
Surya kembali ke Apartementnya dengan penampilan yang kusut. Dia akan menyelesaikan kesalah pahaman ini secepatnya. Tidak mungkin dia menikah dengan orang sama sekali tidak dicintainya bahkan dikenalnya. Mungkin wanita itu bisa memberikan penjelasan kepada Mamanya jika tidak terjadi apa – apa antara mereka berdua.
Setelah menempuh perjalanan 20 menit Surya sampai di Basement dan dengan gerakan cepat menuju flatnya. Surya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru Apartement tetapi tidak menemukan sosok wanita yang tadi pagi ditinggalkannya masih dalam keadaan tidur terlelap. Padahal suara Mamanya menggelegar saat memerintahkan Surya untuk pulang tetapi tidak mengusik tidur wanita itu Sedangkan Surya sudah terbangun saat Mamanya membuka pintu sangat keras.
Surya menghela nafasnya kasar karena tidak menemukan wanita itu. Biarlah wanita itu pergi bukankah itu lebih baik. Toh mereka juga tidak melakukan apapun jadi tiak ada yang harus dipertanggunjawabkan pikir Surya. Diapun bergegas untuk mandi dan siap – siap untuk kekantornya. Banyak urusan yang harus dia selesaikan dikantor.
Saat sedang bersiap Surya melihat secarik kertas diatas nakas. Surya mengambilnya dan membacanya dengan dahi mengernyit.
‘Kak ….
Terimakasih atas pertolongannya semalam maaf saya pergi tanpa pamit karena saya buru – buru harus pulang ke Bandung. Dan sekali lagi maaf jika saya lancang meminjam salah satu celana kakak juga karena pakain saya sudah tidak layak saya pakai kembali karena kejadian semalam.
Kak..
Maaf saya mengambil uang kakak lima juta rupiah yang ada diloker. Nanti kalau kita bertemu kembali saya akan mengembalikannya. Karena semua ATM,ponsel dan benda berharga lainnya kemarin berda didalam mobil saya saat saya dirampok.
Sampai jumpa Kakak ganteng…’
“Goddam!!” umpat Surya meremas kertas itu dan mengecek lokernya benar saja uangnya telah raib.
“Heh ternyata aku menyelamatkan pencuri “ ucapnya masih dengan mendumel. Memang uang lima juta tidak ada apa – apanya bagi Surya.KAlau memang untuk transport ke Bandung harusnya uang satu juta saja cukup, kenapa wanita itu menguras seluruh uangnya yang diloker kalau bukan pencuri pikirnya.
Sedangkan wanita yang sudah meninggalkan Apartemennya kini telah sampai di Bandung setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Dengan bantuan security diluar gedung Apartemen dia mendapatkan taksi online yang mengantarkanya sampai di Bandung. Kini dia sudah sampai di Apartemenya yang tidak jauh dari tempatnya bekerja.
__ADS_1
Saat akan menuju flatnya dia dikagetkan oleh suara yang tidak asing memenaggil namanya dari arah lumayan jauh.
“Dewi…” terdengar suara itu menggema dilorong flat
“Sinta “ gumam Dewi
Ya Dewilah wanita yang ditolong oleh Surya dan yang menimbulkan kesalah pahaman antara anak dan orangtua.
“ Ya ampun.. gimana keadaanmu? Aku berkali – kali menghubungi ponselmu tetapi tidak kamu angkat” ujar sahabatnya langsung menghambur memeluknya
“Aku baik – baik saja. Hemm aku dirampok Sin. Aku ditodong saat dijalan yang sepi jadi aku menyerahkan saja mobilku. Tetapi semuanya tidak berakhir sampai disana, para preman itu justru ingin memperkosaku. Karena ketakutan semua barang – barangku termasuk tas ponsel dan atm tertinggal didalam mobil, aku kabur menyelamatkan diri tetapi masih terus dikejar dan untung saja ada seorang lelaki membantuku” ucap Dewi menjelaskan kepada sahabatnya.
“Ya ampun.. harusnya aku temani saja kamu ke Jakarta kemarin. Lagian kamu kenapa ke Jakartanya mendadak sii kemarin” ucap Sinta dengan tatapan khawatir
“ Ya ampunn Dewi…” ucapnya memeluk sahabatnya kembali
“ Dan kamu tau Sin apa alasan dia selingkuh dariku?” ucap Dewi menjeda ucapannya
“Karena aku tidak pernah mau diajak tidur dengannya Sin. Aku dianggap Kuper dan kaku karena mempertahankan prinsip, akan menyerahkan diri saat aku sudah halal baginya, dan karena kolotnya prinsipku dia mencari kepuasan dari wanita lain. 3 tahun hubungan kami ternyata tak berarti baginya Sin” ucap Dewi masih dalam pelukan Sinta dan menangis pilu.
