..Drt
“ Hallo Om Rafael sudah dapat kabar dimana Kania sekarang?” Tanya Tuan Andika langsung
Ya setelah mengetahui Kania ikut bersama dengan Rara, Tuan Andika langsung menghubungi Om Rafael paman dari Kania. Hubungan baiknya dengan Om Rafael membuat Tuan Andika tidak kesusahan untuk meminta tolong kepadanya.
__ADS_1
“ Kania berada di Lampung Tuan Andika, Maaf karena saya baru bisa menghubungi Kania. Dan saya minta maaf atas nama Kania yang telah membawa Mba Rara ke Lampung” ucap Om Rafael tak enak hati
“ Oke om terima kasih informasinya. Tidak apa - apa Om setidaknya Rara ada temannya jika Kania ikut ke Lampung” ucapnya bijak
Tuan Surya dan Tuan Andika memekik tertahan saking girangnya. Mereka tidak menyangka sekian banyak tempat wisata yang bisa Rara datangi kenapa harus lampung tempat pelarian Rara kali ini pikirnya. Tuan Andika segera memerintahkan anak buahnya untuk menelusuri provinsi Lampung dan tidak lupa bahkan Tuan Andikapun ikut turt serta ke Lampung malam itu juga.
Setelah cek in di hotel Tuan Andika langsung membersihkan diri karena tubuhnya terasa lengket. Selesai menggunakan pakaiannya Tuan Andika merebahkan badanya sambil menunggu informasi dari beberapa anak buahnya yang telah disebar beberapa orang untuk mencari Rara. Rasa lelah membuat Tuan Andika tiba – tiba sudah memejamkan matanya malaim ini mungkin karena beberpa hari belakangan ini Tuan Andika nyaris tidak pernah lelap tidurnya.
Cukup lama Tuan Andika terlelap dikamar hotel hingga hari sudah berganti bahkan jarum jam sudah menunjukan pukul 08 :00 namun sepertinya Tian Andika masih betah berlama – lama dialam mimpinya. Hinga dering ponsel miliknya membangunkan Tuan Andika dari tidur nyenyaknya.
Drt…Drt…Drt
“Hm “ ucap Tuan Andika malas
“ Tuan maaf ini saya jack. Saya sudah menemukan Mba Rara Tuan” ucap salah satu anak buah Tuan Andika sekaligus mantan pengawal bayangan Rara yang dulu diberhentikan oleh Tuan Andika atas permintaan Rara.
“ Aw..sstt” Rintih Tuan Andika karena cubitannya sendiri
“ Halo Tuan Anda baik – baik saja Tuan?” ucap Jack khawatir
“ Halo Tuan” ucap Jack memastikan Tuannya baik – baik saja
“ Halo Jack tadi kamu bicara apa saya tidak dengar” ucap Tuan Andika memastikan apa yang dikatakan oleh anak buahnya apakah benar dengan yang dia dengar barusan pikirnya.
“ Ohh iya Tuan saya sudah menemukan Mba Rara. Sekarang posisinya sedang berada di wisata Air Terjun Ciupang didaerah Pasawaran Tuan nanti saya kirim lokasinya” ucap Jack kembali menjelaskan
__ADS_1
“ Apa Jack aku kurang dengar” ucap Tuan Andika kembali memastikan
“Saya sudah menemukan posisi Mba Rara Tuan sebentar saya kirim lokasinya ya Tuan” ucap Jack kembali
“ Ya” Hanya kata itu yang keluar dari bibir merah muda milik Tuan Andika. Entah saking bahagianya telah berhasil menemukan sang pujaan hati atau gugup jika nanti bertemu dengan Rara. Yang jelas bibirnya tak berhenti menyunggingkan senyum merekah yang beberapa hari ini tidak muncul.
Setelah menerima pesan lokasi dari anak buahnya Tuan Andika segera meluncur kedaerah itu. Menurut peta lokasi Tuan Andika akan sampai didaerah itu sekitar 1 jam 30 menit. Karena ini pertama kalinya Tuan Andika ke kota ini jadi dia belum mengetahui jalan alternatif yang bisa mmepersingkat waktu. Sedangkan jika menunggu anak buahnya yang semuanya telah dia sebar keseluruh penjuru kota Lampung bisa – bisa malam dia sampai ketempat Rara.
Dengan kecepatan sedang Tuan Andika mengendarai kendaraanya. Tidak lupa dia selalu berkomunikasi dengan Jack agar selalu mengikuti dan mengawasi kemana Rara. Setelah menempuh perjalanan sekitar 60 menit Tuan.
Andika sampai didaerah pedesaan tempat salah satu anak buahnya menunggu agar menjemput Tuan Andika menggunkan kendaraan Roda dua. Sebenarnya masih bisa dilalui kendaraan roda empat namun akan susah jika bertemu dengan mobil lain dari arah yang berlawanan dan itu akan memperlambat Tuan Andika samapi di lokasi.
Setelah samapi dilokasi, Jack menghampiri Tuannya yang menengok kekanan dan kekiri memperhatikan pengunjung. Diantara ratusan pengunjung Tuan Andika memperhatikan dimana Rara yang sangat dirindukannya. Pandangan Tuan Andika mengikuti arah jari telunjuk yang dituju oleh Jack.
DEG
Benar itu adalah pemilik hatinya, dengan senyuum merekah terlihat Rara sedang bermain air dikolam penampungan air terjun. Saat sedang menikmati segarnya air terjun yang alami, ditengah suasana pemandangan yang masih asri Rara trlihat semakin cantik dan mempesona bagai bidadari.
Saking bahagianya Tuan Andika, tak terasa mata Tuan Andika berembun. Rasa bahagaia membuncah didada menemukan kekasih hati yang telah membawa jiwanya pergi beberapa hari.
“Rara…” panggilnya mendayu, namun masih didengar oleh pemilik nama tersebut sehingga membuatnya berhenti bermain air dan melihat siapa yang memanggilnya.
Bersambung
...****************...
__ADS_1
Hai readers... Maaf telat upnya... Jangan lupa like dan komen yaa. Terima kasih