
Rara sedang menyelesaikan pekerjaanya. Tepat pukul 14:00, telepon diatas meja kerjanya berdering terlihat extensi dari ruangan CEO yang menghubunginya. Detak jantung Rarapun kembali berdebar padahal hanya megetahui CEOnya menghubunginya. Ada Apa atasannya itu menghubunginya, apakah ada perkerjaannya yang salah? pikir Rara. Berulang kali Rara melakukan olah pernafasan untuk menenangkan jantungnya. Setelah sedikit tenang Rarapun segera mengangkat telepon dari Tuan Andika.
“ Hallo selamat Sore Tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucap Rara sopan
“ Sore Ra… tolong keruangan saya sebentar” Ucap Tuan Andika
“Oh…. Iya Tuan” jawab Rara kaget dan menutup teleponnya.
Sejak kapan CEO nya itu kalau menyuruh seseorang dengan sebutan tolong pikir Rara. Perasaan Rara tidak ada salah memberikan bumbu masak pada makan siang Tuan Andika.Tungguu….. tapi Tuan Andika memang sedikit aneh dari tadi pagi pikirnya. Berarti bukan makan siang, apa kopinya atau sarapannya pikir Rara kembali. Rara sibuk dengan pikirannya sendiri sehingga kembali sang CEO menghubunginya melalui pesawat telepon kantor
“ Ya Tuan?” jawab Rara gugup
“ Kenapa belum keruangan saya? Kamu ngelamunin apa?” Tanya Tuan Andika
Rara hanya nengok kekanan dan kekiri memastikan diruangannya hanya ada dia. Kenapa sepertinya tuan Andika mengetahui semua yang dia lakukan, Apakah Tuan Andika memantaunya lewat CCTV pikirnya. Rara segera keruangan CEO sebelum CEOnya berubah sangar kembali.
“Ada apa Tuan memanggil saya Tuan?” Tanya Rara mencoba setenang mungkin
“Duduk dulu Rara” Ucap Tuan Andika sambil menatap Rara dalam
Rara berjalan kearah sofa sambil menunduk karena tau sedang dipandang dalam oleh Tuan Andika. Gemuruh didadapun semakin bertalu – talu. Rara menghela nafas panjang untuk menenangkan diri.
“ Nanti malam kamu apa ada acara Ra?” Tanya Tuan Andika
“Eh”.. Rara spontan mendongak karena kaget.
Entahlah Rara merasa CEOnya beberapa hari ini selalu membuat dia salah tingkah dan kaget. Kadang Rara terlihat seperti orang yang gagap, bingung dan bodoh. Karena telat mengerti dengan apa yang diamksud oleh Tuan Andika.
“ Diamnya kamu saya anggap gak ada ya Ra Jadi tidak masalah ya nanti malam kamu temani saya untuk menghadiri pesta ulang tahun Bagas corporation salah satu rekanan kita” Ucap Tuan Andika seolah tidak bisa dibantah
__ADS_1
“Hah…!!” kaget Rara
Menghadiri pesta besama Tuan Andika O.. tidak, mana bisa Rara pergi dengan Tuan Andika hanya berdua lagi… Rara hendak menolak dengan menyatakan argument yang masuk akal. Baru saja bibirnya hendak bicara sudah keburu tuan Andika menyela.
“ Ra Bagas corporation adalah rekan kerja sama kita, Bukankah sudah biasa sekertaris menemani CEOnya menghadiri pesta perusahaan?” ucap Tuan Andika mencoba mempengaruhi
“Awalnya saya hendak mengajak David, saya tau kamu masih perlu banyak istirahat.Tetapi David Besok pagi harus ke Palembang menengok Tambak kita yang disana karena sedang ada troble disana. Jadi tolong dipikirkan ya?” Ucap Tuan Andika kembali
Rara berpikir keras harus mengambil keputusan secepatnya, awalnya dia berpikir David bisa menggantikan dia, tetapi informasi yang didapat barusan bahwa Davib besok harus keluar kota memupuskan harapannya.
Rara menghela nafasnya, mungkin memang harus dia dengan Tuan Andika yang menghadiri pestanya. Demi perusahaan dan demi sikap profesinalnya pikir Rara.
“ Baiklah pak saya bisa” Ucap Rara akhirnya
Tuan Andika bersorak gembira dalam hati, namun masih ditutupi dengan wajah datarnya.
