
Hari berganti, Sudah 8 hari lamanya Tuan Andika dan Rara tidak betemu. Benar apa yang dikatakan oleh sang Mama, Tuan Andika dan Rara tiak diperbolehkan bertemu setelah pulang dari Bali saat foto preweeding. Tuan Andika tetap melaksanakan aktifitasnya di Perusahaan, tetapi tidak ada agenda keluar kota maupun keluar negri sampai acara pernikahanya selesai digelar. Jika ada keperluan diluar kota maka akan diwakilkan oleh David sang asisten.
Berita pernikahan Tuan Andika dan Rara sudah tersebar keseluruh penjuru gedung termasuk di Departement Produksi. Untuk kartu undanganpun telah tersebar keseluruh kolega bisnis termasuk jajaran direksi perusahaan.
Di sebuah ruangan ada seseorang sedang memandang kartu undangan pernikahan Rara dan Tuan Andika nanar. Dulu dia pernah berangan nama dia akan bisa bersanding dengan nama Rara pada sebuah kartu seperti ini.
“Ternyata aku hanya punguk merindukan bulan Ra, bahkan saat kamu masih menjadi asistenkupun kamu tidak pernah mau meliriku. Sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Pratama, Nyonya pemilik dari perusahaan ini. Apa aku akan sanggup melihatmu bersanding dengan orang lain Ra?” ucapnya sendu.
Ya dia adalah Pak Ronal manager Rara dahulu. Sampai sekarang memang sang manager masih mencoba mendekati Rara walaupun Rara tidak pernah merespon dan mengatakan akan menikah tetapi itu semua tidak melunturkan keinginannya yang menggebu untuk dapat memiliki Rara. Dia tidak mengetahui jika calon suami yang dibicarakan Rara dahulu adalah pemilik dari perusaaan tempatnya bekerja.
Jika diruangan sang manager sedang dipenuhi kabut kesedihan berbeda dengan ruang staf manager, dua gadis sedang berteriak histeris mendapat kartu undangan yang bertuliskan namanya. Mereka tidak menyangka jika mereka akan mendapatkan undangan pernikahan dari sultan begini yang biasanya hanya jajaran direksi yang mendapatkannya.
“ Oh My… Mba Rara cantik bingit…. “ Ucapnya memandangi sebuah foto preweeding Rara yang tersebar ke jejaring media social saat berita pernikahannya sudah diumumkan ke publik.
“Iya Uy kayak princess” ucap temannya
“Sinta, Dewi kenapa kalian berisik banget si pagi pagi gini” dengus staf lainnya yang dijawab cengiran oleh keduanya.
Ya mereka adalah Sinta dan Dewi, teman Rara dahulu sebelum Rara naik jabatan. Sinta dan Dewi adalah dua staf beruntung yang mendapatkan undangan dari pemilik perusahaan. Siapa yang tidak menginginkan menghadiri pernikahan sultan yang hanya dapat dimasuki oleh daftar Tamu yang tercetak dikartu undangan.
Sedangkan diruang CEO, tampak sang CEO yang berwajah datar dan kusam. Sepertinya Tuan Andika akan menyerah sebelum masa pingitan ini berakhir. Bahkan untuk menghubungi lewat udarapun Tuan Andika tidak bisa karena ponsel Rara dipegang oleh calon mertuanya sampai masa pingitan berakhir. Dan semua itu berimbas pada pekerjaanTuan Andika yang berantakan dan alhasih kembali sang asisten yang menjadi kerepotan.
“ David kenapa harus ada acara pingit segala, bukankah kita sudah hidup dijaman modern?” Tanya Tuan Andika kepada asistennya yang berada diruangannya
“Maaf Tuan saya tidak tau, mungkin itu salah satu tradisi di keluarga Anda Tuan”ucap David
“ Bagaimana kamu tau, kamu saja belum menikah” Sarkas Tuan Andika
David menelan ludanya kasar mendengar ucapan sarkas Tuannya. Sudah berapa hari ini Tuannya kembali bersikap arogan dan David mengetahui penyebabnya.
__ADS_1
“David kamu sudah atur tempat bulan maduku?” Tanya Tuan Andika
“Sudah Tuan sesuai keinginan anda, Maldevis dan saya suda menyewakan satu resort agar Anda dan Nona Rara tidak terganggu” ucapnya kembali meyakinkan Tuannya.
Senyum mereka tersunging dibibir tebal dan seksi itu. Bibir yang selalu memikat para kaum hawa.
