
Ruang CEO berantakan, barang dan berkas berserakan terlihat jelas bahwa sang CEO tidak dalam keadaan baik – baik saja. David menghela nafasnya kasar atasannya kalau sedang marah selalu begini, tidak terkendali. Davidpun merapikan semuanya terlebih dia juga harus menyadarkan bosnya bahwa yang dilakukannya tadi memang berlebihan.
Ehem…. David berdehem untuk menenangkan dirinya sebelum berbicara
“Maaf Tuan tiga puluh menit lagi kita ada meeting dengan klien dari Bagas Corporation, yang akan membahas mengenai tampilan kemasan produk Eby yang akan diluncurkan bulan depan” Ucap David
“Suruh Rara Rescheudul” jawabnya
“ Maaf Tuan tetapi mba Rara sudah pergi saya tidak tau kemana”Ucap David
“Ya ditelfon begitu saja kau mesti aku ajari” sarkasnya
Davidpun langsung menghubungi nomer ponsel Rara, tetapi sayangnya tidak aktif.
“ Tidak aktif Tuan” Ucap David kembali
“ Ya sudah kau batalkan saja atau kalau tidak kau saja yang menghadirinya aku sangat malas untuk pergi hari ini” Ucap Tuan Andika
“ Baik Tuan” Ucap David
“ Tuan… mengenai mba Rara bukankah Tuan tau sendiri mengapa….
“DIAM!!!!” bentak Tuan Andika mengehentikan pembicaraan David
“AKu yang lebih tau david, kamu tau semalam aku tau sendiri bahwa Rara tinggal serumah dengan mantan tunangannya itu” Ucap Tuan Andika dingin
David kaget dengan apa yang didengarnya…. Kenapa bisa mba Rara tinggal bareng dengan mantan tunangannya, darimana Tuan Andika tau, apakah Tuan Andika menguntit Mba Rara pikirnya.
“Tapi kenapa anda marah Tuan?” Tanya David keceplosan
“Apakah anda mencintai mba Rara Tuan?” ucapnya penasaran
Pertanyaan David membuat wajah Tuan Andika merah merona, apakah dia ketahuan kalau diam – diam dia menyukai sekertarisnya itu. Kalau cinta mungkin Tuan Andika pun tak tau apakah dia mencintai Rara atau tidak yang jelas yang dia rasa setiap bertemu dengan Rara selalu menimbulkan debaran, yang baru kali ini dia rasakan selama 29 tahun.
“ Aku tidak tertarik dengan wanita murahan macam dia” ucapnya datar
__ADS_1
“ Syukurlah kalau Tuan tidak menyukai mba Rara, setidaknya saya bisa maju untuk mendapatkan cintanya mba Rara” Ucap David asal
Tuan Andika mendelik mendengar perkataan asistennya, jadi ternyata asistennya itu menyukai sekertarisnya. Oh… My God pekik Tuan Andika tertahan. Masalah mantan Tunangannya Rara saja belum kelar belum lagi kekasih kekasih Rara yang ada dimana – mana membuatnya pusing ini ditambah asistennya sendiri menyatakan ketertarikannya dengan sekertarisnya.
BRAK!!!
“ Berani kau menyukai Rara? Sudah bosan hidup? Sarkas Tuan Andika sambil menggebrak meja tatapan matanya tajam.
David gelapan mengetahui reaksi Tuannya, sudah dapat bisa dipastikan dia tidak akan selamat setelah ini. Entah hukuman apa yang akan didapatkannya.Kenapa juga David berani menggoda boss arogannya padahal dia tau kalu tuannya menyukai Rara.
“Eh… maaf Tuan bukan begitu maksud saya, saya tidak akan menyukai mba Rara Tuan” Ucapnya menunduk.
“Kalau begitu saya permisi Tuan, saya akan menggantikan tuan untuk bertemu degan perwakilan dari Bagas Corporation” Ucapnya segera undur diri sebelum tuannya menambahkan pekerjaanya.
Didalam taxi Rara terus mengingat ucapan CEOnya. Kata – kata murahan terus terngiang ditelinganya. Dia meremas jarinya sendiri. Baru saja dia akan menata hatinya, tetapi cobaan seolah datang bertubi –tubi dari Yuda, dan kekasih kekasihnya yang tidak mau diajak putus, sekarang ditambah lagi bosnya yang ikut campur dengan masalah pribadinya.
Rasa lelah hati dan pikiran membuat Rara memutuskan untuk pulang kerumahnya. Mau bekerjapun sudah malas sebab bertemu dengan bos yang menyebalkan. Hanya rumah salah satu tempat ternyamannya saat ini. Taxi pesanan Rara pun sudah mengantarkan Rara sampai dirumahnya. Rara endak membuka hendle pintu tiba – tiba dikagetkan oleh suara klakson mobil yang masuk kehalaman rumahnya.
