Penakluk Miss Playgirl

Penakluk Miss Playgirl
Bab 61 Fiting Baju Pengantin


__ADS_3

Sesuai kesepakatan para ibu suri dari dua kerajaan, bahwa sudah ditentukan Rara dan Tuan Andika akan menikah satu bulan kedepan. Semua rentetan acara harus melewati validasi dari kedua ibu suri, kedua calon mempelai itu tidak diperkenankan membuat acara tanpa persetujuan kedua ibu suri.


Sama seperti halnya hari ini, Kedua ibu suri telah sibuk mengajak calon mempelai untuk fiting baju pengantin semua telah ditentukan oleh kedua calon besan tersebut. Bahkan dari kemarin nyonya Tama telah menginap di rumah Rara hanya untuk membahas masalah acara hari ini dengan Nyonya Rani. Sepertinya Tuan Andika dan Rara harus siap – siap mengikuti segala bentuk peraturan dari kedua ibu suri tersebut.


“ Ra apakah Andika sudah memberi kabar jam berapa sampai disini?” Tanya Nyonya Tama kepada calon menantunya


“Belum Tan….”


“Mama!!” ucap nyonya Tama menyela ucapan Rara


“ Walaupun kamu belum menikah dengan Andika, tetapi kamu sudah Mama anggap seperti anak mama sendiri. Jadi tolong mulai sekarang panggil Mama bukan Tante lagi” ucap Nyonya Tama tegas.


“Eh.. Iya ma” ucap Rara


“Rara coba Teflon Mas Andika dulu” ucapnya mengambil ponselnya dan mendial nomer Tuan Andika


Rara sudah mencoba menghubungi Tuan Andika sebanyak 3 kali, tetapi tetap tidak diangkat oleh Tuan Andika. Rarapun menyerah dan mengabari jika kemungkinan Tuan Andika sibuk dan tidak mengangkat panggilannya. Rara, Nyonya Tama dan Nyonya Rani akhirnya berangkat bertiga meninggalkan Tuan Andika menuju butik milik Nyonya Rani.


Nyonya Rani sangat senang ketika calon besannya menyerahkan urusan baju pengantin kepadanya. Karena, sudah hampir enam bulan yang lalau Nyonya Rani telah merancang gaun pernikahan untuk Rara putrinya. Sebagai seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk putrinya, begitu pula dengan Nyonya Rani yang menginginkan hal terbaik untuk putrinya.


Untuk akadnya Nyonya Rani menggunakan tema adat sunda, beliau membuatkan Rara kebaya pengantin putih berpayet. Kebaya dengan bordiran bunga dan aksen-aksen mutiara serta kristal itu akan membuat Rara terlihat sangat cantik dan memukau.


Sambil menunggu kedatangan calon menantunya Nyonya Rani meminta Rara untuk mencoba kebayanya untuk memastikan apakah pas bodi atau kebesaran mengingat Nyonya Rani hanya mengira ngira dahulu tentang ukuran badan Rara. Karena memang niatnya akan memberikan surprise kepada putrinya. Rara tidak menyangka ternyata sang mama memang sudah mempersiapkan jauh – jauh hari bahkan bulan.


Dengan dibantu oleh kedua ibu suri Rara mencoba kebaya dengan train menyapu lantai itu ternyata pas dilekuk tubuh Rara. Untuk bawahan, Rara akan mengenakan kain bermotif batik yang dililitkan di pinggang dengan pajang sampai mata kaki. . Nyonya Tama mengajak Rara keluar dari ruang ganti dengan masih menggunakan kebaya berbarengan dengan kedatangan Tuan Andika.

__ADS_1


Untuk sepersekein detik Tuan Andika membeku ditempat melihat betapa anggunnya sang kekasih dan jangan lupakan aksen mutiara dan Kristal pada kebayanya membuat Rara terlihat tampil mewah. Hingga tepukan dipundaknya berhasil membuat Tuan Andika kembali kealam nyata.


“ Kedip dong Dika, tutup mulutmu nanti lalatnya masuk” ucap Nyonya Tama menggoda putranya


Tuan Andika mendengus digoda oleh Mamanya, mana ada lalat diruangan butik milik Nyonya Rani yang bersih dan harum ini pikir Tuan Andika. Tetapi, Rara memang terlihat sangat cantik hari ini. Seandainya diperbolehkan mungkin Tuan Andika akan menikahi Rara hari ini juga walaupun hanya akad, untuk resepsi mungkin akan menyusul. Tetapi, sepertinyan itu hanya ada di dunia halu Tuan Andika


“ Udah jangan mengerutu mending sekarang kamu coba pakaian untuk akad kamu kalau kebesaran nanti biar dibenerin sama Mama Rani terlebih dahulu” ucap Nyonya Tama mengingatkan anaknya.


