
Berharap mendapat dukungan dari sang Mama, tetapi justru penolakan yang didapat. Beribu kata manis Tuan Andika sampaikan kepada Nyonya Rani dan meyakinkan Nyonya Rani jika kedua orang tuanya akan menerima Rara dengan tangan terbuka tetapi kenyataannya sekarang Mamanya menolak Rara mentah – mentah.
Tuan Andika memijit kepalanya frustasi. Apakah kedua orang tuanya telah mengetahui masa lalu Rara pikir Tuan Andika. Tetapi bukankah berita negative tentang keluarga wijaya telah lama terhapus dari media social pikirnya lagi.
“Ma Dika sangat mencintai Rara Ma,Mama setuju atau tidak Dika akan tetap menikah dengan Rara Ma?” ucapnya berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.
“Tunggu Dika!!!” ucap Nyonya Tama menghentikan langkah putranya
“Oh jadi ini yang kamu dapatkan dari Rara? Kamu jadi membangkang dengan kedua orang tuamu?” Tanya Nyonya Tama tajam.
“Rara yang mengenalkanku tentang cinta Ma. Cinta yang baru Dika rasakan setelah Dika berumur 29 tahun. Dan Rara yang menyembuhkan trauma Dika dari sebuah komitmen. Mama dan Papa harusnya ingat siapa yang membuat Dika takut untuk berkomitmen, hingga Dika selalu menutup diri selama ini. Sekarang, setelah Dika bisa membuka hati dengan entengnya Mama mengatakan tidak sudi menerima Rara. Apa sebenarnya yang Mama inginkan Ma?” Ucap Tuan Andika menyampaikan segala unek – uneknya.
Nyonya Tama tersentak mendengar semua ucapan Tuan Andika. Rasa bersalah kembali menghantam relung hati Nyonya Tama. Karena kesibukannyalah putranya mengalami trauma dengan komitmen.
“Tapi tidak harus Rara kan Dika, masih banyak wanita diluar sana yang lebih baik dari pada Rara ingat Dika kamu seorang pemimpin Perusahaan dan kamu orang terkaya nomor dua dinegri ini. Apa kata orang jika memiliki pendamping yang tidak bisa menjadi panutan begitu” ucap Nyonya Tama
“ Semua itu hanya masa lalu Ma dan itu pun bukan kesalahan Rara, dia ha….” Ucapan Tuan Andika terpotong oleh sergahan Nyonya Tama.
“Bukan kesalahan bagaiman maksud kamu Dika? Coba kamu buka mata kamu lebar lebar Dika, kamu yakin ingin menikah dengan wanita seperti itu? Cinta boleh Dika tapi kamu jangan gila” ucap Nyonya Tama dan menyerahkan amplop coklat.
Mata Tuan Andika mendelik melihat foto- fot Rara mengenakan pakaian seksi bersama laki – laki. Ada yang di sebuah club, resto, bahkan hotel, dan ada satu yang Tuan Andika kenali foto Rara dengan laki – laki sedang berada dikolam renang pakainnya yang ini masih sopan dan Tuan Andika mengenali laki – laki itu seingatnya adalah sahabat Rara. Tangannya meraih ponsel yang berada disakunya dan mengirim pesan ke beberapa nomer.
“Wanita seperti itu yang mau kamu jadikan istri Dika? Bagaimana reaksi kolega kita dan nama baik kamu Dika?” Tanya Nyonya Tama masih emosional
__ADS_1
“Mama mendapatkan foto ini darimana?” Tuan Andika penasaran sang Mama mendapatkan foto Rara darimana
“ Ada yang mengirim kemari menggunakan jasa ojek online, tetapi tidak ada identitas pengirimnya” ucap Nyonya Tama kembali.
“Dika yakin itu bukan Rara Ma, kalau yang dikolam mungkin itu beneran Rara karena Dika mengenal lelaki sebelahnya adalah sahabatnya dan sebentar lagi akan menikah. Kalau yang lainnya Dika yakin itu hanya editan Ma” ucap Dika tenang
“Dika … Dika kamu benar – benar sudah dibutakan oleh cinta. Pa kamu nasehati anakmu ini” ucap Nyonya Tama menghandalkan suaminya mampu membuka mata putranya.
Tuan Tama berdehem, cukup lama dia mendengar perdebatan antara istrinya dan anaknya. Entah kenapa dia juga merasakan jika foto itu hanya rekayasa. Tetapi dia tidak sampai hati mematahkan semangat sang istri. Suara derap langkah kaki mengalihkan pandangan ketiganya Tuan Tama menghela nafasnya lega setidaknya untuk sementara dia aman tidak perlu membela salah satu antara anak dan istri.