“Kerja yang bagus David, kamu siapkan juga pakaian untuk kami selama disana David, aku tidak mau diribetkan dengan membawa banyak pakaian dari sini” ucap Tuan Andika memerinta asistennya
“Sudah Tuan, dan saya suda menyiapkan beberapa hadiah untuk anda, mudah – mudaan anda menyukainya” Ucap David melipat bibirnya kedalam agar tidak terlihat menahan senyum dihadapan atasanya.
“Kau tak perlu melakukan itu David, cukup kau urus saja perusaaan selama aku bulan madu besok” ucap Tuan Andika.
“Itu sudah pasti akan saya lakukan Tuan” ucapnya mantap.
Kesetiaan David sudah tidak diragukan lagi. Mereka bahkan bersahabat saat masih sama – sama menempuh pendidikan diperguruan tinggi dan hanya sempat terpisah beberapa tahun saat Tuan Andika melanjutkan magisternya diluar negri. Aksi heroik Tuan Andika menyelamatkan David dari pembullyan dari kakak kelas saat di Sekolah Menengah Atas meninggalkan rasa kagum David terhadap Tuan Andika. Karena hanya Tuan Andika yang berani melawan kelompok kakak kelas yang kerap melakukan tidak bully teradap juniornya. Dan semenjak insiden tersebut mereka semakin dekat dan menjadi sahabat sampai dengan sekarang.
“Mau kemana Tuan?” Tanya David yang melihat CEOnya beranjak pergi
“Pulang” ucapnya singkat
“Tapi Tuan, satu jam lagi ada meeting dengan jajaran direksi perusahaan akan membahas mengenai wara laba perusahaan selama beberapa bulan ini” ucapnya berusaha menaan CEOnya
“Kau saja yang menghendel David, aku rasanya malas sekali hari ini bekerja” ucapnya berlalu meninggalkan David yang terpaku menatap kepergian bosnya.
David menghela nafasnya kasar berharap semua cepat berlalu, agar Tuannya bisa kembali fokus bekerja , masa pingitan ini membuat David juga tersiksa bukan hanya Tuan Andika saja.
Di tempat berbeda Rarapun disibukan dengan rentetan acara Pra Nikah yang di atur ole Mamanya. Dengan didampingi sang Mama Rara mendatangi salah satu layanan Spa untuk mempercantik dirinya. Sang Mama adalah member tetap di salon kecantikan ini bukan hanya perwatan wajah tetapi juga perawatan seluruh tubuh hingga perawatan daerah intim.
“Selamat Siang Nyonya, ada yang bisa kami bantu?” Tanya recepsionist ramah
__ADS_1
“Dimana Wanda?” Tanya Nyonya Rani menanyakan pemilik Salon dan Spa
“Selamat siang Nyonya Rani, lama tidak kemari ada yang bisa saya bantu?” Tanya pemilik salon mengampiri Rara dan Mamanya saat mendengar namanya disebut
“Aku baik Wan, berikan perawatan pra nikah kepada putriku ya?” Ucap Nyonya Rani
“Waow ini putri Nyonya? Cantik banget… Wah tak kala cantik dengan mamanya, mau perawatan pra nikah apa saja Nyonya?” Tanya miss Wanda
“Komplit Wanda berikan yang terbaik. Terlebih ini yang pertama untuk Rara dan suaminya. Jadi buat suaminya terpesona nanti saat malam pertama mereka” ucap Nyonya Rani
“Oke… Siappp Nyonya dijamin suaminya mba Rara nanti klepek klepek dimalam pertama, bisa bisa lupa jam makan bahkan jam tidur” ucapnya terkikik
“Apakah mba Rara berminat melakukan treatment Brazilian Waing?” Tanya Miss Wanda kepada putri pelanggan tetapnya yang mungkin akan menjadi pelanggan tetapnya juga kelak.
“Maksudnya?” Tanya Rara bingung
“Treatment Brazilian waxing merupakan treatment Khusus yang membantu membersihkan bulu – bulu disekitar organ intim anda Mba Rara” ucap miss Wanda tersenyum ramah
“HAH!!” Ucap Rara tercengang
Belum hilang rasa malunya ketika mamanya menyinggung perihal malam pertamanya dengan Tuan ANdika kelak. Kini Rara kembali dibuat tercengang dengan istilah yang baru pertama kali ini didengarnya.
Bersambung
Maaf Slow Update pikiran terbagi dengan beberapa obat obatan anak yang ditarik. Padahal anak sering konsumsi obat pereda demam disaat musim begini anak mudah sekali demam.
Mudah – mudahan kita semua selalu dalam keadaan sehat.
Terima kasih
__ADS_1