Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 41 Penambah Semangat di Pagi Hari


__ADS_3

Cinta memang dapat merubah segalanya. Cinta bisa menyembuhkan bahkan memberi luka. Yang pasti Cinta membuat hidup lebih berwarna. Mungkin itu yang dialami oleh Tuan Andika sepanjang perjalananya dari basemant samapai di loby, beliau menjadi sorotan para karyawan yang melihat CEOnya bersenandung kecil. Hal itupun tidak luput dari pandangan David, hancur sudah predikat CEO dingin dan arogan yang selama ini disandangnya.


“Pagi David” ucap Tuan Andika tersenyum simpul saat melewati David


Bukan hanya David yang terbengong melihat CEOnya menyapa sang asisten karyawan yang ada disekitarpun banyak yang kasak kusuk membicarakan tingkah CEOnya. Sampai David memberikan sorotan mata tajam kepada karyawan, memberi peringatan agar tidak mengghibah Tuan Andika.


Sebelum membuka pintu ruangannya dia melirik meja kerja Rara yang sudah terdapat seikat bunga lily putih dipajang dalam vas bunga. Senyum Tuan Andika semakin merekah mengetahui Rara menyimpan pemberiannya dengan baik.


Tuan Andka masuk keruangannya sudah tersaji secangkir kopi dan dua potong sandwich lengkap dengan potongan daging dan sayur serta saus , matanya mengedar keseluruh ruangan mencari keberadaan Rara. Tiba –tiba pintu ruangan pribadi Tuan Andikaterbuka, kedua pasang mata itu bertemu Rara langsung menunduk karena Tuan Andika menatapnya dalam dengan sunggingan senyum manis.


“ Maaf Tuan ini jas dan dasi Tuan” Ucap Rara meletakan jas dan dasi Tuan Andika diatas meja kerjanya


“ Ra, kan kemarin sudah aku bilang, panggil aku dengan panggilan mas atau Andika jangan pakai Tuan” keluh Tuan Andika.


“Maaf Tuan tetapi ini masih jam kerja, Saya pamit keluar Tuan” ucap Rara menunduk


Rara langsung mlipir keluar tanpa menghiraukan Tuan Andika yang hendak memanggilnya. Tuan Andika hanya geleng – geleng kepala melihat tingkah Rara yang menggemaskan versi Tuan Andika. Selang 30 menit tiba – tiba Tuan Andika memanggil Rara agar masuk keruangannya.


“Maaf Tuan ada apa memanggil saya” ucap Rara menunduk


“ Ra, minta tolong pasangkan dasi ya. Tadi aku udah coba memakai sendiri dasi yang sudah kamu buat simpulnya tapi karena sedikit tidak rapi, aku benerin ehhh malah terlepas” ucap Tuan Andika nyengir


“ Ta…tatapi Tuan kan masih ad…”


“ Aku tak mau yang itu Ra, aku suka warna ini sesuai dengan jasnya” ucap Tuan Andika kembali


“Baiklah” ucap Rara menghela nafanya kasar


Tuan Andika bersorak riang akhirnya dia menang hari ini. Dari semalam dia sudah merindukan Rara. Dia tidak akan menyia – nyiakan kesempatan agar bisa berdekatan dengan Rara. Dipandangnya lamat – lamat wajah Rara dari jarak dekat, wajah Rara putih mulus dengan polesan make up natural, mata bulat,hidung mancung, dengan bibir tipis berwarna merah muda.


Glek

__ADS_1


Tuan Andika menelan salivanya saat melihat bibir Rara yang lembab. Ingin sekali rasanya Tuan Andika mengecup bibir ranum itu sebagai penambah semangatnya di pagi hari. Tanpa sengaja wajah Tuan Andika semakin mendekat kearah wajah Rara.


Cup


Waktu seperti berhenti tiba – tiba, Tuan Andika mencium kening Rara. Rara diam mebatu mendapat ciuman pertama dari Tuan Andika. Harusnya Rara marah, tetapi entah kenapa ciuman itu terasa hangat dan tentram dijiwa meski ciumannya hanya sekilas. Rara memalingkan wajah begitupun dengan Tuan Andika wajah keduanya memerah. Ini adalah pertama kalinya Tuan Andika mencium seseorang selain mamanya walaupun itu hanya kening. Ada rasa yang membuncah didada yang sulit untuk diartika oleh Tuan Andika. Lama keduanya berada dalam kecanggungan hingga kedatangan David mencairkan suasana diruangan CEO.


“ Maaf Tuan kita ada janji temu dengan clien nanti pukul 10:00” ucap David memecah kesunyiaan


“ Oke ya sudah kamu persiapkan semuanya David, sebentar lagi kita berangkat. Rara kamu stanby dikantor ya?” ucapnya pada David dan Rara


“Baik Tuan, saya permisi” ucapnya menunduk


Setelah berkata demikian Rarapun keluar dari ruangan CEO, hingga tinggalah David dan sang CEO yang tersisa diruangan tersebut.