David nampak datang bersama dengan pakar telematika yang merupakan manager IT di perusahaan dan beberapa pengawal dibelakang keduanya.
“Maaf saya datang terlamabat Tuan Muda, Tuan Besar dan Nyonya Besar” ucap David menunduk memberikan salam.
“Dan untuk Pak Reyhan saya minta tolong Bapak cek apakah foto ini asli atau tidak. Dan tolong jelaskan dihadapan saya dan kedua orang tua saya” ucap Tuan Andika memberikan perintah kepada Manager It yang merupakan seorang pakar telematika.
Pak Reyhan memandangi beberapa lembar foto yang diberikan oleh Tuan Andika dan tidak lupa foto asli Rara yang dijadikan walpapaer pada ponsel Tuan Andika. Tak memerlukan waktu lama, hanya sekitar 15 menit senyum misterius teukir di bibir Pak Reyhan.
Pak Reyhan menjelaskan jika foto- foto seksi bersama lelaki yang berwajah Rara bukanlah Rara. Mereka semua adalah orang yang berbeda telihat dari postur tubuh, pundak, ukuran payu dara bahkan sampai tanda lahir semuanya tampak berbeda – beda. Jadi Pak Reyhan menyimpulkan jika foto tersebut adalah PALSU. Dan seperti dugaan Tuan Andika hanya ada satu foto yang asli yaitu saat Ratih berada didalam kolam renang dan mengobrol dengan lelaki yang berada diatas.
Tuan Andika menghela nafasnya lega setidaknya orang tuanya percaya jika itu adalah foto editan. Dan tidak ada alasan bagi kedua orang tuanya untuk menolak Rara kembali. Sekarang tinggal menunggu hasil penyelidikan David dan bebebrapa pengawalnya.
Pak Reyhan sudah undur diri untuk kembali lagi kekantor. Setelah kepergian Pak Reyhan tinggalah mereka bertiga kembali diruangan tersebut. Tuan Andika merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan Rara dan masa lalaunya.
__ADS_1
Tuan Andika akhirnya menceritakan semua tentang masa lalau Rara dan keluarganya dari mulai kakak Rara yang hamil diluar nikah, batalnya pertunangan yang mengakibatkan Papanya Rara meninggal dan sampai Rara menjadi playgirl. Semua Tuan ANdika ceritakan tanpa ada yang ditutupi atau dilebihkan. Tetapi ada satu hal yang tidak Tuan ANdika ceritakan kepada orang tuanya yaitu tentang siapa papa Rara.
“ Gadis yang cantik, kenapa nasibmu malang” ucap Nyonya Tama mengelus wallpaper ponsel Tuan ANdika
“Jadi Mama merestui hubungan kami? Mama mau menerima Rara menjadi bagian dari keluarga Pratama?” Tanya Tuan ANdika mengerjapkan matanya
“Sepertinya tidak ada yang membuat Mama tdak merestui hubungan kalian. Bukankah semua orang memiliki masa lalu? Dan Mama akan mengucapkan terimakasih kepada Rara karena sudah berhasil membuat putra Mama satu – satunya jatuh cinta” ucapnya penuh haru
“Tapi Ma, Mamanya Rara tidak merestui hubungan kami” ucap Tuan Andika sendu
“Kenapa?” Tanya Nyonya Tama dan Tuan Tama berbarengan
“ Beliau takut Mama dan Papa tidak bisa menerima Rara dengan tangan terbuka” ucap Tuan Andika
“Ooooo kalau begitu serahkan saja sama Mama, nanti Mama akan meyakinkan Ibunya Rara sekalian kita melamar Rara. Bagaimana kalau dua hari lagi kita melamar Rara, jadi ada waktu satu hari untuk kamu menyiapkan seserahan Dika” Ucap Nyonya Tama menenangkan putranya
Tuan Andika memekik girang, kalau tidak ada Mama dan Papanya mungkin Tuan Andika akan berjikrak dan bersorak riang. Akhirnya masalah terberat mengenai restu terselesaikan, sekarang tinggal mengusut siapa yang telah memfitnah Rara begitu menjijikan. Tuan Andika bersumpah siapapun yang telah mengusik kekasihnya tidak akan dia biarkan bernafas lega. Sudah dapat dipastikan sel tahanan telah menantinya
Bersambung
...****************...
Hi… Hai…. Apa kabar kesayangan author? Semoga selalu sehat ya
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen hadiah dan votenya ditunggu ya..