Sudah lama sebenarnya Dewi mencurigai kekasihnya. Dewi heran karena sudah hampir tiga bulan kekasihnya tidak pernah mengunjunginya ke Bandung. Padahal dahulu sebulan bisa dua kali atau bahkan seminggu sekali. Semua perubahan sang kekasih semakin menjadi satu bulan belakangan ini, bahkan sang kekasih mulai sulit untuk dihubungi. Tetapi Dewi masih selalu berusaha berpikir positif, Dewi menganggap mungkin kekasihnya sedang sibuk . Bukankah akhir – akhir ini memang sang kekasih sering lembur karena mendapat promosi naik jabatan pikirnya.
Hingga suatu pagi hari dia mendapatkan kiriman sebuah foto. Didalam foto itu terdapat sang kekasih yang hanya mengenakan kaos oblong dengan celana cino pendek dengan seorang wanita sedang makan di sebuah kafe yang sangat familiar bagi Dewi. Itu adalah Rainbow kafe yang letaknya tidak jauh dari apartement sang kekasih.
__ADS_1
Darahnya terasa mendidih sampai keubun – ubun hingga dia memutuskan untuk langsung mengrebek sang kekasih di Jakarta. Tidak tanggung – tanggung bukan sekedar makan atau jalan bersama bahkan Dewi menyaksikan secara langsung bagaimana pergulatan sang kekasih dengan selingkuhannya.
“ Udah kamu yang tenang ya berarti Jo bukanlah yang terbaik buat kamu. Kamu sudah benar dengan mempertahankan prinsip kamu itu” ucap Sinta menenangkan sahabatnya yang masih saja sesenggukan.
“Kamu harusnya bersyukur mengetahui Jo selingkuh saat kalian masih sepasang kekasih. Bagaimana kalau kalian sudah menikah bahkan punya anak? Yakin saja Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang terbaik buat kamu” ucapnya bijaksana.
“Ma kasih ya Sin, kamu memang sahabat terbaiku” ucapnya kembali memeluk sahabatnya kembali.
“Sama – sama Dewi sayang” ucapnya ikut mengeratkan pelukannya
“ Ya sudah aku kerja dulu nanti kamu aku ijinin aja ma sibos. kamu istirahat dulu nanti sepulang dari sini kita buat laporan kehilangan ke kantor polisi untuk mengurus surat – suratmu” ucapnya kembali melerai pelukannya.
Saatt melepas pelukannya Sinta memperhatikan penampilan sahabatnya. Sinta melotot tidak percaya dengan penampilan Dewin yang mengenakan kaos oblong kebesaran dan trening juga yang kebesaran. Dia baru sadar jika sahabatnya mengenakan pakain lelaki.
“Ini pakain siapa Dew?”Tanya Sita memicingkan matanya
“Ini pakaian orang yang menolongku dari preman itu Ra. Untung aja ada dia jadi aku selamat dari preman – preman itu kalau tidak mungkin aku sudah masuk Hot News Telah Ditemukan Mayat Seorang Wanita Tanpa Identitas, Kuat Dugaan Korban Merupakan Salah Satu Korban Tindak Kejahatan Permapokan Dan Pemerkosaan” ucapnya sambil bergidik ngeri
“Siapa nama lelaki itu Dew. Kita harus mengucapkan terima kasih ” Ucap Sinta
“Aku belum sempat menanyakan namanya, saat aku bangun dia sudah tidak ada diapartementya. Tetapi aku sudah meninggalkan surat sebelum aku pergi aku mengucapkan terima kasih dan aku juga mengatakan jika aku mengambil dan meminjam uangnya untuk aku ongkos kembali ke Bandung” ucapnya polos.
Sinta menepuk jidatnya. Dia gemas dengan tingkah sahabatnya yang terlalu Bodoh, Bagaimana caranya memulangkan uang yang dipinjam jika dia saja tidak tau nama orang yang dipinjami atau bahkan nomer ponselnya. Untuk menyelamatkan kewarasannya Sintapun pamit undur diri berangkat bekerja. Perkara memulangkan uang biarlah nanti dipikirkan belakangan, yang terpenting sahabatnya kondisinya baik – baik saja saat ini pikirnya.
__ADS_1
Bersambung