
Di Perusahaan Awiguna Group Tuan Andika dan David sedang terlibat pembicaraan serius. CEO dan asisten tersebut sedang membahas aktivitas Rara selama ditinggal oleh Tuan Andika keluar negri. Tiba – tiba ponsel Tuan Andika bergetar tanda ada yang menghubunginya ternyata id penelfonya adalah Jack, anak buahnya yang diperintahkan untuk mengawal Rara dari kejauhan atau dengan istilah lain menjadi pengawal bayangan untuk Rara.
Drt…Drt…Drt
“Hallo”
“Hallo Tuan Andika saya sudah mengawasi RY Resto. Saya sudah memantau disini dari tadi, tetapi tidak ada pergerakan apapun di Resto. Sekitar 5 menit yang lalu memang pemilik KANIA’S BOUTIQ bersama pria paru baya keluar dari Resto. Setelah itu tidak ada lagi” ucap pria disebrang sana yang tidak lain adalah Jack.
“ Ya kau pantau saja terus Jack”ucap Tuan Andika memerintah lalu mematikan ponselnya.
“Baik Tuan” ucap Jack.
Kembali ke RY Resto, Rara sudah berada dikamar tempat Yuda beristirahat di Resto. Yuda membuat kamar tersebut saat dia masih memiliki saham di Resto dan sampai sekarang masih digunakan oleh Yuda. Rara menangis sesenggukan didalam kamar tersebut. Pandangannya menerawang teringat kepada kedua orang tuanya dan kedua kakaknya.
“ Papa, Kak Bella, apa kita akan segera berkumpul? “ Monolog Rara terisak pilu.
“Mama, Kak Surya, maafin Rara ya selalu membangkang seandainya Rara menuruti kemauan Kak Surya untuk pulang ke Jakarta, mungkin tidak akan terjadi seperti ini. Seandainya Rara menuruti perkataan Ratih untuk melibatkan Ka Surya dalam rencana ini mungkin tidak akan terjadi hal seperti ini” kembali Rara terisak teringat akan Mama dan Kakaknya yang selalu melindunginya.
Pintu kamar terbuka, Rara yang masih terduduk dan menangis reflek mendongak ternyata Yuda yang datang. Yuda berjalan mendekat kearah Rara dan reflek Rara juga mundur.
“ Mau apa kamu Yuda? Mundur!!” sembur Rara penuh amarah
“ Cooling down baby kamu nanti kelelahan berteriak Ra. Tenang Ra aku gak mungkin membunuh kamu. Kamu terlalu berharga untuk aku bunuh, bukankah kita belum pernah merlakukaknnya Ra. Walaupun kamu sekarang sudah tidak Virgin karena sering gonta ganti kekasih tidak masalah bagiku Ra” ucap Yuda menjeda ucapannya.
“Dulu kamu selalu menolaku Ra saat aku mengajakmu untuk make love, tetapi hari ini aku bisa pastikan kamu yang memohon padaku Ra” ucapnya dengan seringai dibibir.
__ADS_1
“Apa maksudmu Yuda?”Rara bingung dengan perkataan Yuda
Rara kaget hingga mentutp mulutnya, dia baru teringat jika Yuda tadi memberikan minuman kepadanya apakah minuman itu dicampur sesuatu pikir Rara.
“Apa yang kamu berikan kepadaku Yuda? Jangan macam – macam kamu” ancam Rara kembali.
Yuda tertawa sumbang mendengar ancaman Rara.
“ Kamu bisa apa Ra? Tidak ada yang bisa membantu kamu. Ratih sahabatmu itu mungkin sedang dinikmati oleh anak buahku diruangan berbeda. Jadi, bagaimana kalau kita juga melakukan hal sama yang dilakukan oleh sahabatmu dan anak buahku Ra?” Ucap Yuda semakin mendekat.
Rara berlari kesana kemari menghindari Yuda. Barang – barang dilempar kearah Yuda untuk menghalangi Yuda mendekat sambil berteriak meminta tolong. Yuda tersenyum sinis kepada Rara.
“Sampai besok pagi tidak ada yang menolong kamu Ra. Apa kamu lupa, kamu sendiri yang menyerahkan dirimu kepadaku dengan mengunci Restomu Ra. Tidak ada yang mengetahui jika didalam ada pesta Ra.Hanya aku dan anak buahku saja yang mengetahui jalan pintas masuk ke Resto Ra. Jadi bagaimana kalau kita memulainya saja Ra? Aku akan bertanggung jawab dengan senang hati” ucap Yuda dengan senyum culas.
