
Dalam perjalanan pulang Rara masih menunduk, sepertinya dia masih enggan untuk mengangkat kepalanya. Tuan Andika sadar betul jika calon istrinya sangat malu jika membahas hal seperti itu walaupun Tuan Andika sedikit heran kenapa Rara masih malu seperti gadis lugu, bukankah dia sudah tidak virgin, harusnya Rara terbiasa dengan hal – hal seperti itu pikir Tuan Adika
Bahkan sampai didalam mobilpun Rara masih menunduk padahal sekarang hanya ada mereka berdua. Karena gemas dengan tingkah tunangannya Tuan Andika mengangkat dagu Rara dan tanpa ba bi bu Tuan Andka langsung menyerang bibir ranum Rara yang menjadi candu untuk Tuan Andika. Mendapat serangan dadakan dari Tuan Andika membuat Rara gelagapan. Melihat tunangannya seperti kehabisan nafas Tuan Andikapun melepaskan pagutan itu. Tuan Andika menghapus sisa saliva dibibir ranum Rara menggunakan ibu jarinya.
“Kamu masih malu? Ra bahkan kita sebulan lagi mau nikah, Mama memang senang menggoda begitu Ra. Jadi, kamu harus terbiasa ya?” Ucapnya menangkup wajah Rara dengan kedua tangannya
“ Mas, aku mau ngomong sama kamu. Tapi kamu jangan marah ya. Mas aku khan pernah bilang kalau aku sud…..”
Kembali ucapan Rara menguap diudara karena bibirnya dibekap oleh bibir tebal milik Tuan Andika. Tuan Andika melepaskan bibir itu sebentar memberikan kesempatan Rara untuk mengambil nafas lalu kembali menyerangnya, kali ini sangat lembut hingga membuat Rara tergoda dan membalasnya. Hingga lidah Tuan Andika menerobos kedalam dan mengeksplore apapun yang ada didalam.
Kabut gairah sepertinya telah menguasai dua insan tersebut tangan Tuan Andikapun tak mau diam saja terus aktif bergerak keatas dan kebawah punggung Rara. Sesapan bibir tebal itupun kini semakin turun menjelajahi leher jenjang Rara tanpa sadar Rara melenguh merasakan sensasi yang diberikan oleh Tuan Andika. Dan lenguhan itu pula menyadarkan Tuan Andika jika tindakannya sudah berlebihan.
Setelah sadar dari tindakan berlebihannya Tuan Andika membantu Rara merapikan rambut dan pakainnya yang terlihan kucel karena tangan Tuan Andika yang tidak mau diam. Tuan Andika kembali menangkup wajah Rara dan memberikan senyum teduh.
“Tolong jangan bahas itu lagi ya… atau aku akan kehilangan kesadaranku akan batasan hubungan kita” ucap Tuan Andika menatap lekat Rara.
Rara mengangguk pasrah biarlah nanti tunangannya itu tau sendiri tentang kebenaranya pikirnya. Tadinya Rara ingin kembali mencoba memberi tau Tuan Andika jika dia masih tersegel tetapi ternyata Tuan Andika salah paham lebih dulu.
****
__ADS_1
Hari berganti tidak terasa hari ini sudah hari ketiga setelah fiting gaun pengantin. Pertanda hari ini Rara dan Tuan Andika akan melaksanakan sesi preweeding dan acara inipun digawangi oleh Nyonya Tama dan Nyonya Rani. Mereka melaksanakan foto preweeding di Bali dengan arahan dari WO yang telah disewa oleh kedua Ibu Suri.
Dengan menggunakan jet pribadi milik keluarga Pratama, Rara, Tuan Andika serta kedua Ibu suri berangkat ke Bali sekitar pukul 09:00 dan setibanya disana mereka langsung menuju salah satu villa milik keluarga Pratama yang kebetulan dekat dengan lokasi Preweeding. Sekitar 6,2 KM jarak dari Villa keluarga Pratama menuju Taman Soekasada Ujung Karangasem Bali. Ya sesuai dengan khayalan Rara yang meginginkan pernikahan dengan konsep negri dongeng, calon mertuanya bahkan memberikan sesi foto preweeding dengan tema negri dongeng demi membahagiakn calon menantunya.
Taman Ujung ini memiliki arsitektur kerajaan dengan ciri khas yang terdapat pada bangunannya yang menggabungkan arsitektur Belanda, Arab dan Bali.