“ Baiklah kalau begitu kamu siap – siap untuk pulang, nanti kita ke butik terlebih dahulu membeli pakain untukmu kepesta nanti” ucap Tuan Andika
Mungkin Tuan Andika lupa siapa Rara, Mama Rara adalah seorang desainer sekaligus pemilik butik jadi tidak mungkin Rara tidak memiliki pakain pesta. Tuan Andika menggaruk tengkukknya yang tidak gatal setelah teringat akan siapa Rara sebenarnya.
“ Begini Ra… maksud saya mengajak kamu kebutik agar pakain kamu serasi dengan pakain saya. Kan kita perwakilan dari perusahaan harus terlihat kompak” ucap Tuan Andika mencoba meyakinkan Rara
Rara kembali berpikir apakah harus dia kebutik, tapi kalau menolakpun Rara tidak enak. akhirnya Rarapun mengangguk menyetujui permintaan CEOnya untuk pergi kebutik.
Tepat pukul 15:00 Rara dan Tuan Andika meninggalkan gedung Awiguna Group menuju Kania’s Boutik. Butik langganan keluarga Pratama ini merupakan butik ternama dinegri ini, pelanggannya rata – rata selebritis papan atas.
Begitu Tuan Andika sampai dilobi butik sudah disambut oleh pramuniaga dengan sangat ramah.
“ Selamat datang Tuan nyonya“ Sapa pramuniaga ramah pada Tuan Andika dan Raa
__ADS_1
“Hem” jawab tuan Andika dingin
Seketika Rara heran kenapa Andika kembali dingin, perasaan tadi waktu dimobil masih biasa saja pikir Rara. Hemm dasar bunglon batik Rara.
“ Dimana kania? Saya sudah janji katakan saja Andika dari Awiguna datang?” Tanyanya pada pramuniaga
“ Baik Tuan” jawab Pramuniaga itu bergerak cepat tak mau mendapat complain.
Siapa yang tidak mengetahui Tuan Andika Pratama. Penerus Awiguna group, tampan, dingin dan arogan. Kekayaanya dinegri ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Maka bemasalah dengan Tuan Andika sama saja seperti meggali kuburan sendiri.
Tak berselang lama datang wanita cantik, anggun , putih dengan body bak gitar spanyol menghampiri Tuan Andika dengan wajah penuh binar
“ Halo selamat sore Tuan Andika” Sapa wanita tersebut yang kemungkinan bernama Kania
Kania hendak mendekat tetapi tangan Tuan Andika terangkat memberi peringatan jangan mendekat. Membuat langkah Kania terhenti sekitar 1 meter didepan Tuan Andika.
“ Mana pesanan saya?” Tanya Tuan Andika langsung pada intinya
“ Oke tunggu sebentar” Jawan Kania cepat memberi kode kepada anak buahnya agar mengambilkan pesanan Tuan Andika.
Rara merasa ada yang aneh dengan Miss Kania pemilik butik ini karena sedari tadi terus memperhatikaannya. Kania memperhatikan Rara dari ujung rambut sampai ujung kaki tatapannya berhenti saat kedatangan seorang pramuniaga dengan membawa dua paper bag.
“ Ini Tuan Andika sesuai pesanan anda, silahkan dicoba terlebih dahulu. Untuk mba cantik silahkan ikut saya untuk mencoba gaunnya” Ucap Kania menuntun Rara untuk mengikutinya. Sedangkan Tuan Andika mencoba sendiri pakainnya diruang ganti.
Kania membantu Rara untuk mengenakan gaunnya. Ternyata Kania sosok yang sangat ramah sehingga mereka cepat akrab, Rara sempat tertegun saat Kania menanyakan bagaimana hubungannya dengan Yuda . Ternyata Kania adalah sekertaris Yuda dulu sebelum yuda pergi ke Paris meninggalkan Rara. Mereka sempat bertukar nomer ponsel karena Kania berkata ada hal penting yang ingin dia bahas dengan Rara. Rara merasa bertemu dengan Kania seperti menemukan teman baru, dan Rara juga melihat ada gurat khawatir yang terpancar dari tatapan Kania.
Setelah selesai mencoba gaun yang ternyata pas ditubuh Rara jadi tidak perlu di perbaiki lagi demikian juga dengan jas Tuan Andika, mereka akhirnya pulang mempersiakan diri untuk berangkat kepesta nanti pukul 19:00.
Bersambung
__ADS_1
...****************...
Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part