Rara menganga kaget tak percaya akan kedatangan tamu hari ini. Terlebih tamunya adalah kakaknya sendiri dan Mama.
“ Mama…..” teriaknya girang langsung menghambur kearah mamanya yang baru saja keluar dari mobil.
“ Kakak…..” ucapnya manja dan pindah memeluk kakaknya
“ Betah amat disini sampai gak pulang – pulang” ledek kakaknya hanya dijawab cengiran oleh adiknya
“ Yukk masuk yuk… biar enak ngobrolnya” ucap Rara
Keluarga kecil itupun masuk beriringan kedalam rumah Rara dengan Surya yang berada dibelakang. Setelah masuk dimeja ruang keluarga pandangannya tidak sengaja melihat beberapa buket bunga tertumpuk. Suryapun berjalan kearah kesana dan mebaca isi surat dari buket bunga tersebut. Rara tidak tau kalau disana ada kiriman buket bunga dari kekasih dan mantan kekasihnya yang tidak mau putus karena buket itu dibawa oleh Ratih dari kafe kmren. Dan Ratih lupa memberi tau Rara.
“ Ra mama bawakan kamu cake red velvet kesukaan kamu, sama ini mama bawa rendang juga khan tahan lama”. Ucap mama Rara
“ Ma kasih banyak ma, ihhhh kangen banget ma red velvet buatan mama “ucapnya haru
“ Ra kapan kamu akan kembali ke Jakarta?” Tanya Surya kakaknya
__ADS_1
“Em… Gak tau kak” ucap Rara bingung
“ Adikmu jangan dipaksa Surya biarin aja dulu disini kalau dia nyaman disini” Ucap Mama Rara
“ Tapi Dealer kita membutuhkan Rara ma… Aku gak mungkin bisa hendel semua sendiri ” Ucap Surya keberatan
Ya tidak mungkin Surya bisa mengurus semuanya sendiri, terlebih kini Surya mulai mengembangkan dealernya ke berbagai kota. Rarapun menyadari itu, tetapi untuk kembali ke Jakarta Rara rasanya belum siap.
“Ra kamu hati – hati Ra disini. Kaka dengar kamu semalam bertemu dengan Yuda, dan buket buket bunga itu kamu bisa jelasin?” Kata Surya arah matanya menunjuk tumpukan buket bunga
“ Eh… buket bunga apaan?” kata Rara sambil berjalan kearah yang ditunjuk kakaknya dan diikuti oleh mamanya.
Rara mengaga kaget ternyata mantan – mantannya juga mengirimi buket bunga kekafe juga. Kalau kerumah sepertinya tidak mungkin karena mantan Rara yang tau rumah Rara hanya Arta saja.
“ Eh… ini” jawabnya kikuk menampilkan cengirannya
“ Sudah kakak putuskan mulai besok mang jaja akan disini mengawasi rumah kamu. Kakak gak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap kamu Ra. Tolong segera kamu selesaikan masalah buket buket bunga tersebut kakak takut nanti ada yang nekat bagaimana?Sedangkan kakak jauh dijakarta.” Kata Surya panjang lebar
“ Trus Yuda kesini ngapain dia” Tanya Surya
” Ngajakin kamu balikan? Trus kamu mau?” Tanya Surya
Yang hanya dijawab anggukan dan gelengan oleh Rara
“ Kalau masalh Yuda kakak terserah kamu kakak tau betapa kamu cintanya kepada Yuda, jadi kalaupun kakak larang sepertinya percuma, tapi satu hal yang harus kamu tau Ra disaat laki – laki berani meninggalkan perempuan terlebih itu disaat hari bahagia kalian apapun itu alasannya laki – laki itu berarti bukan laki – laki yang layak buat kamu” mengingatkan Rara
“Tapi yuda bilang dulu dia pergi karena disuruh oleh oang tuanya, orang tuanya mulai tidak setuju sejak tahu kak Bella hamil diluar nikah “ Ucapnya lirih
“ Dan dia bilang juga dia sekarang sadar dan memilih meninggalkan orang tuanya dan kembali padaku kak” Ucap Rara kembali
“ Kamu Yakin? Apa kamu masih mengarapkan dia Ra?” Tanya Surya tdiak percaya dengan pola pikir adiknya.
Rara hanya mengedikan bahu karena memang dia tidak tahu sebenarnya bagaimana, kenapa tiba – tiba Yuda datang setelah dulu dia kabur. Dan untuk mengharapkan, Rara juga tidak tahu entahlah.
Bersambung
__ADS_1
...****************...
Terimaksih untuk para readers yang sudah sudi mampir kekarya Autor yang receh ini, Jangan lupa tinggalkan jejak like & komen ya dan bolehkah author minta hadiah dan vote nya? heheheehhehehe…… see you next Part