Tepat pukul 14:00 keempatnya bertolak ke Taman Soekasada Ujung Karangasem Bali dengan menggunakan Alpard putih. Rara dan Tuan Andika turun dari kendaraanya bergandengan tangan. Keduanya cantik dan gagah, Rara menggunakan gaun bling bling berwarna gold dengan potongan yang sempit bagian atas dan melebar dibagian bawah hingga menjuntai kelantai membuat penampilan Rara sangat anggun bak putri raja.
Sedangkan Tuan Andika menggunakan kemeja putih dengan jas berwarna gelap dan dilengkapi dengan dasi kupu – kupu menambah ketampanan seorang Tuan Andika pewaris tunggal keluarga Pratama. Disana mereka sudah disambut oleh WO dan para crew.
Pengambilan foto dimuali dari spot menarik sebuah pilar tanpa atap dan jika ingin menjangkaunya kita harus menaiki tangga kurang lebih 100 anak tangga. Dari atas bangunan atap itu kamu bisa melihat seluruh pemandangan istimewa dari Taman Ujung Karangasem ini. Selain kolam, kamu juga bisa melihat lautan biru dan pantai Ujung di arah Tenggara. Kemudian, bagian Timur kamu bisa melihat ke bawah pesona dan keunikan dari arsitektur.Selain itu, pada bagian timur atas, kamu juga akan bisa melihat bukit hijau, bernama bukit Bisbis. Pengambilan foto dipilar tersebut benar – benar membuat Rara tampil layaknya di negri dongeng.
Sehingga kini, kamu dapat menemukan di tengah kolam dibangun Balai Kambang uang dikelilingi oleh kolam yang airnya jernih. Kemudian, dipinggir yanh dihias pohon kembang beraneka ragam.
Setelah pengambilan beberapa foto preweeding rombongan kembali ke villa keluarga Pratama untuk beristirahat karena besok pagi buta mereka sudah pindah lokasi.
Pagi hari pasangan itu sudah disibukan kembali dengan rangkaian pengambilan foto preweding di Danau Tamblingan. Kurang lebih menepuh perjalanan sekitar 35 menit dari Villa keluarga Pratama rombingan sudah sampai di lokasi. Kali ini Rara menggunakan dress panjang dengan berbahan brukat yang berpayaet disekitar Dada. Dan Tuan Andika menggunakan kemeja biru yang disukung sampai siku tanpa jas.
Danau Tamblingan merupakan danau dengan keindahan yang memikat karena dikelilingi oleh hutan dan udara yang sejuk. Rara dan Tuan Andika menggunakan perahu tradisional agar sampai ditengah danau agar mendapatkan foto yang bagus. Benar saja karena ini masih pagi hari dan matahari mulai beranjak mereka berdua dapat menyaksikan kabut tebal memenuhi permukaan danau membuat hasil bidikan kamera memukau.
__ADS_1
Setelah sekian banyak mengambil foto di area Danau Tamblingan Rara, Andika dan Kedua Ibu Suri kembali menuju Villa. Gurat lelah jelas terpancar dari wajah mereka.
“Mama dan Tante Rani apa mau langsung pulang? Biar Dika suruh David nyiapin jet kita agar kemari” ucap Tuan Andika.
“Memang kamu dan Rara tidak pulang?” Tanya Nyonya Rani
“He,,,he rencananya kami ingin berlibur disini dulu, jadi tante dan Mama pulang saja du……”
“Tidak bisa!!!” potong kedua Ibu Suri bersamaan
“Pernikahan kalian tinggal tiga minggu lagi jadi setelah pulang dari sini kalian akan dipingit tidak boleh bertemu dahulu. Apalagi liburan hanya berdua. Itu hanya ada di mimpi kamu Dika” sarkas Nyonya Tama menceramahi putranya. Rara terbahak mendengar Tunangannya mendapat ceramah dari calon mertuanya. KAdang dia tidak menyangka seorang CEO yang terkenal dingin dan arogan ternyata sangat tunduk terhadap ibunya.
“Sayang belain ngapa? Malah diketawain lho, ya Tuhan cepatlah berlalu tiga minggu ini” ucap Tuan Andika frustasi.
Meledak sudah tawa ketiga wanita didalam mobil tersebut. Mereka heran, Kemana Tuan Andika dulu yang tidak pernah tertarik terhadap wanita?
Bersambung
Terimakasih masih selalu setia jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, hadiah dan vote ya….
__ADS_1