Untuk Tuan Andika Nyonya Rani membuatkan jas buka prang wedana dengan warna senada dengan kebaya yang digunakan Rara. Menurut budaya Jawa Barat, pakaian ini melambangkan kewibawaan seorang laki-laki. Bawahan yang dikenakan Tuan Andika sama dengan pengantin wanitanya, yaitu kain batik yang dililitkan di pinggul dengan panjang sampai bawah mata kaki.


Setelah selesai mecoba pakaian untuk akad, kedua ibu suri kembali memberikan pertintah untuk mencoba pakaian untuk resepsi setelah makan siang nanti. Rasa lelah jelas terpancar diwajah Tuan Andika yang baru saja sampai Jakarta sudah langsung ke butik untuk fiting baju pengantin sesuai perintah ibu suri. Walaupun lelah senyum merekah tak pernah luntur dari bibir tebal milik Tuan Andika.


Setelah selesai makan siang mereka melanjutkan kembali untuk mencoba gaun pernikahan yang akan dipakai saat resepsi kelak. Rara dibantu oleh Nyonya Rani dan Nyonya Tama untuk mencoba gaun pengantinnya. Sedangkan Tuan Andika karena lebih simple dianggap bisa menggunakan sendiri.


Tuan Andika mencoba menggunakan tuxedo dan jasnya dan kembali lagi ternyata ukurannya sangat pas di tubuh atletis Tuan ANdika. Calon mertuanya memang super tanpa mengukur bisa membuatkan Tuan Andika jas dan tuxedo yang pas untuk tubuhnya.


Setelah masuk keruang ganti Rara sedikit shock melihat model gaun yang akan dia kenakan sama persis dengan angan – angannya.


“Mama..” ucapa Rara terbata


“Kamu senang sayang?” Tanya Nyonya Rani tersenyum lembut


Rara hanya mengangguk dengan airmata haru. Dia tidak menyangka jika sang Mama akan membuatkannya gaun sesuai dengan keinginnanya.


“Kamu kalau menginginkan sesuatu bilang sayang, jangan dipendam sendiri mama gak akan ngerti. Untung saja mama kamu mengetahui jika kamu ingin menikah dengan konsep negri dongeng jadi kami bisa menghubungi WO agar mengatur sesuai keinginanmu sayang” ucap Nyonya Tama

__ADS_1


“Iya Ma, terima kasih” ucapnya mengangguk


“ Ini memang belum selesai, Nanti akan mama tambahkan mutiara sesuai dengan umurmu sayang, yang terpenting dicoba dulu apakah pas dengan badanmu atau tidak” ucap Nyonya Rani menambahkan


Setelah selesai mencoba gaunnya dan memastikan ukurannya pas, Rara dan Andika pamit pulang terlebih dahulu kepada para Mama


“Ma, kami pulang dulu ya?” pamit Tuan Andika kepada Mamanya


“ Ya hati – hati, jaga Rara Andika kamu jangan aneh – aneh tunggu sebulan lagi” ucap NyonyanTama memberikan ceramah kepada putranya


“Siap Ma” ucap Tuan Andika malas berdebat dengan sang Mama


“ Awas saja kalau Rara kenapa – kenapa Mama hukum kamu Dika” ucap Nyonya Tama mengintimidasi anaknya


“Ya ampun Ma… anak Mama Rara apa Dika sih??” Perasaan lebih sayang ke Rara timang Dika” ucap Tuan Andika merajuk


“Jelas Mama sayang sama dia karena Rara putri kesayangan Mama sekarang. Belum lagi dari Rara Mama akan mendapatkan beberapa cucu yang sangat menggemaskan penerus keluarga Pratama” ucap Nyonya Tama kembali berbinar.


“Tapi Ma, tanpa bibit unggul dari Dika gak mungkin juga Mama mendapatkan penerus Pratama yang tampan seperti Dika dari Rara” Ucapnya membanggakan diri


Rara menunduk semakin dalam mendengar ucapan calon mertua dan calon suaminya. Wajahnya memerah mendengar ucapan calon suaminya yang terlalu fullgar. Belum lagi perkataan calon mertuanya yang mengatakan akan mendapatkan beberapa cucu, Rara berpikir keras berarti calon mertuanya meminta lebih dari dua cucu.


Bersambung


Maaf ya readers baru update….

__ADS_1


Laptop author baru pulang dari rumah sakit karena terkena konsleting listrik akibat petir


Terima kasih masih setia membaca cerita Author


__ADS_2