Kata – kata Yuda menampar Rara. Rara teringat akan nasib Ratih, dia semakin merasa bersalah karena tidak mendengar nasehat Ratih untuk melibatkan sang Kakak. Dengan percaya diri Rara mengatakan mampu menghadapi semuanya sendiri. Sekarang entah apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Terlebih tadi semua ponsel disita oleh anak buah Yuda termasuk ponsel Ratih dan Rara. Rara merutuki kebodohannya dan lebih parah lagi karena kebodohannya Rara juga menghancurkan masa depan sahabatnya.
“Hei sayang… kamu jangan tegang, jangan kamu lawan reaksi ditubuhmu Ra itu akan menyiksamu” ucap Yuda semakin mendekat.
Î
Rara semakin terisak entah bagaimana nasib dia sekarang dia pasrah melawanpun sepertinya akan percuma. Tenaga dia sudah habis dari tadi berlari dan membrontak saat didekati Yuda belum lagi sekarang dia sekuat tenaga melawan reaksi obat sialan itu. Rara semakin terisak saat Yuda sudah sampai didekatnya Yuda memegang dagunya dan hendak menyatukan dua bibir yang dulu sempat bertukar saliva.
DUBRAK!!!
“FUCK!!!” Seru seseorang meringsek kearah Yuda dan memberikan dua bogeman mentah kewajah Yuda.
__ADS_1
Bugh! Bugh!
“Biadab!!!” ungkapnya lagi penuh amarah kembali melayangkan dua bogeman keras kearah Yuda tepat mengenai rahang dan hidungnya membuat Yuda tak sadarkan diri.
Rara masih terisak ditengah – tengah rasa syukurnya karena masih bisa selamat dari perlakuan Yuda. Keringat didahi masih bercucuran karena Rara berusaha keras melawan reaksi obat tersebut. Dia menahan nafasnya untuk mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang menolongnya. Seseorang yang menjadi malaikat tak bersayap untuknya.
“ Te..teterima kakasih Tu..an Andika” Ucapnya terbata hingga dia tak sadarkan diri.
Ya… Tuan Andikalah yang menolong Rara. Entah kenapa perasaan Tuan Andika tidak tenang saat mengetahui Rara menuju RY Resto untuk mengumumkan kepemilikan Resto yang sudah berpindah ketangannya. Dan ditambah informasi yang dia dapat jika Rara ingin membalaskan dendamnya kepada Yuda karena lagi – lagi Yuda menipunya dan bekerja sama dengan orang tuanya untuk memanfaatkan Rara. Tuan Andika selalu mengawasi gerak gerik Rara jadi tidak susah baginya untuk mengetahui apa yang terjadi kepada Rara.
Perasaannya semakin tidak tenang saat mendapat laporan dari anak buahnya yang menjadi pengawal bayangan untuk Rara, melaporkan jika ada sekitar 10 orang pria berpakain seperti preman memasuki area belakang resto.
Tuan Andika sudah tidak bisa berdiam diri setelah mendapat laporan dari anak buahnya dia bergegas pergi kearah Resto yang disusul oleh David sang asisten. Tidak sulit bagi Tuan Andika untuk membobol pintu Resto. Terlebih Tuan Andika merupakan orang berpengaruh dinegara ini. Dan jangan lupa Tuan Andika memiliki banyak kolega yang bekerja di pemerintahan.
“RARA!!!” Tuan Andika beringsut kearah Rara.
“ Hei bangun Ra” Ucap Tuan Andika menepuk – nepuk pipi Rara.
Dilihatnya Rara sudah tak sadarkan diri dengan rambut acak acakan dan keringat dingin bercucur deras didahi dan nafas Rara terengah. Tuan Andika yakin jika Rara sudah diberikan sesuatu oleh mantan tunangannya itu.
Tanpa rasa canggung Tuan Andika mengangkat tubuh Rara dan membawanya kerumah sakit. Terlihat jelas wajah khawatir Tuan Andika melihat keadaan Rara yang tidak dalam keadaan baik – baik saja. Berapa kali Tuan Andika mengumpat dan tangannya mencekram erat kemudi. Dapat dipastikan, Tuan Andika tidak akan mengampuni orang yang telah mencelakai seseorang yang telah mencuri hati dan pikirannya.
Bersambung
...****************...
__ADS_1
Terimaksih untuk para readers yang sudah mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part