“Tuan apakah anda sehat?” ucap David keceplosan hingga menutup mulutnya.


“Apa maksud kamu David?” Tanya Tuan Andika dengan memicingkan matanya


“Maksudmu berbeda bagaimana? Siapa yang berani membiscarakanku David? Mau aku pecat apa?” Tanya Tuan Andika kembali dingin


“ Anda tersenyum dan bersenandung Tu..Tuan” ucap David kembali gugup takut disalah artikan oleh atasannya.


“Apakah sangat terlihat David jika aku sedang bahagia” ucapnya tersenyum hingga David terbengong melihat kelakuan bosnya itu.


“O iya David kamu tau apa yang membuat wanita bahagia dan senang?” Tanya Tuan Andika.


Kembali David terbengong dengan ucapan bosnya. Memang David belum mengetahui jika Tuan Andika dan Rara sekarang semakin dekat karena David selalu disuruh menggantikan perkerjaan Tuannya yang bertemu clien atau buyer ataupun keluar kota. Dan Davidpun mengerjakannya tanpa mengeluh dan bertanya.


“ kamu kenapa bengong?” Tanya Tuan Andika kembali


“ Eh… tergantung wanitanya Tuan ada yang suka diberikan hadiah cincin, tas, atau perhiasan lainnya tetapi yang paling disukai wanita biasanya black card”

__ADS_1


“ Hem kamu salah David, bahkan Black Cardku tak pernah dipakai oleh Rara padahal aku sudah memberikannya sekitar seminggu yang lalu” ucapnya lagi


HAH


David menghela nafas kasar jadi Mba Rara tersangkanya pikir David. Pantas saja Tuannya berseri – seri. Tapi kapan Tuan Andika menyatakan perasaannya pikirnya. Hem… terserahlah pikir David kembali asalkan CEO nya bahagia setidaknya tidak membuat orang ketakutan jika melihatnya.


“Tuan kapan jadiannya dengan Mba Rara?” Tanya David penasaran


“Belum masih OTW “ Kata Tuan Andika nyengir memamerkan jejeran giginya.


‘Oh My God, belum jadian aja udah kayak gitu gimana kalau sudah jadian bisa – bisa seluruh karyawan diberikan insentif umpat David dalam hati’


Di tempat berbeda Yuda sedang menyesali kelaukuannya. Hari ini dia dijenguk oleh kedua orang tuanya. Ya kedua orang tua Yuda sudah dibebaskan atas keinginan Surya, lusa Tuan Andika mencabut tuntutannya kepada kedua orang tua Yuda atas keinginan Surya karena, alasan kesehatan Ibu Yuda atau yang dulu terkenal dengan panggilan Nyonya Prasetya. Penyakit kanker stadium empat telah menggerogoti tubuh Nyonya Parsetya. Dan karena alasan itu pula Surya meminta kepada Tuan Andika untuk mencabut tuntutannya kepada Nyonya Parasetya dan Tuan Prasetya, agar ada yang mengurus Nyonya Prasetya disisa hidupnya.


“ Yuda maafkan Mama” ucap sang Mama sendu


“Sudahlah Ma bukan hanya Mama yang salah Yuda juga salah” ucap Yuda dengan tatapan kosong.


“Seandainya Mama tidak melarang kamu dulu untuk tunangan dengan Rara mungkin semua tidak akan seperti ini Yuda, maafkan Mama Yuda karena Mama kamu sekarang dipenjara dan menderita” Ucapnya terisak.


“ Sebelum Mama melarang aku untuk tunanan dengan Rara aku juga sudah menghamili sekertarisku dulu Ma, namanya Kania. Tetapi Kania juga keguguran karena aku yang mengusirnya.” Ucap Yuda teriisak dihadapan kedua orang tuanya


Kedua orang tua Yuda tidak menyangka jika Yuda sempat menghamili mantan sekertarisnya. Rasa bersalah dan penyesalan semakin menumpuk didada kedua orang tuanya. Bukankah seharusny mereka sudah menimang cucu seandainya Yuda tidak gagal bertunangan atau setidaknya Yuda menikahi mantan sekertarisnya yang hamil itu.


Air mata kesedihan sepertinya tak berhenti mengalir dipipi tirus Nyonya Prasetya, beliau selalu menyalahkan dirinya sendiri. Senadainya dulu dia tidak keras terhadap Yuda atau bahkan seandainya dia tidak menghasut Yuda agar mendekati Rara kembali apapun caranya agar bisa hidup bergelimang harta kembali. Tetapi yang didapat sekarang justru kesengsaraan Yuda bahkan harus mendekam dipenjara selama 12 tahun.


Bersambung


...****************...


Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part

__ADS_1


__ADS_2